
Ini … apa yang harus aku lakukan sekarang?
Membuka matanya, Adam melihat sosok gadis cantik di ranjangnya. Pemuda itu benar-benar merasa tertekan ketika mengingat apa yang telah terjadi.
...***...
Malam sebelumnya.
Melihat kekacauan di sekitarnya, Adam bingung harus melakukan apa. Awalnya dia ingin segera pergi dari sana setelah beristirahat sebentar untuk memulihkan energinya.
Ketika melihat ke arah Bella yang membuka matanya dengan lemah, pemuda itu merasa agak tertekan. Jika dirinya meninggalkan gadis itu di tempat ini, gadis itu pasti akan mengalami hal buruk.
Banyak orang yang akan melihatnya dalam kondisi seperti itu. Selain itu, Bella pasti akan mendapat masalah. Dituduh karena merusak kamar mandi asrama dan semacamnya.
Akan tetapi, mustahil bagi Adam untuk mengembalikan kondisi kamar mandi seperti semula. Setelah mengambil Spirit Bead, pemuda itu kemudian mencari pakaian Bella. Melihat bagaimana gadis itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dia terpaksa melakukannya.
“Biarkan aku membantumu berpakaian.”
Adam berkata dengan nada dingin, tetapi jantungnya berdegup kencang. Pemuda itu kemudian membantu Bella memakai pakaiannya. Dia merasa tangannya masih sedikit gemetar setelah membantu gadis cantik itu.
Lagipula, itu juga pertama kali bagi Adam untuk melihat dan menyentuh tubuh gadis.
Setelah membantu gadis itu, Adam hendak berdiri tetapi gadis itu berusaha sekuat tenaga untuk menggerakkan tangannya untuk meraih tangan Adam.
“J-Jangan pergi …”
“...”
Melihat gadis yang tampak pucat dan takut itu membuat Adam tidak tega. Namun jika dirinya tidak pergi, akan menjadi masalah besar ketika dirinya tertangkap. Menyelinap ke asrama perempuan, melukai seorang mahasiswi, bahkan menghancurkan kamar mandi asrama … dia pasti dalam masalah besar.
“B-Bawa aku …”
Melihat ekspresi memohon di wajah Bella, hati Adam akhirnya luluh. Pemuda itu kemudian mencari barang-barang milik Bella lalu mengemasnya. Setelah itu, dia menghancurkan semua kran, membiarkan air menghapus jejak sidik jari yang mungkin Bella tinggalkan.
Sedangkan dirinya sendiri, Adam selalu memakai pakaian tertutup dan sarung tangan. Seharusnya aman.
Adam kemudian menggendong Bella di punggungnya. Membawa barang sambil menggendong gadis itu, dia memaksakan diri untuk menggunakan skill Shadow Stealth.
Keluar dari kamar mandi, Adam menghancurkan semua lampu di koridor asrama. Meski lampu sekarang dimatikan, dia takut suara berisik tadi membangunkan beberapa orang dan beberapa dari mereka ingin mengeceknya.
Pada akhirnya, Adam berhasil membawa Bella keluar dari universitas.
Bella sendiri sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Adam. Tidak hanya merusak lampu koridor, apa yang membuatnya heran adalah saat pemuda itu membawanya untuk melompati dinding di belakang asrama perempuan.
Itu bukanlah hal yang bisa dilakukan manusia pada umumnya!
Merasakan kehangatan dari sosok yang membawanya pergi, Bella bersandar di punggung Adam sambil memejamkan matanya.
Tidak peduli apa, sosok itu memang sudah menyelamatkannya.
__ADS_1
Adam kemudian membawa gadis itu masuk ke mobilnya. Awalnya dia ingin membawa Bella ke hotel, membayar kamar lalu meninggalkannya. Namun Adam merasa hal semacam itu akan membahayakan gadis itu yang tidak dalam kondisi baik. Pada akhirnya, pemuda itu membawa Bella kembali ke apartemen miliknya.
