Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Guru dan Murid


__ADS_3

Catatan :


Pertama-tama, Author minta maaf karena jadwalnya malah tertunda gara-gara Author tumbang. Benar-benar gak bisa banyak nulis karena harus banyak istirahat.


Untuk para Kawan-kawanku, jangan lupa jaga kesehatan kalian. Bekerja atau beraktivitas boleh, tetapi jangan berlebihan. Kayaknya, lagi musim demam, flu, dan batuk. Mungkin karena cuaca yang akhir-akhir ini memburuk? Ya ... gak tau juga. Intinya, jangan lupa banyak makan sayur dan buah. Olahraga sebentar juga bisa bantu imunitas tubuh. Juga jangan terlalu banyak begadang, istirahat cukup. Sehat-sehat selalu, Kawan.


Terima kasih.


---


"Anu ... Apa itu, Mr Owl? Apakah sejenis bubur atau ramuan tertentu?"


Mendengar pertanyaan James, Adam mengangkat alisnya. Menoleh ke arah pria itu, dia berkata serius.


"Pupuk."


"Oh ..." James tampak terkejut. "Pupuk?"


"Ya."


"..."


Melihat James dan anggota Dark Wings lainnya terdiam, Adam tidak berniat menjelaskan.


Jamur hitam itu hidup di lingkungan yang keras dan suram. Apa yang dia lakukan adalah membuat pupuk khusus sebagai gantinya. Lagipula, pemuda itu tidak berencana untuk membunuh belasan atau puluhan orang lalu menguburnya di halaman belakang.


Benar-benar bukan sesuatu yang baik!


Setelah memroses pupuk khusus, Adam menggunakan daging kambing segar untuk membuat kubus daging khusus. Tampak segar, berdarah, dan memiliki aroma unik. Benar-benar cukup mirip dengan daging manusia yang baru saja terbunuh di Medan perang atau semacamnya.


Melihat daging yang diiris rapi membentuk kubus, James dan anggota Dark Wings lainnya menelan ludah.


Jika bukan karena mereka tahu kalau itu daging kambing yang sempat dipesan tadi pagi, mereka pasti akan berpikir Adam adalah psikopat gila yang suka membunuh dan memotong-motong mangsanya.


"Anu ... Mr Owl?"


Sebelum James lanjut berbicara, Adam langsung balik bertanya.


"Ingat beberapa telur yang kita bawa sebelumnya?"


"Telur laba-laba merah raksasa?"


"Ya." Adam mengangguk. "Mereka telah menetas, kan? Sudah beberapa waktu, jadi untuk proses tumbuh lebih baik. Mereka memerlukan ini."


"Makanan laba-laba?"

__ADS_1


"Tentu saja. Meski aku berinisiatif memelihara makhluk itu, tidak mungkin aku memaksa mereka jadi vegetarian, kan?


Lebih tidak mungkin aku membunuh orang hanya karena ingin memberi makan para laba-laba kecil, kan?"


"..."


James dan anggota Dark Wings lainnya diam. Namun mereka menyebutkan satu kata yang sama dalam benak mereka.


'Mungkin!'


Ya. Bagi mereka, Mr Owl itu terlalu misterius. Dalam benak mereka, lelaki bertopeng merah itu mungkin sering melakukan hal buruk. Jadi pembunuhan ...


Sama sekali tidak mustahil!


Mengabaikan rekan-rekannya yang tercengang, Adam memasukkan daging-daging tersebut ke wadah khusus. Kotak yang menampung sekaligus mengisolasi bau daging tersebut.


Dia berencana membawa kotak itu pulang tanpa dideteksi dan dicurigai!


Selesai mempersiapkan semuanya, Adam kemudian kembali ke kamarnya. Dia juga mengajak Nam untuk pergi bersama dengannya.


Di kamar Adam.


Menatap ke arah Nam yang duduk dengan ekspresi heran dan merasa penasaran, pemuda itu menghela napas panjang.


