
Adam mengemudikan mobil jauh dari Kota B. Karena Lei Fan menjadi lebih baik setelah mengonsumsi pil penyembuhan dan pil gizi, dia merasa harus memperjelas semuanya terlebih dahulu.
“Jadi … apa alasanmu sampai menipu Lei Na yang sangat mempercayai kamu?”
Di pinggir hutan yang jauh dari Kota B, Adam berhenti lalu menanyai Clara yang telah sadarkan diri.
“S-Saya tidak mengerti yang kamu maksud, Tuan Owl. Saya-”
“Cukup.” Adam menggeleng ringan. “Jangan anggap aku baik seperti Lei Fan atau Lei Na. Jika kamu tidak bicara … aku tidak keberatan berbuat lebih buruk daripada apa yang dilakukan oleh para Kultivator Jahat itu.”
“Saya …”
Melihat bagaimana Clara masih enggan berkata, tanpa basa-basi Adam langsung keluar dari mobil lalu menyeret gadis itu keluar bersama dengannya.
“A-Apa yang akan anda lakukan?” Clara tergagap ketika melihat Adam mengeluarkan belati.
Adam langsung mendorong gadis itu jatuh ke tanah lalu menatapnya dengan ekspresi dingin. Tampak begitu tak acuh seolah tidak sedang menatap manusia, melainkan hewan yang siap disembelih.
“S-Saya terpaksa melakukannya. Saya dipaksa!”
“Luka itu … apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Adam.
“Pria kasar bernama Obi yang merupakan pemimpin kelompok itu yang melukai saya. Dia kemudian memasukkan telur serangga kecil yang tampak aneh ke dalam luka.
Saya tidak bisa melakukan apa-apa karena telur itu menghilang begitu saja ketika masuk ke dalam luka dan ikut dengan aliran darah.”
“Kamu orang yang cerdas, Clara. Seharusnya kamu tidak berbohong seperti itu.”
“A-Apa yang saya katakan adalah yang sebenarnya. Saya-”
PLAK!
Adam menampar sosok Clara dengan tatapan tak acuh.
“Apa yang kamu katakan memang benar. Namun tidak lengkap. Juga … kamu sama sekali tidak terlihat panik padahal ada telur Darkblood Caterpillar dalam tubuhmu.
__ADS_1
Padahal … seharusnya kamu tahu apa yang akan terjadi pada orang-orang yang menjadi wadah makhluk itu. Kamu sama sekali tidak terlihat bingung, apalagi takut. Kamu sama sekali tidak memberitahu Lei Na tentang hal itu. Kamu juga tidak memberitahu diriku. Jadi …
Kesepakatan apa yang sebenarnya kamu buat dengan pria bernama Obi itu?”
Mendengar apa yang Adam simpulkan hanya dari sikap dan jawabannya sendiri, Clara tampak terkejut. Setelah terkejut … dia menjadi lebih takut. Takut sosok bertopeng merah itu benar-benar akan menghabisi dirinya karena tidak puas.
“S-Saya … Saya ingin menjadi seorang Kultivator!” seru Clara.
“En?”
Jawaban itu membuat Adam tampak bingung. Melihat ekspresi gadis yang begitu serius membuatnya merasa agak aneh.
“Saya sudah memberitahu anda, Nona Clara. Saya memberi anda kesempatan untuk mengikuti uji coba masuk ke Sekte Thunder Fang setelah saya menyelesaikan transaksi dengan Senior Owl.”
Lei Fan yang duduk di kursi belakang mobil berkata dengan lirih. Meski masih terlihat pucat dan sakit-sakitan, pemuda itu tampak lebih baik daripada ketika Adam menjemput dirinya.
“Saya tahy itu!” seru Clara dengan ekspresi tertekan.
“Lalu kenapa?” tanya Lei Fan yang bingung.
“Tidak ada salahnya mencoba, Nona Clara. Sedangkan kekuatan … semua butuh proses.”
“Saya butuh kepastian!” ucap Clara.
“Katakan saja … kesepakatan apa yang kamu lakukan dengan pria bernama Obi itu.”
Adam memotong pembicaraan keduanya dengan dingin.
“Obi dapat menjamin saya menjadi Kultivator dan menjadi kuat secara cepat,” gumam Clara.
“Jelaskan semuanya,” ucap Adam.
