Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Zona Legendaris


__ADS_3

Sosok Adam yang masuk ke dalam villa gelap langsung menggunakan skill Shadow Stealth. Awalnya pemuda itu bisa melihat jelas, tetapi setelah menggunakan Shadow Stealth, dia merasa lebih nyaman dan cukup cepat. Benar-benar seperti seekor ikan yang berada dalam air.


“Waktunya bermain, Kyoko.”


Setelah Adam mengatakan itu, sosok makhluk aneh seperti bola hitam keluar dari bayangannya sebelum menghilang ke arah lain.


Ide Adam sebenarnya sederhana, tetapi tidak bisa ditiru oleh orang lain. Dia akan menghilang menggunakan Shadow Stealth lalu mencari di seluruh villa. Sementara itu, Kyoko akan membingungkan orang-orang yang mencari dan menggiring mereka untuk menjauh dari Adam.


Terlihat sederhana, tetapi memang efektif dan tidak mudah ditiru.


Setelah berpisah dari Kyoko, Adam langsung pergi berkeliling. Mencari jalan yang mengarah ke basement.


Dilakukan dengan baik!


Seru Adam dalam hati setelah melihat pintu yang mengarah ke basement. Dengan dengan cepat pergi ke sana. Melihat pintu yang terkunci, pemuda itu dengan ekspresi tak acuh langsung merusaknya.


Pada saat dirinya masuk, Adam melihat sebuah ruangan kecil. Di tengah ruangan ada sebuah ranjang kayu kecil di mana sosok Lei Fan yang berpenampilan acak-acakan dan tampak pucat diikat. Tanpa mengatakan apa-apa, pemuda itu langsung mengeluarkan belati dan memotong tali.


Adam kemudian langsung membawa Lei Fan yang lemah untuk melarikan diri.


Sementara itu, Obi dan yang lainnya sibuk mengejar bayangan Owl. Namun ketika mendengar suara pintu dirusak, ekspresi pria botak itu berubah menjadi buruk.


“Pergi ke basement!”


Setelah mengatakan itu, Obi dan yang lainnya langsung menuju ke basement. Namun, mereka terlambat. Ruangan itu benar-benar kosong. Mengetahui bahwa Adam benar-benar melarikan diri, pria itu menggertakkan gigi.


“Siapa yang sebelumnya bilang melihat bayangan Blood Owl?!”


Mendengar pertanyaan Obi, para petugas langsung menjauh dari salah satu orang dan menatapnya dalam diam.


“S-Saya benar-benar melihat bayangan Blood Owl, Pak! Saya-”


Tanpa mengucap sepatah kata, Obi langsung mengambil pistol, mengarahkan ke kepala orang itu kemudian menarik pelatuknya.


Setelah itu, Obi menggeram dengan suara penuh kebencian.


“Aku akan mengingat ini … Blood Owl.”


...***...


Sementara itu, Adam telah keluar dan menjauh dari villa. Kyoko juga sudah kembali kepada dirinya. Tentu saja, pemuda itu masih menggunakan skill Shadow Stealth sampai jarak yang cukup jauh. Menghindari untuk dideteksi.


Adam benar-benar merasa segar. Meski tidak bertarung dengan ganas dan mati-matian, dia merasa senang karena telah menipu sekelompok gangster dan melarikan diri dengan utuh.


Mari lakukan hal semacam ini lagi lain kali …


Setelah memikirkan itu, Adam segera bergegas ke tempat di mana dia dan Lei Na berjanji untuk bertemu.


Beberapa waktu kemudian, Adam sampai di lokasi dan melihat sosok Lei Na berjalan mondar-mandir dengan ekspresi khawatir.

__ADS_1


“Lei Na …”


Mendengar ucapan Adam, Lei Na langsung menoleh. Melihat sosok lelaki bertopeng merah yang menggendong Lei Fan, dia buru-buru menghampirinya. Gadis itu merasa sangat senang sekaligus sedih. Dia senang karena kakaknya selamat, tetapi juga sedih setelah melihat penampilan kakaknya.


“Senior Owl, terima kasih banyak karena-”


“Lupakan rasa terima kasih itu, kita harus segera pergi dari sini.”


Setelah itu, Adam membawa Lei Fan pergi menuju ke tempat Clara akan menunggu. Lei Na hanya diam dan terus mengikuti.


Sampai di tempat Clara menunggu, Adam melihat sosok gadis pirang itu keluar dari mobil dan menyambut mereka.


“Syukurlah kalian-”


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Adam yang menghampirinya langsung memukul bagian belakang leher gadis itu dan membuatnya pingsan.


“Senior Owl, apa yang kamu lakukan? Nona Clara-”


“Diam dan bawa dia ke kursi belakang.”


Menuruti perkataan Adam, Lei Na membawa Clara yang tak sadarkan diri ke kursi belakang mobil lalu keduanya masuk ke dalam mobil. Adam menyetir sementara Lei Na yang bingung duduk di kursi co-pilot.


