Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Rintangan Terakhir


__ADS_3

[ Spirit Hunter System ]


Name : Adam Bladefield


Level : Silver Spirit (High)


Cultivation Technique : Golden Sun and Silver Moon


Battle Skill : Autumn Sword (proficient), Spring Sword (proficient)


Other Skill : Elemental Seal (competent), Basic Alchemy Art (competent)


Spirit Beast :


- Black-gold Chicken (High-Silver)


- Shadow Beast (Low-Silver)


- Lesser White Sneak (High-Silver)


- Five Colored Blood Spider (Low-Bronze)


Beast Skill :


- Suzaku’s Cry (Silver), Suzaku’s Golden Talons (Silver)


- Shadow Stealth (Silver), Shadow Clone (Silver)


- Ice Control (Silver), Seiryuu’s Azure Scales (Silver)


- Blood Threads (Bronze)


Items Bag :


...


***


Melihat ke ada panel sistem yang hanya bisa dia lihat, Adam menghela napas panjang. Pemuda itu merasa beruntung karena telah mendapat banyak Spirit Bead.


"Dengan ini, seharusnya aku bisa menaikkan level Shadow Beast dan Five Colored Blood Spider ke level Mid-Silver."


Pemuda itu bergumam pelan, sebelum menggeleng ringan.


Adam kemudian menghela napas lega. Namun di balik semua itu, dia merasa agak lelah. Untuk menembus ke level berikutnya (Gold/Grand Master), pemuda itu harus meningkatkan dua Spirit Beast utama miliknya, yaitu Black Chicken dan Lesser White Snake ke level Gold.

__ADS_1


Tentu saja ... itu akan menjadi lebih berat lagi daripada sebelumnya, di mana Adam hanya perlu menaikkan level Nix untuk bisa menembus kemacetan.


Melihat ke arah tangga menuju lantai dua, Adam tersenyum pahit. Pada akhirnya, pemuda itu hanya bisa menahan rasa lelahnya. Karena dia tahu, dirinya tidak akan bisa meningkatkan levelnya jika berhenti berburu.


"Tampaknya memang tidak bisa beristirahat dan bermalas-malasan," ucap pemuda itu dengan ekspresi santai.


Adam kemudian berjalan menuju ke dalam rumah. Membulatkan tekad, dia berjalan menaiki tangga menuju ke lantai berikutnya. Sosoknya menghilang dalam kegelapan.


Tak! Tak! Tak!


Suara langkah kaki terdengar. Sampai di lantai dua, Adam mengawasi sekitar dengan ekspresi serius. Dia juga memegang erat gagang katana miliknya. Pemuda itu benar-benar sudah bersiap menerima penyergapan atau semacamnya, tapi ...


Sama seperti lantai pertama, sama sekali tidak ada hal aneh. Setidaknya, itu yang Adam rasakan ketika mengamati lantai ke dua dengan serius.


"Mungkinkah hanya dua tempat yang memiliki roh jahat? Namun ..."


Adam mengendus aroma sekitarnya. Meski sama sekali tidak ada bau aneh, dan hanya ada bau tidak sedap normal yang biasanya ada dalam bangunan ditinggalkan ...


Pemuda itu merasakan hal jahat masih ada di dalam rumah tersebut.


"Mungkinkah ... lantai tiga?" gumam Adam dengan ekspresi ragu.


Mengeluarkan sebuah pil dari items bag, Adam memasukkannya dalam mulut tanpa menelannya. Meski sebelumnya sudah meminum pil gizi dan penyembuhan, pemuda itu masih memasukkan satu pil gizi dalam mulut.


Menyiapkan cadangan stamina untuk melawan hal yang mungkin akan terjadi kapan saja.


Melihat tangga menuju ke lantai tiga, mata Adam menyempit.


"Kyoko ..."


Mendengar panggilan Adam, bayangan di bawah kaki pemuda itu bergetar sebelum sosok makhluk seperti bola hitam muncul. Makhluk itu memantul di depan Adam, tampaknya senang telah dipanggil oleh tuannya.


"Gunakan Shadow Clone untuk memeriksa lantai ke tiga."


