Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Biarkan Semuanya Mengalir


__ADS_3

Adam terkejut melihat pemandangan berdarah di depan matanya.


Pada saat itu, dia tiba-tiba menggigil.


'Mungkinkah seluruh leluhurku adalah psikopat gila yang suka membantai? Karena enggan anaknya menjadi gila, ibu mengirim aku ke panti asuhan?'


Memikirkan itu, Adam yang tidak peduli tentang siapa orang tuanya merasa berterima kasih atas jasa terakhir mereka. Karena dia tidak harus tinggal dengan para psikopat yang dengan sembrono berkata soal Surga atau Neraka seolah mereka bisa berjalan-jalan bolak-balik di sana!


'Aku lebih memilih tinggal dengan Chuunibyou yang berpikir ada naga bersemayam di tangannya daripada harus tinggal dengan orang-orang gila ini!'


"Oh ... Utusan Langit! Tolong! Tolong selamatkan Nona! Dia sama sekali tidak bersalah!"


"..."


Melihat Pak Ozzie berlutut di depan pria tampan itu, Adam tidak bisa berkata-kata.


'Dia? Utusan Langit? Kamu jelas-jelas pusing dan tidak bisa berpikir jernih, Pak Tua!'


Adam langsung berseru dalam hati. Benar-benar merasa kalau Pak Ozzie sudah gila dan terlalu berlebihan.


Pada saat itu, pria tampan tersebut menatap Ozzie lalu berkata.


"Aku bukan Dewa atau semacamnya, Pak Tua. Aku sama sekali tidak bisa menghidupkan orang mati."


"Kalau begitu bunuh aku! Biarkan aku—"


"Cukup, Pak Tua! Kamu bukan penjahat dan aku tidak berniat membunuhmu.


Dunia memang kejam, tapi kamu harus ingat ... hidup terus berjalan. Jangan berhenti di tempat dan dihancurkan oleh dunia yang menjijikkan ini."


Selesai mengatakan itu, pria tampan itu berbalik pergi. Di bawah tatapan jutaan bintang di langit, dia menginjak-injak mayat sambil bersiul bahagia.


Adam yang melihat pemandangan itu tidak bisa tidak mengeluh.


'Padahal aku sudah berpikir perilakuku itu kejam, seorang B-jingan. Namun ..."


Menatap punggung yang akhirnya menghilang di kejauhan, dia berkata.


'Hari ini aku telah melihat B-jingan yang sebenarnya.'


***


Hari demi hari terus berlalu.


Adam terus berada di sisi Pak Ozzie, dan melihat apa yang dia lakukan untuk menjalani hidup yang penuh dengan penderitaan.


Karena kejadian sebelumnya, Pak Ozzie tidak bisa lagi berjalan karena kedua kakinya tidak lagi berfungsi.


Apa yang lelaki tua itu lakukan hanyalah menanam, dan terus menanam. Dia menanam berbagai macam jenis bunga dan banyak tanaman lainnya.


Namun dia terus menanam satu jenis bunga di sebuah pot. Pot yang digunakan oleh gadis kecil itu semasa hidupnya untuk menanam bunga.


Sampai pada akhirnya, sebelum ajal menjemputnya ... sebuah bunga matahari dengan kelopak merah layaknya api menyala muncul di dunia.


Sebuah tanaman yang seharusnya tidak ada, tetapi muncul karena campur tangan manusia.

__ADS_1


Memegang sebuah vas berisi abu si gadis kecil, Pak Ozzie yang sudah sangat tua menunjuk ke arah bunga matahari merah sambil berkata.


"Kita berhasil menanamnya, Nona. Namun maaf ... lelaki tua ini ... tidak bisa ... membawamu ..."


Melihat Pak Ozzie yang mengembuskan napas terakhirnya, Adam menghela napas berat.


"Aku akan menyelesaikan penyesalanmu, Pak Ozzie. Jadi kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang.


Kamu tidak perlu lagi memandangi langit malam sendirian."


Setelah itu, Adam merasa kalau dunia mulai retak. Terus retak dan akhirnya runtuh ke dalam kegelapan.


Pada saat membuka mata, Adam melihat bahwa dirinya sedang memegangi sebuah pot bunga. Bagi dunia, mungkin hanya beberapa detik berlalu, tetapi baginya ...


Adam telah melihat tahun-tahun panjang yang begitu melelahkan dan menyedihkan.


Pemuda itu terkejut ketika melihat penampilan bunga aneh itu mulai luntur. Menunjukkan sosok bunga matahari merah yang tampak indah.


