
Tengah malam, di sebuah pedesaan luar Kota B.
Sosok hitam melintas dari pohon ke pohon lain dengan kecepatan luar biasa. Jika tidak diperhatikan, siapa saja tidak akan sadar jika ada yang telah lewat.
Mengandalkan skill Shadow Stealth dan Commanding Wind and Cloud, Adam bergerak dengan sangat cepat. Sudah cukup lama sejak dia tidak lagi menahan diri.
Berhenti lalu duduk di salah satu cabang pohon, pemuda itu kemudian membuka panel status miliknya.
***
[ Spirit Hunter System ]
Name : Adam Bladefield
Level : Golden Spirit (Low)
Cultivation Technique : Golden Sun and Silver Moon
Battle Skill : Autumn Sword (proficient), Spring Sword (proficient), Summer Sword (proficient), Weapons Art of Bladefield (competent), Martial Art of Bladefield (competent)
Other Skill : Elemental Seal (proficient), Basic Alchemy Art (proficient), Basic Smithing Art (proficient), Scientist (competent), Dance (proficient), Limitless Bladefield (-)
Spirit Beast :
- Black-gold Chicken (Low-Golden)
- Shadow Beast (High-Silver)
- Lesser White Snake (Low-Golden)
- Five Colored Blood Spider (High-Silver)
- Blackrock Tortoise (Low-Golden)
- Blood Fairy (Low-Silver)
Beast Skill :
- Suzaku’s Cry (Gold), Suzaku’s Golden Talons (Gold), Flame Control (Gold)
- Shadow Stealth (Silver), Shadow Clone (Silver)
- Ice Control (Gold), Seiryuu’s Azure Scales (Gold), Commanding Wind and Cloud (Gold)
- Blood Threads (Silver), Anti-VP (Silver)
__ADS_1
- Earth Aura (Gold), Multiple Loads (Gold), Earth Control (Gold)
- Blood Contract (Silver), Blood Chains (Silver)
Items Bag :
...
***
Melihat tidak ada perkembangan di sana kecuali dalam Basic Smithing Art, Adam hanya bisa tersenyum masam.
Untuknya yang sekarang, Adam merasa kesulitan untuk mencari lawan kuat di Kota B. Memang, masih ada beberapa lokasi yang dianggap mengerikan di Kota B, hanya saja dia belum siap menghabiskan banyak waktunya untuk menyelesaikan dan mengungkapkan rangkaian misteri. Lagipula, baru-baru ini dia terlalu sibuk.
Kali ini, Adam datang ke tempat ini untuk melakukan perburuan.
Menurut informasi, akhir-akhir ini ada beberapa warga yang hilang secara misterius di lokasi ini.
Menurut Adam sendiri, kemungkinan besar hal tersebut terjadi karena makhluk bermutasi atau makhluk aneh yang datang dari tempat lain. Itu karena, ketika pencarian sebelumnya, Adam melihat bahwa tidak ada daerah di sekitar Kota B yang mengalami gangguan ketika dia masih di departemen misteri.
Jika tiba-tiba muncul, itu berarti terjadi mutasi atau makhluk itu datang dari tempat lain. Sebenarnya, ada juga kemungkinan lain. Namun, Adam memilih untuk mengesampingkan kemungkinan tersebut, karena itu terlalu kecil.
Jika itu dulu, Adam pasti akan segera pergi ke desa untuk bertanya kepada warga. Sedangkan sekarang, hal tersebut mustahil untuk dilakukan. Lagipula, dia yang sekarang adalah buronan. Sosok yang dianggap berbahaya oleh pihak pemerintahan.
"Ini agak menyebalkan."
Tidak hanya itu, Adam juga mencari lokasi dekat dengan air karena biasanya beberapa makhluk itu suka menyeret korban ke dalam air. Ya ... tentu saja tergantung makhluk apa.
Duduk diam di atas cabang pohon, Adam akhirnya memandangi sungai dengan ekspresi santai. Sudah cukup lama pemuda itu tidak merasa sesantai itu. Namun, dalam waktu singkat, ketenangan itu tiba-tiba terganggu.
Tap ... Tap ... Tap ...
Mendengar suara langkah kaki, Adam menjadi curiga. Dia segera menuju ke sumber suara. Sampai di sana, pemuda itu sedikit terkejut ketika melihat seorang wanita yang menyeret karung kecil. Mata Adam menyempit ketika melihat karung itu penuh darah.
Bukannya langsung menghentikan wanita tersebut, Adam terus mengikutinya dalam diam.
Setelah mengikuti cukup lama, mereka akhirnya sampai ke sebuah hutan kecil dekat reservoir. Di sana, Adam melihat pemandangan yang tidak bisa membuatnya tidak terkejut.
