Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Selama Ini Dibodohi!


__ADS_3

Untuk yang baca NYPP dan ternyata Author salah upload chapter, kalian bisa baca ulang karena udah dibenerin.


---


Malam harinya.


"Setiap kali menaiki tangga ini, aku benar-benar merasa kalau hidupku banyak berubah."


Adam bergumam pelan ketika dia berjalan perlahan menaiki tangga menuju ke lokasi SMA Blue Rose berada. Pemuda itu merasa bernostalgia, padahal belum lama ini dia sudah datang ke sini.


Sampai di depan gerbang yang begitu familiar, Adam tidak bisa tidak menghela napas panjang.


Pemuda itu berjalan santai melewati halaman depan yang ditumbuhi oleh banyak rumput tinggi. Dia terus berjalan menuju ke depan bangunan gedung olahraga.


Melihat vas yang dipenuhi dengan bunga mawar putih, Adam kemudian berkata.


"Bukankah sudah waktunya untuk keluar, Guren?"


Teng! Teng! Teng!


Suara lonceng berbunyi. Kabut putih mulai menutupi area sekolah.


Adam menatap sekeliling dengan ekspresi tak acuh. Pemuda itu tampaknya sudah terbiasanya dengan hal tersebut setelah mengalaminya sekali.


Ribuan kelopak merah terbang dihembuskan oleh angin. Pada saat itu juga sosok wanita cantik mengenakan gaun merah darah muncul di depan Adam.


"Kamu benar-benar telah menepati janjimu, Adam."


Menatap sosok Adam, Guren tersenyum lembut.


"Ya ... aku memang menepati janjiku. Namun ..."

__ADS_1


Adam melemparkan kertas koran dan majalah berisi berita tentang penangkapan dan hukuman Darwin ke lantai di depan Guren. Pemuda itu kemudian menatap ke arah sosok cantik itu dengan ekspresi dingin. Katana merah langsung muncul di tangan kanannya.


"Bukankah kamu harus menjelaskan semuanya, Guren?"


"Apa maksudmu, Adam?"


Guren memiringkan kepalanya. Menatap ke arah Adam dengan senyum lembut, matanya tampak polos dan tidak bersalah.


Swoosh! Klang!


Adam langsung bergegas maju dan membuat gerakan menebas. Namun bukannya menghindar, Guren menangkis pedang tersebut dengan jari-jarinya yang tampak ramping, tetapi ternyata sekuat baja.


"Jangan main-main denganku, Guren!"


Swoosh! Klang! Klang! Klang!


Sosok Adam dan Guren menghilang dan muncul. Bilah tajam katana dan jari-jari tangan Guren terus bertabrakan. Percikan api tercipta karenanya.


"Cih! Memangnya semua orang sebodoh yang kamu pikirkan!"


Katana Adam tiba-tiba dilapisi dengan energi merah. Pemuda itu langsung membuat gerakan berputar dengan cepat.


"Summer Sword ... Gerakan ketiga!"


Menghadapi beberapa bilah api berbentuk bulan sabit mengarah kepada dirinya, Guren mengulurkan tangan kanannya. Ratusan kelopak bunga merah berputar di depan tangan, membuat sebuah perisai bunga yang terus berputar dan tampak indah.


Blarr!


Ledakan tercipta ketika beberapa bilah api bertabrakan dengan perisai bunga. Melihat bunga-bunga terbakar menjadi abu, ekspresi Guren tampak menjadi lebih serius.


"Benar-benar pemuda yang luar biasa," ucap Guren dengan senyum lembut di wajahnya.

__ADS_1


Adam dan Guren saling memandang. Sosok Adam tampak sangat dingin, bahkan juga tampak sedikit kesal.


"Tampaknya kamu benar-benar marah, Adam."


"Tanyakan pada dirimu sendiri. Jika seseorang yang kamu percaya membohongimu ..."


Adam menatap tepat ke mata wanita cantik itu.


"Apakah kamu tidak akan marah?"


Mendengat pertanyaan itu, Guren tersenyum.


"Tentu aku akan marah."


"Tsk!" Adam mendecak tak puas.


"Apakah kamu tidak ingin menanyakan alasan kenapa aku berbohong?"


"Apakah aku harus peduli?" tanya Adam dengan nada sarkasme.


"Tentu saja tidak. Namun ..." Guren memiringkan kepalanya. "Aku tidak sepenuhnya bohong, kan?"


Mendengar itu, Adam tidak bisa tidak mengeluh.


"Kamu memang tidak sepenuhnya bohong. Karena Darwin tertangkap, kamu sudah tidak lagi terbelenggu di tempat ini, tapi ...


Jelas bukan Darwin yang membakar sekolah dan membunuh teman-teman sekelasmu!"


Penjelasan Adam membuat Guren tersenyum. Tersenyum dengan lembut, tetapi juga tampak misterius.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2