
“Errr … sepertinya Nix harus segera diselamatkan.”
Melihat bagaimana Nix mulai kelelahan dan hampir tidak bisa ‘berenang’ dengan gaya, sudut bibir Adam berkedut. Ini sangat berbeda dari rencananya. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk melemparkan tali panjang. Namun, pada saat itu hal aneh terjadi.
Tidak jauh dari Nix yang berusaha tidak tenggelam, banyak gelembung udara yang muncul dari dalam sungai. Beberapa saat kemudian, di depan tatapan terkejut Adam, sebuah mulut raksasa yang mekar seperti bunga empat kelopak yang dipenuhi dengan gigi tajam langsung menelan si ayam dengan utuh lalu kembali ke dalam sungai.
Oi oi oi … ini berbeda dari narasi yang seharusnya terjadi!
Adam berpikir lawannya adalah sosok hantu air dengan enam lengan atau hal semacamnya. Sosok monster dengan kepala sebesar tidak masuk dalam daftarnya. Merasakan bahwa Nix masih hidup, dia langsung melompat ke sungai dengan pedang kayu di tangannya.
Byurr!
Masuk ke dalam sungai, Adam segera menyelam. Dia agak terkejut karena bisa mengetahui di mana makhluk itu berada. Alasannya adalah … pemuda itu itu dapat mendeteksi di mana Nix berada!
Mungkin karena hampir pagi atau karena bulan bersinar begitu terang, Adam bisa melihat dengan cukup jelas. Ketika menyelam untuk menyelamatkan si ayam, Adam melihat sosok lawannya.
Tubuh panjang kurang lebih tiga setengah meter. Berbentuk seperti ikan lele raksasa. Ya, ikan lele yang mengalami kecacatan fisik yang parah.
Tubuhnya hitam, terlihat taji tulang yang tajam di sirip atasnya. Di sirip dekat insang, malah berubah bentuk seperti cakar aneh. Ketika terbuka, mulutnya seperti bunga dengan empat kelopak. Yang terakhir … enam kumisnya menjadi lebih tebal. Di ujungnya, terlihat seperti tangan anak kecil.
Oh! Mereka pasti bercanda denganku? Bukankah seharusnya roh air yang tampak aneh tetapi lemah?
Apa-apaan itu? Monster mutasi dalam film sci-fi? System menyuruhku berburu hal semacam itu?
Kamu pasti bercanda!!!
Merasakan gerakannya, makhluk itu langsung menoleh ke arah Adam. Ekspresi pemuda tampan itu langsung berubah ketika melihat monster itu berenang ke arahnya dengan kecepatan luar biasa.
Haruskah aku lari? Biarkan saja Nix dicerna dan hidup menjadi orang biasa?
Hahaha! Yang benar saja! Aku sudah banyak berlatih selama ini. Ingin melawanku? Maju saja, Monster jelek!
__ADS_1
Melihat lima ‘tangan’ yang mengarah kepada dirinya, Adam mencengkeram erat pedang kayu di tangannya. Energi Qi melapisi pedang kayu. Pemuda itu kemudian menebas dengan ekspresi dingin.
Dengan suara tebasan yang teredam, dua dari lima ‘tangan’ terpotong. Pada saat itu, Adam melihat darah. Ketika menyelamatkan Jennifer sebelumnya, dia tidak tahu kalau makhluk itu bisa berdarah.
Berdarah … berarti berkemungkinan 99% makhluk hidup, 1% semacam mayat hidup atau semacamnya!
Tiga tangan menangkap tangan kiri dan kedua kaki Adam, tetapi tangan kanan yang memegang pedang berhasil lolos. Ketika ditangkap, pemuda itu tidak terlihat takut. Sebaliknya, senyum ganas terlihat di wajah tampannya.
Selama bukan makhluk astral atau jiwa aneh yang tidak bisa disentuh, aku tidak takut. Baik itu harimau, singa, beruang, hiu, buaya, atau makhluk tidak jelas sepertimu … aku tidak takut. MAJULAH!
Mulut monster itu terbuka seperti kelopak bunga penuh gigi tajam. Adam tidak berusaha mengelak, tetapi menggunakan bagian tubuh kiri untuk menahannya. Benar saja, makhluk itu langsung menggigit tubuh bagian kiri pemuda itu.
Merasakan puluhan atau ratusan gigi seperti belati kecil menggali ke dalam dagingnya, Adam menunjukkan ekspresi kejam.
Mencoba memakanku? Lihat apakah aku tidak membunuhmu, B-RENGSEK!