Mendengar ucapan Adam, sosok Kyoko yang tampak seperti slime hitam itu membelah diri menjadi tiga. Dua di antara mereka langsung bergegas menuju ke tangga. Sedangkan Kyoko yang asli langsung mengambil wujud pomsky dan melompat dalam pelukan Adam.


Awalnya Adam sama sekali tidak berniat menggunakan bantuan dari Spirit Beast miliknya. Hanya saja, pemuda itu merasakan firasat buruk. Jadi untuk berjaga-jaga ... dia akhirnya menyerah untuk melakukan semuanya sendiri.


Pada saat Adam melamun, pemuda itu langsung sadar ketika merasakan tubuh Kyoko tiba-tiba gemetar. Melirik ke arah Kyoko, dia tidak bisa tidak bergumam.


"Jangan bilang ... Shadow Clone milikmu ..."


Melihat Kyoko dalam bentuk pomsky mengangguk, mata Adam menyempit.


Baru beberapa saat naik, dua klon milik Kyoko benar-benar langsung dimusnahkan. Hal itu tentu membuat Adam menjadi lebih cemas.

__ADS_1


Menarik napas dalam-dalam, Adam berpikir. Dia memastikan untuk membuat keputusan paling tepat tanpa keserakahan pada kekuatan atau ketakutan terhadap musuh yang tidak dia ketahui. Pemuda itu kemudian mengembuskan napas panjang.


"Kyoko ... kembali ke bayangan."


Mendengar ucapan Adam, Kyoko tampak enggan. Namun melihat ekspresi serius di wajah pemiliknya, makhluk itu akhirnya melompat ke bawah, berubah menjadi slime hitam. Memantul di lantai beberapa kali sebelum akhirnya menyelam dalam bayangan Adam.


"Menurut pengalaman pemilik-pemilik rumah sebelumnya, hanya ada suara aneh di lantai tiga. Sama sekali tidak ada serangan atau hal-hal berbahaya, jadi ...


Kemungkinan makhluk itu baru bereaksi atau bangun ketika aku membereskan makhluk yang ada di ruang bawah tanah. Lalu, ini bisa dibilang penghalang terakhir?"


Adam bergumam pelan. Meski agak takut, pemuda itu memutuskan untuk naik ke lantai tiga.


Tak! Tak! Tak!


Naik ke lantai tiga, Adam langsung menutup mulut dan hidungnya.


Aroma daun dan tumbuhan busuk memenuhi lantai ke tiga, langsung membuat pemuda itu menjadi waspada. Pada saat itu juga ...


'Kembali ...'


Suara wanita yang serak seperti logam berderit masuk ke dalam telinga Adam.


Bulu kuduk pemuda itu langsung berdiri. Dia menghirup napas dingin. Samar-samar merasa bahwa ... musuhnya kali ini tidak sesederhana roh bangsawan dengan pertahanan tinggi dan gerakan lambat.


'Kembali ...'


Suara itu sekali lagi terdengar. Adam merasakan sumber suara tersebut ada di sebuah ruangan. Lebih tepatnya, tempat yang seharusnya menjadi kamar tidur utama.


Membulatkan tekad, Adam menuju ruangan tersebut. Dia memegang erat gagang katana, terus bergerak maju sambil waspada dengan ruangan-ruangan lain yang ada di sana.


Berhenti di depan pintu kamar utama, Adam menarik napas dalam-dalam.


Adam kemudian menendang pintu kamar terbuka.


Bang!


Pada saat pintu kamar terbuka, Adam melihat bayangan hitam melesat ke arahnya. Pemuda itu dengan serius langsung memasang pertahanan.


"Spring Sword—"


Klang! Slash!


Adam berhasil menangkis beberapa serangan. Namun saat itu juga, dia merasakan rasa perih di pipi kirinya.


Melirik cairan merah yang menetes ke lantai, tubuh Adam menjadi tegang. Melihat ke arah sosok yang sedang menunggunya di sana, mata Adam menyempit.

__ADS_1


"Jadi ... kamu rintangan terakhirnya, kah?"


>>> Bersambung.


__ADS_2