Dalam perjalanan kembali, Lei Na tidak bisa tidak bertanya kepada Adam.


“Kenapa anda membuat Nona Clara pingsan, Senior Owl?”


“Eh? Tidak mungkin! Nona Clara-”


“Alibinya sama sekali tidak sempurna. Jika memang dia diselamatkan polisi, waktunya terlalu pas dan mirip dengan keajaiban.


Selain itu, Clara seharusnya hanya menerima luka tembak. Namun aku melihat luka sayatan di tangan kirinya. Gadis itu juga tampak terkejut ketika melihat kembali. Jadi daripada mengulur waktu, aku memilih untuk memukulnya terlebih dahulu dan menginterogasinya nanti.”


“Jadi … itu alasan kenapa anda membahas strategi ketika dalam perjalanan berangkat? Hanya untuk menipu dan membuat strategi lain?”


“Kalau tidak?”


“...”


Lei Na terdiam. Dia tidak menyangka sosok Owl yang benar-benar dikagumi kakaknya itu sangat berhati-hati. Selain itu, sosok bertopeng merah itu memang sangat cerdas dan tidak mudah ditipu.


Mungkinkah aku yang sebenarnya mudah ditipu?


Lei Na memiringkan kepalanya, tampak agak linglung. Menggelengkan kepalanya, wanita itu percaya bahwa dirinya tidak sebodoh itu.


“Apakah itu benar-benar dirimu … Lei Na?”


Suara serak terdengar dari kursi belakang mobil. Lei Na kemudian menoleh ke belakang, melihat Lei Fan yang menatapnya dengan ekspresi pucat.


“Fan Ge! K-Kamu akhirnya bangun … Fan Ge!”

__ADS_1


“Di mana ini?” gumam Lei Fan. “Apakah aku sudah mati? Apakah aku bermimpi?”


Melihat sosok Lei Na yang menatapnya dengan wajah berlinang air mata, Lei Fan tampak bingung. Dia merasa sangat lemah, pandangannya cukup buram. Seluruh tubuhnya benar-benar terasa amat sakit.


Merasakan tangan lembut yang meraih tangannya, Lei Fan menggenggam erat tangan itu sebelum menghela napas berat.


“Maafkan aku, Lei Na. Dulu aku berjanji untuk menjadi Kultivator hebat dan melindungimu. Namun sekarang malah menjadi sebaliknya. Bukan hanya kamu melebihi diriku … aku bahkan tertangkap para Kultivator Jahat setelah turun dari gunung.”


“Kamu akan baik-baik saja, Fan Ge! Kita akan segera pergi ke Rumah Sakit.”


“Lupakan.” Lei Fan menggeleng ringan. “Sepertinya aku sudah sampai batasnya …”


“Fan Ge …” gumam Lei Na sambil terisak.


“Apakah kamu tahu, Lei Na? Aku, kamu, dan beberapa junior diambil serta dibesarkan oleh Guru sebagai anak angkat.”


“En.” Sambil terisak, Lei Na mengangguk.


“Sejujurnya. Sedari dulu aku sangat menyayangimu, Lei Na! Aku … aku benar-benar ingin selalu bersama denganmu!” ucap Lei Fan dengan nada serak.


“Aku juga, Fan Ge! Aku ingin selalu bersama Fan Ge! Tidak peduli bagaimana yang lain menilaimu, Fan Ge adalah kakak terbaikku!”


“...”


Mendengar ucapan Lei Na, Adam yang menyetir tertegun dan nyaris menabrak pembatas jalan. Mengusap keringat dingin di dahinya, pemuda itu benar-benar terkejut sampai kedalaman hatinya.


Bukan hanya friend-zone? Apakah ini brother-zone yang legendaris?


Bukan hanya Adam, Lei Fan yang mengaku benar-benar terkejut dengan jawaban Lei Na. Dia benar-benar seperti sedang terkena critical strike.


“Lei Na, aku-”


“Cukup!” Adam langsung menyela.


Mengabaikan Lei Na dan Lei Fan yang terkejut, dia langsung menjelaskan dengan nada tak acuh.


“Kamu telah menelan pil penyembuhan yang aku berikan. Jika memperhatikan, kamu pasti bisa merasakan bahwa tubuhmu semakin membaik meski perlahan.


Setelah operasi untuk mengangkat peluru dan mengobati luka-luka lain, kamu hanya perlu beristirahat penuh dan meminum pil gizi sementara waktu. Pada akhirnya kamu akan sembuh total seperti biasanya.”


Mendengar ucapan Adam, Lei Na dan Lei Fan tertegun. Sementara itu, pemuda bertopeng merah itu hanya bisa mengeluh dalam hati.


Jika diteruskan, bukankah ini akan menjadi drama tv dengan ost yang diulang-ulang dan menjengkelkan? Apa judulnya?


Cinta Saudara Tiri Yang Tak Tercapai dan Tak Dimengerti?


Lupakan! Aku bahkan tidak ingin melihat judul panjang yang merusak pemandangan!


>> Bersandar.

__ADS_1


__ADS_2