
"Jika kamu bertanya apa yang aku lakukan ... apakah kamu akan percaya jika aku bilang hanya mampir untuk melihat?"
Adam menatap ke arah Leena dengan eskpresi santai di wajahnya. Tentu saja, tidak tampak karena terhalang oleh topengnya.
"Apakah kamu juga ingin menggali sudut Guild yang aku pimpin? Atau, kamu ingin mengejek kami karena turun ke peringkat paling buruk di Aliansi Enam Daerah?"
"Aliansi apa?"
Adam memiringkan kepalanya ketika memandang ke arah Leena.
"Jangan pura-pura tidak tahu! Jelas, Guild dari enam daerah dikumpulkan di Kota D karena dibentuknya aliansi.
Pihak atas menyuruh kita untuk saling bersaing untuk membangun Guild dan memperebutkan sumber daya dari pihak pemerintah!"
"..."
Adam diam di tempatnya. Pemuda itu tidak terlalu sering berhubungan dengan orang-orang dari pemerintahan. Dia menyerahkan semuanya kepada James, jadi apa yang dilakukannya adalah melatih bawahannya dan memimpin mereka dalam menyelesaikan tugas.
Lagipula, Adam juga mengambil banyak hal baik ketika melakukan tugas. Oleh karena itu, dia sama sekali tidak terlalu peduli dengan apa yang disebut sebagai sumber daya dari pihak pemerintahan.
Sejak awal, Guild Dark Wings sudah mandiri sama dengan Guild Crimson Phoenix (Kota D) dan Guild White Guardian (Kota F). Sama sekali tidak terlalu bergantung kepada pemerintahan untuk meningkatkan kemampuannya mereka.
Hanya saja, Guild Dark Wings masih kalah dengan dua Guild tersebut dalam segi kuantitas anggota dan keuangan. Penyebabnya tentu adalah perusahaan di belakang kedua Guild mereka. Juga dukungan keluarga yang telah berada dalam pemerintahan dan bisa membuat jalan mereka lebih lancar.
Kesimpulannya, Adam sama sekali tidak terlalu terikat dan dia juga hampir mengabaikan beberapa hal yang berhubungan dengan pemerintahan kecuali benar-benar sangat penting.
"Lupakan saja pertanyaanku sebelumnya." Adam mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh. "Aku sama sekali tidak berniat menggali sudut Guild ini. Lagipula, selain tidak terlalu banyak dana ... tidak ada dari mereka yang memiliki kemampuan cocok untukku."
"Apakah kamu hanya datang untuk mengejek Guild kami?"
"Tentu saja tidak."
"Lalu—"
"Bisakah kamu tidak terlalu emosional, E-001?"
"Jangan panggil aku dengan kode! Aku bukan barang! Panggil aku Leena!"
"..."
Melihat Leena yang begitu pemarah, Adam langsung mengalihkan pandangannya ke arah sosok gadis pendek dengan jaket hoodie kebesaran. Namun pandangan pemuda itu sempat terhenti sejenak ketika melewati dada Rea.
'Begitu besar?'
__ADS_1
Adam sedikit terkejut. Lagipula, ukurannya besar sampai jaket kebesaran itu tidak mampu menyembunyikan sosoknya. Belum lagi, ukurannya yang besar tidak cocok dengan tubuh pendek gadis tersebut.
"Berhenti menatap dada Rea! Kalian laki-laki benar-benar sangat kasar!"
Mendengar seruan Leena, Adam pura-pura tidak melakukan kesalahan. Sementara Rea langsung menundukkan kepalanya, tampak sangat malu.
Setelah beberapa saat, Adam tampak terkejut.
"Mungkinkah gadis itu adalah pemilik kemampuan telepati?"
"Haha! Kamu baru sadar? Kamu bilang tidak ada yang menarik perhatianmu, kan?"
"Ya ..." Adam mengangguk. "Jujur saja, aku bingung kenapa dia tidak digali oleh pihak lain. Rea, kan? Bagaimana kalau ikut bersamaku ke Kota B? Meski tidak sebaik Kota D atau Kota F yang berani membayar banyak ... dalam segi kekuatan, pasti akan ada banyak perkembangan. Jadi kamu tidak perlu takut diganggu oleh orang-orang dari pemerintahan."
"..."
