Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Kunjungan Mr Owl


__ADS_3

"Hah? Kamu akan pergi ke Kota D, Mr Owl?"


Mendengar ucapan Adam, James tampak terkejut. Dia tidak menyangka kalau pemuda itu tiba-tiba berkata ingin pergi ke Kota D.


"Iya."


Adam mengangguk ringan.


"Apakah orang yang kamu cari ada di sana?"


"Memang."


"Lalu, bukankah lebih baik menyerahkan kasus itu kepada Departemen Misteri cabang Kota D, Mr Owl?"


"Tidak bisa."


"Kenapa?"


James memiringkan kepalanya. Menatap ke arah Adam dengan ekspresi bingung di wajahnya.


"Karena, meski berbahaya, ini sama sekali bukan tugas resmi. Selain itu, aku tidak begitu memercayai orang asing. Bahkan jika mereka juga cabang lain dari Departemen Misteri."


James mengerutkan keningnya. Pria itu berkata kepada Adam dengan ekspresi ragu.


"Kamu tidak akan masuk ke Kota D dan mencoba melakukan sesuatu tanpa persetujuan, kan? Jika kamu melakukannya, itu bisa dibilang sebagai tindakan ilegal."


"Tentu saja tidak." Adam menggelengkan kepalanya. "Aku akan meminta izin sekaligus bantuan dari mereka."


"Kamu ... tidak berniat untuk pindah ke Kota D kan, Mr Owl?"


"Kenapa aku harus pindah?"


"Tentu karena bayaran yang mereka tawarkan lebih banyak. Selain itu, guild mereka lebih besar ...


Serta berisi beberapa wanita cantik kelas atas!"


"..."


Adam menatap ke arah James tanpa mengucapkan sepatah kata. Namun dia sudah mengerti, kalau kalimat terakhir yang menjadi fokus rekannya itu.


Memang, dibandingkan dengan wanita di Dark Wings yang terbilang cantik, ketua dan wakil ketua Departemen Misteri cabang Kota D benar-benar cantik. Ada juga dua wanita lainnya. Ya, Cabang Kota D memang dipenuhi dengan kecantikan.


Hanya saja, alasan Adam pergi ke sana bukan untuk mencari wanita cantik. Sebaliknya, dia sedang mencari orang yang diduga sebagai pelaku kasus pembakaran. Lelaki yang membunuh puluhan orang tanpa rasa bersalah.


"Asalkan kamu kembali, itu baik-baik saja, Mr Owl. Tentu saja ... kamu harus menahan diri dari godaan pada wanita cantik itu."


Terlalu malas untuk membahasnya, Adam akhirnya berkata dengan nada dingin.


"Aku mengerti."


***


Keesokan harinya.


"Apakah kamu benar-benar harus pergi, Sayang?"


Mendengar pertanyaan Jennifer, Adam menghela napas panjang. Pemuda itu melirik dua wanita cantik dengan senyum pahit.


"Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya tadi malam, Jenn."


"Tetap saja ..."


"Lalu, apakah kita harus pindah? Jika kita pindah, seharusnya kita masih aman. Ya ... paling tidak sampai kasus itu menjadi semakin besar dan tidak terbendung lagi."

__ADS_1


Melihat ekspresi serius Adam, Jennifer cemberut.


"Apakah makhluk itu benar-benar kuat?"


"Cukup untuk bertarung habis-habisan denganku. Belum lagi, hampir tidak mungkin dibunuh."


"..."


Mendengar ucapan Adam, Jennifer dan Bella membelalakkan mata mereka.


Bagi mereka berdua, Adam sudah sangat kuat, lebih mirip manusia super. Bahkan jika mereka bekerjasama untuk melawannya, pemuda itu bisa mengalahkan mereka dengan satu tangan tanpa senjata. Bahkan ketika dia mengantuk dan bertarung sambil menguap.


Meski Adam tidak menceritakan keseluruhan cerita atau lokasi makhluk itu berada, mereka percaya kalau pemuda itu tidak akan main-main dengan hal besar semacam itu.


"Jadi, apakah kami harus mengantarmu ke bandara?"


"Tidak perlu. Aku akan datang ke markas Dark Wings terlebih dahulu, lalu menyuruh James untuk mengantarku ke bandara.


Aku tidak ingin dicurigai jika berangkat sendiri. Hal itu akan mencegah kemungkinan identitas bocor."


"Jika aku boleh tahu, kenapa kamu bersembunyi, Sayang? Bukankah kamu sudah cukup kuat?"


"Aku kuat, bukan berarti aku tidak memiliki kelemahan."


"Kelemahan?"


"Jika mereka sampai mengkonfirmasi hubungan kita, bukankah kamu dan Bella dalam bahaya? Intinya ... jika belum benar-benar yakin, aku tidak akan berencana mengungkapkan identitas asli."


"En."


Sadar kalau Adam berniat melindungi dia dan Bella, Jennifer mengangguk. Dia memeluk pemuda itu sembari berkata.


"Meski tidak perlu menunjukkan identitasmu, aku harap kamu bisa segera bertemu dengan orang tuaku. Aku ingin kamu segera memenangkan mereka.


