Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Ketua Wings of Freedom


__ADS_3

"Bukankah itu berbahaya, Sayang?"


Mengetahui ide Adam, Jennifer tidak bisa tidak merasa khawatir. Dia tidak ingin lelaki tersebut mengambil resiko tinggi dan malah berakhir buruk.


"Tenang, aku sudah mengaturnya."


Adam tersenyum lembut setelah menjawab. Membuat kedua wanita itu merasakan rasa percaya ketika melihat lelaki itu.


"Tetap saja, kamu harus berhati-hati. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi."


Adam menatap Jennifer yang berbicara dengan ekspresi khawatir. Pemuda itu mengecup lembut kening polisi cantik tersebut sebelum menjawab.


"Aku mengerti."


***


Malam harinya, markas Wings of Freedom.


"Kenapa kamu tampak gugup, Shawn?"


Pemuda berambut acak-acakan dan memakai kacamata hitam di malam hari menatap sosok Shawn dengan ekspresi aneh. Dia adalah Matthew, atau yang biasa disebut Matt oleh orang-orang di Wings of Freedom.


Matt sempat bertemu dengan Adam, Bella, dan beberapa temannya. Penampilannya pada hari biasa dan ketika bersantai benar-benar berbanding terbalik. Dia menatap sosok Shawn, wakil ketua Wings of Freedom yang sedang gugup dengan ekspresi heran.


Tidak seperti sebelumnya, Wings of Freedom telah berkembang pesat. Tidak hanya memiliki lebih banyak anggota dari anak-anak kalangan atas, mereka juga merekrut banyak orang biasa yang bisa digunakan. Bisa dibilang, kelompok itu telah terbagi menjadi dua.


Di salah satu bagian, mereka adalah kumpulan anak-anak para pejabat, pebisnis, serta orang penting. Mereka berurusan dengan hal-hal rumit tentang bisnis bar, karaoke, dan sebagainya.

__ADS_1


Di bagian lain, ada kelompok yang terdiri dari orang-orang yang direkrut, dilatih, dan dibayar. Tugas mereka lebih sederhana, yaitu melindungi tempat-tempat milik Wings of Freedom dan bertarung jika diperlukan. Khususnya ketika ada konflik dengan kelompok lain.


"Bagaimana aku tidak gugup? Ketua akan datang, Matt!"


"..."


Matt terdiam sejenak. Setelah beberapa saat, dia akhirnya mengutuk.


"Omong kosong suci! Kenapa kamu tidak bilang sebelumnya!"


"Jangan salahkan aku! Ketua ingin melihat bagaimana Wings of Freedom berjalanan pada hari-hari biasa. Dia datang untuk evaluasi mendadak!"


"Aku harus berganti pakaian sebelum ketua tiba, aku tidak bisa tampak ceroboh!"


Melihat Matt yang panik, Shawn tiba-tiba berkata.


"Sepertinya ... sudah terlambat, Shawn."


Belum sempat orang-orang merespon, pintu mobil terbuka. Sosok Adam keluar dari mobil.


Lelaki itu memakai pakaian serba hitam, dengan coat panjang seperti biasanya. Cukup sederhana, tetapi juga terlihat elegan. Ekspresinya tampak tak acuh, iris mata biru memancarkan kilau dingin yang membuat orang-orang merasakan tekanan.


Ketika orang-orang merasa bingung, Adam telah berjalan dan berhenti di depan Shawn serta Matt.


"Sudah cukup lama tidak bertemu, Shawn ... Matt."


Ucapan tenang Adam membuat orang-orang terbangun dari lamunan mereka. Orang-orang itu merasa kalau suara lelaki tampan itu terdengar dingin, tetapi magnetis.

__ADS_1


"Lama tidak bertemu, Ketua."


Mendengar jawaban Shawn, Adam memiringkan kepalanya.


"Apakah kamu harus begitu formal? Seperti sebelumnya, anggap saja aku seperti seniormu di masa kuliah. Tidak perlu berlebihan seperti itu."


Shawn merasa bersyukur ketika mendengar hal tersebut. Dia bahkan takut Adam akan bertindak agresif dan mulai memperlakukan mereka secara membabi-buta hanya karena Wings of Freedom telah menjadi salah satu kelompok kuat di Kota B.


Memang, meski jarang muncul, Adam sesekali muncul untuk membantu Wings of Freedom. Khususnya untuk menjatuhkan lawan. Dia sama sekali bukan karakter yang muncul hanya untuk bersenang-senang.


Benar-benar hanya muncul ketika ada sesuatu yang penting!


Adam melirik ke arah Matt. Dia mengangkat sudut bibirnya sebelum berkata.


"Tampaknya kamu masih sangat suka bersenang-senang, Matt."


Melihat bagaimana Adam menilainya, Matt hanya bisa tersenyum pahit. Dia tidak menyangka bahwa dirinya akan bernasib buruk setiap kali bertemu dengan ketua, Matt selalu dalam saat memalukan!


"Apakah kalian tidak ingin mengundangku masuk?"


Ucapan Reinhart membaut keduanya tersenyum.


"Tentu saja segera masuk terlebih dahulu, lalu kita bisa membahas hal-hal lainnya."


Adam mengikuti keduanya masuk ke dalam villa. Baru melewati pintu, dia tidak bisa tidak berpikir.


'Aku harap semuanya berjalan lancar tanpa ada penunda.'

__ADS_1


Dengan demikian, gerakan Adam untuk membangun kelompoknya sendiri akhirnya mulai bisa pergi ke tahap berikutnya!


>> Bersambung.


__ADS_2