Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Kasus Pembantaian


__ADS_3

Melirik ke arah Obi, mata Adam menyipit.


“Jadi begitu …”


Merasakan aura yang tidak stabil dari tubuh Obi, Adam tahu bahwa penggunaan pil merah darah sebelumnya bukan berarti tanpa resiko. Pemuda itu merasakan fluktuasi dalam aura Obi. Tidak hanya itu, dia juga merasakan bahwa vitalitas pria itu menurun. Meski agak lambat, tapi itu terus turun dengan pasti.


“Apakah kamu begitu gila? Membakar usiamu sendiri untuk menembus belenggu seperti itu?”


“HAHAHA! Tidak melakukannya, aku akan mati. Jika melakukannya, aku juga akan mati. Apa yang salah dengan itu?”


“...”


“Meski sama-sama mati, tetapi hasilnya berbeda karena … aku juga akan membawamu ke alam baka!”


Selesai mengatakan itu, sosok Obi langsung melesat ke arah Adam dengan ganas. Dia langsung meninju dengan sekuat tenaga. Bukan hanya satu kali, tetapi betubi-tubi.


Melihat itu, Adam langsung mengubah posisi kuda-kuda. Energi yang menyelimuti pedang sampai ke kepalan tangannya.


Bang! Bang! Bang!


Pukulan demi pukulan dilancarkan. Suara ledakan yang teredam terdengar terus-menerus. Namun kali ini berbeda, keduanya sama sekali tidak mundur. Obi menyerang begitu keras, sementara Adam … diam di tempatnya.


Ya, selain kedua tangan yang bergerak dan memainkan pedang, seluruh tubuh pemuda itu benar-benar diam di tempat. Kakinya sama sekali tidak bergerak satu langkah pun, seolah kakinya telah menyatu dengan bumi di bawahnya.


Adam sendiri sekarang mengganti teknik Autumn Sword dengan Spring Sword. Meski pencapaian pemuda itu belum terlalu tinggi dalam kedua teknik tersebut, dia sendiri telah mengetahui sedikit esensi dari kedua teknik itu.


Adam menyadari energi yang dia serap dalam tubuhnya berbeda dengan milik Lei Fan, Lei Na, atau mungkin para Kultivator lain di dunia itu. Dibandingkan orang-orang yang menyerap energi dan memiliki elemen tertentu, energinya benar-benar murni.


Itu adalah salah satu kelebihan teknik kultivasi yang Adam gunakan. Menurutnya sendiri, ada banyak energi elemen seperti elemen petir yang Lei Fan dan Lei Na miliki. Kemungkinan besar Sekte Thunder Fang mengasah kemampuan berbasis petir.


Sedangkan Adam sendiri merasa energinya itu bisa diubah sesuai dengan kemampuannya. Seperti elemen es ketika membuat jimat, atau ketika menggunakan skill Sword of Seasons.


Ya … seri Sword of Seasons sendiri sebenarnya memiliki elemen. Autumn Sword, cepat dan lembut seperti angin di musim gugur. Spring Sword … kuat, kokoh, dan hangat seperti tanah di musim semi. Jika dia menebak dengan benar, dua seri lain dari Sword of Seasons pasti memiliki elemen yang berbeda.


Meski belum menguasai sepenuhnya, Adam sudah mempelajari esensi dari elemen tanah. Menahan kekuatan serangan dari Obi, pemuda itu tidak berada di bawah tekanan. Sebaliknya, dia malah memanfaatkan kesempatan ini untuk melatih teknik pedangnya.

__ADS_1


Satu kesalahan, pukulan Obi akan membuatnya terluka cukup parah.


Dengan napas yang begitu stabil dan tatapan yang fokus, dia terus mengayunkan bokken di tangannya untuk menangkis semua serangan Obi.


Bang! Bang! Bang!


Obi yang melihat Adam bergeming, sama sekali tidak berpindah dari tempatnya menjadi semakin marah dan emosi.


“MATI UNTUKKU, K-PARAT!”


Bang! Bang! Bang! BANG!


Pukulan terkahir yang begitu keras langsung membuat Adam terpental mundur beberapa meter. Tubuh pemuda itu penuh dengan keringat dan napasnya menjadi semakin berat. Tangannya sedikit gemetar. Menarik napas dalam-dalam sebelum menghembuskan perlahan, dia menjadi lebih tenang.


Obi yang melihat kesempatan di depan mata tidak hanya diam saja. Dia langsung melesat dan menghajar Adam. Namun pada saat pukulannya hampir mengenai kepala Adam, pemuda bertopeng merah itu langsung mengelak.


