Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Jebakan!


__ADS_3

Sementara itu, di jalur lain.


Adam berdiri dengan tenang ketika melihat ruang luas. Di sisi lain, tampak pintu raksasa yang tampak indah. Di kiri dan kanan pintu, ada dua orang yang berdiri di sana.


Bagi Adam, dia mengenal satu dari mereka. Namun bagi Bella, gadis itu mengenal satu dan telah melihat yang lain.


Ya. Mereka adalah Lulu dan Shin.


Adam menatap Shin yang memiliki penampilan suram di wajahnya. Sadar bahwa pria itu sudah berada di level Silver Spirit, ekspresinya menjadi aneh.


Baginya, sangat menemukan makhluk hidup di level Silver Spirit. Biasanya, dia mendapatkan musuh di level tersebut hanya ketika melawan makhluk jahat. Selain itu, hanya ada beberapa pengecualian khusus. Bahkan, di antara pengecualian, kebanyakan dari orang yang memiliki level Silver Spirit adalah pria atau wanita tua.


Melihat ke arah Shin, Adam merasakan sedikit kejanggalan. Namun, Bella yang dikuasai oleh emosi hanya fokus pada Lulu.


"LULU!!"


Ekspresi Lulu berubah ketika melihat ke arah Bella dan Adam yang datang.


"Bella, Kak Adam, kalian—"


"Aku tahu kamu ditipu, Lulu. Kami datang untuk menyelamatkanmu!"


"..."


Mendengar ucapan naif Bella, urat nadi muncul di dahi Lulu. Menatap ke arah Bella dengan mata merah, dia bergumam dengan gigi gemeretak.


"Kamu? Menyelamatkan aku?"


"Iya. Kami datang ke sini untuk—"


"JANGAN BERCANDA DENGANKU!"


Lulu menunjuk Bella sambil berteriak. Dia tampak marah, pikirannya sudah kacau dan dipenuhi kebencian hanya karena mendengar ucapan naif Bella.


"GADIS NAIF SEPERTIMU SAMA SEKALI TIDAK TAHU APA YANG AKU ALAMI! APAKAH KAMU PIKIR SETIAP CERITA AKAN BERAKHIR DENGAN INDAH?!


APAKAH KAMU PIKIR AKAN ADA ORANG YANG AKAN MENOLONGMU SAAT KAMU MEMBUTUHKAN?!


JANGAN BERCANDA DENGANKU! DUNIA TIDAK PERNAH SEBAIK DAN SEINDAH ITU!"


"Kamu ... Kamu hanya lelah karena semua tekanan ini, Lulu. Mari pulang! Tina dan Nina juga mengkhawatirkan dirimu.


Mari kita segera pulang. Kamu bisa beristirahat dan menenangkan diri lalu—"


"KAMU SAMA SEKALI TIDAK MENGERTI, BELL."


Lulu memandang Bella yang naif dengan ekspresi marah, bahkan juga kecewa. Menatap ke arah gadis itu, dia tidak lagi berbicara dan menarik keluar dua belati panjang dari kedua sisi pinggangnya.


"Apa yang kamu coba lakukan, Lulu? Kita bisa membicarakan ini dan—"


"Bell."


Bukan Lulu, tetapi Adam yang berbicara tenang untuk menyadarkan gadis itu.


Melihat Lulu yang bergegas ke arahnya, Bella memiliki ekspresi rumit di wajahnya. Namun pada akhirnya, dia mengeluarkan bokken dan menyambut serangan Lulu.


Menangkis tebasan belati Lulu, Bell bertanya dengan nada enggan.

__ADS_1


"Kenapa, Lulu? Kenapa kamu melakukan ini?"


Swoosh!


Dua belati di tangan Lulu tampak seperti menari. Meski tidak begitu profesional dan banyak celah, gadis itu tampaknya cukup andal karena pengalamannya membunuh. Dia selalu menyerang ke titik fatal tubuh manusia. Serangannya sama sekali tidak digunakan dengan cara main-main.


Klang!


Sebagai murid yang dilatih oleh Adam, Bella memiliki pengetahuan baik tentang teknik pedang. Dia menangkis satu demi satu serangan. Gadis itu terus mencoba menahan setiap serangan Lulu tanpa membalas.


Sementara itu, Adam terus mengawasi sosok Shin yang hanya diam di tempatnya. Hal tersebut membuatnya semakin curiga.


"Kenapa kamu melakukan semua ini, Lulu? Bukankah kita teman?"


"TEMAN? KITA?"


"Tentu saja, kita adalah teman dan—"


"ITU LUCU, BELL!"


Sosok Lulu tiba-tiba menyerang lebih cepat. Hal itu membuat Bella menjadi agak kewalahan.


"AKU, KAMU, TINA, DAN NINA HANYA BERKUMPUL KARENA KITA ADALAH GADIS YANG TIDAK DITERIMA OLEH ORANG LAIN. YA ...


SETIDAKNYA KAMI BERTIGA.