Pedang di tangan kanan Adam dilapisi oleh Qi yang kuat. Pemuda itu tidak menggunakan Autumn Sword yang elegan, tetapi langsung menusuk mata monster itu dengan ganas. Tidak puas sekali, dia menusuk matanya berkali-kali!
MATI! MATI! MATI UNTUKKU, B-RENGSEK!
Dipicu oleh adrenalin, Adam dengan ganas menebas kepala monster itu berkali-kali. Mencoba memotong dan menghancurkan kepalanya. Namun karena keras, hanya bekas luka sayatan yang ada di kepala makhluk itu.
Keduanya saling berjuang. Yang satu berusaha menggigit dan mencakar, sementara yang lainnya memukul dan menendang dengan keras. Tanpa mereka sadari, sungai jernih berubah menjadi merah.
Beberapa waktu berlalu.
Sosok besar naik ke permukaan. Itu adalah monster yang penuh luka di sekujur tubuhnya. Anehnya, mahluk itu tidak bergerak. Setelah dilihat baik-baik, ternyata sebuah pedang telah menusuk mata dan menembus sampai otaknya. Makhluk itu … benar-benar telah mati!
Beberapa saat kemudian, sosok lain naik ke permukaan. Itu adalah Adam dengan tubuh penuh dengan luka. Mendapatkan panen yang layak, dia tersenyum puas. Namun, wajahnya benar-benar sangat pucat karena kehilangan banyak darah. Meski sekarang dia adalah Beast Master, dirinya masihlah manusia.
Paling-paling, sedikit lebih kuat daripada para pasukan yang dilatih khusus. Memang, kuat, tetapi masih tidak sampai tahap keterlaluan. Pemuda itu kemudian menarik bangkai monster itu ke tepi sungai. Sampai di tepi sungai, Adam langsung membelah perut monster itu.
__ADS_1
Sosok Nix yang tampak linglung tetapi masih baik-baik saja keluar dari perut monster itu. Ayam bodoh yang baru keluar dari perut monster jelek itu tampak tidak puas. Namun langsung tertegun ketika melihat sosok Adam yang berdiri di depannya dengan tubuh penuh dengan luka.
Si ayam menoleh ke arah monster buruk rupa yang menelannya lalu ke arah Adam.
‘Jangan bilang … Bos kejam itu mengalahkan monster besar ini sendirian? Begitu ganas? Sepertinya … Tuan Nix ini harus membuat masalah lebih sedikit.
Lihat saja monster jelek itu. Tubuhnya penuh dengan luka tebasan! Itu terlalu mengerikan!’
Nix menatap Adam, tetapi sebelum membuat gerakan lain. Sosok pemuda tampan yang awalnya berdiri itu tiba-tiba ambruk. Jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri.
Waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa sudah tengah hari.
Membuka matanya, Adam merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Dia kemudian tertegun. Itu karena sekarang dirinya sedang berbaring di bawah pohon. Pemuda itu kemudian melihat ayam konyol dengan bulu acak-acakan yang duduk di salah satu cabang pohon.
Ayam bodoh itu …
Sadar bahwa Nix telah membantunya, Adam tersenyum. Ayam itu tidak membiarkannya dipanggang oleh matahari atau kembali terseret oleh arus sungai lalu berusaha menyeret tubuh yang beberapa kali lebih besar daripada dirinya ke bawah pohon. Benar-benar tindakan yang bisa dianggap luar biasa.
Meski sakit, Adam sudah memulihkan hampir separuh tenaganya. Tentu saja, lukanya tidak sembuh total dan hanya sedikit mengering. Pemuda itu berusaha bangkit lalu mendekati bangkai monster yang dia lawan. Namun ketika sampai di tepi sungai, ekspresinya berubah.
Bangkai monster yang dia lawan benar-benar menyusut menjadi setengahnya!
Jika awalnya berukuran 3,5 meter … sekarang hanya tinggal 1,75 meter. Memang masih besar! Setinggi rata-rata orang dewasa di sana. Namun Adam merasa agak menyesal.
Pada saat itu, Adam mendengar Nix berkokok. Melihat ke arah ayam yang mendekatinya, dia agak bingung. Si ayam kemudian menunjukkan sebuah batu aneh.
Jika diperhatikan, itu seperti giok, tetapi dengan warna kelabu dan memancarkan energi suram. Melihat batu aneh itu, Adam menatap Nix.
“Kamu bilang … batu itu berasal dari perut monster itu?”
Melihat Nix mengangguk dengan manusiawi, Adam benar-benar terdiam. Tidak bisa menggambarkan perasaannya. Yang jelas …
__ADS_1
Hal itu terlalu mengejutkannya!
>> Bersambung.