
Setelah menghabiskan waktu lebih dari satu minggu untuk bolak-balik mengajar keempat bawahan baru, Adam terkejut dengan permintaan Jennifer dan Bella yang begitu tiba-tiba.
"Sungguh ... kenapa harus toko bunga?"
Adam menatap kedua gadis tersebut dengan ekspresi bingung. Dia tidak bisa tidak menatap ke arah Bella. Merasakan tatapannya, wanita itu berkata.
"Setelah menonton video di internet, Saudari Jennifer ingin belajar menanam bunga, Kak Adam."
Jawaban Bella sangat berbeda dengan apa yang Adam bayangkan. Pemuda itu mengalihkan pandangannya ke arah Jennifer, menatap wanita tersebut dengan ekspresi tidak percaya.
"Kenapa kamu menatapku dengan cara seperti itu, Sayang?"
"Errr ..." Adam mengelak, tidak langsung menatap mata Jennifer. "Aku rasa, itu cukup menyimpang dari karaktermu, Jenn."
"Maksudmu ... aku benar-benar tidak pantas dengan hal-hal feminim semacam itu? Killa, gigit dia!"
Jennifer mendengus marah. Dia buru-buru memerintahkan Husky hitam bermutasi untuk menyerang Adam. Namun, daripada menyerang, makhluk itu malah duduk di depan Adam, menggonggong sambil menggoyang ekornya.
Malah ingin mengajak Adam bermain!
"Cih! Pengkhianat ini ..."
Jennifer mendengus dingin, merasa agak kesal karena hewan peliharaannya benar-benar begitu mudah berpaling.
"Mungkin Kak Adam hanya terkejut, Saudari Jennifer. Jangan marah ..."
Melihat Bella yang menghiburnya, Jennifer memeluk wanita itu sambil berkata.
"Benar. Dibandingkan dengan dua pengkhianat itu ... Bella masih yang paling bisa diandalkan," ucap Jennifer sambil memeluk Bella.
Namun, sebelum drama berlanjut, perubahan mendadak terjadi.
__ADS_1
Entah sejak kapan, sosok ayam berbulu emas muncul di antara mereka. Ayam itu membawa mangkuk logam dengan paruhnya. Dia meletakkan mangkuk logam di lantai lalu menatap mereka semua dengan tenang. Namun, semua orang bisa membayangkan apa yang dia katakan dari tatapan mata si ayam.
'Bisakah kalian menghentikan drama ini? Tidak bisakah kalian melihat Tuan Nix dan kamerad lain kelaparan?'
Adegan langsung menjadi canggung. Adam pura-pura batuk sebelum berkata.
"Aku akan memberi mereka makan. Kalian berdua bersiap, kita akan pergi ke toko bunga setelah itu."
***
Dua jam kemudian, di salah satu toko bunga barat Kota B.
Jangan tanya, bukan karena memberi makan para Spirit Beast yang lama. Sebaliknya, semua orang pasti tahu, betapa cepatnya para gadis berdandan sebelum keluar rumah.
Alasan kenapa Adam memilih toko ini tentu bukan karena toko bunga tersebut adalah toko bunga paling besar di Kota B. Sebaliknya, ukurannya hanya bisa dianggap sedang. Namun, toko bunga tersebut terkenal karena keragaman dan juga kualitas bunga yang baik.
Selain itu, Adam merasa lebih santai di area barat Kota B. Lagipula, bisa dibilang area barat Kota B hampir menjadi situs, atau tempat kekuasaannya sendiri. Ya ... meski hanya dalam bayang-bayang dan tidak terungkap secara resmi.
Masuk ke dalam toko, Jennifer tampak senang ketika melihat banyak bunga warna-warni.
"Selamat datang," ucap penjaga toko yang merupakan wanita paruh baya berambut pirang.
Adam dan Bella juga ikut masuk. Meski tidak mengucapkan sepatah kata, jelas Bella juga tampak cukup bersemangat.
Adam mengangguk ke penjaga toko. Dia mendekati wanita paruh baya itu sebelum bertanya.
"Apakah di sini juga menjual bibit?"
"Eh?"
Wanita paruh baya itu tampak terkejut. Namun setelah beberapa saat, dia langsung menyesuaikan mentalnya lalu menjawab.
__ADS_1
"Ada, tetapi tidak semua bunga yang dijual oleh kami dibudidayakan sendiri. Jadi, bisa dibilang bunga tidak terlalu lengkap. Tentu ... masih banyak spesies bunga, khususnya yang populer."
Melihat penampilan Adam, wanita tersebut tahu kalau pria di depannya sama sekali tidak kekurangan uang.
"Jadi, kalian ingin membeli apa, Jennifer? Bella?"
Bukannya langsung menjawab, Jennifer malah balik bertanya.
"Sayang ... jika kami bunga, menurutmu, kami akan menjadi bunga apa?"
"..."
Pertanyaan acak itu membuat Adam mengerutkan keningnya. Pemuda itu benar-benar tidak terlalu menyukai hal semacam itu. Namun, dia masih memikirkannya secara baik-baik.
"Bella, aku rasa dia cocok dengan bunga krisan putih. Krisan, atau terkadang disebut Kiku menggambarkan kesucian, kesedihan, dan kebenaran. Mungkin bukan bunga yang terbaik, tetapi itu juga mewakili apa yang pernah Bella alami.
Sedangkan kamu, Jennifer ... aku rasa bunga kamelia merah cocok untukmu. Camellia, atau terkadang disebut dengan Tsubaki menggambarkan cinta. Ada juga makna lain, di timur, itu juga memiliki arti kematian terhormat. Tipe yang memperjuangkan apa yang dia ingin perjuangkan dalam hidupnya. Cukup cocok untukmu yang bekerja keras selama ini, kan?"
Adam berkata dengan tenang, membuat kedua gadis itu tersipu. Hanya saja, dia tidak mengungkapkan semua pengetahuannya.
Tentu saja, tidak hanya sisi positif, terkadang ada hal negatif yang menyangkut tentang bunga tersebut. Seperti bunga krisan, biasanya digunakan untuk pemakaman. Sedangkan camellia, jika dihadiahkan kepada orang yang tertimpa musibah ... itu seperti menyumpahi orang tersebut agar mati. Lagipula, camellia merah juga terkenal karena suka memenggal kepalanya sendiri.
Tentu ... Adam tidak akan merusak pembicaraan mereka dengan menjelaskan terlalu banyak.
"Sepertinya Tuan Muda ini tidak sederhana," ucap penjaga toko dengan senyum. Tatapannya penuh dengan pujian.
Hanya saja, ketika Adam sedang berbicara dengan mereka bertiga, pintu toko terbuka. Lalu, dua sosok masuk ke dalam.
Setelah melihat mereka berdua, Adam merasa agak terkejut karena ...
Dia tidak menyangka bertemu kedua wanita itu di sini!
__ADS_1
>> Bersambung.