
Sementara itu, dalam markas Jade Dragon.
"Apa yang harus kita lakukan terhadap gerakan besar yang dilakukan oleh Wings of Freedom, Ketua?"
Salah satu tetua Jade Dragon bertanya kepada sosok Mr Ryuuji yang duduk di kursi ketua. Bukan hanya dia, tetua lain juga memandang ke arah beliau.
"Kita tidak akan ikut campur."
"Tapi ketua, jika mereka membuat keributan yang berlebihan, orang-orang dari pemerintahan pasti akan membuat masalah. Jadi—"
"Apakah mereka ingin memukuli anak mereka sendiri?"
Mendengar pertanyaan Mr Ryuuji, para tetua terdiam. Mereka yang telah lupa akhirnya sadar, banyak anggota Wings of Freedom adalah anak-anak dari pejabat dan saudagar di Kota B. Bahkan jika mereka dikelompokkan ke dalam White Wings dan tidak langsung bertempur, orang-orang atas pasti tidak akan memukuli anak mereka sendiri dan mengumbar aib bahwa mereka tidak mendidik anak mereka.
"Namanya Adam, kan? Aku rasa ... bocah itu benar-benar cerdas."
Salah satu tetua berkata dengan nada agak heran.
"Memang. Menurut informasi, Wings of Freedom dibagi menjadi Black Wings dan White Wings. Anggota White Wings sendiri kurang dari seratus orang.
Dalam White Wings, kebanyakan anak-anak pejabat dan pedagang kaya akan menjalankan bisnis, beberapa yang lebih rendah mengurusnya.
Sedangkan Black Wings nyaris beranggotakan kurang-lebih 200 orang. Mereka diperlakukan sebagai prajurit yang bertempur untuk Wings of Freedom di garis depan."
Salah satu tetua menambahkan.
"Memang cerdas, tapi ... menyapu area barat Kota B hanya dengan 200 orang itu berlebihan. Katakan dalam keadaan normal, tidak akan ada masalah karena mereka memang kuat. Sedangkan sekarang, itu agak rumit.
Bukankah kelompok berandalan itu, Bloodlust Axe membuat masalah?"
Tetua yang sebelumnya berkata dengan nada tidak yakin. Melihat keduanya berdebat, Mr Ryuuji masih tampak begitu tenang.
Tok! Tok! Tok!
Pada saat itu, pintu ruang rapat diketuk.
"Masuk," ucap Mr Ryuuji.
Pintu terbuka dan sosok wanita dengan setelan hitam, memiliki tubuh panas, serta memakai kacamata masuk ke dalam ruangan. Rambut pirangnya disanggul, menampilkan pesona wanita dewasa yang menggairahkan.
"Saya datang untuk melaporkan kondisi terbaru perihal Wings of Freedom dan Bloodlust Axe, Ketua."
"Katakan."
Tanpa basa-basi, Mr Ryuuji langsung berkata dengan ekspresi tenang di wajahnya. Para tetua juga sama sekali tidak menghargai keindahan itu, tetapi lebih fokus pada berita. Berbeda dengan para remaja dan pemuda berdarah panas, para rubah tua itu lebih tenang dan stabil.
"Lapor, Ketua. Dalam perebutan wilayah, Wings of Freedom menyapu area yang tersisa di barat Kota B dengan 150 orang. Semua yang terlibat dengan gerakan ini adalah anggota Black Wings.
Sedangkan di perbatasan, ketua Wings of Freedom, Mr Adam membawa lima puluh orang anggota mereka untuk menghadang Bloodlust Axe yang dipimpin oleh Raul."
__ADS_1
"Jumlah anggota Bloodlust Axe?" tanya Mr Ryuuji.
"Kecuali kurang 100 orang yang menjaga markas mereka di selatan kota, seluruh anggota lain ... 500 orang yang dipimpin oleh Raul bergegas menuju ke barat kota."
Brak!
Salah satu tetua memukul meja dengan ekspresi terkejut dan kesal.
"Orang itu, Raul sudah berlebihan kali ini. Bahkan jika menggunakan cara lama dan tidak menggunakan senjata api, gerakan sebesar itu pasti akan menarik perhatian pihak pemerintahan."
"Aku rasa bocah itu, Adam juga terlalu berlebihan. Jika membawa seluruh anggota, 200 melawan 500, masih mungkin menang.
Sedangkan melawan 10 kali lipat jumlah orang, itu terlalu berlebihan. Dua tangan akan sulit mengalahkan dua puluh tangan."
Tetua lain menambahkan dengan ekspresi masam, tampaknya agak kecewa dengan apa yang dilakukan Adam.
Sementara itu, Mr Ryuuji memejamkan matanya ketika mendengar berita itu. Lelaki tua itu mengingat sosok Adam di bawah sinar rembulan di malam itu. Mengingat betapa mengerikannya pemuda itu, tanpa sadar sudut bibirnya terangkat.
