Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Bodoh Tetapi Baik


__ADS_3

Tiga hari setelah membuat kontrak dengan Adam.


Dalam ruang kerja Adam, sosok Brock duduk di kursi dengan ekspresi rumit. Sebagai subjek di bawah Adam karena Blood Contract, dia tidak lagi bisa menyembunyikan semuanya.


"Jadi ... kamu bingung karena kamu sebenarnya adalah pemilik kemampuan khusus, Brock?"


"En."


Brock mengangguk dengan ekspresi berat. Menatap ke arah Adam dengan ekspresi rumit, dia akhirnya melanjutkan.


"Saya tidak tahu apakah beberapa hal yang anda lakukan itu karena anda Kultivator atau karena anda juga seorang pemilik kemampuan khusus, Ketua.


Hanya saja, saya takut dengan kekuatan saya sendiri. Seperti yang saya katakan sebelumnya, sekali saya mengamuk, saya benar-benar kehilangan kesadaran dan lupa dengan apa yang telah saya perbuat.".


'Sedikit mirip Carole. Namun sebagai ganti meminum alkohol, kekuatan Brock bertambah ketika marah. Tampaknya itu juga kurang tepat.'


Adam mengelus dagu. Melihat sosok Brock, dia berkata dengan nada tenang.


"Kenapa aku belum pernah melihat kamu menggunakan kekuatan itu?"


"Itu ..." Brock tampak ragu.


"Kamu perlu mengaktifkannya sendiri, tetapi kamu sangat takut untuk melakukannya, kan? Itu sebabnya, bahkan jika kamu dipukuli habis-habisan, kamu tidak menggunakan kekuatan tersebut.


Jujur saja, aku penasaran dengan apa yang pernah kamu alami. Namun, aku tidak akan menanyakannya atau membuatmu mengatakannya secara paksa."


Brock mengangguk. Pria itu tampak lega. Namun saat itu, suara Adam kembali terdengar.


"Hanya saja, jika kamu ingin kuat lebih cepat, kamu harus belajar menggunakan kekuatan itu, Brock."


"Anda tidak tahu rasanya, Ketua. Aku ... Aku telah membunuh kedua orang tuaku dengan tangan ini!"


Brock menatap ke arah kedua tangannya yang gemetar. Melihat itu, Adam sedikit terkejut. Namun pemuda itu juga segera membalas.


"Tentu saja,  aku tidak memaksamu. Namun, jika kamu perlu bantuan, kamu bisa datang kepadaku."


"Terima kasih, Ketua."


Mendengar itu, Adam menggelengkan kepalanya.


"Itu tugasku."


***


"Sepertinya tidak ada cara lain."

__ADS_1


Brock yang hendak maju sedikit gemetar. Kesadarannya hendak memudar. Namun, saat itu dia langsung mengeluarkan sebuah pil berwarna merah darah dengan pola aneh.


Sejak kemampuannya diketahui oleh Adam, Brock beberapa kali memberanikan diri untuk mencoba menggunakannya. Selain itu, ketua dari Wings of Freedom tersebut telah membuatkan dirinya sebuah pil khusus.


Pil tersebut sangat sulit dibuat dan bahan untuk membuatnya sangat jarang. Akan tetapi, pil tersebut memiliki efek cukup baik yaitu menjaga kewarasannya hingga 3 menit. Yang berarti, Brock bisa menggunakan mode Berserk tanpa memengaruhi pikirannya atau kehilangan kendali dalam waktu tersebut.


Sebenarnya, Brock juga beberapa kali berlatih. Hanya saja, dia hanya bisa mempertahankan kesadarannya dan kewarasannya hanya sesaat.


Melemparkannya pil tersebut ke dalam mulutnya lalu menelannya, Brock berpikir.


'Mari kita selesaikan dalam tiga menit.'


Brock tidak lagi menahan diri. Pria itu mengeluarkan segala yang dia punya. Tubuhnya kembali membengkak, pria yang sebelumnya memiliki tinggi hampir dua meter, sekarang tumbuh tinggi hampir dua setengah meter. Tubuhnya dipenuhi otot, agak mirip dengan superhero tertentu, tetapi tubuhnya tidak hijau.


Melirik ke arah Lefitto dan Raitto, Brock langsung bergegas maju.


Rooaarr!


Pria itu mengaum dengan ganas. Bahkan dengan tubuhnya yang besar, dia memiliki kecepatan luar biasa. Sampai di dekat Lefitto, Brock langsung mengayunkan tinjunya.


BRUAK!


Lefitto langsung menangkis dengan tombak di depan tubuhnya, tetapi dia masih terpental beberapa meter.


