Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Perubahan Organisasi


__ADS_3

"Kalian ... berhenti bermain-main."


Suara perempuan yang terdengar begitu indah sekaligus dingin terdengar. Semua orang langsung melihat ke sumber suara.


Dari pintu ruang kantor yang terbuka, sosok perempuan yang bisa digambarkan ... hampir seperti Dewi berjalan keluar dari ruangan.


Wanita itu memiliki tubuh yang begitu indah, kulit seputih salju, dan rambut hitam yang tampak lembut bagai sutra. Dia memakai coat panjang berwarna merah tua dengan garis-garis perak pada bagian ornamennya.


Apa yang membuat gadis itu tampak lebih menarik adalah ... iris mata berwarna merah bagaikan rubi.


Pada saat itu, Alexia adalah yang pertama kali merespon. Dia langsung berdiri tegak dan memberi hormat.


"Selamat siang, Ketua!"


Setelah Alexia mengatakan itu, Amy dan yang lainnya juga ikut memberi hormat.


"Selamat siang, Ketua!" ucap mereka serempak.


Nathan yang awalnya main-main juga langsung tampak serius ketika menatap ke arah wanita itu.


"Lama tidak berjumpa denganmu, Alicia."


"Aku menghargai pendapatmu, Ketua Nathan. Namun ... lebih baik kamu tidak bermain-main dengan bawahanku."


Pada saat wanita bernama Alicia mengatakan itu, suhu seluruh ruangan tampaknya menjadi semakin panas. Khususnya di area sekitar wanita itu.


Semua orang langsung memandangnya dengan ekspresi takjub sekaligus agak takut. Bahkan Adam yang tidak terlalu mementingkan urusan Departemen Misteri juga sempat mendengar tentang wanita itu.


'Ketua dari Departemen Misteri cabang Kota D, Nomor D-0001, Code ... Phoenix.'


Pikir Adam ketika memandang ke arah Alicia. Karena data yang dia terima tidak lengkap, pemuda itu mengira sosok Phoenix itu adalah seorang lelaki paruh baya yang memiliki semangat berapi-api.


Tidak dia sangka, ternyata malah seorang wanita cantik dengan tempramen yang dingin dan tampak cerdas.


Tampaknya wanita itu juga merasakan tatapan Adam dan menoleh ke arahnya sebentar. Tatapan keduanya sempat bertemu, tetapi hanya itu.


Adam kemudian melihat ke arah James. Pria itu tampak begitu bersemangat. Bukannya dia tahu kenapa, jelas ... itu karena James dan Alicia sama-sama orang yang memiliki bakat Pyrokinesis, Pengendali Api.


Hanya saja, jika bakat James dianggap iblis kecil (Imp) yang hanya bisa mengeluarkan api seperti korek untuk menyalakan rokok.


Sebaliknya, Alicia memiliki bakat luar biasa dalam Pyrokinesis. Jika Adam menilai, mungkin hampir sama dengan Ice Control yang dia dapat dari Yuki, keturunan Seiryuu.


Selain Pyrokinesis, sebenarnya juga ada lawannya, atau lebih tepatnya kebalikannya ... yaitu Cryokinesis, Pengendali Es.


Namun sebagai Kultivator, Adam sendiri tidak berniat untuk membuat identitasnya sebagai pemilik skill Cryokinesis. Jika dia melakukannya, mungkin orang-orang di atas malah akan semakin waspada terhadap dirinya.


Mencoba membunuh Adam dengan segala cara!


"Untuk semua tamu, silahkan ikuti aku ke ruang rapat. Di sana ... kita akan membahas semuanya secara lebih mendetail."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu dengan ekspresi tak acuh, Alicia berbalik pergi. Alexia, Amy, dan Beth juga segera menyusulnya. Sementara itu, kelompok dari enam cabang lain tampak terkejut dengan gaya sombong Alicia yang cukup dingin dan mendominasi.


Adam dan kelompok dari cabang Kota B saling memandang. Mereka kemudian bangkit dari tempat duduk sebelum berniat menyusul ketua Departemen Misteri cabang Kota D yang dingin itu.


Sebelum pergi, Adam menatap ke arah Rocky.


"Mari ikuti rapat terlebih dahulu, masalah tantangan ... kita pikirkan nanti."


Usai mengatakan itu, Adam mengikuti James dan yang lainnya. Meninggalkan Rocky yang duduk terpana di tempatnya.


***


Dalam ruang rapat.


Seluruh anggota dari Departemen Misteri duduk di kursi mereka masing-masing. Tentu saja, mereka juga dibagi berdasarkan beberapa kelompok tergantung cabang mereka berasal.


"Jadi ... mari kita mulai rapatnya."


Mendengar ucapan Alicia, para anggota Departemen Misteri dari cabang lain langsung menatap ke arah wanita itu.