“Sebenarnya …”
Clara mulai menceritakan kisahnya. Setelah mendengar dari awal sampai akhir, Lei Fan dan Lei Na saling memandang lalu mengerutkan kening. Sebaliknya, Adam masih tampak tak acuh.
__ADS_1
Menurut yang Clara ceritakan. Awalnya gadis itu hampir ditangkap dan dibawa pergi. Namun Obi memiliki pemikiran lain yaitu untuk membebaskannya dan menggunakan Clara untuk membagikan informasi bahwa Lei Fan tertangkap, membuat sosok ‘Owl’ harus keluar dari sarangnya.
Awalnya Clara takut dan menolak, tetapi jika ditangkap, sebagai wanita cantik … dia tahu akhir yang akan dia hadapi. Pada akhirnya, gadis itu menggertakkan gigi sebelum bertanya apakah dia bisa menjadi Kultivator.
Obi pun malah tertawa dan berkata bahwa siapa saja bisa menjadi Kultivator. Hanya saja, mereka memiliki cara dan jalan masing-masing. Ketika pria itu memasukkan telur Darkblood Caterpillar agar Clara tidak bisa melarikan diri, dia juga memberitahu informasi penting.
Selama misi Clara berhasil, selain mengeluarkan Darkblood Caterpillar dari tubuhnya, dia juga bisa bergabung dengan fraksi Kultivator Jahat mereka. Gadis itu juga bisa bertemu dengan ketua mereka dan menjadi seorang Kultivator nyata. Hanya saja …
Pasti ada harga yang perlu dia bayar.
Ada banyak teknik Kultivator jahat dan dirinya perlu memilih sendiri. Jadi, akhirnya Clara memilih untuk setuju dengan apa yang diinginkan oleh Obi.
Misinya sebenarnya sangat sederhana. Yaitu menghubungi pihak Sekte Thunder Fang untuk mengabari bahwa Lei Fan menghilang dan menunggu reaksi dari mereka. Benar saja, yang muncul sebenarnya hanya Lei Na, adik tiri Lei Fan sendiri.
Karena sudah aman, misi Clara berikutnya adalah membuat Lei Na bertemu dengan Owl dan mengajaknya untuk mencari keberadaan Lei Fan. Jika pihak Owl telah setuju, Clara akan menuju ke tahap terakhir yaitu mengantar Owl dan Lei Na untuk pergi menuju lokasi.
Setelah Owl dan Lei Na turun dari mobil dan menuju ke lokasi, Clara harus menelepon Obi dan melaporkan apa yang terjadi dengan keduanya. Apakah mereka pergi bersama atau terpisah, strategi mereka, dan semacamnya.
Akan tetapi, Clara tidak menyadari bahwa Adam telah mengetahui gerak-geriknya yang sebenarnya cukup mencurigakan. Pada akhirnya, Obi yang menerima informasi salah agak ceroboh dan tertipu oleh Adam.
“S-Saya sudah mengatakan semuanya.” Clara berkata dengan ekspresi ketakutan di wajahnya.
“Kenapa anda tertarik untuk menjadi Kultivator Jahat, Nona Clara? Meraka sama sekali bukan orang baik dan melakukan banyak hal kejam,” ucap Lei Na yang tampak kebingungan.
“Dunia tidak seindah dan sebersih yang anda bayangkan, Nona Lei Na.” Clara menggeleng ringan. “Bahkan manusia biasa pun banyak yang memilih jalan gelap dan jahat, jadi menurut saya menjadi Kultivator Jahat seperti yang kalian ucapkan itu lebih baik daripada para orang-orang munafik yang bersembunyi di balik topeng kebaikan. Padahal hati dan pikiran mereka dipenuhi kejahatan.”
“Itu alasanmu saja …” Adam menggeleng ringan. “Kamu hanya memilih jalan yang lebih nyaman karena tidak ingin menempuh jalan yang begitu panjang dan berliku. Seperti orang-orang munafik yang kamu katakan sebelumnya.”
“Jangan samakan saya dengan mereka!” seru Clara dengan ekspresi marah.
Melihat Clara yang sebenarnya masih sangat labil dan bimbang karena selalu dikekang tetapi juga hidup dalam kenyamanan, Adam mengulurkan tangannya.
“Lalu buktikan.” Adam berkata dingin. “Buktikan bahwa kamu memang berbeda dan pantas.”
>> Bersambung.
__ADS_1