
"Tampaknya ini situasi yang buruk, Shawn. Lebih baik kita—"
Klang!
Matt dan Shawn menoleh ke belakang. Di tempat mereka tadi lewat, tampak jeruji besi yang menghadang mereka untuk kembali. Keduanya saling memandang lalu mengangguk.
"Yo! Tampaknya ada tamu tak diundang di sini."
Kelima orang di sisi lain berdiri. Dari lima orang tersebut, tampak sosok yang berdiri di tengah. Tampaknya dia adalah kelompok penjaga tersebut.
Mereka semua menggunakan jaket hitam dengan garis-garis kuning. Meski bukan pakaian formal, apa yang mereka gunakan masih mirip, sebuah seragam kelompok.
"Namaku Kevin, sedangkan mereka—"
"Itu tidak penting."
Mendengar pria itu berbicara, Matt langsung menyela dengan ekspresi setengah bercanda seperti biasa. Tanpa basa-basi, pria itu langsung menarik pedang di pinggangnya. Sejenis katana asli, bukan aksesoris atau pedang kayu. Itu karena ...
Matt juga melihat kelima orang itu membawa senjata tajam seperti pedang dan belati.
"Aku akan mengingatkanmu, Shawn. Mereka lebih kuat daripada kita, para pemula. Ini juga bukan permainan, jadi ..."
Mata Matthew menyempit.
"Lebih baik kamu serius."
Mendengar ucapan Matthew, Shawn juga menarik pedangnya. Memiliki ekspresi serius sekaligus jengkel, dia membalas.
"Tanpa kamu beritahu pun, aku tahu itu."
Kevin dan empat orang lainnya menatap ke arah Matthew dan Shawn. Mereka saling memandang lalu tertawa.
"Sungguh? Apakah kalian bodoh?! Kalian, dua orang Spiritualist bintang 3 (Low-Bronze) ingin melawan kami?
Jangankan kami semua, dua orang ini sudah cukup untuk menghadapi kalian."
David menunjuk ke arah dua temannya.
"Keduanya juga berada di level Spiritualist bintang 3. Dua lainnya ada di level Spiritualist bintang 2. Sedangkan aku ...
Aku Spiritualist bintang 6!"
Kevin menunjuk dirinya dengan bangga. Memang, di dunia Kultivator, khususnya pada Kultivator bebas, menembus batas pertama sudah dianggap kuat. Bahkan, banyak murid dari sekte besar juga terhenti di tingkat mid-bronze. Lagipula ... tidak semua orang sekuat dan seberuntung Adam.
Hanya saja, melawan mereka berlima, Shawn dan Matt yang baru masuk ke dunia Kultivator masih kesulitan. Bahkan diajar dan didukung pil oleh Adam, mereka tidak mungkin langsung berada di level yang begitu tinggi.
Sebenarnya Shawn, Matt, Randy, dan Brock adalah tipe jenius seni bela diri. Meski dibantu dengan latihan khusus dan pil, hanya dalam waktu cukup singkat, mereka berada di level Spiritualist bintang 3. Hanya saja, mereka kekurangan waktu untuk berkembang. Jadi hanya bisa menghadapi lawan semampu mereka.
"Kalian berdua ... habisi mereka."
"SIAP!!!"
Dua pria itu langsung bergegas menuju ke arah Shawn dan Matt dengan cepat. Satu orang menggunakan dua belati, sedangkan yang lainnya menggunakan tongkat.
Sosok yang membawa dua belati bergegas menuju ke arah Matt. Pria itu dengan lincah menghindari setiap serangan belati. Dia tiba-tiba bergerak memutar, langsung melesat ke arah pria pembawa tongkat yang mencoba menyerang Shawn.
Membuat gerakan menunjuk dengan pedang, Matt berkata.
"Lawan kalian berdua adalah aku."
__ADS_1
"Bocah sombong!"
"Mati untukku, Bocah!"
Dua orang itu langsung bergegas ke arah Matt. Mereka tampaknya berniat untuk membunuh pemuda itu tanpa banyak berpikir.
Melihat mereka berdua menyepelekan dirinya dan bertarung dengan setengah hati, ekspresi Matt tiba-tiba menjadi serius. Tangan yang memegang gagang pedang langsung mencengkeram erat.
"Blazing Sword, gerakan pertama ..."
Kilau merah, meski tampak tipis menyelimuti pedang Matt.
"Lingkaran api!"
Matt langsung membuat gerakan menebas secara horizontal dengan kecepatan luar biasa, dia menebas salam sudut 360°. Sebuah lingkaran merah samar muncul ketika pemuda itu menyelesaikan tekniknya.
Saat itu juga, dua orang yang mencoba menyerang Matt langsung terluka cukup parah.
Mereka langsung melompat mundur sambil memegangi dada dimana luka horizontal panjang tampak begitu jelas. Bahkan mereka masih tampak kesakitan karena luka yang disebabkan oleh Matt.
Melihat gerakan Matt, ekspresi Kevin langsung berubah.
"Itu ... TEKNIK PEDANG!" ucap Kevin dengan nada penuh keinginan.
Tidak semua orang memiliki otak seperti Adam, apalagi System. Jadi, bagi hampir semua Kultivator tanpa organisasi besar, atau memiliki organisasi tetapi tak memiliki pangkat ... godaan teknik semacam itu sangat tinggi.
