Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Membuat Kecewa


__ADS_3

Larut malam.


Melly yang tidak bisa tidur merasa agak resah. Adiknya yang agak aneh itu membuatnya semakin bimbang. Belum lagi, sudah bertahun-tahun dia tidak pergi ke kamar tidur utama. Bahkan gadis itu lupa, kapan dia terakhir kali masuk ke sana.


'Haruskah aku pergi ke sana? Jika ayah dan ibu tahu aku menyelinap, mereka pasti marah karena aku akan dikira mencuri, kan?'


Masih mengenakan piyama, Melly bangkit dari tempat tidurnya lalu mondar-mandir di kamar. Setelah beberapa saat, gadis itu akhirnya memutuskan untuk pergi memeriksanya.


Mengendap-endap tanpa menyalakan lampu, Melly berjalan menuju ke lantai tiga. Sampai di sana, gadis itu segera menuju ke depan pintu kamar utama. Dia menoleh ke kiri-kanan seperti pencuri sebelum membuka pintu kamar perlahan.


Melirik ke dalam kamar, Melly terkejut melihat kalau ibu dan ayahnya tidak ada di kamar.


'Eh? Kenapa ayah dan ibu tidak ada di kamar?'


Pertanyaan tersebut langsung terlintas di benak gadis itu. Dia kemudian menggelengkan kepalanya, merasa kalau itu tidak penting. Lagipula, karena kedua orang tuanya tidak ada di kamar, dirinya malah bisa masuk untuk memeriksa.


Membuka pintu perlahan, Melly masuk ke dalam kamar lalu menutup pintunya. Dia kemudian mengamati sekeliling, mencari lemari yang dimaksud oleh adiknya.


Setelah melihat lemari itu, Melly segera berjalan mengendap-endap ke sana. Sampai di sana, gadis itu merasa agak bingung.


"Lemari ini sama sekali tidak tampak aneh," gumam Melly dengan ekspresi aneh.


Gadis itu merasa kalau dirinya telah ditipu oleh Mia. Namun karena sudah sampai di kamar, dia akhirnya memutuskan untuk membuka lemari.


Menyadari kalau lemari sama sekali tidak dikunci, Melly semakin yakin kalau adiknya hanya berhalusinasi. Namun ketika lemari dibuka ...


Gadis itu langsung tercengang.


Dalam lemari, tampak banyak tabung kaca dengan berbagai ukuran. Di sana, tampak banyak benda aneh.


Bola mata, jari tangan tidak terhitung jumlahnya, jantung, dan ... sebuah kepala tanpa tubuh yang sangat dia kenal.


"E-El ... Elbert???"


Melihat kepala kekasihnya dalam sebuah tabung yang diisi cairan pengawetan, Melly yang terkejut mundur beberapa langkah dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.

__ADS_1


Bruk!


Melangkah mundur, gadis itu terkejut ketika merasakan bahwa punggungnya menabrak sesuatu.


Menoleh ke belakang perlahan, Melly melihat kain warna hitam. Gadis itu kemudian mendongak ke atas.


Dalam ruang gelap, Melly bisa melihat jelas wajah putih pucat ibunya. Wajah tanpa ekspresi dengan sepasang mata yang sedang menatapnya. Bahkan dia melihat beberapa bercak merah di wajah pucat tanpa ekspresi itu.


"I-Ibu???"


Melihat wajah ibunya, tanpa sadar Melly langsung mundur. Melihat sepasang mata hitam layaknya tinta itu ... dia ingin berlari, tetapi tidak bisa.


Melirik ke arah pintu keluar, Melly terkejut melihat pintu yang terbuka lebar. Tampak sosok ayahnya yang menggunakan celemek kotor sambil membawa golok dengan darah yang masih menetes di lantai.


Melly sama sekali tidak tahu sejak kapan keduanya tiba-tiba muncul!!!


Tik! Tik! Tik!


Suara rintik hujan yang berjatuhan di atas genteng, tanah, dan membasahi bumi terdengar.


"I-Ini cuma bercanda kan, Ibu? Ayah?"


Mendengar pertanyaan Melly, ayahnya hanya diam. Sedangkan sang ibu berjalan ke arahnya dengan ekspresi datar.


"Kamu mengecewakan Ibu, Melly. Padahal Ibu berpikir kamu bisa menjadi penerus Ibu.


Awalnya kamu adalah gadis yang patuh dan baik. Seharusnya kamu terus tumbuh dengan baik, tetapi ... semua berubah sejak kamu bertemu dengan tikus kotor itu.


Ibu benar-benar kecewa padamu, Melly."


"Aku—"


Bruk!


Sebelum Melly menjawab, dia tiba-tiba jatuh ke lantai. Gadis itu merasakan sakit di lehernya. Ketika dilihat, entah sejak kapan ada seekor ular hitam yang menggigitnya.

__ADS_1


Melly hanya bisa melihat kaki ibunya. Melihat banyak ular yang keluar dari bayangan ibunya ...


Sebelum kesadarannya benar-benar menghilang ditelan kegelapan.


***


Ketika tersadar, Melly merasa tubuhnya tidak bisa digerakkan. Gadis itu membuka matanya, tampak terkejut ketika melihat kedua tangan dan kakinya diborgol dan digantung di papan dengan bentuk X.


Melihat sekeliling, Melly tiba-tiba merasa mual ketika melihat banyak daging dan darah. Tampak seperti rumah jagal. Bukan jagal kambing atau sapi ... tetapi jagal manusia.


"Sudah bangun???"


Mendengar suara itu, Melly menoleh ke sumber suara. Dia melihat ibunya yang mengenakan gaun hitam seperti biasa. Tampaknya tidak terpengaruh dengan bau atau pemandangan di sekitarnya.


"Mmfftt ..."


Hendak membalas, Melly baru tersadar bahwa tidak hanya tangan dan kaki, tetapi mulutnya juga ditutup dengan lakban.


Melihat ekspresi jijik dan marah di wajah Melly, wanita itu tidak merubah ekspresinya. Dia hanya berkata dengan nada datar.


"Bukankah rasanya enak? Bukankah kamu menikmatinya? Kamu bilang, itu adalah favoritmu, kan?"


Sambil berjalan mendekat, wanita itu terus bertanya dengan ekspresi tak acuh.


Mendengar semua pertanyaan itu, Melly tersentak. Gadis itu menghubungkan semuanya, dan terbelalak ketika menatap ke arah ibunya dengan ekspresi tidak percaya.


Sang ibu mendekati Melly lalu memegang kedua sisi pipinya dengan tangan kurus dan dingin. Mengangkat kedua sudut bibirnya, wanita itu 'tersenyum' dengan tatapan hampa ke arah putrinya.


"Sekarang kamu tidak merindukan Elbert lagi, kan? Lagipula ... dia akan tetap selalu dan selamanya ... ada dalam dirimu."


Melly yang mendengar ucapan ibunya merasa asam lambungnya naik ke tenggorokan. Dia merasa ingin muntah, tetapi tidak bisa karena mulutnya ditutup rapat.


Gadis itu menggertakkan gigi sampai berderit, terus meronta sambil mencoba menyerang wanita yang ada di depannya. Amarahnya begitu membara, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Pada akhirnya, gadis itu hanya bisa menunduk dengan ekspresi hampa ... dengan aliran air mata, dia benar-benar telah mengabaikan semuanya.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2