Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Persetujuan


__ADS_3

"Apakah ada yang ingin anda bicarakan dengan kami, Bos?"


Shawn yang kembali duduk melihat ke arah Adam dengan ekspresi bingung. Bukan hanya dia, tetapi tiga orang lainnya juga merasa aneh.


Melihat ruangan kembali tertutup rapat, Adam akhirnya berbicara.


"Aku yakin, sebagai orang-orang yang menerima berita dari atas, kalian juga tahu ... beberapa orang dengan kemampuan spesial, kan?"


"..."


Brock dan Randy tampak bingung. Sebaliknya, Shawn dan Matt saling memandang dengan ekspresi terkejut di wajah mereka.


"Bagaimana anda bisa tahu, Bos?" tanya Shawn ragu.


"Tentu aku memiliki saluran informasi tersendiri," jawab Adam santai. Langsung berbohong tanpa mengedipkan mata.


"Apakah anda khawatir kalau mereka akan mempengaruhi bisnis kita, Bos?" tanya Matt.


"Tidak perlu begitu formal."


Adam menggelengkan kepalanya. Menatap ke arah mereka berempat, dia akhirnya menjelaskan.


"Orang-orang itu tidak akan mengganggu kita. Namun, bukankah lebih baik jika kita memiliki kekuatan untuk mencegah hal semacam itu terjadi?"


"Namun, kekuatan seperti itu didapat oleh orang-orang yang terpilih, Bos. Hal seperti itu bukan sesuatu yang bisa kita beli."


"Tentu, kemampuan khusus hanya muncul pada orang-orang tertentu. Lalu ... bagaimana dengan Kultivator?"

__ADS_1


"Eh???" Shawn dan Matt terkejut.


Randy yang sedari tadi diam mengangkat tangannya.


"Jadi, maksud anda ... anda adalah seorang Kultivator yang bisa membantu kami untuk masuk ke jalan tersebut?"


"Tidak." Reinhart menjawab santai.


"Lalu? Tidakkah lebih baik kita santai dan menerima kenyataan bahwa kita hanyalah kelompok kecil."


"Tentu saja tidak." Adam menggeleng ringan. "Bukankah aku tidak bilang kalau aku tidak memiliki cara lain?"


"Tapi cara tersebut hanya dimiliki oleh Kultivator dan orang spesial lainnya, kan?"


"Aku bilang aku bukan Kultivator, tapi ..."


"Ini ..." Shawn kehilangan kata-kata.


"Apakah kamu bisa menemukan cara bagi kami, Bos? Meski bukan kekuatan khusus, tetapi paling tidak kami bisa menjadi Kultivator, kan?"


Berbeda dengan Shawn, Matt malah tampak bersemangat.


"Tentu." Adam mengangguk. "Oleh karena itu, aku datang untuk memberi kalian pilihan."


"Pilihan apa???" Tanya mereka berempat.


"Pertama, tandatangani kontrak denganku. Aku tidak akan menyakiti kalian, tetapi kalian harus setia denganku kapanpun dan di manapun. Memprioritaskan apa yang aku ucapkan sebagai patokan.

__ADS_1


Terakhir, lupakan yang aku katakan jika tidak mau. Namun, jangan sampai aku mendengar kalau namaku tersebar. Jika tidak ... Aku akan berurusan secara pribadi dengan kalian."


Melihat ekspresi serius di wajah Adam, Shawn dan tiga orang lainnya jelas paham tentang keseriusan masalah tersebut.


"Pikirkan semuanya secara baik-baik. Lagipula, sekali memutuskan ... tidak akan ada lagi jalan kembali."


"Aku akan ikut denganmu, Bos."


Brock menjawab tanpa ada penundaan. Lelaki itu menjawab begitu polosnya. Jika bukan karena Adam melihat tatapan seriusnya, dia akan menduga kalau Brock hanya tidak paham apa yang sedang mereka bicarakan.


"Karena Brock memutuskan untuk ikut, aku juga akan terus mengikutimu, Bos." Randy menambahkan.


Mendengar jawaban memuaskan dari mereka berdua, Adam merasa puas. Dia kemudian menatap ke arah Shawn dan Matt.


"Bagaimana dengan kalian?"


"Apakah anda yakin kami bisa belajar dan diperlakukan dengan baik, Bos?" tanya Shawn.


"Tentu saja aku tidak berbohong."


Shawn dan Matt yang awalnya ragu saling memandang. Setelah berpikir keras, mereka berdua akhirnya menyerah.


"Kalau begitu tolong jaga kami mulai sekarang, Bos!" ucap keduanya serempak.


Melihat mereka berempat, Adam mengangkat sudut bibirnya. Tersenyum misterius, pemuda itu akhirnya berkata.


"Aku jamin. Kalian tidak akan kecewa dengan pilihan yang kalian pilih hari ini ."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2