Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Salah Satu Prinsip!


__ADS_3

Tanpa terasa, tiga hari berlalu begitu saja.


Di markas Departemen Misteri cabang Kota B, yang sekarang bisa disebut sebagai Dark Wings Group ... Adam duduk di kamarnya sambil menatap lurus ke arah bocah yang duduk bersimpuh di depannya.


"A-Apakah saya melakukan kesalahan, Guru?"


Mendengar suara bocah yang ketakutan, Adam tersadar dari lamunannya. Mengelus dagu, dia menatap Nam yang tampak gugup. Setelah menghela napas panjang, pemuda itu berkata santai.


"Kamu sama sekali tidak melakukan kesalahan, Nam. Kamu tidak perlu duduk di lantai. Duduk saja di kursi."


"S-Saya merasa lebih nyaman di sini, Guru!"


"..."


Mendengar ucapan Nam, Adam terdiam sejenak.


"Aku hanya ingin menanyakan kabarmu. Apakah kamu baik-baik saja? Kamu sudah mulai sekolah sekarang.


Apakah ada kesulitan? Atau ada anak-anak yang mencoba jahil serta mempersulit dirimu?"


"Semuanya baik-baik saja, Guru! Teman-teman sangat baik dengan saya. Saya merasa sangat senang bisa bersekolah!"


"Kalau begitu syukurlah."


Adam mengangguk ringan.


"Jika ada masalah di sekolah, atau memerlukan biaya serta hal-hal lainnya. Kamu harus berkata kepadaku, mengerti?"


"Murid ini mengerti, Guru!"


"Di sini, aku juga ingin membahas sesuatu yang penting."


"Sesuatu yang penting?"


"Ya." Adam mengangguk. "Itu adalah masalah tentang buku pemberian dari ibumu."


"Buku ... dari ibu?"


Mengatakan itu, tubuh Nam tanpa sadar gemetar.


"Ya. Buku itu." Adam sama sekali tidak menyembunyikannya. "Sebenarnya, aku sempat bertemu dengan beberapa anggota Sekte yang tampaknya sudah jatuh. Sekte Azure Cloud ... tempat dimana ibumu mungkin dulu berasal."


"Tempat ... Ibu berasal?"


"Apakah kamu tahu, Nam. Kemungkin besar ibumu sama sekali bukan manusia biasa."


"Maksud Guru ..."


"Dia Kultivator sama seperti Guru."


Mendengar ucapan Adam, ekspedisi terkejut muncul di wajah Nam.


"Ibu ... Saya merasa kalau Ibu sama sekali tidak sekuat anda, Guru."


"Kultivator pun juga dibagi beberapa tingkatan. Tidak semua Kultivator kuat, tetapi mereka jelas lebih spesial daripada manusia biasa. Jadi ..."

__ADS_1


Adam berhenti bicara. Melihat Nam yang melongo dan tampaknya tidak terlalu mengerti, dia hanya bisa tersenyum pahit. Lagipula, hal-hal itu tampaknya terlalu rumit untuk anak kecil seperti Nam.


"Intinya, aku merasa kalau kedua orang tuamu tidak hanya meninggal karena sakit. Kemungkinan besar ... mereka dibunuh dengan kejam oleh lawannya!"


"D-Dibunuh???"


Melihat Nam yang gemetaran takut, Adam tidak bisa tidak menghela napas panjang.


Jelas ... Bocah ini terlalu ketakutan.


Bukannya menghibur, Adam malah langsung memukul setrika selagi panas. Mengatakan sebuah kenyataan yang bisa dianggap terlalu keras untuk anak kecil.


"Karena orang itu membunuh kedua orang tuamu. Sangat aneh jika dia melepaskan dirimu. Dengan kata lain ...


Kamu harus lebih berhati-hati. Selain itu, kamu juga harus berlatih lebih rajin."


"..."


Melihat Nam yang hanya diam saja, Adam segera menjelaskan.


"Bukan karena Guru takut atau tidak ingin melindungi kamu, Nam. Guru mengatakan ini karena Guru tidak akan selalu berada di sampingmu."


"Saya mengerti, Guru." Nam mengangguk dengan ekspresi tegas. "Apa yang membuat saya berpikir bukan itu, Guru."


"Lalu?"


"Saya hanya berpikir. Jika pihak lain memang membunuh kedua orang tua saya, bukankah ... bukankah saya harus membalaskan dendam kedua orang tua saya?


Namun ... namun saya terlalu lemah bahkan tidak bisa menjaga diri saya sendiri!"


"Tenang saja, Guru akan melindungimu. Guru juga akan mengajarimu sehingga bisa menjadi Kultivator yang kuat dan bisa menjaga dirimu sendiri."


"Saya ... Kultivator seperti Guru?"


"Ibumu adalah Kultivator, jadi kamu juga bisa menjadi Kultivator.


Ditambah dengan bantuan Guru (dan bakatmu) ... kamu pasti akan menjadi Kultivator hebat!


Jadi, apakah kamu sudah memutuskannya? Apakah kamu mau, menempuh jalan yang dianggap sulit ... bahkan mungkin membuat nyawamu terancam?!"