TIDAK ADA PERTEMANAN ATAU PERSAHABATAN. KAMI HANYA MENGISI KEKOSONGAN DIMANA KATA 'TEMAN' HARUS DIISI. LAGIPULA, KITA, MANUSIA HANYALAH BINATANG SOSIAL."


"Tidak!"


"Kita pergi bermain ke berbagai tempat bersama. Kita melakukan banyak hal, marah, sedih, dan tertawa bersama. Bagiku, kita adalah sahabat.


Jadi kembalilah, Lulu! Tina dan Nina benar-benar mengkhawatirkan kamu."


"Dasar gadis keras kepala! Aku sudah bilang, ini adalah jalan yang aku pilih!"


Ketika Bella lengah, Lulu menyerang dengan dua belati. Kedua serangan bisa dihentikan, tetapi Lulu langsung menendang perut gadis itu dengan keras. Membuatnya terseret mundur hampir dua meter.


Meski wajahnya sedikit pucat dan lelah, Bella masih bersikeras. Dia menatap ke arah Lulu dengan ekspresi enggan.


"Jika itu memang jalan yang kamu pilih, katakan ... Kenapa kamu sama sekali tidak tampak bahagia?!


Katakan padaku, kenapa kamu memilih jalan yang membuatmu menderita, Lulu?!"


Melihat ekspresi Bella, Lulu agak ragu.


"AKU—"


"Drama yang membosankan."


Shin yang sedari tadi diam berbicara dengan ekspresi tak acuh di wajahnya. Hal itu langsung membuat tindakan Lulu dan Bella berhenti.


"Jadi, apa yang kamu coba lakukan sekarang? Seharusnya kamu juga tahu, kamu tidak bisa mengalahkanku."


Adam menatap ke arah Shin dengan ekspresi tak acuh.


"Sejak awal, kami tidak pernah mencoba mengalahkanmu dengan cara adil."

__ADS_1


Mengatakan itu, Shin mengeluarkan sebuah benda kecil dengan dua tombol. Tanpa keraguan sedikitpun, dia langsung memencet tombol tersebut.


Adam telah melesat dan muncul di dekat Shin. Dia menendang pria itu dengan keras. Shin menyilangkan tangannya. Namun, ketika menerima tendangan itu, dia langsung terpental. Pria itu merasa telah ditabrak mobil dengan kecepatan tinggi.


Menabrak dinding dengan keras lalu jatuh ke tanah, Shin sama sekali tidak bangkit. Malah duduk bersandar dengan tenang.


Seluruh pintu dan lorong tertutup oleh banyak jeruji besi, langsung mengurung mereka semua di dalam ruangan tersebut. Saat itu juga, Adam dan yang lainnya melihat api memenuhi lorong dan seluruh ruangan.


"Tampaknya kamu benar-benar orang yang merepotkan."


Shin menyeka lukanya dengan nada tak acuh. Tampaknya tidak memerhatikan api di sekitarnya.


"Dua tombol tadi, satu digunakan untuk menutup semua jalan, sedangkan satunya untuk menjatuhkan semua lentera."


Mendengar itu, mata Adam menyempit.


"Jangan bilang, aroma aneh itu—"


"Minyak dan berbagai bahan yang menyamarkan aromanya."


"Jadi begitu."


Adam menatap ke arah Shin. Dia berjalan ke arah pria itu lalu menunjuk dengan katana di lehernya.


"Sejak awal, kalian menarikku ke sini. Kalian menggunakan Lulu yang dekat dengan Bella dan memiliki kecocokan dengan Darkblood Moth.


Jadi, apakah kalian mengenalku?"


Mendengar ucapan Adam, Shin memiringkan kepalanya.


"Aku tidak tahu."


"Kamu sejak awal tidak memiliki niat untuk bertarung. Kamu juga memiliki tatapan kosong.


Kamu, berniat bunuh diri bersama dengan kami? Apakah kamu sebodoh itu?"


"Ini misi."


Adam merasa kesal ketika mendengar jawaban menyebalkan dari pria itu. Dia kemudian melirik ke arah Bella yang berkeringat deras, tampaknya juga mulai kehabisan oksigen.


"Tidak mungkin!"


Lulu tiba-tiba meraung histeris. Dia langsung bergegas ke arah Shin dan menarik kerahnya.


"Katakan padaku bahwa semua ini bohong, Kak Shin! Kita tidak mungkin mati di sini, kan? IBU akan—"


"IBU menyuruh kita mati di tempat ini untuk menghapus variabel yang akan mengacaukan rencana kelompok IBU."


Shin menjawab dengan ekspresi datar. Saat itu Adam sadar, sejak awal, wanita yang dipanggil IBU itu berniat untuk menggunakan Golden Dew dan seluruh orang di dalamnya untuk menghapus Adam.


Jebakan yang sangat tidak manusiawi dan gila!


Melihat kobaran api yang menutupi seluruh tempat, tatapan Adam menjadi semakin dan semakin dingin. Dia kemudian berkata dengan nada tak acuh.


"Tampaknya orang-orang di belakangmu menilai ku sangat tinggi."


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2