
Setelah Jennifer pergi, suasana dalam apartemen menjadi sunyi. Bella hanya memandang Adam dalam diam. Dia tampak agak sedih dan kuyu.
“Aku benar-benar lelaki yang tidak bisa diandalkan.”
Adam menghela napas panjang. Benar-benar merasa seperti itu. Meski dirinya sendiri sebenarnya tidak menganggap orang lain sedalam itu, tampaknya perilaku baiknya ke semua orang juga membawa efek negatif.
Ya, mungkin para perempuan yang polos menganggap orang yang baik kepada dirinya itu tertarik dan ingin mendekatinya. Mungkin hal itu bisa masuk kategori memberi harapan palsu atau ghosting, meski sisi lelaki itu juga tidak berniat melakukannya.
“Itu bukan salah anda, Kak Adam. J-Jika bukan karena saya … tidak mungkin hubungan kalian rusak seperti ini.”
Melihat bagaimana Bella mulai menyalahkan dirinya sendiri, Adam bangkit dari kursinya dan duduk di sebelah gadis itu. Dia merangkul Bella dengan lembut sebelum akhirnya menyemangatinya.
“Jangan menyalahkan diri sendiri, okay? Kamu sama sekali tidak salah. Anggap saja ini bukan salah siapa-siapa. Atau mungkin … kamu menyesal bertemu denganku?”
Mendengar pertanyaan pemuda itu, Bella menggeleng ringan. Gadis itu kemudian bersandar pada tubuh Adam.
“Bertemu dengan anda adalah salah satu dari beberapa hal indah yang ada dalam hidup saya, Kak Adam. Namun … saya tidak ingin egois. Mungkin sosok Petugas Jennifer lebih pantas untuk anda.”
“Kamu memiliki hidupmu sendiri. Semua orang pantas mendapatkan kebahagiaan. Apa yang salah dengan itu?” ucap Adam sebelum menghela napas pendek.
“...”
“Kenapa? Tidak perlu terlalu memikirkannya. Aku akan mencari kesempatan untuk meminta maaf kepada Jennifer.”
“Kak Adam?”
“Ada apa?” tanya Adam.
“Jujur saja, saya tidak ingin anda pergi.”
“Lalu aku tidak akan pergi.”
Mendengar jawaban Adam yang lembut tetapi tegas, Bella merasakan kehangatan di dalam hatinya. Dia kemudian berkata lirih.
“Saya tahu anda sangat baik. Justru karena itu, saya juga paham … pasti akan banyak gadis yang tertarik kepada anda. Namun, bolehkah saya memiliki permintaan egois?”
“Ada apa, Bella? Katakan saja. Selama itu tidak terlalu memberatkan … aku akan mencoba melakukannya.”
“Anda tidak harus menikahi saya, tapi jangan pernah tinggalkan saya. Juga … saya tidak ingin anda menyembunyikan hubungan kita kepada istri anda kelak.”
“...”
Adam tercengang. Ekspresinya menjadi rumit. Dia tidak bisa tidak bertanya, “Maksudmu … apa maksud dari perkataanmu itu? Jangan bilang-”
“Saya ingin anda membesarkan saya sebagai ‘nyonya’, mungkin begitu cara orang-orang menyebutnya. Apakah tidak apa-apa?”
Ekspresi Adam langsung menjadi bingung. Dia tahu apa yang dimaksud dengan ‘nyonya’. Itu berarti membesarkan seorang wanita tanpa menikahinya. Kata lain yang lebih sopan untuk wanita simpanan. Namun pemuda itu bingung, kenapa Bella tiba-tiba menyebutkannya.
__ADS_1
“Bella … kamu-”
“Saya sudah memikirkannya, Kak Adam. Setelah berpikir baik-baik, saya tahu dunia ini tidak adil kepada saya. Jadi saya mencoba memberi toleransi.
Dengan kondisi saya yang seperti ini, jika tidak bertemu dengan anda … apa yang akan terjadi?”
“...”
“Pertama, saya ingin bunuh diri. Jika berhasil mengatasi keinginan itu pun, kehidupan yang menanti bukan berarti cerah.
Kemungkinan paling besar, saya akan dipaksa oleh beberapa pemuda tak tahu malu hanya untuk beasiswa. Pada akhirnya, mungkin saya dipaksa terjerumus dan berakhir menjadi wanita penghibur di rumah bordil.
Kemungkinan sedikit lebih baik, saya berhenti kuliah, dilirik pria paruh baya kaya dengan wajah berminyak.
Pada akhirnya memilih menjadi nyonya. Dengan begitu, saya akan dibelikan mobil dan diberi uang … paling tidak selama empat atau lima tahun sampai saya berusia 25 tahun dan orang itu bosan. Setelahnya, saya akan hidup sedikit lebih baik daripada menjadi wanita penghibur.
Kemungkinan yang lumayan baik, tetapi sangat kecil. Saya berhenti kuliah dan mendapat pekerjaan biasa, bertemu lelaki yang mencintai saya lalu menikah dan memiliki keluarga.