"S-Saya bersedia, Guru!" jawab Nam tegas.


"Bagus! Tapi untuk sekarang, kamu harus lebih fokus pada latihan fisik dan pembelajaran. Ingat ...


Semua ada waktunya, jadi kamu tidak boleh terburu-buru!"


Melihat sosok Adam yang tersenyum di balik topengnya, Nam mengangguk dengan ekspresi penuh kesungguhan.


"Murid ini mengerti, Guru!"


***


Sore harinya.


Duduk di ruang santai yang menghadap ke kebun belakang markas, Adam menikmati secangkir teh. Melihat ke depan, tampak dua sosok yang duduk berseberangan dengannya. Keduanya memakai pakaian tradisional berwarna ungu dengan garis perak.

__ADS_1


Mereka adalah Lei Fan dan Lei Na.


"Jadi ... apa yang kalian butuhkan sehingga datang berkunjung dari tempat jauh?"


Mendengar pertanyaan Adam, keduanya saling memandang. Awalnya, Lei Fan agak ragu, tetapi melihat ekspresi serius di wajah Lei Na, dia akhirnya menghela napas pendek sebelum berkata lembut.


"Sebenarnya, kami di sini untuk menanyakan hal penting, Mr Owl."


"Tidak perlu ragu." Adam menggeleng ringan. "Katakan saja."


Setelah mengatakan itu, Adam menyesap teh. Menunggu keduanya dengan tenang. Sama sekali tidak terburu-buru.


Meski mengenakan topeng setengah wajah (yang menutupi bagian atas wajahnya), Adam masih bisa makan dan minum tanpa kesulitan. Belum lagi topeng buatan pengrajin dari Sekte Thunder Fang sangat nyaman digunakan dan tidak berat.


Topeng dibuat dengan bahan yang nyaris sama seperti katana dan dua belati. Mungkin perbedaannya hanya karena tidak menggunakan 'taring' dari Rose Pattern Blood Spider.


Senjata baru milik Adam itu memang ringan, tetapi lebih kokoh dan tidak kalah tajam daripada besi temper biasa. Karena senjata itu memang dibuat dengan bahan-bahan yang khusus.


Meski Adam membayar untuk membuat senjata tersebut, dia masih merasakan ketulusan dari pengrajin. Jadi, pemuda itu merasa masih memiliki hutang budi kepada Sekte Thunder Fang.


Jadi, Adam menerima Lei Fan dan Lei Na dengan tulus. Jika dirinya memang bisa membantu, dia tidak akan ragu untuk membantu keduanya. Hanya saja, pemuda itu merasa kalau mereka tampak ragu ... bahkan sedikit malu untuk mengungkapkan masalah mereka.


"Kami ingin bertanya. Karena anda bisa membuat pil gizi dan pil penyembuhan. Mungkinkah anda juga bisa membuat pil untuk detoksifikasi racun, Mr Owl?"


"Pil detoksifikasi racun?"


"Ya." Lei Fan mengangguk. "Guru kami diracuni. Jika tidak bisa menemukan penawar racun, bukan hanya kehilangan kultivasi, beliau ..."


Tanpa perlu mendengar keseluruhan cerita mereka, Adam mengetahui bahwa guru Lei Fan dan Lei Na dalam bahaya. Karena kebaikan mereka, tentu dia tidak akan pelit kepada mereka berdua.


Berpura-pura mengambil sesuatu dari sakunya, Adam mengambil tiga butir pil detoksifikasi racun dari items bag. Itu adalah pil yang pemuda itu pelajari tidak terlalu lama. Meski tidak banyak, pemuda itu menyiapkan cukup. Sebagai antisipasi jika harus melawan makhluk dengan racun yang mungkin akan membahayakan dirinya.


Adam kemudian memasukkan pil ke dalam botol porselen kecil lalu menutupnya.


Jika ditanya darimana Adam mendapatkan botol porselen, jawabannya dia membeli banyak karena dia perlu menggunakannya sebagai wadah pil yang akan dijual. Karena tidak bisa disimpan dalam items bag, dia menaruh stok di markas. Lebih tepatnya di kamar dan beberapa pada di ruang santai.


Meletakkan botol porselen kecil di depan Lei Fan dan Lei Na, Adam kemudian berkata.


"Meski tidak bisa mendetoksifikasi segala jenis racun. Paling tidak, ketiga pil ini akan membuat guru kalian menjadi lebih baik."


"I–Ini ..."


"Sebagai pembuat pil, tentu aku juga menyiapkan beberapa pil detoksifikasi. Lagipula, persiapan matang bisa mencegah terjadinya hal-hal buruk ketika sedang dalam misi."


Mendengar penjelasan logis dari Adam, Lei Fan dan Lei Na mengangguk.


"Soal harga—"


Sebelum Lei Fan berkata, Adam langsung menyela.


"Ambil dan bawa saja. Anggap saja sebagai rasa terima kasih karena telah membantuku menempa senjata."


Melihat keduanya tersenyum, Adam menggeleng ringan. Meski dia menginginkan uang, pemuda itu masih memiliki prinsip, yaitu ...


Jangan pernah melupakan kebaikan orang lain!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2