
Larut malam, apartemen Adam.
“Huh … menyebalkan sekali.”
Adam menghela napas panjang ketika sampai di apartemen miliknya. Pemuda itu masih ingat percakapan dengan Shawn sebelumnya. Dia awalnya menolak, tetapi orang itu memaksanya untuk menjadi pemimpin kelompok.
Mengingat bagaimana Shawn sampai berlutut di lantai, sudut bibir Adam berkedut. Diam-diam dia mengeluh dalam hati.
Apakah orang itu tidak punya harga diri? Maksudku … apa pentingnya menyerahkan kelompok Wings of Freedom kepadaku? Sampai berlutut seperti itu.
Adam kemudian berganti pakaian pergi ke kamar mandi untuk cuci tangan, kaki, wajah, serta menggosok gigi sebelum pergi ke kamar tidur.
Sampai di kamar tidur dengan lampu yang sudah dimatikan, Adam segera naik ke ranjang. Melihat sosok Bella yang sudah menutup seluruh tubuhnya dengan selimut karena kedinginan, pemuda itu tersenyum lembut. Dia mendekat lalu memeluk gadis itu.
Memeluk tubuh gadis itu, tangan Adam tanpa sadar mulai mengelana. Menyentuh kulit yang lebih kencang dari biasanya, dia berpikir.
Gadis ini benar-benar berlatih keras untuk meningkatkan kebugarannya.
Pada saat Adam berpikir demikian, dia tiba-tiba melihat lampu di ruang keluarga dan yang ruang lain yang dirinya matikan tadi kembali dinyalakan. Pemuda itu juga mendengar suara memanggilnya.
“Apakah anda sudah pulang, Kak Adam?”
Melihat Bella yang membuka pintu kamar, Adam tertegun.
Jika Bella ada di sana … yang aku peluk adalah …
Adam menarik selimut perlahan. Ketika selimut ditarik, dia melihat sosok Jennifer yang berbaring memunggunginya. Adegan di mana Bella melihat dirinya sedang memeluk wanita lain di ranjang. Memikirkannya saja, Adam merasa dirinya sedang dipergoki ketika selingkuh.
Ini tidak dihitung selingkuh, kan? Ini hanya kecelakaan, kan?
Adam melepaskan pelukannya lalu segera duduk. Tanpa sadar dia melirik ke arah Jennifer. Pemuda itu terkejut ketika melihat wajah Jennifer yang merah. Sebenarnya masih bangun sejak tadi!
“Bella, aku …”
“Syukurlah anda sudah pulang, Kak Adam. Maaf, aku tertidur di sofa. Ngomong-ngomong … Kak Jenny menginap karena tadi sudah cukup larut dan tidak nyaman untuk pulang.”
“...”
Mengetahui kalau Bella sampai tertidur di sofa ruang keluarga karena menunggunya, bukannya marah, Adam merasa senang. Hanya saja, pemuda itu sekarang bingung. Normalnya, ketika melihat pasangannya bersama dengan wanita lain, seharusnya gadis itu marah. Bahkan dalam kasus ekstrem … mungkin mengambil pisau dan mencoba menebasnya.
Melihat Bella yang tersenyum lembut seolah tidak terjadi apa-apa justru membuat Adam merasa bingung.
Berpura-pura tidak melihat Jennifer yang masih sadar, Adam segera bangkit dari ranjang lalu menghampiri Bella. Dia kemudian memeluk gadis itu sebelum berkata dengan lembut.
“Kalau begitu kamu tidur. Aku akan tidur di sofa.”
__ADS_1
“Tapi-”
“Tidak ada alasan.” Adam berkata lembut sebelum meninggalkan kamar.
Pemuda itu kemudian memakai celana panjang sebelum pergi ke atap gedung apartemen seperti biasa. Daripada merasa canggung, dia memilih untuk berlatih memurnikan Qi.
Akan tetapi, ketika berada di atap, Adam entah bagaimana melihat telapak tangannya sendiri. Mengingat sensasi kenyal dan padat itu, dia agak terpana.
Bisa dibilang, Bella itu sangat empuk dan lembut seperti marshmellow. Sedangkan Jennifer, masih lembut … tetapi kenyal seperti puding?
Adam menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar teralihkan. Pemuda itu segera memilih tempat untuk duduk lalu bermeditasi seperti biasa.
...***
...
Sementara itu, dalam kamar apartemen milik Adam.
“Apakah dia selalu seperti itu kepadamu, Bella?”
Tidak seperti dalam drama di mana dua wanita bertarung dan saling mencaci untuk memperebutkan seorang pria, setelah berbicara agak lama, Bella dan Jennifer menjadi lebih akrab satu sama lain.
Bella yang baru saja ikut berbaring di ranjang menatap ke arah Jennifer.
“Apakah itu salah, Kak Jennifer?” tanya Bella.