Raitto yang melihat hal tersebut langsung bergegas ke belakang Brock dan menikamnya dengan kejam. Pria bertubuh besar itu mencoba menghindar, tetapi masih terkena tikaman tombak di pinggang kirinya.


BRUAK!


Sosok Raitto langsung dihantam tepat di kepala. Pria kurus itu langsung terpental nyaris lima meter sebelum jatuh seperti layangan yang putus talinya. Jatuh ke lantai dengan wajah penuh darah, pria itu berhenti bergerak.


'Dua menit.'


Pikir Brock yang memperkirakan sisa waktu. Dia kemudian menarik tombak yang menancap di pinggang kirinya. Pria kekar itu mematahkan tombak lalu membuangnya dengan ekspresi datar.


"RAITTO!!!"


Lefitto yang melihat kondisi Raitto dari kejauhan tampak terkejut. Dia langsung meraung marah.


"KAMU BERISIK, LEFITTO!"


Raitto yang berbaring tengkurap di lantai dengan wajah bersimbah darah tiba-tiba berteriak. Dia kemudian bangkit dengan sempoyongan. Menggelengkan kepalanya, dia kembali berbicara.


"Pria besar itu memiliki kekuatan sama dengan kita, jadi tidak ada pilihan lain, Lefitto."


Di kejauhan, Lefitto mengangguk.

__ADS_1


"Kamu benar, Raitto."


Setelah mengatakan itu, Raitto langsung memasang kuda-kuda karate. Kedua tangannya dilapisi dengan energi hijau cerah. Bukan hanya dia, Lefitto juga tampak lebih serius. Tombak di tangannya juga diselimuti oleh energi hijau.


'Satu menit.'


Memperkirakan waktu yang tersisa, Brock tampak lebih serius. Dia benar-benar tidak ingin mengambil resiko menjadi gila dan membunuh semua orang di sini termasuk Randy.


Dua lengan tebal dan dipenuhi otot milik Brock tiba-tiba dilapisi energi kuning. Meski tak secerah dan seterang milik kedua saudara kembar, ini adalah sisa energi internal yang dia miliki.


Swoosh!


Sosok Raitto melesat dan muncul di depan Brock. Menanggapi pria yang muncul di depannya, Brock langsung mengayunkan tinjunya dengan ganas.


Raitto langsung menyilangkan lengannya. Tinju besar menghantamnya dengan keras, tetapi dia masih menggertakkan gigi dan menahannya tanpa terpental ke belakang.


Saat itu juga, Lefitto muncul di sisi Brock. Ketika pria besar itu lengah, dia langsung mengayunkan tombaknya secara diagonal dengan kejam.


Slash!


Sebuah luka besar muncul dari pundak kiri sampai ke perut bagian kanan Brock. Menahan rasa sakitnya, dia langsung menangkap tombak Lefitto dengan tangan kiri. Menarik kembali tangan kanannya, dia langsung memukul keras dada Lefitto.


BRUAK!!!


Lefitto langsung ditinju sampai terbang. Menabrak dinding dengan keras. Ketika dia terjatuh, pria itu langsung memuntahkan beberapa teguk darah sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


Brock langsung membuang tombak dari tangan kirinya. Setelah itu, dia langsung memukul berkali-kali ke arah Raitto yang dalam posisi bertahan.


Mungkin karena besar tinju dan kekuatannya, Raitto yang kewalahan tak lagi bisa menahannya. Kedua tangannya terbuka, saat itu juga Brock langsung melakukan upper cut.


BRUAK!!!


Dipukul keras, Raitto terhempas dua meter ke atas sampai akhirnya juga jatuh tak sadarkan diri. Dipukul tepat di dada dan dagu, Brock tidak tahu apakah mereka masih hidup atau telah mati.


Dengan tangan kanannya masih mengepal dan terangkat tinggi, tubuh Brock mulai mengempis, kembali ke ukuran semula. Wajah Brock yang biasanya tampak konyol menunjukkan senyum tulus. Itu karena,


Kali ini dia bisa menang dan melindungi sahabatnya!


BRUK!


Brock jatuh berlutut. Tubuhnya tampak merah, bahkan sedikit mengeluarkan uap. Pria besar itu memuntahkan beberapa suap darah.


Setelah menyeka darah di bibirnya, dia menoleh ke arah Randy yang bersandar di dinding sambil menghentikan pendarahan di perutnya.


Memiliki ekspresi konyol di wajahnya, Brock tersenyum naif sambil mengangkat jempolnya.

__ADS_1


Pertandingan ini, masih dimenangkan oleh perwakilan dari Wings of Freedom!


>> Bersambung.


__ADS_2