
Dalam ruang rapat, markas Wings of Freedom.
Duduk di kursinya, Adam menatap orang-orang di sekitar dengan ekspresi heran.
Selain orang-orang yang akrab dengannya, tampak ada beberapa wajah baru. Sebagai wakil ketua, Shawn dipandang oleh para anggota inti dengan ekspresi penasaran di wajah mereka. Seolah-olah bertanya, siapa pemuda yang datang tersebut.
"Sebagian dari kalian mungkin belum pernah bertemu dengannya karena beliau datang hanya di saat genting, atau muncul ketika mengatasi beberapa masalah yang tidak bisa kami atasi.
Sekali lagi, akan aku perkenalkan kepada kalian.
Beliau adalah Ketua dari Wings of Freedom, Sir Adam."
Bruk!
Para anggota yang merupakan anak-anak sosok penting di pemerintahan atau pengusaha besar berlutut serempak. Mereka memukul paha sambil berseru serempak.
"Senang bertemu dengan anda, Pak!!!"
"..."
Melihat mereka semua berkata bersamaan, sudut bibir Adam berkedut. Entah bagaimana, dia tampak seperti melihat kelompok Yakuza, Mafia, atau Gangster semacamnya. Tindakan mereka terlalu berlebihan!
"Bangun. Tidak perlu terlalu gugup, tidak perlu sampai seperti itu."
Orang-orang saling memandang. Melihat bagaimana mereka masih berlutut, Shawn berkata tidak puas.
"Bukankah Bos sudah bilang untung bangun? Kenapa masih berlutut? Jangan buat Bos mengulanginya lagi!"
"Santai saja, Bos tidak akan membunuh kalian dengan mudah. Dia sama sekali tidak akan begitu kejam pada orang-orangnya sendiri."
Matt menambahkan dengan nada setengah bercanda.
Mendengar ucapan keduanya, mereka semua bangkit dan kembali duduk di tempat mereka masing-masing. Namun, mereka masih tampak serius. Benar-benar membuat Adam sempat bingung untuk berkata apa.
Mengingat beberapa orang yang tidak hadir, Adam menoleh ke arah Shawn.
"Bagaimana dengan mereka ... errr, si kekar keras kepala dan lelaki feminim itu?"
"Maksud anda Brock dan Randy, Bos?"
"Ya. Mereka yang biasanya selalu mengikutimu."
__ADS_1
Mendengar ucapan Adam, Shawn tersenyum pahit.
"Sejak anda latih, mereka sudah tidak lagi mengikuti saya, Bos. Mereka sibuk merekrut adik-adik baru dan melatih mereka. Lagipula, Brock dan Randy memimpin kelompok petarung."
Adam tertegun. Memang, dia sempat mengajar mereka berdua beberapa trik. Sesekali dia juga akan muncul untuk membantu orang-orang itu menangani beberapa masalah dan memberi petunjuk. Adam tidak menyangka, mereka benar-benar telah berkembang sejauh itu.
"Jadi, bagaimana perkembangannya sekarang?"
Mendengar pertanyaan Adam, Matt menjawab dengan antusias.
"Ada belasan bisnis yang merupakan tempat karaoke, bar, cafe, dan restoran. Meski belum sepenuhnya menyebar di Kota B, setidaknya, kami hampir menguasai bagian barat Kota.
Dalam kelompok yang mengurus bisnis dan bekerja di sana, ada sekitar 100 anggota. Sedangkan untuk kelompok petarung, ada hampir 200 anggota.
Meski tidak memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai kota seperti kelompok-kelompok besar, kita sudah bisa dianggap sebagai kelompok kuat di Kota B. Salah satu tiran lokal!"
"Jadi???" Adam melirik mereka dengan ekspresi dingin.
"Tentu saja, seperti yang anda katakan, kami hanya merekrut anggota berusia 18 sampai 30 tahun. Selain itu, kami juga memeriksa karakter mereka dan tidak hanya menerima.
