Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Arti Kebebasan?


__ADS_3

Pemimpin kelompok Jade Dragon, Mr Ryuuji, seperti namanya, lelaki itu benar-benar tampak berkharisma layaknya seekor naga.


Duduk di tempatnya, lelaki tua itu menatap ke arah seluruh ketua kelompok di Kota B.


"Kalau begitu ... kita mulai rapatnya sekarang!"


Mendengar ucapan Mr Ryuuji, semua orang langsung memasang ekspresi serius.


"Pertama-tama, kita sambut anggota baru kita, Mr Adam. Silahkan!"


Mendengar namanya dipanggil, semua orang, termasuk dengan Mr Ryuuji langsung menatap ke arahnya. Sebagai tanggapan, Adam berdiri dengan tenang. Membalas semua tatapan mereka tanpa rasa takut, pemuda itu kemudian berkata.


"Ketua Wings of Freedom, Adam. Salam kenal."


Adam berkata dengan nada datar. Setelah mengatakan itu, dia kembali duduk di tempatnya.


"Cih! Bocah zaman sekarang memang tidak memiliki sopan santun."


Tampak sosok pria kekar yang seluruh tubuhnya dipenuhi dengan tato dan bekas luka menatap ke arah Adam dengan sinis. Dia adalah ketua dari Bloodlust Axe, Raul.


"Heh ... Bukankah itu karena kemunculan Wings of Freedom mengacaukan rencanamu, Raul-chan?"


Suara wanita yang tampak manis, tetapi terkesan meremehkan terdengar. Duduk di kursinya, ketua dari Red Maple, Megumi menopang dagu dengan senyum menawan di wajahnya.


"Berhenti mengucapkan omong kosong, Nenek Sihir!" teriak Raul.


"Hah??!"


Suara Megumi langsung naik satu oktaf. Sudut bibir wanita itu berkedut. Menatap ke arah Raul dengan ekspresi kejam, dia berkata.


"Coba katakan sekali lagi, Paman Buruk Rupa!"


"Nenek—"

__ADS_1


"Bukankah itu cukup? Kalian tidak perlu membawa urusan pribadi ke dalam acara seperti ini, kan?"


Duduk di tempatnya, tampak sosok lelaki tua berusia sekitar 50 tahun. Selain Mr Ryuuji, jelas dia adalah yang tertua di ruangan tersebut. Dia memakai pakaian layaknya seorang detektif. Pemimpin dari kelompok Phantom Blade. Tidak ada yang mengetahui nama sebenarnya lelaki tersebut. Namun, dia biasanya dipanggil Mr Phantom.


"Belajar untuk tetap tenang, Anak Muda. Emosi tidak membuat kalian merasa lebih baik," tambahnya.


"Jika hanya ingin berkenalan, kita tidak perlu membuang waktu, kan? Jika tidak ada yang lain, bolehkah aku kembali?"


Seorang lelaki dengan rambut pirang tidak alami dipotong rapi berkata dengan nada malas. Berbeda dengan pakaian orang-orang yang tampak formal atau ganas, pria itu memakai pakaian olahraga. Lebih tepatnya, jersey bola lengkap dengan celana pendeknya.


Lelaki itu adalah pemimpin Blue Diamond, Leon.


"Kembali duduk di tempat kalian dan dengarkan."


Mr Ryuuji langsung berkata dengan nada tegas. Hal itu membuat sebagian dari mereka mendecak tak puas, tetapi masih patuh.


"Tujuan kali ini tentu bukan karena memperkenalkan Mr Adam kepada kalian. Sebaliknya, ada masalah besar yang menanti kami, kelompok-kelompok gelap di Kota B.


Kalian pasti mengetahui dengan jelas peraturan tak disebutkan di Kota B, kan? Aku tidak peduli dengan bisnis judi, prostitusi, atau penjualan senjata api ilegal. Namun ...


"..."


Ekspresi orang-orang menjadi serius. Sebagian dari mereka melirik ke arah Adam. Mungkin bagi mereka, pemuda itu adalah pelakunya karena belum mengetahui aturan.


Pada saat itu, Mr Ryuuji bertanya.


"Apakah kamu tahu apa alasannya, Mr Adam?"


Adam memejamkan matanya sejenak. Memiliki ekspresi hambar di wajahnya, pemuda itu berkata.


"Mungkin prostitusi terdengar kotor, tetapi sebagian wanita memang memilih untuk bekerja di tempat semacam itu karena kebutuhan mereka. Aku tidak banyak berkomentar.


Senjata api ilegal, juga tidak memiliki banyak pendapat. Lagipula, setiap orang mungkin merasa lebih aman jika mereka memiliki senjata untuk pertahanan diri, kan?

__ADS_1


Bagi sebagian orang, mungkin judi adalah permainan. Aku tidak begitu paham, tetapi aku juga tidak peduli.


Sedangkan untuk obat-obatan terlarang, aku juga membencinya. Alasannya? Tentu, walau anggota baru ... Aku juga mengerti."


Adam menatap ke arah orang-orang di sekitarnya.


"Obat-obatan terlarang itu mempengaruhi pemikiran seseorang. Bukan hanya membuat bodoh, hal itu juga membuat orang-orang melakukan hal-hal ceroboh. Selain itu ...


Obat-obatan terlarang juga bisa mempengaruhi mengacaukan generasi mendatang. Dengan kata lain, bukannya menjadi lebih baik, generasi setelah kami mungkin akan lebih buruk dan lebih kacau.


Bisa dibilang, obat-obatan itu bukan hanya akan merusak satu atau dua kota. Bahkan seluruh negara bagian, atau mungkin dunia?


Apakah ucapanku benar?"


Mendengar ucapan Adam, orang-orang itu diam-diam mengangguk. Meski tidak menjawab, jelas, itu persetujuan dalam diam.


"Heh ... Aku rasa, nama Wings of Freedom sama sekali tidak cocok untukmu dan bawahanmu, Mr Adam.


Kalian lebih mirip tentara yang disiplin, kata-kata bebas sama sekali tidak cocok dengan kalian."


Raul berkata dengan nada mengejek.


"Kamu tidak sepenuhnya benar, Mr Raul."


"Hah??? Apanya yang salah?" Raul terkekeh.


Tampaknya, orang-orang lain juga setuju dengan pendapat Raul. Sementara sebagian lain menatap ke arah Adam, ingin mengetahui apa yang akan dia katakan.


Menatap ke arah Raul, Adam membuka mulutnya.


"Menurutku, apa yang kami lakukan perlu untuk mengubah kami menjadi lebih kuat. Kenapa? Tentu, karena kami percaya ..."


Tekanan mengerikan langsung terpancar dari tubuh Adam, membuat ekspresi para pemimpin menjadi serius.

__ADS_1


"Orang lemah hanya bisa tunduk, hanya yang kuat mampu mengendalikan takdir mereka sendiri dan pantas memiliki kebebasan."


>> Bersambung.


__ADS_2