
Pyar!
Bersamaan dengan suara cermin pecah, tubuh Adam kemudian jatuh ke tanah. Pemuda itu kemudian bangkit dan memandang sosok gadis di depannya. Sebagai lelaki normal, dia tidak bisa merasa kurang nyaman melihat tubuh indah tanpa sehelai benang pun di atas kulitnya itu.
“Ini benar-benar tidak adil,” gumam Adam dengan ekspresi muram.
Pemuda itu benar-benar marah dengan roh jahat yang merasuki Bella. Meski tidak mengenalnya, dia benar-benar tidak bisa menebas gadis tidak bersalah begitu saja. Jika gadis itu memiliki salah, mungkin Adam tidak akan ragu. Namun dia agak enggan menebas gadis cantik tak bersalah seperti itu.
Apa yang membuat Adam merasa lebih tidak adil adalah cara mereka bertarung. Selain tidak memukul, pemuda itu sesekali akan menghindari untuk menatap tubuh indah Bella. Hal itu benar-benar mengganggu ketenangan pikirannya.
“Nix!” seru Adam.
Dengan panggilannya, sebuah titik cahaya emas muncul dari tengah alisnya lalu mendarat di lantai. Setelah cahaya mekar, sosok ayam hitam dengan ekspresi sombong muncul.
Nix mengamati Adam lalu menoleh untuk melihat Bella yang tidak berpakaian. Ayam itu berkedip, mengalihkan pandangan ke arah tuannya dengan ekspresi tidak percaya.
‘Apakah kamu benar-benar harus memanggil Tuan Ayam ini hanya untuk pamer, Bos kejam? Jika kalian ingin melakukannya, lakukan saja! Kenapa kalian harus membuatku melihat hal-hal tidak tahu malu seperti itu!’
Menyadari pemikiran Nix, sudut bibir Adam berkedut.
“Nix, gadis itu-”
Sebelum Adam menyelesaikan ucapannya, Bella langsung bergegas ke arahnya dengan cepat. Gadis itu mengayunkan tangan kanannya yang memegang pecahan cermin.
Adam tentu saja bisa mengelak. Namun ketika melihat sosok yang kembali menyerangnya, pemuda itu tanpa sengaja melihat dua gunung yang bergoyang, gemetar seolah akan meletus kapan saja.
Sadar bahwa dirinya teralihkan, Adam langsung melompat mundur. Namun lagi-lagi bahunya terluka. Melihat luka di tubuhnya, dia benar-benar merasa pahit.
“Bukankah itu curang? Tidak bisakah kamu bermain secara sportif?”
Sama sekali tidak menjawab, Bella bergegas ke arah Adam dan mulai menebas terus-menerus. Meski kebanyakan serangan dihindari, tidak bisa disangkal bahwa dia sesekali kehilangan perhatian. Karena itu, beberapa luka muncul di tubuh pemuda itu.
“Nix, sekarang!!!”
Mendengar perintah Adam, Nix yang awalnya agak linglung dan bingung harus melakukan apa langsung berlari menuju tuannya. Dia melompat sambil membuka sayapnya dengan gaya, ekspresinya bahkan cukup sombong.
Pada saat Nix hendak menggunakan Suzaku’s Cry, hal aneh terjadi.
Rambut hitam panjang tak terhitung jumlahnya muncul dari lubang wastafel dan bergerak ke arah Nix dengan cepat. Rambut-rambut itu mencekik leher si ayam dan mengunci dua sayap dan dua kaki. Akhirnya, menariknya ke wastafel dan membelenggunya.
Melihat Nix yang langsung ditundukkan, Adam tampak dingin. Dia menghindari serangan Bella lalu berkata tegas, “Sekarang giliranmu, Kyoko!”
Bersamaan dengan ucapan Adam, sosok berbentuk ular hitam melesat dari bayangan pemuda itu. Ular hitam langsung mengigit leher putih Bella yang tampak menawan, tetapi …
Satu detik, dua detik, sepuluh detik … tidak ada yang terjadi!
Bella dangan santai menarik Kyoko lalu membuangnya ke samping begitu saja. Melihat bagaimana Nix terkena sergapan dan Kyoko yang tidak bisa memberi damage, Adam mengutuk dalam hati.
__ADS_1
Rekan satu tim sampah!
Pada saat itu, Bella langsung mengayunkan kakinya. Adam hendak menghindar, tanpa sadar matanya melihat ke arah tertentu.
Paha yang indah dan-
Bruak!
Adam ditendang tepat di perutnya. Pemuda itu langsung terpental menabrak dinding. Menyeka darah di bibirnya, dia tersenyum pahit.
“Aku tidak tahu siapa namamu, Cantik. Tidak peduli masalah apa yang kamu hadapi dalam hidupmu … bukan berarti kamu harus menyerah begitu saja.”
Adam berdiri. Untuk menghilangkan pikiran dalam kepalanya, pemuda itu langsung menatap di mata hitam Bella. Darida fokus dengan hal yang mengganggu pikirannya, dia mencoba ikut merasakan kepedihan yang gadis di depannya rasakan.
Adam membuka lebar tangannya. Dia tersenyum lembut sebelum berkata.
“Lepaskan saja. Aku akan menerimanya.”
“AARRGGHHH!!!”
Entah itu Bella yang mendengar apa yang Adam katakan, mungkin roh jahat yang marah karena tidak bisa menghabisi, atau bahkan keduanya.
Gadis itu bergegas ke arah Adam. Dia meraung gila sambil mengayunkan tangannya yang memegang pecahan kaca.
