
'Tatapan itu bukanlah tatapan kasihan. Tatapan itu ... adalah tatapan dimana dia benar-benar percaya kalau aku akan kembali.'
Melihat dua Spiritualist bintang 2 di depannya, Shawn memiliki ekspresi rumit di wajahnya.
PLAK!
Pemuda itu tiba-tiba menampar dirinya sendiri. Ekspresinya berangsur-angsur menjadi lebih serius. Setelah membuang napas panjang, dia akhirnya berkata.
"Karena seseorang berekspektasi terlalu tinggi terhadapku, tampaknya aku benar-benar tidak bisa melarikan diri seperti seorang pecundang!"
Setelah mengatakan itu, Shawn langsung bergegas maju dengan katana di tangannya. Tanpa keraguan sedikitpun, dia langsung menyerang dua Spiritualist bintang 2. Ketika mereka berdua menangkis tebasan Shawn, bukannya mundur atau mencari celah, pemuda itu langsung menerobos maju.
Pada saat itu, Shawn langsung bergegas ke arah Matt. Melihat dua Spiritualist bintang 3 menyerang temannya, dia langsung menangkis serangan mereka. Hal itu tentu langsung mengejutkan Matthew.
"Apa yang kamu lakukan, Shawn?"
"Apakah matamu tidak bisa melihat? Aku jelas membantumu!"
"Maksudku ... kenapa kamu membantuku?! Aku—"
"Ini tugasku, Bodoh!"
Menangkis beberapa serangan dari Spiritualist bintang 3, Shawn tampak agak pucat. Namun bukannya ragu, dia malah berdebat dengan Matt dengan berani.
"Shawn ... Kamu ..."
"Hadapi saja pemimpin jangkung yang menyebalkan itu, aku akan menahan sisanya."
"Apakah kamu gila, Shawn?!"
"Apanya yang gila?! Mereka hanya dua orang sekarat dan dua orang baru seperti kita."
Melihat ke arah dua Spiritualist bintang 3 dan dua Spiritualist bintang 2, Shawn berkata dengan nada gila.
"Tetap saja, mereka empat orang dan kamu—"
"MATTHEW!"
Shawn menatap ke arah mata Matthew dengan ekspresi serius. Menggertakkan gigi, dia kemudian berteriak.
"INI PERINTAH DARI KETUA WHITE WINGS!"
Ucapan Shawn langsung membuat orang-orang terkejut. Meski tidak begitu kuat, perkataan pemuda itu masih membawa momentum tertentu.
Matt yang mendengarnya tanpa sadar mengangkat sudut bibirnya. Mencengkeram erat gagang katana miliknya, dia langsung berkata dengan nada bercanda seperti biasa.
"Aye aye aye, Kapten!"
Penampilan mereka berdua langsung membuat Kevin dan empat orang lainnya merasa kesal. Bahkan sosok Kevin mencibir.
"Bukankah kalkan twrlalu lemah sebagai ketua dan wakil dari White Wings?! Atau, Wings of Freedom memang hanya seperti ini?
Jangan harap dua orang lemah seperti kalian bisa mengalahkan kami berlima! Bunuh mereka!"
Mendengar ucapan Kevin, empat orang lainnya langsung bergegas ke arah Shawn dan Matt.
__ADS_1
Shawn langsung berhadapan dengan dua Spiritualist bintang 2. Saat dua Spiritualist bintang 3 hendak menyerang Matt, dia juga langsung bergegas menghadang mereka. Menangkis serangan dari empat orang berturut-turut, pemuda itu menyeringai.
"Sudah kubilang, lawan kalian adalah aku!"
Melihat Shawn yang nekad dan bersemangat menghadapi empat orang musuhnya, Matt menyeringai. Tangannya langsung mengepal erat. Katana di tangan kanannya diselimuti oleh aura merah yang samar. Dia langsung melesat ke arah Kevin.
Swoosh! KLANG!
Dua pedang berbenturan dengan kuat. Berbeda dari sebelumnya ketika Matt terpental, pemuda itu kali ini bisa mengimbangi Kevin.
Klang! Klang! Klang!
Suara dentuman logam terus-menerus terdengar ketika Kevin dan Matt saling berhadapan.
Kevin tidak bisa tidak melihat ke arah pemuda yang berada tiga level (ranah kecil) lebih rendah daripada dirinya. Namun ketika melihat ke arah Matt, sekali lagi dia terkejut.
Tanpa terkena serangan Kevin, darah mengalir dari hidung Matt. Namun pemuda itu sama sekali tidak panik. Sebaliknya, dia malah tertawa dengan ekspresi gila, bahkan matanya sedikit memerah.
"Aku baru ingat dan sadar ... jadi ternyata begitu!"
KLANG!
Kevin dan Matt terpental mundur beberapa meter. Sosok Kevin berseru ketika melihat penampilan berantakan tetapi ganas pemuda di depannya.
"Kamu ... Kamu menggunakan ilmu pedang yang seharusnya tidak bisa digunakan pada levelmu!
Seharusnya, bahkan di levelku, mengendalikan energi qi untuk melapisi senjata sangat sulit! Belum lagi menggunakan teknik pedang semacam itu!"
Kevin menatap ke arah Matt dengan ekspresi tidak percaya seolah-olah telah melihat orang gila. Lagipula, tindakannya benar-benar kurang waras! Seperti sedang mencoba bunuh diri!
Matt menggelengkan kepalanya. Dia mengingat sosok Adam.
