Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Misi Pertama


__ADS_3

Rabu, tiga hari kemudian.


Karena rumah dibersihkan dan dicat ulang, para anggota Departemen Misteri akhirnya diliburkan (membolos) terlebih dahulu. Awalnya yang lain tampak ragu dan ingin pergi untuk membantu, tetapi setelah James berkata bahwa tidak banyak pekerjaan, mereka pun akhirnya menyerah.


Karena Adam akan lebih sering berada di markas Departemen Misteri cabang Kota B di pagi sampai sore, dia memaksa Bella untuk membawa mobil BMW miliknya. Pemuda itu sudah merasa menyesal karena tidak bisa mengantar dan menjemput. Dia tidak tahan jika membiarkan Bella berangkat dan pulang sendiri dengan kendaraan umum.


Meski sudah diyakinkan oleh Jennifer dan Bella bahwa mereka akan aman-aman saja, Adam tetap bersikeras memaksa  Bella membawa mobil.


Selain itu, Adam juga menyuruh Kyoko untuk bersembunyi dalam bayangan Bella. Itu karena dia tidak ingin gadis itu terlihat konyol karena membawa ayam bodoh untuk pergi ke mana-mana.


Jennifer juga telah membawa Killa ke mana-mana. Hal itu membuat Adam merasa lebih lega. Tentu, dia juga menyuruh mereka berdua untuk segera menelepon dirinya kapan saja jika ada merasakan kejanggalan atau membutuhkan bantuan.


Memakai kaos turtleneck dengan coat berwarna hitam seperti sebelumnya, sosok Adam menyeret koper yang berisi beberapa pakaian yang sama. Empat kaos turtleneck, empat celana panjang, empat pasang sarung tangan dan kaos kaki. Ya ... Semua berwarna hitam.


Selain coat yang dia pakai, pemuda itu juga membawa coat berwarna abu-abu dan satu jas hitam dalam tasnya. Untuk sepatu, dan beberapa peralatan tambahan lain ... dia akan membawanya besok.


Adam menganggap ini sebagai seragam kerja miliknya.


Melihat gerbang tua yang sudah berubah bentuknya karena termakan usia, Adam mengangguk. Meski tidak diganti, gerbangnya terlihat lebih bersih. Tidak ada lagi suara berderit yang menyakiti indera pendengaran.


Memasuki bagian halaman, Adam tersenyum melihat halaman yang telah disapu bersih. Pohon-pohon dan tanaman hias juga telah dipangkas rapi. Menatap ke rumah besar dengan gaya klasik dengan cat putih bersih, pemuda itu sekali lagi mengangguk.


Bukan hanya dicat, kelihatannya atap yang bocor juga telah diperbaiki.


Sampai di depan pintu, Adam memencet bel. Mendengar suara bel, pemuda itu sudah diyakinkan bahwa kelistrikan juga sudah diurus.


Beberapa saat kemudian, pintu terbuka. James yang tampak agak buru-buru tersenyum pahit ketika melihat Adam.


"Kenapa harus memencet bel, Mr Owl? Tidak bisakah kamu langsung masuk saja?"


"Aku hanya memeriksa."


"Ngomong-ngomong soal memeriksa, anda harus melihat ke kamar milik anda terlebih dahulu."


"Baik."


Mengikuti James, Adam menuju ke kamarnya. Ketika masuk ke dalam kamar, pemuda itu sedikit terkejut.


Cat tembok diganti dengan warna krem. Ubin di lantai digantikan dengan lantai kayu. Terlihat ranjang, meja, kursi belajar, rak, dan benda-benda yang Adam pesan dengan warna yang selaras.


Bertema alami, tetapi juga klasik sekaligus elegan. Adam paling puas melihat lemari dan beberapa rak yang tersusun begitu rapi dan indah. Dia bisa menggunakannya untuk menyimpan benda-benda khusus miliknya.


Bahkan, pintu dan kunci kamarnya telah berubah.


James sendiri cukup iri ketika melihat kamar indah milik Adam. Menghabiskan 15.000 dollar aliansi hanya untuk kamar yang tidak terlalu luas. Benar-benar seharga empat bulan gaji kotor para karyawan biasa di Kota B.


"Terima kasih, James. Ini benar-benar seperti yang aku harapkan." Adam mengangguk.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang berterima kasih, Mr Owl. Berkat bantuan darimu, tempat ini akhirnya cukup pantas disebut dengan markas Departemen Misteri cabang Kota B."


"Sama-sama." Adam tampak santai. "Akan lebih baik jika menanam bunga di halaman depan dan belakang rumah. Sebuah kolam ikan di belakang rumah juga akan membuat suasana lebih menyegarkan."


Mendengar saran Adam, James tersenyum pahit.


"Kita pikirkan lain kali, Mr Owl. Bahkan perabot rumah belum diganti. Sangat tidak baik untuk mengurus yang lainnya terlebih dahulu."


