
Amy yang datang bersama dengan Adam langsung melirik ke arah pemuda itu.
"Dari lima tamu yang diundang ke Kota D, Cabang Kota C dan Kota E datang paling awal. Setelah beberapa waktu, Cabang Kota G datang.
Karena kalian Cabang Kota B datang, berarti kita tinggal menunggu orang-orang dari Cabang Kota F."
Kota G ...
Pada saat memikirkan itu, Adam melihat ke arah empat sosok yang menggunakan pakaian tradisional. Meski warna dan bentuk berbeda, masih cukup mirip dengan milik Lei Fan dan Lei Na.
Melihat sosok lelaki paruh baya, seorang lelaki dan seorang perempuan seusia dengan dirinya, serta gadis yang kira-kira masih berada di usia anak SMP ... mata Adam menyempit.
"Seperti dugaan anda, mereka juga Kultivator." Amy berkata dengan santai.
"Jadi begitu ..."
Adam mengangguk ringan. Melihat ke sekeliling, dia merasa agak iri. Lantai 58 yang luas ini benar-benar hanya bagian dari kekayaan Cabang Kota D. Yang bisa dibilang begitu keterlaluan jika dibandingkan dengan Cabang Kota B.
"Haruskah aku mengajak kalian berkeliling agar terbiasa? Atau kalian ingin beristirahat?
Jika kalian ingin beristirahat, kalian bebas memilih tempat mana saja di lantai ini. Kami juga tidak melarang kalian berinteraksi dengan Cabang Kota lainnya."
"Kalau begitu kami akan beristirahat sambil menunggu orang-orang dari Cabang Kota F datang."
Mendengar ucapan Adam, Amy agak terkejut. Namun dia masih mengangguk secara profesional.
"Baik."
Setelah itu, Adam dan rekan-rekannya memilih untuk duduk di sofa bagian pinggir, di mana mereka bisa melihat pemandangan kota dari balik lapisan kaca.
Pada saat melewati dua kelompok, Adam dan lainnya juga mengangguk sebagai sapaan formal. Seperti kelompok dari Kota B, tampaknya yang lainnya juga tidak ingin terlalu ikut campur. Benar-benar mengurus urusan mereka masing-masing.
Adam duduk di sofa sambil memejamkan matanya. Merasakan energi di sekitar yang cukup padat, pemuda itu sedikit mengangguk.
Tampaknya tidak hanya di tempat yang penuh dengan vitalitas alam. Namun di tempat tinggi pun ... ternyata cukup banyak energi Qi.
Hanya saja ... ini lebih ke tipe udara?
Memikirkan itu, Adam tanpa sadar mengangguk. Pada saat itu, dia mendengar suara langkah kaki mendekat. Ketika membuka mata, pemuda itu melihat beberapa orang yang datang bersama untuk menghampiri dirinya.
Mereka dipimpin oleh lelaki dengan usia kira-kira 28 tahun. Dia memiliki tubuh bak binaragawan. Rambut emas milik pria itu dipotong begitu rapi ... ya, bahkan nyaris botak.
"Ada yang bisa aku bantu?"
Adam masih bertanya dengan nada cukup sopan. Setidaknya, menurutnya langsung.
"Saya telah mendengar nama anda berkali, Mr Owl. Anda benar-benar luar biasa.
Perkenalkan, nama saya Rocky, pemilik kemampuan pengerasan kulit. Mengubahnya menjadi mirip atau bahkan sama dengan batu."
Masih tenang, Adam menjabat tangan Rocky yang terulur lalu menjawab dengan nada tenang.
__ADS_1
"Owl, Kultivator."
Mendengar perkenalan singkat Adam membuat orang-orang yang mendengarnya merasa baru. Rocky sendiri tampak tidak keberatan.
"Duduk." Adam mempersilahkan. "Apakah ada yang perlu kamu bicarakan denganku, Mr Rocky?"
Duduk di sofa yang berseberangan dengan Adam, Rocky mengangguk. Menarik napas dalam-dalam, pria itu kemudian berkata dengan nada serius.
"Saya akan bicara tanpa basa-basi, Mr Owl. Apakah anda ... benar-benar mendapatkan kontrak yang berbeda dari personel Departemen Misteri lainnya?"
"..."
Pertanyaan tersebut langsung membuat para pendengarnya menjadi terkejut. Untuk membahas masalah yang menyangkut hal semacam itu ... bisa dianggap sangat tidak sopan.
Pada awalnya, Adam mengerutkan kening. Namun saat melihat ekspresi serius Rocky, dia tahu kalau pertanyaan tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan penghinaan atau semacamnya.
Adam sendiri tahu bahwa kontrak yang dia tandatangani tersebut pasti cepat atau lambat akan diketahui anggota Departemen Misteri lainnya, menarik rasa iri dari mereka.
"Memang." Adam mengangguk.
