Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Killa


__ADS_3

“Mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati.”


Adam langsung mengingatkan Jennifer. Dia tahu sikap wanita itu, jadi tidak segan mengingatkan. Selain untuk menjaga rahasia, pemuda itu lebih mengkhawatirkan keselamatan Jennifer.


“Baik.”


Mendengar Jennifer yang langsung setuju dan patuh, Adam menghela napas lega. Pemuda itu diam-diam berpikir.


Untuk keamanan Jennifer, haruskah aku mengirim Nix?


Membayangkan seorang polisi cantik yang diikuti ayam ke sana-sini, sudut bibir Adam berkedut. Belum lagi, Nix lebih dibutuhkan untuk menjaga rumah daripada berkeliaran tidak jelas. Sedangkan mengirim Kyoko atau Yuki … dia langsung membuang gagasan itu.


Hewan normal apa yang cocok untuk dipelihara polisi, tetapi cukup bisa diandalkan?


Memikirkan itu, Adam langsung terpikir sosok German Shepherd, Rottweiler, atau Doberman. Mengangguk ringan, Adam berbincang dengan Jennifer sejenak sebelum menutup telepon dan memanggil Shawn.


“Halo, Senior?”


“Apakah kamu mengenal seorang dog breeder, Shawn?”


“Eh? Apakah kamu ingin memelihara juga, Senior? Aku mengenal para breeder dengan kualitas yang baik. Mereka juga cukup cantik. Jika-”


“Yang aku butuhkan bukanlah anjing kecil yang imut, tetapi rekan sekaligus pengawal. Aku ingin Rottweiler, German Shepherd, atau Doberman! Semakin kuat … semakin ganas … lebih baik!”


“...”


Shawn yang mendengar itu diam untuk beberapa saat. Adam mendengar pemuda itu menghela napas panjang sebelum menjawab.


“Aku mengenalnya, Senior. Bagaimana kalau aku membawamu pergi ke sana nanti siang?”


Tidak terlalu mempedulikan Shawn yang lebih menyukai jenis-jenis imut, Adam menjawab, “Baik.”


Setelah itu, Adam pun menutup teleponnya.


...***...


Siang harinya.


Adam dan Shawn akhirnya sampai ke tempat breeder sekaligus tempat pelatihan para anjing yang biasanya digunakan untuk keperluan polisi itu.


“Paman Karl!” ucap Shawn ketika melihat sosok yang menunggu mereka.


Sosok itu adalah lelaki paruh baya dengan tubuh tegap, kulit cokelat sehat, dan rambut yang dipangkas rapi. Benar-benar seperti seorang tentara.


“Kamu akhirnya datang, Shawn. Aku pikir kamu lebih suka anjing kecil yang imut untuk menghias rumahmu.” Lelaki bernama Karl itu menyeringai.


“Aku datang untuk mengantar seorang teman yang ingin membeli.”

__ADS_1


“Hou …”


Karl menatap sosok Adam yang terlihat halus dan sopan. Namun karena memiliki pengalaman, dia melihat bahwa tubuh pemuda itu dilatih dengan baik. Selain itu, pria itu melihat mata Adam yang tampak jernih dan tajam.


“Sama sekali tidak buruk! Siapa namamu, Kawan?”


Adam mengulurkan tangannya sambil berkata santai. Tidak cepat atau lambat.


“Saya Adam. Senang bertemu anda, Paman Karl.”


Menjabat tangan Adam, Karl mengangguk.


“Senang bertemu denganmu, Adam. Tidak perlu basa-basi! Anjing seperti apa yang kamu butuhkan!”


“Datang ke tempat ini, tentu saja saya mencari anjing yang kuat, agresif, dan loyal!”


“Hahaha! Sangat bagus!”


Karl tertawa senang. Pria itu kemudian mengingatkan.


“Anjing yang tidak lebih buruk dari penjaga … tidak murah.”


“Tentu saja saya sudah menyiapkan dana.”


“Kalau begitu ikuti aku!”


Akan tetapi, ketika sosok Adam lewat. Para anjing yang awalnya menggonggong tiba-tiba diam. Mereka sedikit menciut dan mundur. Shawn yang awalnya agak takut tiba-tiba tercengang. Bahkan Karl, pemilik tempat itu menatap Adam dengan heran.


