
Sosok itu berdiri tidak jauh dari Adam.
Makhluk itu tampak tinggi dan gempal. Dia memakai pakaian bangsawan yang usang. Seluruh kulitnya dipenuhi dengan lubang-lubang aneh seperti sarang lebah. Bahkan juga wajahnya.
Makhluk itu membawa sebuah cambuk di tangan kanannya. Cambuk itu dipenuhi dengan duri. Sekali melihat, Adam tahu itu adalah alat yang digunakan oleh makhluk itu digunakan untuk menyiksa.
Hanya saja, ketika melihat ke arah makhluk itu ... Adam mengingat sosok penjual rumah sebelumnya.
Meski pakaiannya berbeda dan tubuhnya tampak mengerikan, Adam menebak bahwa makhluk tersebut adalah roh dari leluhur penjual sebelumnya.
"Bahkan sifat buruk itu ada dari generasi lampau, kah?"
Adam berkata dengan ekspresi penuh ejekan.
Swoosh! Klang!
Cambuk langsung melesat ke arah Adam, tetapi pemuda itu langsung menangkisnya dengan ekspresi dingin di wajahnya.
"Sebenarnya aku adalah pemuda dengan pemikiran dingin, tapi ..."
Melihat bagaimana puluhan orang disiksa sampai mati, Adam menyeringai kejam.
"Aku tidak akan segan ketika bertarung dengan B-jingan sepertimu!"
Swoosh!
Sekali lagi cambuk yang dipenuhi duri melesat ke arah Adam dengan kejam. Bukannya menangkis serangan, pemuda itu itu malah menghindarinya dan melesat menuju ke sosok roh jahat berpakaian bangsawan tersebut.
Slash!
Sosok Adam muncul di depan roh jahat tersebut lalu menebas dengan kejam tepat di lehernya. Namun ekspresi pemuda itu berubah ketika melihat katana miliknya menyangkut dan tak bisa memotong leher makhluk itu.
"Cih!"
Adam mencedak tak puas ketika melihat hal itu. Dia kemudian memandang tubuh makhluk tersebut lalu melompat mundur. Pada saat itu juga, pemuda itu melihat cambuk yang dipenuhi duri hampir mengenainya.
Klang!
Sosok Adam langsung menangkis cambuk lalu mendarat. Melihat ruangan tersebut, dia merasa tidak nyaman.
Jika seperti ini ... tampaknya aku malah akan dirugikan.
Pikir Adam ketika melihat ruangan yang membatasi gerakannya.
Jika dalam keadaan normal, jelas pengguna cambuk akan dirugikan saat bertarung dalam ruangan. Namun makhluk itu tampaknya bisa mengendalikan cambuk berduri tersebut hanya dengan pikirannya. Serangan jarak jauh dan pertahanan yang kuat jelas tidak menguntungkan Adam.
Akan tetapi, makhluk itu juga memiliki kelemahan tersendiri.
Ya ... meski cambuk bergerak cepat, tubuhnya sendiri bergerak begitu lambat!
__ADS_1
Menghindari serangan demi serangan, Adam kemudian memikirkan beberapa keterampilan yang dia miliki. Meski bukan yang terbaik, pemuda itu juga berusaha untuk mengembangkan berbagai kemampuan dengan cara menggabungkannya satu sama lain.
"Sebenarnya ini tidak begitu cocok, tapi ... hanya ini percobaan berhasil yang aku lakukan sekarang."
Mencengkeram erat katana di tangannya, Adam pun menarik napas dalam-dalam.
"Bunuh!!!"
Adam berteriak kejam menggunakan skill Suzaku's Cry. Pada saat roh jahat tersebut tertegun di tempatnya, pemuda itu melesat ke depan. Anehnya, tampak sosok hitam yang keluar dari bayangannya.
Sosok itu tampak seorang Adam, lengkap dengan katana miliknya. Hanya saja, seluruh tubuhnya hitam seperti tinta.
Keduanya melesat menuju ke arah roh jahat bangsawan tersebut. Adam muncul di depan roh jahat, sementara bayangannya muncul di belakang roh jahat.
Mereka berdua memegang gagang katana dengan kedua tangan. Mencengkeram erat, keduanya langsung membuat gerakan menebas yang ganas.
"Autumn Sword ... Huricane!"
Pada saat roh jahat bangsawan itu bisa menggerakkan tubuhnya, puluhan energi pedang yang tampak seperti bilah angin mengepung, langsung mencabik-cabik tubuhnya.
Slash! Slash! Slash!
Puluhan luka mengerikan muncul di kulit roh jahat. Membuat penampilan yang awalnya menjijikkan menjadi semakin mengerikan.
ROARRR!!!