"Aku memiliki pendapat lain."
Mendengar ucapan Mr Ryuuji, semua orang menatap ke arahnya dengan ekspresi terkejut dan penasaran. Bahkan sekertaris itu juga tampak heran.
Mengabaikan tatapan mereka, Mr Ryuuji dengan tenang berkata.
"Apakah kalian tahu? Bahkan jika seekor naga tidak memimpin naga lain, dia pasti memimpin para ular ... bukan para cacing."
Mendengar ucapan Mr Ryuuji, orang-orang itu menjadi serius. Mereka tidak menyangka, monster tua itu benar-benar memberi penilaian begitu tinggi kepada seorang pemuda yang baru muncul di dunia gelap.
***
Sementara itu, di perbatasan barat dan selatan Kota B.
"Dimana ketua Wings of Freedom menemukan orang-orang gila ini!"
Salah satu anggota Bloodlust Axe berkata dengan ekspresi kaget.
"Omong kosong! Aku tidak percaya orang-orang ini tidak bisa ditumbangkan!"
Teriak anggota Bloodlust Axe lainnya.
Di perbatasan, tampak pemandangan kacau ketika dua kelompok saling hajar satu sama lainnya. Pemandangan itu terlalu berantakan, tetapi juga tampak cukup aneh.
Ada 500 orang dengan pakaian liar dan ganas yang menyerang 50 orang pemuda dengan setelan jas hitam. Namun bukannya ditekan dan ditumbangkan, para pemuda itu benar-benar tampak lincah. Mereka menyerang dengan ganas seperti seekor serigala yang masuk ke dalam kawanan domba.
"TERIMA BOGEMANKU, B-NGSAT!"
"MAJU SINI, PENGECUT!"
"ORAAA!!!"
__ADS_1
"..."
Para anggota Wings of Freedom, setelah dipukuli dan dilatih dengan keras, mereka benar-benar menjadi lebih kuat.
Bukan hanya kuat, mereka seperti binatang buas yang dikeluarkan dari dalam kurungan. Menatap ke arah anggota Bloodlust Axe seperti predator yang memburu mangsanya. Bagi mereka, karena tidak bisa melawan dan tidak memiliki kemampuan untuk melawan atasan seperti Randy, Brock, dan lainnya ...
Bloodlust Axe adalah mangsa tempat mereka melampiaskan diri!
"Omong kosong suci! Orang-orang ini terlalu ganas!"
"Ganas apanya! Mereka hanya orang gila! Orang gila yang memakai pakaian rapi!"
"Argh! Tanganku ... Tanganku!"
"Omong kosong! Hidungku benar-benar patah!"
"..."
BRUAK!!!
Pertempuran kejam satu sisi benar-benar terjadi.
Sosok Raul berlari dan bergegas ke arah Adam sambil berteriak.
"ADAAAMMM!!!"
Ketika mereka berjarak hampir tiga meter, tiba-tiba seseorang menghalangi Raul. Dibandingkan dengan orang lain dalam Wings of Freedom, penampilannya bisa dibilang mencolok karena memakai riasan seperti seorang gadis ... padahal dia lelaki tulen!
Raul dengan kejam langsung memukul, tetapi ditangkis oleh pria itu. Pria kurus dan berpenampilan seperti gadis itu terpental mundur sekitar satu meter. Namun ekspresinya masih tetap tenang.
"Minggir kau, Banci!"
"Tsk! Sungguh tidak sopan ..."
Lelaki yang disebut banci, Randy mendecak dengan ekspresi tak puas. Melihat sosok Raul yang sedikit lebih tinggi dan lebih kekar daripada Brock, dia mengangkat jari tengahnya.
"Sampah sepertimu tidak pantas menyentuh sudut pakaian ketua kami, Bo ... doh!"
Mendengar ejekan Randy, urat nadi muncul di dari Raul. Dia menggertakkan gigi dengan ekspresi marah. Wajahnya benar-benar tampak muram.
Melihat sosok Adam yang berdiri di tempatnya dan tampak tak acuh, dia semakin marah. Tidak ada pertarungan apapun di area lima meter dengan pemuda itu sebagai pusatnya, kecuali dia dan Randy yang menghalanginya.
Pada saat itu, sosok kekar lain keluar dari kerumunan dengan pakaian dipenuhi bercak darah. Tentu saja, bukan darahnya sendiri.
"Butuh bantuan, Randy? Dia adalah ketua Bloodlust Axe."
"Diam di sana Brock. Siapa yang peduli dengan itu."
Mengikat rambutnya ke belakang, ekspresi Randy yang biasanya tampak manja dan aneh langsung berubah menjadi ganas. Senyum kejam muncul di wajahnya ketika dia berkata.
__ADS_1
"Biarkan aku yang mengajarinya untuk menghormati pilihan hidup orang lain! Mengajarkan bahwa di atas langit ... masih ada langit!"
>> Bersambung.