Matt jelas melihat keinginan kuat di mata Kevin.
"Tampaknya kamu ingin teknik pedang ini?" ucap Matt santai.
"Hehehe ... Aku beri kamu kesempatan, Penyusup. Jika kamu memberikan buku panduan teknik itu, aku akan melepaskanmu."
"Tampaknya kamu tidak paham konsep elemen dasar."
"Hah?!"
Mendengar ucapan Matt, Kevin mengerutkan kening.
Apa yang Matt maksud adalah elemen dasar tubuh. Setiap orang memiliki tingkat kecocokan dengan elemen tertentu. Itu sebabnya Adam membuat teknik kultivasi dasar berdasarkan beberapa elemen inti. Tentu saja, bisa mengembangkan elemen gabungan, tetapi kembali lagi ... itu bukan tentang berapa banyak elemen, tetapi seberapa baik teknik dan bakat kultivasi seseorang.
Sama juga dengan teknik pertarungan dan teknik menggunakan senjata. Sebenarnya, orang yang memiliki atribut api bisa berlatih Gale Sword. Meski tampak tak begitu berpengaruh, tetapi sebenarnya efeknya akan kurang baik. Belum lagi jika atribut bertentangan. Sebaliknya, jika digunakan dengan teknik yang cocok ...
Kekuatan serangan akan meningkat ke level lain!
Memiliki senyum di wajahnya, Matt berkata.
"Singkatnya, kamu tidak cocok dengan teknik pedang ini. Lagipula, teknik pedang ini tidak bisa digunakan oleh pria dengan atribut suram dan bodoh."
"..."
Sosok Kevin tercengang. Setelah beberapa saat, wajahnya langsung menjadi gelap. Dia akhirnya sadar bahwa sedang diejek dan dipermainkan oleh Matt!
"Beraninya serangga bintang 3 seperti kamu menghinaku!!!"
Sosok Kevin langsung menarik pedang keluar dari sarungnya. Dia langsung bergegas ke arah Matt dengan ganas.
KLANG!!!
Dua senjata berbenturan dengan keras. Sosok Matt terdorong mundur beberapa meter.
__ADS_1
Belum sempat Matt menenangkan diri, dua sosok Spiritualist bintang 3 yang dia serang sebelumnya langsung memberi serangan susulan. Meski merasa agak tertekan, pemuda itu berhasil menghindari beberapa serangan.
Dada Matt naik turun ketika napasnya tak stabil. Memiliki ekspresi serius di wajahnya, dia menatap ke arah Kevin.
"Aku kira kamu akan langsung membunuhku."
Melihat seringai Matt, Kevin langsung menjadi semakin geram.
"KAMU!!!"
Sementara itu, Shawn yang melihat Matt dikepung tiga orang yang jauh lebih kuat dari mereka hendak bergegas membantu. Namun saat itu, dua sosok Spiritualist bintang dua menghalanginya.
"Kamu tidak bisa kemana-mana, Sobat!"
Salah satu dari mereka mengejek dengan ekspresi kejam di wajah mereka.
Pada saat itu, Shawn mengingat sesuatu.
***
Satu hari sebelum Wings of Freedom menyerang Golden Dew.
Di ruang kerja Adam, Shawn datang untuk melapor.
"Maaf, Senior Adam. Tampaknya aku benar-benar tidak pantas."
Shawn meletakkan kunci di atas meja.
Saat itu, Adam bangkit dari kursinya. Dia tidak langsung menjawab ucapan Shawn. Sebaliknya, pemuda itu berjalan ke dekat jendela lalu berhenti sambil melihat ke luar.
"Apakah kamu merasa bahwa dirimu lemah, akan tertinggal, dan hal-hal semacam itu, Shawn?"
"..."
"Sebenarnya, karena bakatku, aku tidak tahu apa yang kamu rasakan. Aku hanya bisa sedikit membayangkan. Jadi akan munafik jika aku berkata aku memahami semuanya.
Hanya saja, aku percaya kalau semua memiliki sisi indah masing-masing. Apakah kamu tahu larva cicada (tonggeret), Shawn?"
"Larva cicada???"
"Ya, larva cicada."
Adam berkata dengan nada tenang.
"Menurutku, larva cicada itu hebat. Bahkan jika mereka hanya larva lemah, mereka bisa terus dan terus bertahan di dalam tanah selama belasan tahun.
Setelah mengalami fase yang buruk dan menyakitkan itu, mereka akhirnya keluar dari tanah. Kemudian, mereka akan menghabiskan sedikit waktu ... sekitar tiga hari untuk mengeraskan tubuh dan bulu mereka.
Baru kemudian, mereka bisa terbang tinggi ke langit. Dan bahkan, jika mereka kecil, mereka memiliki suara yang sangat nyaring. Aku menganggap itu indah. Dan itulah mengapa, aku percaya ...
Semua orang memiliki kelebihan masing-masing."
Setelah mengatakan itu, Adam berbalik dan menatap ke arah Shawn dengan senyum di wajahnya. Dia kemudian berjalan dan mengambil kunci tersebut.
Selesai mengantongi kunci tersebut, pemuda itu kembali menatap ke arah Shawn sambil berkata.
"Kalau begitu, sementara ini aku akan membawanya. Paling tidak ...
Sampai kamu siap untuk mengambilnya kembali."
__ADS_1
>> Bersambung.