Menurut Adam, Matt memiliki bakat baik dalam teknik pedang. Masalahnya, levelnya masih terlalu rendah. Jadi, meski mengajarinya, Adam selalu menyuruh pemuda itu untuk menahan diri dan tidak menggunakannya. Lagipula, itu tidak baik bagi tubuhnya.
Bisa dibilang, tubuhnya bisa hancur karena kelebihan muatan!
Menatap ke sekitar, Matt kembali menggelengkan kepalanya. Darah muncul di sudut bibirnya.
"Ugh! Kepalaku berdengung, itu benar-benar menyebalkan. Lima ... tidak, mari selesaikan ini dalam dua menit."
Matt menatap ke arah Kevin dengan senyum ganas. Otot-otot tubuhnya mulai menegang. Dia langsung melesat ke arah Kevin. Mencengkeram erat gagang pedang dengan kedua tangannya, pemuda itu langsung membanting dengan keras.
BANG!!!
Sosok Kevin langsung terpental jauh, bahkan berguling di lantai beberapa kali. Pada saat bangkit, dia melihat sosok Matt yang telah bergegas ke arahnya. Sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk beristirahat.
Klang! Klang! Klang!
Terus menangkis dan bermain pasif, Kevin merasa dirinya mulai disudutkan. Hal itu membuatnya marah. Lagipula, tingkat Matt jelas lebih rendah daripada dirinya. Akan tetapi, justru dirinya yang diserang dan ditekan oleh Matt!
"Bocah ini ..."
Kevin berkata dengan nada geram. Pada saat itu, energi berwarna merah darah melapisi bilah pedang di tangan kanannya. Dia langsung mengayunkan pedang dengan keras.
KLANG!
__ADS_1
Keduanya kembali terpental bersamaan. Melihat energi yang menyelimuti pedang Kevin, Matt cukup terkejut. Dia tidak menyangka kalau lawannya cukup kuat untuk melakukan hal semacam itu. Namun, ketika dia melihat penampilan Kevin yang lebih kurus, pemuda itu heran.
"Ini efek samping menggunakan Darkblood Moth, Bodoh."
Sebagai Darkblood Moth Tamer, Kevin dan orang-orang lainnya mengandalkan makhluk itu dalam kultivasi. Berbeda dengan jenis Adam yang unik, tingkat kultivasi rata-rata Tamer (khususnya makhluk jahat) didasarkan dengan makhluk yang mereka kontrak. Dengan kata lain, kekuatan itu bukan milik mereka sendiri, tetapi milik binatang yang memiliki kontrak dengan mereka.
Contohnya Darkblood Moth. Jika makhluk itu berada di level low-silver, maka pemiliknya juga berada di level low-silver. Namun, pemiliknya tidak mendapatkan kemampuan makhluk itu.
Sebaliknya, dalam kasus Adam, dia adalah tipe mandiri seperti Kultivator normal. Energi dalam tubuh dan levelnya adalah miliknya sendiri. Bedanya, pemuda itu memiliki skill milik para beast yang dia kontrak secara khusus (lewat bantuan System). Energi dalam tubuhnya menjadi dasar utama (miliknya sendiri), lalu melalui kontrak beast ... dia mengubah energi miliknya menjadi berbagai skill.
Jadi, Adam dan para beast itu bisa dikatakan terikat, tetapi juga mandiri. Hubungan cukup rumit, tetapi saling menguntungkan.
Kevin dan Matt saling memandang. Keduanya sadar bahwa mereka sudah pada batas mereka masing-masing.
"Tampaknya semuanya harus diakhiri di sini."
"Ya ... mari putuskan dengan serangan ini."
Energi merah menyala melapisi pedang Matt. Tujuh lubang di kepalanya mulai mengeluarkan darah, ekspresinya tampak begitu mengerikan.
Energi merah darah melapisi pedang Kevin. Berbeda dengan Matt, dia masih sangat tenang. Bedanya, tubuhnya menjadi semakin dan lebih kurus.
Sosok Matt dan Kevin melesat bersama. Pada saat jarak mereka sangat pendek, keduanya mengayunkan pedang sambil berteriak keras.
"MATI!!!"
BLARRR!
Suara ledakan cukup keras terdengar. Asap cukup padat memenuhi ruangan. Beberapa saat kemudian, asap mulai mereka.
Sosok Matt berdiri dengan tenang, sementara Kevin berbaring di lantai dengan luka besar di dada sampai perutnya. Pedang di tangannya juga patah.
Pria itu melihat pakaian compang-camping Matt. Ketika melihat pistol yang tersembunyi di balik jas, dia tidak bisa tidak bertanya.
"Kalau kamu memiliki senjata api ... lalu kenapa?"
"Bukankah itu jelas ..."
Matt berkata dengan wajah pucat.
"Cara lama agar menjadi lebih kuat. Hanya dengan terus bertarung, kemajuan kultivasi bisa menjadi lebih cepat, pondasi juga akan menjadi semakin kokoh."
"..."
Kevin diam. Tubuhnya tampak semakin layu. Pria itu memejamkan matanya. Setelah beberapa saat, dia bergumam.
"Ternyata ... semuanya telah ditentukan sejak awal, kah?"
Setelah mengatakan itu, Kevin mengembuskan napas terakhirnya.
Melihat Kevin yang kehilangan nyawanya, Matt sedikit mengangguk sebagai penghormatan. Bahkan jika itu musuhnya, bagi Matt, orang itu cukup layak dan telah membantunya agar menjadi lebih kuat.
Jadi, duel ini ... dimenangkan oleh Matthew dari Wings of Freedom!
>> Bersambung.
__ADS_1