Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Sebuah Contoh Buruk


__ADS_3

“A-Apa yang anda lakukan di tempat seperti ini, Bos?”


Mendengar ucapan Yui, semua orang yang ada di sana tampak terkejut. Mereka hampir mengira telah mendengar sesuatu yang salah. Namun tidak menyangka kalau apa yang mereka dengar ternyata adalah kebenaran.


“Aku baru saja pergi untuk membeli sesuatu dan kebetulan lewat jalan ini. Aku tidak menyangka ternyata kamu bersekolah di sini. Jadi bagaimana?


Ada empat kursi. Jika kamu ingin … aku bisa mengantar kalian berdua sekaligus.”


Mendengar ucapan Adam, Yui langsung memandang ke arah sahabatnya yang telah tertegun. Tidak menyangka kalau dirinya mengenal sosok semacam itu.


“Anda bisa mengantar Yui, Senior. Tidak perlu mengantar saya. Rumah saya berada di arah sebaliknya.” Rin berkata dengan nada agak gugup.


“Begitukah?” Adam memiringkan kepalanya. “Jadi bagaimana Yui?”


Yui awalnya agak bimbang. Dia mempertimbangkan akan ikut atau tidak. Jika ikut, gadis itu merasa agak malu. Namun jika tidak ikut, Joe pasti akan mengganggunya karena ingin mengantar.


Menoleh ke arah Rin, Yui agak terkejut ketika melihat gadis itu mengangguk kepada dirinya. Lagipula, sangat jarang Rin mengizinkan dirinya pergi dengan laki-laki karena khawatir dimanfaatkan atau semacamnya. Namun, kali ini Yui merasa sahabatnya itu berbeda.


Pada akhirnya, Yui menyetujui ajakan Adam.


“S-Saya akan ikut, Bos.”


“Naiklah,” ucap Adam santai.


Yui berpamitan dengan sahabatnya. Di depan tatapan banyak orang, gadis itu naik ke mobil lalu pergi bersama dengan Adam.


Setelah Yui pergi, Rin tampak agak lega. Sementara itu ekspresi Joe tampak tidak sedap dipandang mata. Beberapa saat kemudian, para siswa-siswi mulai berbisik.


“Wow! Bukankah gadis itu, Yui benar-benar memanggil lelaki tampan itu dengan sebutan Bos? Mungkinkah Bos di tempat kerja?”


“Bos di tempat kerja? Bagaimana bisa bisa ada Bos semuda itu? Mungkin saja mereka suka permainan semacam itu.”


“Apa maksudmu?” tanya salah satu siswa dengan bingung.


“Hehehe … Kalian pasti tahu apa yang aku maksud.”


“Hentikan! Kamu merusak pikiran bersihku!”


“...”

__ADS_1


Tanpa Yui sadari, pilihannya untuk ikut bersama dengan Adam membuat banyak orang, khususnya para gadis yang cemburu padanya mulai menyebarkan rumor buruk. Sementara itu, Joe kembali ke mobilnya dengan ekspresi jelek di wajahnya. Namun, matanya berkilat dengan cahaya aneh.


Beberapa waktu kemudian, Adam dan Yui akhirnya sampai di Cafe Starlight.


Ternyata, selama ini Yui selalu datang langsung ke cafe sepulang sekolah. Jadi yui akan sering pulang terlambat ke rumahnya. Hal itu benar-benar membuat Adam cukup terkejut. Tidak menyangka gadis itu terlalu bekerja keras.


Bersekolah dari pagi hingga sore, lalu bekerja dari sore hingga malam. Itu berarti, yui hanya memiliki kesempatan bertemu dengan ibunya setiap pagi sebelum berangkat sekolah dan malam setelah pulang kerja.


Hal itu awalnya membuat ibunya tidak setuju. Namun entah bagaimana, setelah berkata bahwa cafe itu milik Adam, ibunya menyetujui begitu saja. Yui merasa terkejut karena itu sama sekali tidak terduga.


Yui menatap Adam yang sedari tadi diam. Benar-benar hanya mengantarnya. Tidak ada godaan atau lirikan yang di arahkan kepada dirinya. Hal itu membuatnya senang sekaligus kecewa. Dia senang karena Adam bukan tipe seperti itu, tetapi juga kecewa karena mungkin Adam tidak menganggapnya menarik.


“Apakah kamu baik-baik saja, Yui?”


Pertanyaan Adam langsung membangunkan Yui dari lamunannya. Gadis itu menatap bosnya dengan senyum lembut.


“Bukan apa-apa, Bos.”


Keduanya kemudian turun dari mobil. Ketika masuk ke dalam cafe, pegawai lain tampak terkejut ketika melihat keduaya datang bersama-sama.


Setelah mengatur semuanya, Adam kemudian berpamitan kepada Yui dan para pekerja di cafe.