Alicia menatap balik sebelum membaca dokumen yang diberikan oleh pihak atas kepada dirinya.


"Menurut pihak atas, mulai sekarang ... Departemen Misteri akan diberi lebih banyak kebebasan.


Karena berkembangnya kasus-kasus aneh di sekitar kita, yang semakin lama semakin banyak ... beban kerja Departemen Misteri akan menjadi lebih berat.


Aku akab memberikan selebaran kepada kalian nanti."


"..."


Adam menatap ke arah Alicia dengan ekspresi heran.


Bagaimana wanita itu bisa memperoleh informasi dan tanggung jawab untuk menyampaikan kepada kami?


"Nona Alicia ... adalah putri dari salah satu pihak atas."


Seolah mengerti apa yang Adam pikirkan, James menjawab dengan nada monoton.


"Jadi begitu ..." gumam Adam.


"Jika tidak, bagaimana mungkin dia bisa berdiri di tempatnya sekarang tanpa ada yang berani meletakkan tangan kepadanya?" bisik James.


Adam mengangguk.


Kecantikan tanpa latar belakang, sekuat apapun itu ... mungkin tidak akan berakhir baik jika tidak memiliki pencegahan terhadap dirinya sendiri.


Adam dan James kembali menatap ke arah Alicia yang tampak begitu serius. Wanita itu kembali berbicara.


"Kami akan membuat sistem Guild dalam Departemen Misteri."

__ADS_1


"Sistem Guild?"


Para anggota lain tampak kebingungan. Sebaliknya, sosok Nathan malah tersenyum.


"Meski disebut dengan Guild, itu lebih seperti sebuah Sekte yang akan menguasai dan bertanggung jawab atas sebuah wilayah.


Bisa dibilang, pihak pemerintahan mencoba membuat aliansi orang-orang dengan kemampuan khusus di bawah mereka. Mungkin ... juga sebagai pencegahan untuk melawan para Kultivator kuno itu?"


"..."


Para anggota lain menatap Nathan dengan ekspresi terkejut. Mereka tidak menyangka kalau semua berjalan ke arah yang lebih besar seperti sekarang ini.


Sebagai pendahulu (generasi pertama) anggota Departemen Misteri, mereka pasti akan mendapatkan posisi yang baik jika organisasi bisa menjadi lebih besar. Mungkin bisa bersaing dengan kepolisian atau ketentaraan.


Membayangkan itu, para anggota lain tampak bersemangat.


Sebaliknya, Adam mengerutkan kening. Menurut pemuda itu, jika mereka menggunakan para 'manusia super' untuk menekan dan mempersempit jangkauan kekuatan beberapa Sekte Kuno tersebut. Benturan kekuatan lama dan kekuatan baru mungkin saja terjadi.


Tentu saja, Adam juga mengerti. Daripada mempertahankan kekuatan asing yang tidak bisa dikendalikan seperti Sekte Kuno, mereka memilih untuk membangun kekuatan mereka sendiri. Kekuatan yang kuat, tetapi lebih bisa dikendalikan dan stabil.


"Apa yang dikatakan oleh Mr Nathan tidak begitu tepat, tetapi ... kurang lebih memang seperti itu.


Sebagai anggota generasi pertama, kalian pasti mendapatkan hak-hak khusus karena mau bergabung dengan organisasi sejak awal didirikan. Oleh karena itu, organisasi juga mempercayakan sesuatu yang penting kepada kalian.


Memiliki kekuatan setara dengan pejabat tinggi sebuah wilayah? Bukankah itu pilihan yang baik?"


Mendengar itu, para anggota Departemen Misteri langsung menjadi lebih bersemangat. Adam menggeleng ringan sebelum mengangkat tangan kanannya.


"Jangan hanya berbicara tentang 'hadiah' kami, Nona Phoenix. Sebagai ganti semua itu, apa tanggung jawab kami untuk organisasi? Lebih tepatnya ... apa pekerjaan kami?"


Alicia menatap ke arah Adam. Melihat sosok lelaki bertopeng merah itu, dia mengangkat sudut bibirnya dengan menawan.


"Anda tajam seperti yang orang-orang itu katakan, Mr Owl. Namun anda hanya terlalu banyak berpikir.


Apa yang pemerintahan inginkan adalah ... setiap Guild harus mendominasi setiap wilayah, dan menyerap sebanyak mungkin pengguna kemampuan khusus ke dalam organisasi.


Bukankah itu mudah?"


Melihat ke arah Alicia, Adam mengangguk. Namun ekspresinya begitu tenang, bahkan agak dingin.


Orang-orang atas itu ingin memiliki kekuatan lebih di tangan mereka. Jadi ...


Semua ini masih tergantung pada kekuatan, ya?


Memejamkan matanya, Adam tidak bisa tidak menggeleng ringan.


Benar-benar masih menggunakan hukum rimba.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2