Sesampainya di apartemen, Adam membawa Bella ke kamar lalu membaringkan gadis itu di atas ranjang.
Pemuda itu kemudian membawa segelas air putih, satu baskom air hangat beserta handuk kecil, dan kotak P3K. Setelah menyuruh Bella meminum air putih, Adam kemudian membantu gadis itu menyeka tubuhnya yang kotor lalu merawat beberapa luka kecil di tubuh Bella.
Setelah itu, Adam pergi mandi. Setelah membersihkan tubuhnya, dia mensterilkan lukanya dengan alkohol lalu mulai merawat luka-lukanya sendiri. Meski bisa dibilang dia memiliki tubuh kuat dan bisa sembuh dengan cepat, bukan berarti dirinya akan mengabaikan luka-luka di tubuhnya.
Selesai merawat lukanya sendiri, Adam yang berpakaian santai menuju kamar untuk memeriksa Bella.
Melihat bahwa gadis itu terlihat lebih baik, Adam menghela napas lega. Dia kemudian hendak meninggalkan ruangan dan tidur di sofa ruang keluarga. Namun, saat itu suara lembut terdengar di telinganya.
“T-Tunggu …”
“Ada apa?” tanya Adam dengan senyum lembut di wajahnya.
“Jangan … jangan tinggalkan aku.”
Melihat gadis cantik seperti itu, Adam merasa tidak tega. Dia menghampirinya lalu duduk di tepi ranjang. Pemuda itu menunggu Bella tertidur sebelum meninggalkan kamar.
Adam merasakan Bella menarik pakaiannya dengan lembut. Ketika menoleh ke arah Bella, dia melihat gadis itu menatapnya dengan wajah merah, malu, dan tampak begitu menawan.
Melihat wajah mempesona Bella, jantung Adam berdegup kencang. Tanpa sadar, dia mengingat sosok gadis cantik sebelumnya. Pemuda itu kemudian menyentuh pipi Bella, mendekatkan wajahnya, lalu mengecup bibir gadis itu dengan lembut.
Merasakan bibir hangat yang terasa manis dan lembut, Adam merasa tubuhnya panas. Ketika selesai berciuman, dia menatap ke arah Bella. Namun, gadis itu kemudian memalingkan wajahnya yang merah karena malu.
...***...
Adam merasakan gerakan di sampingnya.
Pemuda itu melihat Bella membuka matanya. Ketika gadis itu sadar sedang ternyata terlelap dalam pelukan pemuda tampan yang bahkan tidak dia kenal, gadis itu memejamkan matanya.
Adam dapat merasakan tubuh gadis itu bergetar. Melihat gadis itu tampak begitu sedih, dia juga tidak berdaya. Pemuda itu tahu, setelah melewati malam yang berat bersama, keduanya terbawa suasana … dan akhirnya melakukannya.
Mengelus lembut pipi gadis itu, Adam kemudian mengecup keningnya.
“Aku akan bertanggung jawab.”
“...”
Mendengar ucapan Adam, Bella membuka matanya. Dia menatap ke arah pemuda tampan itu dengan ekspresi linglung. Menyadari apa yang telah terjadi sebelumnya, gadis itu menggigit bibirnya sendiri sambil menggeleng.
“T-Tidak … anda … anda tidak salah.”
Meski merasa pahit, Bella juga tahu pemuda tampan itu tidak bisa disalahkan. Dirinya paham, bahkan pemuda itu telah menyelamatkan nyawanya.
Bella benci karena terbawa suasana, tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Pada akhirnya, gadis itu telah kehilangan apa yang selama ini dia coba jaga. Menyesal, itu pasti. Hanya saja … dia juga tahu tidak ada yang bisa dirinya lakukan untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala.
Adam sendiri masih mengingat jelas bagaimana keduanya menggila di malam sebelumnya. Dia juga melihat jelas noda merah di sprei ketika keduanya melakukannya. Pemuda itu sadar telah merenggut apa yang gadis itu jaga.