Melihat punggung Adam sebelum pergi meninggalkan cafe, Yui merasa sedikit pahit di dalam hatinya.


...***...


Sampai di apartemen miliknya, Adam segera menyimpan benda-benda khusus yang telah dia siapkan untuk Nix ke dalam brankas besi kecil di kamarnya.


Adam kemudian berbaring di sofa sambil mencari berita tentang hal-hal aneh di Kota B. Pemuda itu cukup terkejut ketika tanpa sengaja melihat salah satu link tentang tempat-tempat paling mengerikan di kota tersebut.


Ternyata, bangunan SMA Blue Rose berada dalam daftar tiga besar. Lebih tepatnya, tempat itu berada di nomor dua.


Pantas saja begitu mengerikan. Aku merasa seperti seorang newbie yang langsung menantang musuh tingkat Boss. Benar-benar bodoh!


Pada saat Adam terus membaca artikel tentang cerita hantu atau makhluk aneh di sekitar Kota B, dia masih melihat postingan tentang asrama wanita universitas yang kemarin telah dia selesaikan. Tidak hanya itu, dia bahkan mendapat Spirit Beast langka sebagai partner.


Adam memencet tombol like sebelum bergumam.


“Siapa tahu apa yang dianggap bayangan besar menakutkan itu ternyata sosok imut seperti Kyoko? Tunggu! Bayangan besar dan tampak mengerikan?

__ADS_1


Hey, Kyoko. Apakah kamu yang menakut-nakuti para gadis di asrama itu?”


Mendengar ucapan tuannya, Kyoko yang si bola hitam memantul beberapa kali di karpet, berubah menjadi Pomsky hitam lalu menggeleng ringan.


“Sepertinya aku salah target kemarin. Lagipula … bentuk makhluk yang bisa ditiru oleh Kyoko paling besar seukuran anjing gembala. Kemarin aku sudah memeriksa ini. Bagaimana bisa aku masih begitu ceroboh?”


Adam tampak tidak puas. Pemuda itu sudah menentukan bahwa malam ini dirinya akan kembali ke tempat itu lagi. Untuk lebih jelasnya, dia mulai membaca postingan yang mirip dan terkait dengan asrama perempuan tersebut.


Ekspresi pemuda itu berubah ketika sadar bahwa sosok hantu atau roh jahat itu ternyata berada di asrama. Ya, bukan berada di luar asrama atau bahkan dinding belakang sekolah, tetapi tepat di asrama perempuan.


“Sepertinya … ini agak berlebihan, kan? Apakah aku harus menerobos masuk ke dalam asrama perempuan?”


Mengingat bahwa dia telah mendapat skill yang begitu cocok, pemuda itu ingin melakukannya. Namun hati nurani masih menghalangi.


Ketika dirinya bimbang antara harus menyerah atau tetap maju, Adam memilih untuk menenangkan diri sejenak. Pemuda itu kemudian kembali mencari postingan tentang hantu atau makhluk aneh lain. Sayangnya, dia tidak menemukan sesuatu yang cocok.


“Baiklah. Mari kita lakukan lagi malam ini.”


Mendengar ucapannya, Kyoko tampak bingung. Sementara itu, Nix yang sedang mematuk jagung dalam mangkuk melirik ke arah tuannya itu dengan tatapan menghina.


‘Apanya yang berburu hantu dan roh jahat? Bos jahat, kamu hanya ingin melihat kumpulan betina dari ras yang sama denganmu itu.’


“...”


Melihat sosok yang sedang dia perjuangkan malah menatapnya dengan ekspresi menghina, bibir Adam berkedut. Jika bukan karena levelnya dibatasi oleh level Spirit Beast utama, pemuda itu pasti lebih memilih mengabaikan si ayam dan terus berlatih.


Sabar, Adam … sabar. Mari tingkatkan saja intensitas latihan si ayam tidak tahu diri itu besok.


Adam diam-diam memutuskannya dalam hati. Dia kemudian menoleh, merasakan bahwa Kyoko ‘menatap’ dirinya dengan penasaran. Ya, meski tidak memiliki wajah, dia merasa makhluk itu menatapnya.


Dengan senyum lembut di wajahnya, Adam menjelaskan.


“Tidak perlu terlihat bingung, Kyoko. Yang harus kamu ingat, jangan menjadi seperti seniormu, Nix yang tidak bisa diandalkan.


Kamu masih muda, jangan meniru contoh yang tidak baik seperti itu.”


Sementara Kyoko yang masih tidak terlalu mengerti asal mengangguk, si ayam merasa jagung di mangkuknya tidak lagi harum. Bahkan agak hambar. Nix benar-benar marah, tetapi juga tidak berdaya.


‘Bos kejam … membuatku menjadi contoh buruk bagi Little Black! Benar-benar penuh dengan kebencian!’

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2