"A-Anda sama sekali tidak salah, Guru. Di sini, kakak-kakak memperlakukannya saya dengan baik. Saya juga memiliki kesempatan untuk bersekolah dan memiliki banyak teman."


Nam berbicara dengan penuh semangat. Wajahnya agak merah saking bersemangatnya. Bocah itu tampaknya benar-benar bersyukur dengan apa yang telah dia terima selama ini.


"Syukurlah kalau begitu." Adam menghela napas lega. "Namun, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu, Nam."


"Iya???" Nam memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung di wajahnya.


"Ini soal orang tuamu."


"..."


Mendengar ucapan Adam, mata Nam langsung terbelalak.


"Apakah anda mengenal ayah dan ibu saya, Guru?!"


"Tidak."


Nam langsung kecewa ketika mendengar jawaban Adam.


"Namun, aku bisa menebak identitas mereka. Jadi kamu harus mendengarkan dengan baik."

__ADS_1


"Saya mengerti, Guru."


Adam menatap ke arah Nam. Meski mengetahui kebenaran, pemuda itu sebenarnya enggan untuk mengungkapkannya. Lagipula, anak itu benar-benar masih terlalu muda untuk mencerna semuanya.


Akan tetapi, Adam juga sadar kalau Nam lebih dewasa daripada anak seusianya. Jadi setelah banyak pertimbangan, dia akhirnya berkata.


"Ayahmu hanyalah warga desa biasa. Kamu harus tahu itu. Sedangkan ibumu, aku yakin kalau dia adalah seorang Kultivator seperti Guru. Itu sebabnya dia juga menitipkan teknik kultivasi itu kepada dirimu.


Meski seperti kecelakaan, menurut pendapat Guru, orang tuamu tidak meninggal karena sakit. Sebaliknya, mereka dibunuh. Lebih tepatnya ... diracuni."


Mendengar penjelasan Adam, tubuh kecil Nam gemetar.


"Maaf jika Guru egois, Nam. Namun, Guru tidak bisa melindungi kamu selamanya. Guru akan berusaha membantumu, tetapi mungkin ... pada akhirnya kamu harus menghadapi semuanya sendiri karena Guru tidak akan selalu ada di sisimu.


Sebenarnya, Guru berencana melatihmy untuk melakukan kultivasi setelah kamu menginjak kelas 1 SMP. Namun setelah mendengar penjelasan Guru tadi, kamu pasti memiliki banyak keraguan.


Jadi aku akan bertanya. Apakah kamu ingin melakukan kultivasi sekarang, atau tetap mengikuti arahan Guru?


Jika kamu ingin melakukan kultivasi, Guru tidak akan melarangnya. Guru juga akan tetap membimbingmu."


"Saya akan tetap mengikuti pengaturan Guru!"


Mendengar jawaban Nam yang begitu tiba-tiba, Adam terkejut. Dia menatap ke arah pemuda itu dengan ekspresi heran.


"Kenapa? Kamu tidak memikirkannya terlebih dahulu?"


"Saya percaya kalau pengaturan Guru adalah yang terbaik untuk saya! Guru melakukan itu demi kebaikan saya!"


"..."


Adam semakin terkejut. Melihat ke arah Nam, tangan pemuda itu mengepal erat. Sudut bibirnya sedikit terangkat, benar-benar merasa senang telah menerima murid seperti itu.


"Bagus!"


Adam berkata singkat. Dia menatap ke mata Nam dengan wajah serius.


"Guru tidak mungkin menganiaya dirimu. Karena kamu telah melakukan banyak latihan dasar untuk membentuk tubuh, guru akan mengajarimu teknik bela diri campuran. Seharusnya membuatmu bisa bertarung, setidaknya bertahan dan melarikan diri.


Aku juga akan mengajarimu versi lebih rendah dari teknik yang guru gunakan, Autumn Sword. Nama teknik pedang itu adalah ..."


Adam mengangkat sudut bibirnya.


"Gale Sword."


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2