Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Cryomancer


__ADS_3

"Omong-omong ... apakah sudah waktunya aku bertemu dengan orang tuamu, Jennifer?"


Pertanyaan Adam membuat Jennifer terkejut. Dia menatap ke arah lelaki tampan itu dengan heran. Merasa agak ragu, dia akhirnya menjawab.


"Aku tidak terburu-buru, Sayang. Kamu bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu, jangan memaksanya diri."


"Hmmm ..." Adam mengangguk ringan. Menatap ke arah Jennifer, dia kembali bertanya, "Bisakah kamu memperkenalkan bagaimana kondisi keluargamu, Jennifer?"


"Apakah kamu tidak memeriksanya ketika masih berada di Departemen Misteri, Sayang?"


"Aku sempat sedikit mencaritahu, tapi ... aku ingin mendengarkannya darimu."


"Ternyata kamu masih menghargai privasi, Sayang."


"Apakah aku tampak seperti orang yang tidak menghargai privasi?"


"Tidak juga," ucap Jennifer sambil menutup mulutnya, menahan tawa.


Bukan hanya Adam, Bella juga tampak penasaran dengan keluarga Jennifer. Wanita itu tahu, sosok polisi cantik yang dia panggil Saudari Jennifer itu memiliki latar belakang yang dalam.


Merasakan tatapan keduanya, Jennifer tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya. Dia menjawab dengan nada agak main-main.


"Sebenarnya, aku tidak terlalu suka untuk membahas ini. Ayahku adalah salah satu petinggi dalam kepolisian negara bagian ini. Beliau memiliki dua istri, atau mungkin ... sekarang tiga?


Ibuku adalah istri pertama lelaki itu. Aku memiliki kakak perempuan, dan setelah melahirkanku ... beliau meninggal.


Ayah memiliki istri lain untuk menggantikan ibuku. Sebenarnya aku tidak mempermasalahkan hal itu, tetapi setelah aku mengetahui kebenarannya, aku tidak bisa untuk tidak membenci lelaki itu.


Jadi, sebenarnya, sebelum ibu meninggal, lelaki itu telah berselingkuh dengan wanita lain. Ketika ibu meninggal, wanita itu langsung menggantikannya begitu saja.


Selain itu, dia juga memiliki wanita lain ketika sudah menikah dengan ibu tiriku. Kemungkinannya, sekarang lelaki itu juga telah menikahinya.


Sedangkan nyonya kecil yang dia besarkan di luar ... aku tidak mengetahuinya."

__ADS_1


"..." Adam dan Bella terdiam.


"Selain itu, aku juga melihat bahwa kebanyakan lelaki di tingkat atas memiliki lebih dari satu istri. Lagipula, poligami bukanlah hal ilegal. Selain itu, jumlah wanita juga beberapa kali lebih banyak daripada total jumlah laki-laki.


Setelah mengetahui kebenarannya itu, aku sudah tidak lagi terlalu marah kepada ayahku. Namun, sebagai perempuan, tentu saja sebenarnya aku lebih suka menjadi satu-satunya bagi pasanganku. Ya ... Walau sekarang aku sudah merubah pikiranku karenamu.


Meski begitu, aku masih tidak suka jika ada lelaki yang berselingkuh di belakang. Ya! Memiliki beberapa pasangan bukan masalah, tetapi bukan berarti kamu boleh bermain di belakang! Jadi ...


Jika kamu menyukai seseorang, kamu juga harus membicarakannya kepada kami!"


Jennifer menatap Adam dengan tegas.


"Tentu saja, jika ada, aku akan memastikan bahwa wanita itu harus cocok dengan kalian." Adam berkata dengan nada lembut.


"En? Kamu bilang, kamu sudah bermain di belakang kami, Sayang?!" tanya Jennifer dengan nada naik satu tingkat.


"..." Bella hanya diam, tetapi masih menatap ke arah Adam lekat lekat.


Uhuk! Uhuk!


Mata Jennifer menyipit. Wanita itu menyeringai, menunjukkan senyum menawan ... tetapi juga membuat Adam merasa kedinginan.


Bella yang tampak lebih polos hanya memiringkan kepalanya sambil bertanya.


"Apakah anda tidak puas dengan kami, Kak Adam? Atau ... mungkin anda bosan?"


Pertanyaan Bella membuat hati Adam merasa agak sakit. Dia menepuk lalu mengelus kepala wanita itu sambil tersenyum lembut.


"Aku tidak akan pernah bosan dengan kalian. Jadi, jangan berpikir kalau aku akan meninggalkan atau membuang kalian ... mengerti?"


"Saya mengerti, Kak Adam." Bella memejamkan matanya, merasakan kelembutan tangan Adam.


"Aku memegang ucapanmu, Sayang. Kamu harus janji."

__ADS_1


"En." Adam mengangguk. "Aku berjanji."


"Lalu ... apa yang akan kamu lakukan sekarang, Sayang? Apakah kamu takut dengan identitas ayahku dan keluarga di belakangnya."


"Memang, aku yang sekarang mungkin tidak mendapatkan banyak keuntungan jika harus berhadapan dengan keluarga di belakangmu. Lagipula, aku hanya seorang pengusaha kecil."


"..."


Sudut bibir Jennifer berkedut, rasanya dia ingin memukul lelaki tidak tahu malu di depannya. Jika dia hanya pengusaha kecil, berarti sangat sedikit pengusaha besar di negara bagian ini.


Meski Jennifer tidak mengetahui kekayaan bersih Adam, tetapi dia tahu kalau lelakinya memiliki banyak saham di beberapa perusahaan. Baik itu perusahaan besar, sampai beberapa bisnis kecil yang dimodali dan mendapatkan pembagian hasil.


"Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu," ucap Adam dengan senyum pahit. "Aku tidak memiliki orang tua atau keluarga besar yang mendukung di belakangku. Jadi, meski bisa dibilang aku lumayan kaya ... latar belakangku masih terlalu dangkal."


"Lalu ... apa yang coba kamu lakukan sekarang? Masih berniat kembali ke Departemen Misteri?"


"Ya."


Jawaban singkat Adam membuat Jennifer dan Bella terkejut.


"Apakah kamu sudah gila, Sayang? Kamu tahu betapa mereka membenci dan berusaha menargetkan dirimu, kan?"


"Apa yang dikatakan Saudari Jennifer benar, Kak Adam."


"Apakah kalian tahu, bahwa tempat yang paling berbahaya juga bisa dianggap sebagai tempat paling aman?"


Melihat keduanya bingung, Adam mengangkat sudut bibirnya. Dia kemudian menjelaskan.


"Aku tidak akan masuk sebagai Blood Owl, lelaki misterius yang merupakan Kultivator dengan beberapa skill mengerikan dan jahat. Sebaliknya, aku akan membuat mereka tertarik untuk merekrut diriku."


Mengatakan hal itu, Adam kemudian mengetuk lembut meja di depannya. Dalam sekejam mata, meja itu langsung membeku.


Ketika Jennifer dan Bella terkejut, suara Adam kembali terdengar.

__ADS_1


"Bukan sebagai Blood Owl, tetapi sebagai Adam ... Adam sang Cryomancer."


>> Bersambung.


__ADS_2