__ADS_1
Adam tidak ingin menyesali semuanya. Meski belum saling mengenal, dia tidak ingin menjadi tidak bertanggung jawab. Pemuda itu juga tidak ingin memberi gadis itu uang. Bukan karena pelit, tetapi Adam merasa … hal seperti kesucian dan harga diri tidak bisa dinilai hanya dengan angka.
“Aku bilang … aku akan bertanggung jawab.”
“...”
Mendengar bagaimana Adam bersikeras, Bella merasakan sentuhan hangat di hatinya. Air mata mulai membasahi wajah cantiknya. Gadis itu memeluk tubuh pemuda tampan di sampingnya lalu tenggelam dalam dekapannya.
Sambil terisak, gadis itu berkata,
“Kalau begitu, tolong … tolong jaga saya mulai sekarang.”
“Gadis bodoh, tentu saja aku akan menjagamu.”
Adam berkata dengan senyum menawan. Melihat tubuh indah Bella, dia lanjut berkata.
“Apakah masih sakit?”
Mendengar ucapan Adam, wajah Bella menjadi lebih merah dan terasa panas. Mengingat bagaimana pemuda itu memperlakukannya, dia mengangguk kecil sambil bergumam, “En.”
“Kalau begitu kamu beristirahat. Aku akan menyiapkan cokelat panas.”
“En.” Bella mengangguk malu.
Gadis itu tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya. Dia merasa semua ini seperti mimpi. Menunggu beberapa saat, Bella kemudian melihat Adam datang ke kamar dengan dua cokelat panas.
Setelah duduk bersama di pagi hari, keduanya kemudian mandi lalu sarapan bersama. Pada saat itu, keduanya mulai saling berkenalan. Adam berniat untuk segera menemui orang tua Bella untuk bertanggung jawab. Namun apa yang Adam dengar dari gadis itu membuat dirinya terkejut.
Bukan hanya Adam, Bella juga terkejut ketika tahu bahwa pemuda tampan itu juga yatim piatu. Belum lagi ketika mendengar tentang pencapaian Adam dari nol. Hal itu membuat Bella terkagum-kagum.
Tentu saja, Adam tidak membicarakan semuanya. Meski berkata dirinya akan bertanggung jawab, bukan berarti pemuda itu akan mengungkapkan semua rahasianya kepada Bella. Namun dirinya sangat terkejut ketika mendengar cerita hidup Bella.
Tidak menyangka Bella benar-benar harus mengalami kehidupan yang pahit semacam itu.
Sambil menunggu makan siang, mereka menonton tv bersama. Keduanya memang sudah bisa dianggap pasangan karena sudah saling setuju. Hanya saja, mereka masih malu karena sebelumnya adalah orang asing yang bahkan tidak saling kenal.
Menyalakan tv, ekspresi Adam tampak buruk ketika melihat apa yang telah dirinya perbuat ternyata menjadi berita utama. Bahkan itu membuat konflik cukup besar.
Orang-orang yang hanya percaya pada sains menganggap itu ulah penjahat yang tidak diketahui tujuannya. Sedangkan yang percaya hal supranatural berkata bahwa hal itu disebabkan oleh roh jahat. Lagipula, sama sekali tidak ada rekaman yang menunjukkan sosok manusia dalam rekaman cctv.
Dalam rekaman, hanya terlihat lampu di koridor meledak satu per satu. Sedangkan keadaan kamar mandi, mereka tidak percaya hal itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh manusia.
Melihat berita itu, Bella memandang Adam dengan ekspresi terkejut. Sementara pemuda itu, dia tersenyum pahit dan mengeluh dalam hati.
Kelihatannya aku harus memberi donasi ke universitas. Jika tidak, aku merasa hati nuraniku tidak bisa menerimanya. Ya, lain kali …
Aku harus lebih berhati-hati.
>> Bersambung.
__ADS_1