
"Bagaimana menurutmu, Mr Owl?"
Mendengar ucapan Tetua Feng, Adam memejamkan mata sejenak. Dia kemudian berkata dengan ekspresi santai.
"Pertama kali bertemu, saya pikir Lei Na adalah tipe gadis dingin. Lagipula, dia langsung menebas saya dengan kejam. Juga, pertama kali mengenal ...
Dia berbicara dengan suara dingin."
Tetua Feng dan Lei Fan terkejut. Sementara itu, Lei Na menunduk dengan ekspresi malu. Melihat itu, Tetua Feng tertawa.
"Hahaha! Jadi dia masih berpura-pura dan menirukan Tetua Yueyin ketika berada di luar."
"GURU!!!"
Lei Na menghentakkan kakinya. Gadis itu cemberut sebelum akhirnya melarikan diri. Sementara itu, Tetua Feng menggelengkan kepalanya. Menatap ke arah Adam, dia berkata.
"Sungguh menyenangkan kamu bisa datang, Mr Owl. Sayang sekali, karena lelah, aku tidak bisa mengantarmu berkeliling.
Jadi aku hanya bisa minta maaf dan membiarkan Lei Fan yang mengantarmu berkeliling."
Melirik Tetua Feng yang tampak lelah dan pucat, Adam mengangguk ringan.
"Antar Tetua Feng untuk beristirahat terlebih dahulu, Lei Fan. Setelah itu kita pergi."
Lei Fan mengangguk ke arah Adam. Sangat setuju dengan keputusan pemuda itu.
Beberapa menit kemudian, Lei Fan kembali setelah mengantar gurunya beristirahat.
"Apakah kamu benar-benar ingin jalan-jalan, Mr Owl? Tidak beristirahat untuk persiapan bertarung nanti sore?"
Memikirkan kalau dirinya akan bertemu Lei Kong di jalan, Adam akhirnya memutuskan untuk duduk di kursi dan bersantai.
"Aku tidak ingin bertemu dengan pria cerewet itu di jalan lalu mendengarkan ocehannya."
Mengatakan itu, Adam menghela napas. Memejamkan matanya, pemuda itu berniat untuk beristirahat.
Lei Fan memutuskan untuk membersihkan darah di lantai yang sebelumnya mereka abaikan. Selesai membersihkan, dia juga duduk di kursi. Memandang ke arah Adam dengan ekspresi rumit, dia akhirnya berkata.
"Mr Owl ..."
"Iya?"
"Menurutmu, bagaimana orang biasa sepertiku bisa menjadi Kultivator hebat seperti para jenius seperti kalian. Meski sudah berusaha ...
Hal itu sama sekali tidak berguna."
"Ada dua cara sederhana."
Mendengar jawaban Adam, ekspresi Lei Fan menjadi takjub.
"Bisakah kamu mengatakannya, Mr Owl? Ataukah itu rahasia? Jika—"
"Hal itu bukan sebuah rahasia besar. Bahkan kamu bisa menyadarinya sendiri jika memikirkannya."
"Apa itu?"
"Menjadi Kultivator jahat—"
"Tidak mungkin! Lebih baik aku tetap menjadi sampah daripada menjadi Kultivator jahat!"
"Kalau begitu hancurkan para jenius itu dengan uang."
__ADS_1
"Hancurkan ... dengan uang???"
Mulut Lei Fan terbuka lebar. Dia merasa kaget sekaligus takjub.
"Kamu bilang para jenius biasanya minum pil satu minggu sekali, kan? Kalau begitu kamu harus minum satu minggu tiga kali, atau bahkan setiap hari. Tentu saja, pil dengan kualitas lebih tinggi dan memiliki pengaruh baik jika dikonsumsi setiap hari.
Jika mereka membawa senjata tingkat rendah, buat senjata yang lebih baik.
Kamu tidak memiliki bakat mempelajari jurus tingkat tinggi yang rumit? Perbanyak jurus tingkat rendah dan manfaatkan sebisa mungkin.
Mainkan trik dan pukul para jenius itu dengan uang."
Mendengar ucapan Adam, Lei Fan tidak bisa berkata-kata. Dia tidak menyangka kalau pemuda itu begitu lugas. Namun Lei Fan juga tahu kalau trik itu bisa berguna, bahkan sangat berguna untuk ... paling tidak menyamai kemajuan para jenius.
"Menggunakan cara seperti itu, kamu bisa menyusul Lei Kong dan beberapa jenius lainnya. Hanya saja, meski terdengar efektif, trik adalah trik.
Masih ada batasan dalam hal itu. Namun aku tidak menyangkal kalau hal itu memang terbilang sangat efektif, meski bukan dalam segi praktis, paling tidak ... kamu tidak akan kalah dalam segi level."
"Apa yang kamu maksud dengan batasan, Mr Owl?"
Mendengar pertanyaan Lei Fan, Adam masih memejamkan matanya dan menjawab dengan nada misterius.
"Kamu akan tahu ketika menghadapinya."
***
Pukul 16.30 di hari yang sama.
Dua lelaki berdiri di arena latihan Sekte Thunder Fang. Di sisi kiri, tampak sosok Lei Kong yang memiliki ekspresi serius di wajahnya. Di sisi kanan, tampak Adam yang mengenakan topeng merah. Dia melepas coat, dan hanya mengenakan kemeja hitam lengan panjang.