Jleb!
Tentu saja, roh jahat yang merasuki tubuh Bella tidak diam saja. Dia berusaha memberontak. Mencakar punggung Adam, menggigit lengan pemuda itu, atau menginjak kakinya. Namun, pemuda itu sama sekali tidak melepaskan dekapannya.
Merasakan sakit itu, Adam bergeming. Meski menyakitkan dan setiap serangannya kuat, pemuda itu merasakan sesuatu yang begitu rapuh dalam tubuh gadis itu. Mengaktifkan skill Suzaku’s Cry, dia berbisik lirih ke telinga Bella.
“Tidak apa-apa. Tidak apa-apa … kamu telah melakukan apa yang kamu bisa. Kamu telah melakukannya dengan baik.”
...***...
Dalam mimpinya, Bella merasa seluruh tubuhnya tenggelam. Dia merasa sedang tenggelam dalam samudra hitam yang gelap dan kosong.
Inilah akhirnya …
Hal itu yang terlintas dalam pikiran gadis itu. Dia hanya melihat warna hitam. Selain itu, dirinya merasa tubuhnya menjadi semakin dingin. Merasa akan larut bersama lautan hitam tak berujung, Bella menutup matanya dengan lembut.
Namun sebelum sepenuhnya menutup mata, Bella merasakan kehangatan. Merasakan rasa hangat yang menyelimuti tubuhnya. Rasa hangat yang selama ini dia rindukan.
Tanpa sadar, gadis itu membuka matanya perlahan.
Apa yang dia lihat adalah pakaian warna hitam. Sedikit mendongak, gadis itu melihat sosok dengan topeng putih yang mendekapnya.
Pada saat itu, Bella juga merasakan rasa manis dan amis di mulutnya. Dari rasa dan baunya, gadis itu sadar bahwa yang dia rasakan itu adalah darah. Bella mencoba bergerak, tetapi sosok dengan pakaian hitam itu mendekapnya erat.
__ADS_1
Sekali lagi, sosok itu kembali berbisik kepadanya.
“Kamu telah melakukannya dengan baik. Serahkan sisanya kepadaku, beristirahatlah …”
Mendengar itu, Bella merasakan seluruh rasa sakit dan lelah yang selama ini dia tahan menyerang tubuhnya. Dia memejamkan matanya dengan senyum lembut di wajahnya.
...***...
Ugh!
Setelah membaringkan Bella lalu menutup tubuhnya, dia merasakan luka-luka di tubuhnya menjadi lebih menyakitkan. Namun, pemuda itu bangkit dengan senyum di wajahnya.
Ya. Adam tersenyum kejam ketika menarik pedang kayu dari pinggangnya. Pemuda itu melirik sekitar dengan ekspresi dingin. Karena yang mengendalikan pikirannya atau pikiran gadis itu adalah jenis roh tanpa wujud fisik, pemuda itu hanya bisa mengangkat sudut bibirnya.
“Apakah ingin bersembunyi? Biarkan aku menghancurkan rumahmu dan lihat apakah kamu masih bisa bersembunyi!”
Setelah mengatakan itu, pedang di tangan kanan Adam dilapisi dengan energi emas yang teramat menyilaukan.
Melihat itu, Nix yang diikat dan dibekukan oleh rambut tercengang. Sementara itu, Kyoko langsung masuk ke dalam bayangan Adam. Si ayam yang melihat si junior berkhianat begitu saja tidak bisa tidak mengeluh dalam hati.
‘Bukankah kamu pernah bilang belum menguasai teknik itu, Bos kejam? Apakah kamu sudah gila? Kamu akan membunuh kita terbunuh!’
Adam tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Nix karena telah mengabaikan rekan tim beban itu. Pemuda itu mengambil kuda-kuda, menarik napas panjang … tatapannya menjadi lebih dingin dan kejam.
“Autumn Sword … Whirlwind of Autumn.”
Adam langsung menebas 360 derajat. Energi Qi dengan ganas mengaduk angin, membuat pusaran angin di mana dia dan Bella berada di dalamnya.
Pusaran angin itu mengeluarkan belasan angin yang mencabik-cabik benda di sekitarnya.
Pyar! Pyar! Pyar!
Seluruh cermin di dinding pecah. Ubin di lantai, bilik kamar mandi, dan banyak benda terkoyak oleh bilah angin.
Nix sendiri sudah tahu betapa gilanya Adam sekarang. Jadi ketika bilang angin memotong rambut-rambut yang mengikatnya, dia langsung melarikan diri. Melarikan diri agar tidak terkena serangan tuannya yang sudah gila.
Pusaran angin mereda. Pada saat itu, Adam melihat banyak Soul Bead yang berceceran di lantai. Tanpa dia sadari, tenyata roh jahat itu telah mengambil seluruh kamar mandi itu sebagai tubuhnya.
Makhluk itu mempengaruhi orang-orang yang masuk ke dalamnya dengan emosi negatif. Jadi serangan ganas Adam itu menghancurkan energi roh yang menyelimuti kamar mandi. Dengan kata lain, mencabik-cabik tubuh makhluk itu.
Meski tubuhnya sakit dan energinya nyaris terkuras habis, Adam merasa sangat puas dengan hasilnya. Namun, ekspresi pemuda itu langsung menjadi stagnan ketika melihat seluruh kamar mandi yang terlihat seperti bangunan yang dihancurkan oleh badai.
Sudut bibir Adam berkedut.
“Sepertinya … aku terlalu berlebihan.”
>> Bersambung.
__ADS_1