“Menurutku itu memang yang dilakukan oleh seorang nyonya kecil?” Bella menjawab dengan nada polos. “Untuk menikah … aku pikir kami berdua tidak akan menikah.”
“Apakah kamu serius?” Jennifer tercengang.
“Aku sudah bilang sebelumnya, Kak Jennifer. Aku hanya nyonya kecil. Asalkan bersama dengan Kak Adam, aku tidak apa-apa bahkan tanpa hubungan resmi semacam itu.”
“Tapi, nyonya kecil … hubungan semacam itu-”
“Hal semacam itu sudah sangat normal sekarang, Kak Jennifer. Jika anda melihat, banyak sekali para gadis di berbagai universitas memilih untuk menjadi nyonya karena tidak mau hidup menderita.
Khususnya bagi orang-orang di kalangan bawah seperti saya. Bahkan jika menjaga diri, hidup setelah wisuda pun juga tidak akan begitu mudah. Mencari pekerjaan dengan gaji yang tak seberapa, terkadang para gadis ingin mengubah hidup mereka.
Mereka ingin naik mobil mewah, ingin memakai perhiasan yang mahal, bahkan ingin memiliki hunian sendiri. Jadi mereka rela menjadi nyonya kecil untuk pria paruh baya dengan wajah berminyak.
Itu hanya pertukaran. Jadi … tidak ada yang perlu disalahkan.”
“...”
Mendengar ucapan Bella, tanpa sadar cara berpikir Jennifer juga berpengaruh. Awalnya dia jijik dengan para gadis seperti itu, tetapi sekarang berbeda. Wanita itu kemudian menatap ke arah Bella yang tampak lembut.
__ADS_1
“Bukankah kamu berbeda, Bella? Kamu tidak berpikir untuk mendapat perhiasan, mobil, atau hunian dari Adam.”
“Tapi aku juga egois, Kak Jennifer. Aku ingin terus bersama dengan Kak Adam meski tidak harus menikah dan menjadi istrinya.”
“Jika ingin terus bersama, menikahlah dengannya.”
“Aku lebih baik menjadi nyonya kecil, Kak Jennifer. Ada yang lebih pantas dengan Kak Adam.”
“Apakah kamu begitu bodoh? Poligami itu legal. Daripada menjadi nyonya kecil, bukankah lebih baik menjadi istri ke-2?”
“Eh???” Bella tampak terkejut.
“Kamu bahkan tidak tahu kalau poligami itu legal?”
Seolah memikirkan sesuatu, Bella buru-buru berkata.
“Bahkan jika legal, aku yakin istri Kak Adam tidak akan suka jika harus memiliki derajat yang sama dengan perempuan yang bahkan tidak memiliki orang tua atau tempat tinggal seperti aku.”
“Apanya yang salah dengan itu? Seseorang tidak bisa memilih bagaimana mereka terlahir ke dunia, bagaimana mereka terlahir kaya atau sederhana. Yang terpenting adalah bagaimana cara orang itu memilih dalam menjalani hidupnya.
Aku sama sekali tidak keberatan!”
Setelah mengatakan itu, Jennifer tertegun. Wajahnya langsung menjadi merah seperti apel setelah tanpa sadar mengungkapkan bahwa dirinya menyukai Adam. Dia kemudian melirik ke arah Bella yang terkikik. Melihat gadis itu, Jennifer menjadi semakin malu.
Gadis ini …
Pada saat itu, suara Bella kembali terdengar di telinga Jennifer.
“Kak Adam terlalu baik. Selain mau bertanggung jawab, setelah tahu aku ingin menjadi nyonya kecil miliknya, Kak Adam ingin membelikanku mobil, bahkan apartemen yang terbilang mewah seperti ini.
Bahkan setelah aku menolaknya, Kak Adam masih membiayai kuliah serta memberiku 50.000 dollar aliansi untuk satu bulan.”
Mendengar ucapan Bella, Jennifer terkejut.
Lima puluh ribu? Itu bahkan lebih banyak daripada gajiku per bulan! Lupakan lima puluh ribu …
Jennifer memandang ke arah Bella.
“Maksudmu bertanggung jawab adalah?”
“Tanpa sengaja kami melakukan itu, jadi Kak Adam bertanggung jawab. Lagipula … sebagai nyonya kecil? Bukankah itu normal untuk melakukannya?
Awalnya Kak Adam benar-benar buas. Kami sangat sering melakukannya di awal. Namun setelah kami berdua sibuk dengan urusan masing-masing, kami tidak melakukannya sesering biasanya. Ya … hanya beberapa hari sekali.”
Mengucapkan itu, Bella merasa malu. Sementara itu, Jennifer yang terlihat garang dan menggoda tetapi sebenarnya masih sangat polos hampir tidak bisa menerima apa yang terbayang dalam benaknya.
__ADS_1
Dengan wajah panas yang seolah akan beruap kapan saja, Jennifer benar-benar terpana.
>> Bersambung.