Makhluk itu meraung. Seluruh tubuh, bahkan bangunan mulai bergetar. Dia mengangkat tangannya, hendak mengayunkan cambuknya, tetapi saat itu juga ...
Sebuah katana berputar, memotong tangan makhluk tersebut sebelum akhirnya menancap di dinding.
"Tidak secepat itu, B-jingan!"
Sosok Adam yang baru saja melemparkan katana di tangannya dengan kejam dan sembrono tiba-tiba mengulurkan tangan kirinya.
"Blood Threads!!!"
Puluhan benang merah darah muncul dari kelima ujung jari Adam. Benang-benang dengan ketebalan senar itu langsung melesat dan mengikat bagian-bagian tubuh roh jahat.
Adam kemudian mengepalkan tangan kirinya. Pada saat itu juga, benang yang mengikat roh jahat langsung menjadi kencang. Meski tidak langsung mencincang tubuh makhluk tersebut, jelas melukai bagian kulitnya.
Tik! Tik! Tik!
Menggunakan berbagai jurus dan menahan makhluk di puncak level silver tersebut, jelas Adam membuang banyak sekali tenaga. Darah mengalir dari hidungnya, cukup deras sampai menetes ke lantai.
Akan tetapi, bukannya ketakutan, Adam malah menyeringai kejam di balik topengnya. Matanya jelas memancarkan niat membunuh.
Pada saat itu, api emas membakar tangan kanan Adam. Setelah beberapa saat, api tersebut memadat, berubah seperti cakar elang dengan warna emas ... dengan pancaran api ganas yang menyelimutinya.
Tidak hanya keluar dari hidung, darah mulai keluar dari mulutnya. Dengan tatapan penuh kegilaan, Adam langsung menarik tubuh roh jahat terbang ke arahnya dengan tangan kiri.
__ADS_1
Adam mengayunkan tangan kanannya dengan kejam sambil berteriak.
"Mati untukku ... Suzaku's Golden Talons!!!"
BLARRR!!!
Seluruh bangunan rumah sedikit bergetar, tetapi karena ruang yang begitu dalam dan tersembunyi ... suara yang sampai ke luar sama sekali tidak keras.
Pada saat itu, seluruh ruang tersembunyi dilahap oleh api berwarna emas. Sosok Adam berdiri di tengah ruangan dengan tatapan tenang di matanya.
Api emas itu tampaknya melahap semua yang ada di ruangan, tetapi anehnya ... tidak menyakiti Adam dan keempat mahasiswa yang tidak sadarkan diri.
Krak! Krak! Krak!
Suara berderak dari tiga puluh tulang manusia utuh terbakar terdengar di telinga. Pada saat itu, tiga puluh sosok roh berdiri di depan tulang mereka sendiri.
Mereka semua menatap ke arah Adam, lalu membungkuk hormat bersamaan. Beberapa saat kemudian, tubuh mereka tampaknya memudar, menjadi serpihan-serpihan cahaya keemasan ...
Benar-benar menghilang, pergi menuju ke tempat mereka seharusnya berada.
Beberapa saat kemudian, api emas sirna. Sosok Adam tiba-tiba jatuh berlutut. Dia memuntahkan beberapa suap darah. Ekspresi pemuda itu benar-benar tampak pucat, dan lemah.
"Ugh ... kepalaku rasanya berputar."
Pada awalnya, Adam merasa pusing. Namun ketika melihat Spirit Bead tak terhitung jumlahnya yang bertebaran di lantai, pemuda itu merasa lebih pusing.
Bruk!
Hendak bergerak untuk mengambil Spirit Bead itu, tubuh Adam malah jatuh ke lantai. Tubuhnya gemetar hebat ketika merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
'Bukankah kamu seharusnya memiliki fungsi untuk mengambil Spirit Bead dalam jarak tertentu, System?!'
Adam meraung dalam hati. Namun sama sekali tidak ada jawaban. Akhirnya, pemuda itu hanya bisa menghela napas karena sebenarnya dia pun juga sadar kalau System miliknya lebih mirip dengan panel game atau semacamnya.
'Kalau begitu, mari istirahat sebentar.'
***
Satu jam kemudian.
"Dengan begini, semuanya seharusnya baik-baik saja."
Melihat keempat mahasiswa yang telah Adam pindahkan ke halaman depan rumah, pemuda itu mengangguk puas.
Dia kemudian menatap ke arah tangga menuju lantai dua. Mengingat penjaga di halaman belakang serta roh jahat di ruang bawah tanah, pemuda itu merasa bahwa rumahnya benar-benar tidak sederhana.
Merasa agak bimbang, Adam bergumam.
"Haruskah aku ... juga memeriksa dua lantai lainnya???"
__ADS_1
>> Bersambung.