Itu pun jika ada perusahaan yang mau menerima saya tanpa melirik tubuh saya. Juga, itu hanya bisa terjadi jika kedua orang tua pria itu setuju. Lagipula … tidak banyak orang tua yang mau memiliki menantu yang latar belakangnya kacau seperti saya.
Sedangkan yang terakhir, paling kecil, dan hampir mustahil. Saya bertemu dengan lelaki tampan, kaya, dan baik hati. Mau merawat saya sepanjang hidup saya … sama seperti anda.
Akan tetapi saya tahu itu tidak rasional. Orang seperti saya tidak akan mampu menanggung hal semacam itu. Orang seperti saya … tidak bisa menjadi pasangan Mr Perfect seperti anda.”
Mendengar ucapan Bella, Adam merasa apa yang dimaksud gadis itu sepertinya benar. Hanya saja, dia juga merasa gadis itu sama sekali tidak memiliki prasangka baik kepada dunia. Mungkin itu karena apa yang telah dialaminya selama ini.
“Memang, tidak ada yang sempurna, Kak Adam. Namun … anda muda, tampan, kaya, dan baik. Hal semacam itu bisa dianggap tipe yang sangat ideal bagi hampir semua perempuan.
Tidak mungkin ada perempuan yang menolak lelaki seperti anda. Memang, banyak perempuan yang berkata tidak memerlukan ketampanan atau banyak uang, tetapi jika disuruh memilih … mereka pun pasti juga ingin mendapatkan yang seperti itu.”
“Tapi, membesarkanmu sebagai nyonya itu-”
“Bukankah itu lebih baik daripada menjadi wanita penghibur atau nyonya seorang pria paruh baya berminyak?”
Adam menoleh ke arah Bella. Gadis yang awalnya begitu pemalu itu tersenyum lembut sambil menatapnya dengan dua mata yang sangat jernih.
“Kamu … kamu …”
Tidak bisa berkata apa-apa lagi, Adam menghela napas panjang. Dia benar-benar tidak menyangka ucapan Bella benar-benar mengacaukan pikirannya. Pemuda itu sekali lagi menatap sosok gadis berparas cantik, tubuh indah, dan memiliki tempramen lembut serta baik itu.
“Baiklah. Aku menyerah,” ucap Adam. Seolah memikirkan sesuatu, dia kemudian berkata, “Kalau begitu mari beli mobil terlebih dahulu.”
“Kak Adam … saya tidak memiliki SIM.”
“Kalau begitu … membeli apartemen?”
“Kak Adam … saya takut itu tidak pantas. Kita bertemu dan bersama kurang dari satu minggu. Bagaimana jika saya menipu anda?”
__ADS_1
“Aku percaya kepadamu, Bella. Kamu bukan gadis seperti itu.”
“Tetap saja, saya tidak merasa itu pantas.”
“...”
Adam mengerutkan kening. Setelah memikirkan baik-baik, ekspresinya menjadi agak bingung.
“Beri aku nomor rekeningmu. Aku akan mentransfer uang untuk bulan ini.”
“Kak Adam … saya-”
“Jangan menolaknya lagi. Jika kamu menolaknya, itu akan membuatku tertekan. Kamu bilang ingin menjadi nyonya, paling tidak … sedikit berperilaku seperti itu.
Bahkan seorang pelayan dibayar per bulan. Tidak mungkin kamu melakukannya secara gratis. Itu terlalu konyol!”
“Tapi-”
Melihat Adam menatapnya dengan ekspresi serius, Bella tidak lagi berani menolaknya. Dia hanya memeluk pemuda tampan itu sebelum berbisik pelan.
“Terima kasih, Kak Adam. Sebenarnya kamu tidak perlu-”
“Katakan saja,” ucap Adam tegas.
“B-Baik. Nomor rekening saya adalah …”
Setelah beberapa saat, Adam langsung mentransfer sejumlah uang kepada Bella. Ketika gadis itu memeriksa pemberitahuan di ponselnya, ekspresi terkejut terlihat di wajahnya.
“B-Bukankah anda memencet angka 0 terlalu banyak, Kak Adam?”
Mata uang dunia ini adalah dollar aliansi, jika dibandingkan … mirip USD dalam kehidupan Adam sebelumnya. Rata-rata gaji pekerja biasa adalah 3000-4000 dollar aliansi per bulan. Sedangkan untuk sarjana biasa, kira-kira 5000-7000 dollar tergantung perusahaan.
Adam telah mentransfer 50.000 dollar kepada gadis itu. Membuat Bella berpikir dirinya salah menambahkan angka nol di dalamnya.
“Sama sekali tidak salah,” ucap Adam santai.
“J-Jadi … ini untuk satu tahun?”
“Tidak. Itu untuk satu bulan.”
Mendengar hal itu membuat Bella terkejut. Gadis itu menelan saliva. Kemiskinan dan keterpurukan yang selama ini dia rasakan membatasi imajinasinya. Bahkan … para pria paruh baya berminyak itu tidak akan memberi seorang gadis sebanyak itu untuk satu bulan.
Bella melirik Adam dengan ekspresi agak malu dan terkejut.
Meski tidak pernah menyombongkan diri, ternyata … Kak Adam masih begitu mendominasi!
>> Bersambung.
__ADS_1