Di sebuah cekungan yang dikelilingi oleh semak, tampak seekor harimau besar. Wanita itu kemudian mendekatinya. Dia membuka karung penuh darah itu lalu menuangkan isinya. Dari dalam, tampak potongan-potongan daging segar.
"Makanlah. Setelah sembuh, kamu harus segera pergi dari tempat ini. Di sini dekat dengan pemukiman penduduk, jadi itu sangat berbahaya bagimu."
Setelah melihat itu, sudut bibir Adam berkedut. Ternyata apa yang dibawa oleh wanita itu adalah daging kambing. Pemuda itu tiba-tiba mengingat Zircon si kura-kura pemalas.
'Jadi, selain aku, masih ada saja orang yang berusaha memelihara hewan semacam itu. Bukankah harimau itu masuk kategori terancam? Itu jelas ilegal!'
__ADS_1
Adam mengeluh dalam hati. Dia pikir dirinya menemukan kasus unik. Pemuda itu awalnya berpikir kalau wanita tadi membawa mayat seseorang untuk diberikan kepada makhluk aneh, ritual pemujaan, atau semacamnya.
Tidak disangka, Adam malah melihat adegan kasih sayang terhadap binatang yang terluka. Bahkan jika itu cukup baik, bagi pemuda tersebut, agak kurang memuaskan.
"Grrrr ..."
Harimau itu tiba-tiba menggeram ke arah gadis tersebut. Hal tersebut membuat Adam merasa aneh.
'Mungkinkah gadis itu akan dimakan?'
Memikirkan itu, Adam menunggu dengan tenang.
"Ada apa denganmu, Teman? Apakah lukamu menjadi lebih parah?"
Melihat harimau yang waspada, gadis itu merasa agak panik. Dia sama sekali tidak takut diserang. Sebaliknya, gadis itu merasa takut sesuatu yang buruk terjadi pada harimau tersebut. Karena baginya, harimau tersebut adalah penyelamatnya.
Adam awalnya menunggu dengan bosan. Namun saat itu, ekspresinya tiba-tiba berubah ketika melihat harimau dalam posisi ancang-ancang untuk menerkam.
Sosok Adam melesat. Dia langsung meraih pinggang gadis itu. Pemuda itu juga menendang harimau itu mundur.
Saat itu, sebuah kepala sebesar ember cat keluar dari semak. Membuka mulutnya yang seperti mangkuk pengorbanan tepat ke tempat gadis itu berdiri sebelumnya.
"Jadi begitu ..."
Melihat ular besar tersebut, Adam mengerutkan keningnya. Jelas, harimau tersebut merasakan ancaman. Jika bukan karena dia cukup berhati-hati, pemuda itu takut kalau gadis tadi digigit sebelum dia merespon.
"Ssshhh ..."
Ular itu mendesis. Melihat ke arah Adam yang menggendong mangsanya, makhluk tersebut tampak marah.
Ular itu melesat ke arah Adam dan hendak menggigitnya. Adam menggendong gadis itu dengan tangan kiri. Dengan tangan kanan bebas, dia langsung menarik katana.
Bergerak cepat seolah sedang menari, cahaya pedang yang dilapisi energi qi murni langsung membuat garis-garis indah dalam gelapnya malam. Beberapa saat kemudian, ular itu terpotong menjadi beberapa bagian.
Adam langsung tertegun di tempatnya. Tanpa sadar, dia langsung menggunakan refleks untuk menyerang balik.
"Ugh ... kenapa aku membunuhnya? Ini terlalu cepat, kan?"
Adam bergumam dengan ekspresi tak berdaya. Musuhnya adalah makhluk di level high-bronze. Menurut niat awal pemuda itu, dia ingin bermain-main sebentar sebelum membunuh makhluk yang membuat kekacauan. Karena sudah lama tak memburu makhluk semacam itu, dia ingin membunuh untuk bersantai.
Hanya saja, siapa sangka Adam menunggu begitu lama hanya untuk membunuh lawannya dalam sekejap mata. Dia menurunkan gadis yang kebingungan itu lalu berjalan ke arah ular dengan ekspresi masam.
Pada saat itu, tiba-tiba muncul dua bayangan yang melewati semak. Ketika keduanya mendarat, situasi langsung menjadi tenang. Dua sosok itu menatap ke arah Adam yang membunuh ular besar dengan tatapan terkejut.
Adam sendiri terkejut karena tidak menyangka bertemu dengan kedua orang itu di sini. Kenalan lama dari Sekte Thunder Fang,
__ADS_1
Lei Fan dan Lei Na!
>> Bersambung.