Tidak seperti Lei Kong yang membawa pedang, Adam hanya memakai sarung tangan kulit. Tampaknya tidak berniat melawan pria itu dengan belati atau katana, karena senjata miliknya memiliki efek racun.
"Apakah kamu tidak membawa senjata? Kamu berniat melawanku tanpa menggunakan senjata?
Mendengar ucapan Lei Kong, banyak Tetua dan murid Sekte Thunder Fang menatap ke arah Adam dengan ekspresi tidak puas. Mereka merasa kalau harga diri dan martabat sekte telah diinjak-injak oleh pemuda itu.
Adam mengangkat bahu sambil berkata.
"Senjataku memiliki efek racun kuat. Aku hanya tidak ingin tanpa sengaja membunuh seseorang."
"Mr Owl!"
Selesai berbicara, tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.
Adam menoleh dan menatap sosok Lei Na yang datang ke arahnya sambil membawa pedang. Menghela napas panjang, pemuda itu menerima pedang lalu berterima kasih.
"Aku sudah memilikinya di sini," ucap Adam santai.
Mendengar perkataan Adam, ekspresi para penonton mereda. Mereka tidak lagi begitu marah. Sebaliknya, cukup menghargai pemuda bertopeng merah itu karena tidak ingin terjadi kecelakaan dan membuat hubungan mereka memburuk.
"Apakah kamu sudah siap?"
Lei Kong menarik keluar pedangnya. Bertanya kepada Adam dengan ekspresi penuh percaya diri.
Adam menatap ke arah Lei Kong. Ekspresinya tampak begitu santai ketika berkata.
"Kamu boleh menyerang kapan saja."
Mendengar ucapan Adam, ekspresi Lei Kong menjadi lebih tegas. Tanpa banyak keraguan, pria itu langsung bergegas ke arah Adam lalu membuat gerakan menebas sederhana.
Adam yang melihat tebasan itu melompat mundur. Dia menghindari beberapa tebasan dengan mudah. Bahkan sempat menghela napas.
__ADS_1
Adam langsung mencabut pedang dari sarungnya.
Swoosh!
Lei Kong yang terkejut langsung mundur dengan cepat. Ekspresinya tiba-tiba berubah ketika merasakan perasaan krisis. Dia merasa cukup beruntung karena sempat menghindar.
Melirik ke bahu kanannya yang terluka, Lei Kong mengalihkan pandangannya menuju ke Adam.
Di sisi lain, Adam berdiri dengan tenang. Dia mengibaskan pedang di tangannya, membuang bekas darah yang ada di sana.
Pemuda itu melirik ke arah Lei Kong dengan sepasang mata biru yang tampak tak acuh.
"Begitu ... jadi begitu ..."
Tubuh Lei Kong menggigil. Ekspresinya bersemangat dan penuh tekad bertarung tampak di wajahnya.
'KUAT!'
Satu kata tersebut menggambarkan semuanya. Bukan hanya Lei Kong, tetapi kebanyakan Tetua menatap ke arah Adam dengan ekspresi terkejut.
Mereka pikir Adam hanya memiliki bakat dalam pembuatan pil, dan tingkatnya hanya bergantung pada pil sehingga tidak memiliki kemampuan bertarung yang sebenarnya.
Melihat gerakan Adam sebelumnya, para Tetua mengetahui, kalau pemuda itu mau, Lei Kong yang bertarung setengah hati seperti sebelumnya sudah ditebas lehernya.
Menatap ke arah Adam dengan hormat, Lei Kong berteriak.
"Sekte Thunder Fang, Lei Kong!"
Adam membalas hormat sambil berkata tak acuh.
"Kultivator bebas, Owl."
Swoosh!
Adam dan Lei Kong langsung menghilang dari tempat mereka.
Klang! Klang! Klang!
Dua pedang bertabrakan berkali-kali, percikan api tercipta karena tabrakan dan gesekan kuat kedua logam.
"Wow! Tampaknya mereka imbang."
Lei Fan berkata dengan ekspresi bersemangat. Bukan hanya dia, tapi kebanyakan murid juga berpikir demikian. Saat itu, Tetua Feng yang duduk di dekat Lei Fan dan Lei Na berkata.
"Mereka sama sekali tidak imbang, Xiaofan."
Tetua Feng melirik Lei Na, calon Tetua sekaligus pilar Sekte Thunder Fang di masa depan.
"Bagaimana menurutmu, Xiaona?"
Mendengar pertanyaan gurunya, Lei Na berkata dengan nada serius.
"Meski tampaknya mereka imbang, jika diperhatikan baik-baik, kecuali satu tebasan di awal, Mr Owl sama sekali tidak menyerang Tetua Kong.
Jika diperhatikan, Mr Owl hanya menghindar dan menangkis seluruh serangan Tetua Kong yang tidak bisa dihindari. Belum lagi, dibandingkan gerakan Tetua Kong yang begitu cepat tetapi agak terburu-buru, gerakan Mr Owl lebih stabil dan santai. Seolah semua sudah dalam prediksinya.
Dengan kata lain ..."
Kedua tangan wanita itu mengepal erat. Menatap ke arah Adam, Lei Na merasa takjub sekaligus takut.
"Sejak awal, mereka berada di level yang berbeda!"
__ADS_1
>> Bersambung.