Karena saran anda, sama sekali tidak ada anggota yang menyimpang. Selain itu, reputasi Wings of Freedom juga masih terjaga."
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu terdengar. Hal itu langsung membuat Shawn mengerutkan keningnya. Sebelum pria itu menjawab, Adam berkata dengan santai.
"Masuk!"
Setelah ucapan Adam terdengar, pintu terbuka dan dua sosok yang baru saja dibicarakan muncul.
"Senang bertemu denganmu, Bos!" ucap Brock dengan nada dan ekspresi sederhana.
"Lama tidak berjumpa, Bos. Seharusnya anda mengabari kami sebelum tiba. Kami berdua benar-benar tidak bisa menjamu anda dengan baik," tambah Randy dengan nada centil yang mengganggu.
Selain Shawn dan Matt, orang-orang lainnya tampak kaget. Mereka tidak menyangka kalau kedua lelaki yang biasanya terkenal ganas itu bisa begitu sopan, menjilat dengan rendah hati!
"Baguslah kalau kalian datang. Duduk terlebih dahulu."
"Baik!" jawab keduanya bersamaan.
"Karena kelompok ini telah berkembang begitu pesat, aku berencana untuk melakukan rekonstruksi pada Wings of Freedom.
__ADS_1
Apakah ada yang keberatan?"
"Tidak, Bos!" jawab mereka serempak.
"Wings of Freedom akan tetap menjadi Wings of Freedom, tetapi pembagian dua kelompok akan dirubah sedikit.
Daripada disebut bagian bisnis dan bagian petarung, sekarang kita akan menyebutnya menjadi White Wings dan Black Wings. Untuk dua kelompok tersebut, akan ada ketua dan wakilnya.
Tidak perlu banyak ragu, aku akan memilih orang-orang yang telah aku kenal dan aku percaya. Karena, mereka juga bisa mengembangkan kelompok sejauh ini.
Kelompok White Wings, Shawn akan menjadi ketua dan Matt akan menjadi wakil ketua.
Kelompok Black Wings, Randy akan menjadi ketua dan Brock akan menjadi wakil ketua.
Apakah ada yang tidak setuju???"
"..."
Melihat mereka semua hanya diam dan setuju, Adam melanjutkan.
"Kedua kelompok akan menjadi mandiri, yang berarti ... White Wings tidak diizinkan untuk memerintah Black Wings untuk menjaga berbagai bisnis mereka. White Wings harus mengembangkan orang-orang yang bisa bertarung di pihak mereka.
Sebaliknya, Black Wings juga tidak boleh bergantung kepada White Wings masalah dana pengembangan. Meski memiliki keutamaan latihan tempur, kelompok ini juga harus menghasilkan uang sendiri.
White Wings akan fokus untuk mencari uang dan mengembangkan bisnis kelas atas seperti bar, karaoke, diskotik, dan cafe yang cukup mahal. Misi sampingan mereka adalah mengembangkan pasukan sendiri yang cukup kuat.
Black Wings akan fokus untuk melatih anggota sebagai petarung. Dana akan diberikan untuk mereka, berfungsi untuk membeli gym agar bisa menjadi tempat latihan. Selain itu, juga bisa digunakan untuk mencari uang tambahan. Tentu halbiru tidak cukup. Jadi, sebagai misi sampingan, mereka akan mendirikan restoran dan warung kecil untuk menambah pemasukan kelompok.
Untuk pembagian selengkapnya ... akan diberikan pada rapat berikutnya. Jadi untuk sekarang, rapat selesai. Bubar!"
Mendengar ucapan Adam, para anggota inti langsung berdiri dan memberi hormat.
Melihat mereka pergi, pemuda itu berkata.
"Shawn, Matt, Randy, Brock ... kalian tinggal."
Keempat orang itu agak terkejut melihat ekspresi serius di wajah Adam. Ketika mereka hendak bertanya, Adam tiba-tiba berkata.
"Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan kalian."
>> Bersambung.
__ADS_1