Mendengar ajakan Adam yang tiba-tiba, Rea terkejut. Dia melirik lelaki bertopeng merah yang menatapnya dengan ekspresi serius di wajahnya.
Pada saat itu, teriakan Leena terdengar di seluruh bangunan.
"Kamu lebih parah dari orang itu, Blood Owl! Kamu bahkan mencoba menarik anggota Guild ini di depan ketuanya!"
"Apakah aku perlu melakukan trik atau semacamnya? Aku hanya merasa telepati gadis itu sangat berguna dalam menjalankan misi, jadi aku mengajaknya. Apakah itu salah?"
"..."
Memanfaatkan kesempatan yang ada, sehingga mereka akan mendapatkan posisi kokoh ketika undang-undang dibuat."
"..."
Mendengar ucapan Adam, Leena terdiam. Wanita itu tidak bisa menyangkal. Dia hanya bisa menggigit bibirnya dengan ekspresi kesal.
"Maaf, Tuan Blood Owl. Saya ... saya tidak akan meninggalkan Guild ini dan terus mengikuti Ketua."
Adam menatap ke arah Rea yang pemalu berusaha memberikan jawaban tegas. Melihat tekad di mata gadis itu, dia mengangguk ringan.
"Itu agak mengecewakan, tapi aku sudah menduganya karena kamu telah menolak undangan Guild lain. Ya ... tidak apa-apa.
Sebenarnya, aku datang ke sini untuk hal lain."
Mengetahui kalau Adam sejak awal hanya bermain-main dengannya, Leena tampak kesal. Dia menatap ke arah lelaki bertopeng itu dengan ekspresi tidak puas sebelum bertanya.
"Lalu apa yang kamu inginkan, Blood Owl?"
__ADS_1
"Kerjasama."
"Kerjasama???"
Leena dan Rea bertanya bersamaan.
"Iya."
"Kerjasama seperti apa? Aku rasa, kalian, Guild Dark Wings tidak memerlukan banyak bantuan dari kami."
"Kamu salah, Gummy Girl."
"Berhenti memanggilku seperti itu!"
"Tidak seperti Daerah B, Daerah E memiliki dua kota cukup besar dan cukup berdekatan. Satu kota memiliki pantai indah sebagai objek wisata. Sementara yang lainnya memiliki pelabuhan.
Di tempat seperti itu, pasti akan ada penyelundupan, kan?"
"Maksudmu—"
"Kita sudah diberi senjata api oleh pihak pemerintahan. Namun aku merasa, jumlah pelurunya kurang. Jadi aku ingin membeli dari kalian."
"Kamu gila, Blood Owl?! Kamu bilang, kamu ingin membeli barang yang seharusnya menjadi bukti? Jika tertangkap, apakah kamu tahu apa yang akan terjadi?"
Leena langsung berbisik dengan dingin. Dia merasa kalau akan menjadi berbahaya jika sampai anggota lain mendengar pembicaraan mereka.
"Jangan munafik, Leena. Aku tahu kamu membutuhkan uang. Sedangkan aku membutuhkan sarana untuk mendapatkan benda itu.
Kita bisa menjalin kerjasama dan saling menguntungkan."
Sebenarnya, dengan kemampuan Adam dan kelompok Wings of Freedom yang berisi anak-anak kaya, dia bisa membeli sejumlah besar peluru.
Lagipula, kelompok itu telah berkembang lebih baik dan lebih besar sekarang.
Hanya saja, Adam tahu kalau mereka terlalu bergantung kepada orang tua mereka. Jadi meski tampak aman, dia masih menjauhi transaksi dengan mereka. Itu karena, Adam yakin kalau pemerintahan mungkin bisa melacak peluru tersebut.
Tidak akan didenda atau ditangkap, karena Adam juga tahu seberapa busuk mereka. Namun ...
Dia tidak ingin identitasnya terungkap begitu cepat sebelum dirinya menjadi kuat untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang yang dia sayangi!
Akhirnya, Adam memutuskan untuk mencari solusi lain. Yaitu tetap membeli peluru, tetapi dengan jalur lain dimana dirinya tetap menjadi Blood Owl ketika harus membeli peluru.
Menatap ke arah Leena yang bimbang, Adam bertanya.
__ADS_1
"Jadi ... bagaimana menurutmu, Leena?"
>> Bersambung.