Bunga itu mulai bercahaya. Tiba-tiba pecah menjadi ratusan titik cahaya dan langsung masuk ke dalam kepala Adam.


Merasakan rasa sakit menyerang tubuhnya, Adam langsung roboh ke tanah sambil memegangi kepalanya.


Setelah beberapa saat, Adam yang telah sepenuhnya sadar akhirnya menghela napas panjang.


"Ugh ..."


Adam bangkit. Setelah beberapa saat berdiri tanpa pusing kemudian berjalan menuju ke gudang kecil penyimpanan alat.


Masuk ke sana, Adam melihat sebuah ruang kecil. Namun setelah dia menggeser sebuah kotak, dia melihat sebuah penutup kayu.


Tempat itu mengarah ke sebuah ruang bawah tanah dengan ukuran 4 x 4 meter. Sebuah ruangan yang Pak Ozzie buat semasa masih sehat.


Hanya saja, Adam yang baru membuka penutup langsung dikejutkan oleh bau busuk yang tertahan bertahun-tahun lamanya.


Adam memutuskan untuk keluar terlebih dahulu. Dia menunggu jam 02.30 sampai akhirnya bau sudah sangat berkurang.


Pemuda itu kemudian masuk ke dalam ruang bawah tanah rahasia versi dua, dan terkejut ketika melihat kerangka yang duduk di kursi sambil membawa vas berisi abu si gadis kecil.


Selain mereka, Adam juga melihat sangat banyak jenis bunga yang telah membusuk, padahal dulunya tempat ini digunakan untuk menyimpan bunga-bunga indah dengan kualitas terbaik.


"Sering kali, waktu bertindak begitu kejam."


Sebelum matahari terbit, Adam segera membersihkan ruang rahasia tersebut. Dia hanya meninggalkan mayat dan abu di sana. Pemuda itu berniat untuk membantu Pak Ozzie untuk menyelesaikan penyesalannya.


Lagipula, Adam telah belajar banyak darinya. Untuk pengalaman hidup tersebut, Adam rasa tidak ada salahnya menyelesaikan satu atau dua hal untuknya.


Selesai bersih-bersih, Adam kemudian pulang.


Hanya saja, pada saat berkendara, dia tiba-tiba mengingat sosok pria tampan yang kemungkinan adalah satu dari beberapa leluhurnya.


'Terlalu berlebihan.'


Itu adalah kata yang dia pikir ketika teringat dengan kegilaannya. Namun dia juga ingat kalau dia mendapatkan sesuatu ketika cahaya masuk ke dalam kepalanya.


Pada saat itu, Adam membuka panel status miliknya.

__ADS_1


***


[ Spirit Hunter System ]


Name : Adam Bladefield


Level : Silver Spirit (High)


Cultivation Technique : Golden Sun and Silver Moon


Battle Skill : Autumn Sword (proficient), Spring Sword (proficient), Weapons Art of Bladefield (novice), Martial Art of Bladefield (novice)


Other Skill : Elemental Seal (competent), Basic Alchemy Art (proficient), Limitless Bladefield (-), Botanical Master (-)


Spirit Beast :


- Black-gold Chicken (Low-Golden)


- Shadow Beast (Mid-Silver)


- Lesser White Sneak (High-Silver)


- Five Colored Blood Spider (Mid-Silver)


Beast Skill :


- Suzaku’s Cry (Gold), Suzaku’s Golden Talons (Gold), Flame Control (Gold-Locked)


- Shadow Stealth (Silver), Shadow Clone (Silver)


- Ice Control (Silver), Seiryuu’s Azure Scales (Silver)


- Blood Threads (Silver), Anti-VP (Silver)


Items Bag :


...


***


Melihat skill baru Botanical Master, Adam tertegun. Dia tidak menyangka kalau akan mendapati skill gratis lagi.


Meski bukan skill pertarungan, Adam jelas tahu betapa bermanfaatnya skill tersebut.


Pemuda itu mengingat banyak jenis tanaman dan penjelasan tentang mereka. Bahkan cara membudidayakan mereka.


Tentu saja, hanya khusus tumbuh-tumbuhan umum. Namun tetap saja, itu sangat berguna bagi Adam.


Melihat ke arah tulang tua yang mau menunjukkan beberapa kenangannya, Adam mengangguk ringan.


"Terima kasih banyak, Pak Ozzie. Aku akan menggunakan skill ini dengan baik. Sedangkan untuk Keluarga Bladefield ..."


Adam menghela napas panjang.


"Mari biarkan saja semuanya mengalir."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2