Beberapa detik kemudian, Obi merasakan sakit di tangan dan lehernya. Dia mundur beberapa langkah dan menatap sosok Adam yang masih begitu tenang. Pria itu sama sekali tidak percaya bahwa dirinya begitu mudah terluka.


Luka sayatan terlihat di tangan kanan dan leher Obi. Namun, dalam beberapa saat, luka itu benar-benar sembuh begitu dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata.


Regenerasi super? Menarik …


Adam langsung melesat maju. Dengan kecepatan yang luar biasa, dia langsung membuat beberapa tebasan di tubuh Obi. Pria itu langsung mundur sambil menggertakkan gigi, tampak sangat tertekan.


“Kelihatannya regenerasi dan kekuatan seperti seorang ‘abadi’ itu juga memiliki batasnya,” ucap Adam setengah bercanda.


Adam langsung melesat maju, menebas tangan, kaki, dan tenggorokan Obi. Melihat luka yang terus sembuh, dia sama sekali tidak terkejut. Sebaliknya, pemuda itu malah fokus kepada hal lain.


Tubuhnya semakin menyusut? Hou … jadi begitu …


Adam langsung menyimpulkan. Alasan kenapa Obi bisa beregenerasi dengan cepat jelas karena Darkblood Heart Worm menggunakan darah dan energi dalam tubuh pria itu untuk segera menyembuhkannya. Itu juga penyebab kenapa makhluk itu memakan darah dan daging manusia sebagai gantinya.


Tunggu … darah dan daging?


Menyadari sesuatu, Adam langsung melesat ke arah Obi yang berlari menuju salah satu mayat. Pemuda itu kemudian memotong tangan pria hitam yang hendak meraih mayat rekannya.

__ADS_1


Sebuah tangan terlempar ke udara sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Melihat ke sosok Obi yang berguling-guling di tanah sambil memegangi tempat di mana tangannya terputus, Adam mendengus dingin.


“Memakan mayat rekanmu sendiri … kamu tidak akan berperilaku tidak etis seperti itu kan?”


“AKU AKAN MEMBUNUHMU! AKU AKAN MEMBUNUHMU!”


Obi meraung gila. Meski satu tangannya telah terputus, lukanya telah terhenti. Pria itu langsung menyerang dengan putus asa. Benar-benar telah kehilangan kewarasannya.


Melihat Obi yang sudah seperti binatang yang terus menyerang dan merusak apa yang ada di sekitarnya, Adam yang terus mengelak sembari menggeleng ringan.


Pada saat itu juga, Adam tiba-tiba mendengar sirene mobil polisi. Menyadari sesuatu, pemuda itu mengerutkan kening. Karena berada di tengah kota, meski itu bangunan yang terbengkalai, pasti ada warga yang mendengar suara tembakan. Belum lagi suara ledakan.


Jelas, para warga yang curiga langsung melapor ke pihak polisi untuk menangani hal tersebut. Menyadari itu, Adam tidak lagi ingin bermain-main.


“AKU AKAN MEMBUNUH-”


Bruk!


Sebelum ucapan Obi selesai, kilatan cahaya emas yang padat dan tajam melintas. Sebuah kepala jatuh ke tanah, berguling sebentar sebelum berhenti. Tubuh besar masih berdiri tegak, sebelum pada akhirnya ambruk dan darah mulai mengalir membasahi tanah di sekitarnya.


Melihat banyak Spirit Bead yang tiba-tiba jatuh setelah kematian Obi, Adam tampak terkejut. Namun ekspresinya berubah ketika mendengar suara beberapa mobil yang berhenti. Adam mendecak tidak puas. Meski sebenarnya ingin mencoba mengambil jantung Obi, pada akhirnya pemuda itu hanya bisa menggeleng ringan.


Adam mengambil Spirit Bead (bronze) lalu mengambil senapan-senapan yang bisa dia ambil. Mendengar suara langkah kaki yang segera mendekat, pemuda itu segera pergi … menghilang dari tempat itu.


Beberapa saat kemudian.


Beberapa petugas polisi yang mendapat panggilan itu tampak begitu santai. Mereka mengira itu hanya kasus pertengkaran antar geng seperti biasa. Setelah mediasi sebentar, mereka paling akan segera bubar.


Akan tetapi, ketika sampai di tempat itu, para polisi tercengang. Mereka bahkan agak ketakutan. Melihat belasan mayat pria dengan setelan hitam dan tanah yang dipenuhi dengan darah, mereka menjadi panik. Belum lagi melihat longsong peluru yang ada di mana-mana. Mereka tahu … itu bukan kasus yang bisa mereka tangani.


Melihat kejadian kejam itu, mereka tidak bisa tidak mempertanyakan dalam benar mereka.


Kelompok mana yang benar-benar merajalela dan melakukan kekejaman semacam ini?


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2