Yang paling penting adalah ayah dan ibuku. Em ... ibu kandung, bukan ibu tiri."


Sadar kalau situasi rumah Jennifer agak rumit, Adam memiringkan kepalanya.


"Ayahku memiliki dua istri. Bukankah poligami itu legal? Kenapa? Kamu pikir hanya kamu yang berkeliling dengan lebih satu wanita?


Cih! Meski tidak menyukai hal itu, pada dasarnya, banyak pejabat tinggi dan pengusaha yang memiliki lebih dari satu istri."


"Ya. Aku mengerti."


Adam mengangguk ringan. Pada saat itu, Jennifer tiba-tiba menginjak kakinya.


"Tetap saja, kamu sudah memiliki aku dan Bella. Ketika di Kota D, kamu harus bertahan dan tidak menjatuhkan perempuan seenaknya."


"Eh? Kenapa kamu berpikir seperti itu?"


"Cih! Kecuali aku dan Bella sedang pada masanya (kedatangan tamu), kapan kamu melepaskan kami?


Jika kamu tidak di rumah, menghabiskan satu minggu lebih untuk fokus membuat pil dan latihan ... Kami pasti berpikir kamu akan keluar untuk mengejar gadis ke sana-sini.


Kamu pergi ke Kota D ketika kami pada masanya. Siapa tahu apa yang ada di kepalamu? Hmph! Binatang buas!"


"..."


Mendengar Jennifer berkata seolah dia adalah binatang yang melambaikan tongkatnya ke sana-sini tanpa rasa malu, Adam merasa agak tertekan. Meski begitu, dia tidak berniat membantah.


Seperti yang diketahui, wanita adalah makhluk yang tidak masuk akal. Belum lagi ketika datang bulan, mereka bisa tiba-tiba bahagia atau tiba-tiba marah dan membombardir semuanya.


Adam memeluk Jennifer lalu mengecup lembut bibirnya. Setelah itu, dia melirik ke arah Bella sambil membuka tangannya.

__ADS_1


"Kemarilah, Bell."


Adam juga memeluk Bella sebelum menciumnya. Setelah puas memeluk dan berbicara sebentar dengan mereka berdua, dia akhirnya berangkat.


Melihat ke arah kedua wanita cantik itu, Adam menambahkan.


"Jaga diri kalian baik-baik. Fokus berlatih pedang. Ketika kalian mencapai prestasi kecil, aku akan menambahkan teknik lain yang kalian minta.


Kalau begitu ... aku berangkat."


Usai berpamitan, Adam akhirnya berangkat.


***


Sore harinya.


"Wow, apakah kamu melihat dua wanita itu? Benar-benar cantik!"


"Yang mana? Eh? Itu ... benar-benar begitu besar?"


"Bahkan wanita satunya juga cantik. Tubuhnya tampak terlatih, apakah dia sering melakukan yoga? Mungkin pergi ke gym?"


"Aku tidak tahu, tetapi mereka memang cantik."


"Mau mencoba berkenalan dan meminta nomor telepon?"


"Tidak. Tampaknya mereka menunggu seseorang."


"..."


Di bandara Kota D, tampak dua wanita cantik yang menunggu dengan ekspresi tenang di wajah mereka. Salah satunya adalah wanita cantik yang tampak ramping dan memiliki tubuh terlatih. Sementara yang lainnya adalah wanita dengan pakaian kantor profesional, mengenakan kacamata dan tampak menawan.


Mereka adalah Amy dan Alexia, anggota dari Guild Crimson Phoenix.


"Sungguh. Seperti dulu, aku sudah cukup untuk menjemput Mr Owl. Kenapa kamu juga ikut, Wakil Ketua?"


"Aku merindukanmu Mr Owl."


"Bahkan ketika dia tidak mengenal dan tidak peduli padamu?"


"Tatapan dingin itu, tatapan yang bahkan orang tuaku tidak pernah lakukan. Umm ... aku benar-benar merindukannya."


Alexia berbisik pelan, wajahnya sedikit merah.


Melihat ekspresi tidak wajar wakil ketuanya, Amy tidak bisa tidak mengeluh.


'Bukankah kamu biasanya dingin dan tegas? Kenapa kamu bertingkah tidak normal hari ini? Juga ...


Bukankah Mr Owl memperlakukan kamu dengan dingin dan kejam? Aku curiga jangan-jangan kamu tipe M!'


Tap ... Tap ... Tap ...


Entah bagaimana, banyak orang yang mulai melihat ke satu arah. Di sana, tampak sosok lelaki dengan setelan hitam dan memakai topeng merah berjalan dengan tenang. Aura dingin dan menindas mengelilingi pria itu.


Benar-benar membuat orang-orang merasa agak takut, tetapi juga penasaran.


Lelaki itu berjalan menuju ke arah Amy dan Alexia. Ketika mendekat, dia berkata dengan suara dingin tetapi magnetis.


"Maaf membuat kalian menunggu lama."


"Kami—"


Belum sempat Amy menyelesaikan ucapannya, Alexia maju satu langkah. Wanita cantik itu tersenyum menawan dengan rona merah di pipinya.

__ADS_1


"Selamat datang di Kota D, Mr Owl."


>> Bersambung.


__ADS_2