"Kamu benar. Ngomong-ngomong ... apakah ada kasus aneh atau laporan dalam tiga hari terakhir?"


"Tidak ada." James menggeleng ringan.


"Lalu ... kita benar-benar hanya memakan gaji buta?" gumam Adam.


Mendengar ucapan Adam, sudut bibir James berkedut.


"Bukan berarti kita memakan gaji buta, Mr Owl. Hanya saja, kasus yang harus kita tangani itu memang cukup jarang."


"Tidak berkerja dan mendapat bayaran. Bukankah itu sama saja dengan gaji buta?"


"..."


Setelah menghela napas panjang, James berkata dengan ekspresi tertekan.


"Kalau begitu aku akan turun. Setelah selesai menata barang bawaanmu, kamu bisa ikut turun. Yang lainnya juga sudah tiba."


"Baik."


"Sepertinya besok aku juga perlu membawa beberapa barang lain. Lebih baik meminta tolong James untuk membeli tea set, beberapa buku catatan kosong, dan peralatan menulis yang lain. Lagipula ... mulai sekarang aku akan bekerja di sini pada siang hari.


Daripada hanya diam, lebih baik aku menggunakan waktu untuk lebih banyak berlatih dan meresepkan beberapa obat lain yang lebih mudah dipelajari sehingga minggu depan bisa memulai produksi."


Adam bergumam pelan sambil menata barang bawaannya. Dia kemudian beristirahat di kamar sebentar untuk membiasakan diri sebelum akhirnya turun ke lantai pertama.


Sampai di ruang keluarga yang tampak bersih, Adam melihat empat orang yang ada di sana. Mereka adalah James, Jasmine, Carole, dan Douglas.


"En?" Adam tampak agak aneh. "Bukankah kamu masih sekolah, Jasmine?"


Mendengar pertanyaan Owl yang tiba-tiba, Jasmine tertegun sebentar. Gadis itu kemudian menunduk dan mulai menulis sesuatu di sebuah papan tulis kecil yang dia bawa lalu mengangkatnya.


'Saya sudah lulus tahun lalu, Mr Owl.'


Apakah itu caranya berkomunikasi? Benar-benar tidak berbicara?


Adam kemudian duduk di salah satu sofa kosong lalu menatap ke arah Jasmine. Dia pikir gadis itu masih berada di kelas 10 atau 11 SMA. Tidak menyangka kalau dia telah lulus.


Sedangkan melanjutkan kuliah atau tidak ... itu tidak perlu dibahas. Adam tahu tidak semua orang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

__ADS_1


"A-Anu ..."


Carole mengangkat tangannya. Adam dan tiga orang lain langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah wanita itu.


"Ada apa, Carole?" tanya James.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang, Ketua?"


"Tunggu telepon berbunyi." James langsung menjawab tegas.


Mengabaikan James yang berbicara omong kosong dengan wajah lurus, Adam menjelaskan kepada Carole.


"Nona Carole, kan? Kamu lebih baik membiasakan diri. Mungkin selama satu bulan atau lebih kita hanya akan duduk bermalas-malasan karena tidak mendapat pekerjaan.


Anggap saja kamu dibayar untuk tidak melakukan apa-apa."


"..." Mulut Carole ternganga.


Sebagai wanita kantoran, dia selalu ditekan untuk bekerja keras. Bahkan banyak para atasan yang meliriknya karena paras atau tubuhnya. Mereka sengaja membuatnya bekerja lebih berat agar tertekan dan datang untuk memberi keringanan.


Ya ... keringanan dengan syarat tertentu.


Hal itu membuat Carole sering berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Terkadang, paras baik tidak hanya anugerah, tetapi hal yang membawa bencana.


Tidak bekerja dan dibayar mahal, wanita itu belum pernah mendengar hal semacam itu.


"A-Anda pasti bercanda, Mr Owl. Hehehe ..." Carole tertawa canggung.


"Ya. Aku memang bercanda." Adam menghela napas panjang, tidak ingin membuat wanita itu tertekan.


Ring! Ring! Ring!


Pada saat itu, ponsel James berbunyi. Melihat identitas penelepon, dia langsung bangkit dari kursinya dan meninggalkan ruangan.


Beberapa saat kemudian, James kembali dengan ekspresi agak tertekan.


"Ada pekerjaan yang menunggu kita, Teman-teman. Bukan hanya satu, tetapi dua! Aku akan pergi dengan Douglas dan Jasmine. Mr Owl, kamu akan pergi bersama dengan Carole.


Jangan menolak ... kamu lebih kuat dari gabungan aku dan Douglas. Jadi hanya pihak wanita yang diacak."


"Baik." Adam menjawab dengan ekspresi tak acuh.


Daripada memusingkan itu, Adam malah menatap ke arah James yang tertekan dengan curiga.


Jangan bilang ... pria ini benar-benar berniat untuk makan gaji buta?


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2