Benar-benar aura Alpha yang kuat! Dilahirkan menjadi pemimpin!


Karl berseru dalam hati. Dia tidak menyangka anjing didikannya yang biasanya garang tampak lembut ketika melihat Adam. Hanya beberapa anjing senior yang masih tampak tegak, memandang pemuda itu dengan hormat tanpa takut.


Tidak bisa disalahkan. Mungkin karena mulai lebih sering berlatih menggunakan Suzaku’s Golden Talons atau Seiryu’s Azure Scale … aroma binatang suci yang mengerikan sedikit terpancar dari tubuh Adam.


Tentu saja, itu juga karena anjing-anjing di sini dilatih dengan baik dan sangat sensitif. Padahal Adam sendiri mencoba menyembunyikannya. Namun masih saja dideteksi.


“Apakah anda memiliki saran, Paman Karl?”


“Saran? Menurutku … ada beberapa kandidat yang cocok untukmu. Aku menyarankan-”


“Tunggu.”


Adam tiba-tiba menyela sebelum berjalan menuju ke salah satu sel di mana ada seekor anjing German Shepherd hitam legam dengan penutup mulut yang terlihat agresif.


“Anjing ini?”


“Namanya Killa, German Shepherd betina. Awalnya seperti German Shepherd lainnya. Namun entah kenapa tubuhnya bisa menjadi sebesar Rottweiler jantan.

__ADS_1


Meski tampak lebih mempesona daripada yang lain. Sampai sekarang, Killa belum dijinakkan. Jika dikeluarkan, dia bisa saja melukai seseorang.”


Menatap anjing bernama Killa itu membuat mata Adam berbinar. Menoleh ke arah Karl, dia berkata santai.


“Tolong bukan kandangnya.”


“Apakah kamu mendengarku? Killa terlalu berbahaya dan-”


“Tolong! Jika ada apa-apa, saya yang akan menanggungnya sendiri. Ada Shawn yang bertindak sebagai saksi.”


“Itu …” Menghela napas, Karl akhirnya menyerah. “Aku tidak bertanggung jawab jika sampai hal buruk terjadi.”


“Baik.”


Menerima kunci dari Karl. Adam membuka pintu sel dan langsung masuk ke dalamnya.


Killa langsung menatap Adam dengan tatapan ganas dan postur mengancam. Namun pemuda itu terlihat sama sekali tidak peduli. Dia mengulurkan tangan dengan santai lalu menyentuh kepala anjing itu.


[ Mutated German Shepherd ]



Melihat itu muncul di benaknya, Adam mengangkat sudut bibirnya. Awalnya dia hanya menduga. Namun tidak menyangka bahwa dugaannya benar.


Sebenarnya Adam sendiri tidak terlalu menyukai German Shepherd karena terlalu mahal. Ya, bukan harga belinya. Harga beli masih tidak terlalu masalah. Namun biaya perawatan seumur hidup terbilang sebagai salah satu yang paling mahal di antara jenis anjing lainnya.


Hanya saja, melihat Killa membuat Adam puas. Karena dia masih memiliki satu slot untuk membuat kontrak dengan Spirit Beast, awalnya pemuda itu ingin langsung mengontrak Killa. Sebagai anjing bermutasi, Killa memang berbeda dengan yang lainnya.


Hanya saja, akhirnya Adam berpikir bahwa dirinya terlalu terburu-buru.


Sekarang dia sedang mencari partner yang pas untuk Jennifer, bukan Spirit Beast ke empat atau semacamnya. Mengamati Killa, Adam terkekeh.


“Anjing pintar.”


Killa yang merasakan kehangatan dari telapak tangan Adam hanya diam. Dari postur mengancam, dia benar-benar duduk diam dan menjadi penurut. Hal itu membuat Karl dan Shawn terkejut.


Akan tetapi mengingat bagaimana para anjing langsung diam ketika Adam masuk, mereka langsung terbiasa. Beradaptasi dengan mudah.


“Aku ingin membelinya. Prosedur apa yang harus diselesaikan?”


“Itu …”


Karena Killa adalah anjing berbeda dari rekan-rekannya, Karl sebenarnya enggan untuk menjual. Namun melihat bagaimana anjing itu sepertinya memiliki kecocokan dengan Adam, pria itu akhirnya menghela napas panjang.


“Ikuti aku.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2