"Aku dengar ... upah per bulan anda beberapa kali lipat dari kami?"
"..."
Ini ... masalah uang?
Adam menghela napas panjang. Dibandingkan dengan masalah uang, dia lebih memperhatikan dan peduli masalah kontraknya yang dianggap netral. Di mana dia memang bekerjasama dengan pihak Departemen Misteri, tetapi tidak perlu mengikuti instruksi dan tidak dapat diatur.
Melihat ke arah Rocky yang menatapnya dengan ekspresi penuh harap, Adam sekali lagi mengangguk.
"Memang. Kamu sama sekali tidak salah."
"Lalu ... bisakah anda mengatakan kenapa anda bisa mendapatkan kontrak yang lebih baik daripada kami?"
"Bukankah itu sudah dibahas? Sepertinya karena rank individu.
Seperti yang kita ketahui, ada rank AA, A, B, dan C. Selain karena kekuatan individu tersebut, kontrak kemungkinan besar dibuat berdasarkan arah perkembangan ke depannya."
"Jadi begitu ..."
Mendengar jawaban Adam, Rocky mengangguk. Dia menatap sosok lelaki bertopeng merah itu dengan ekspresi serius.
"Jika demikian ... tolong terima tantangan saya, Mr Owl!"
Ucapan Rocky langsung membuat orang-orang di sana menjadi terkejut sekaligus merasa aneh. Bahkan Adam sendiri memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.
"Kenapa kamu menantangku untuk bertarung? Dan kenapa aku harus menerimanya?"
"Karena dengan mengalahkan anda, mungkin orang-orang di atas akan berpikir kalau saya pantas mendapatkan lebih dari ini."
Adam yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kita sedang berada dalam acara pertemuan, tidak perlu sampai ada pertarungan atau semacamnya."
Mendengar ucapan Adam, Rocky tampak ragu. Melihat ke arah pemuda bertopeng merah yang duduk dengan tenang itu, dia tidak bisa tidak bertanya.
"Apakah ... anda takut, Mr Owl?"
Adam yang mendengar itu sama sekali tidak seperti anak kecil yang terprovokasi dan langsung menyerang secara impulsif. Sebaliknya, dia malah menggelengkan kepalanya. Sama sekali tidak terlalu peduli dengan provokasi tersebut.
"Aku—"
"Sepertinya itu menarik! Ayo lakukan itu!"
Sebelum Adam menjawab, suara lelaki menyela dirinya.
Semua orang menoleh ke sumber suara. Ternyata itu adalah sosok lelaki berusia 24 atau 25 tahun yang baru saja keluar dari elevator.
Dia tampaknya adalah lelaki Asia yang memiliki postur tinggi dan agak ramping. Memiliki kulit putih dan rambut pirang tidak alami yang disisir ke belakang. Memakai jas biru tua, jam tangan serta kalung emas. Dilihat sekilas, jelas adalah barang-barang bermerek dengan harga tinggi.
Ketika dirinya muncul, tujuh orang lain mengikuti dirinya. Enam dari mereka tampak begitu tenang dan baik, sementara satunya adalah seorang wanita yang memiliki ekspresi cemberut di wajahnya.
Melihat ekspresi gadis itu, Amy langsung tampak kesal.
"Apa yang terjadi padamu, Beth?"
Gadis yang berjalan bersamaan dengan kelompok tujuh orang itu adalah Bethany, anggota tim 1 dari Departemen Misteri cabang Kota D. Juga merupakan teman dekat Amy.
Amy kemudian menatap lelaki yang memimpin kelompok itu.
"Ketua Departemen Misteri cabang Kota F, Nathan Frazier."
Amy menggertakkan gigi. Dia kemudian menatap ke arah Bethany lalu berbicara dengan ekspresi lebih lembut.
"Kemarilah, Beth. Aku sudah bilang menjemput b-jingan ini sama sekali bukan hal yang baik. Lagipula ... siapa yang akan peduli apakah dia akan datang atau tidak?"
"Kamu masih begitu dingin, Amy." Lelaki bernama Nathan itu menyeringai.
Amy berjalan mendekati pria itu. Ketika tangan kanannya mengepal erat, lapisan hitam dengan kilau seperti logam menyelimuti seluruh lengannya.
Tanpa sepatah kata, Amy langsung mengayunkannya tinjunya ke wajah Nathan.
BANG!
Suara dentuman keras terdengar. Sebuah lapisan barrier (pelindung) biru semi-transparan muncul di sekeliling Nathan. Benar-benar menghentikannya tinju Amy.
Melihat Amy yang mendecak tak puas, Nathan tersenyum.
"Kamu benar-benar tampak lucu ketika marah, Amy."
Adam yang melihat ke arah Nathan dan Amy menyempitkan matanya.
Kekuatan serangan dan pertahanan itu ... tidak buruk juga.
__ADS_1
>> Bersambung.