
Kura-kura Galapagos besar itu menatap Adam dengan dua mata bulat seperti mutiara hitam.
"Lupakan ... menurut tradisi keluarga, aku harus memberimu nama terlebih dahulu."
Pemuda itu menghela napas panjang. Karena kura-kura tersebut juga keturunan Genbu, Adam tanpa ragu menandatangani kontrak dengannya.
Setelah berpikir beberapa saat, Adam tiba-tiba bertanya.
"Bagaimana kalau Onyx? Batu hitam, agak cocok, tapi ..."
Adam melirik ke arah Nix si ayam. Tampaknya ayam emas itu memandangnya dengan ekspresi menghina. Benar-benar mempertanyakan kemampuannya dalam memberi nama!
Uhuk! Uhuk!
Setelah beberapa saat, Adam kembali berkata.
"Mulai sekarang, namamu Zircon.
Alasan aku menamaimu dengan nama Zircon bukan karena warnanya hitam. Zircon adalah gemstone dengan berbagai warna. Aku menamaimu karena Zircon adalah salah satu gemstone tertua di dunia, dengan usia 4,4 miliar tahun dalam pembentukan.
Jadi, selain berharap kamu tumbuh indah dan kuat ... aku harap kamu akan terus hidup dan menemaniku, bahkan keturunanku kelak.
Jadi, mohon kerjasamanya, Zircon."
Adam tersenyum lembut sambil mengelus kepala makhluk itu. Hal itu membuat Nix si ayam terdiam.
Daripada nama Nix yang diambil dari Phoenix, nama itu benar-benar lebih keren! Dia ingin protes!
Tentu saja, Adam tidak akan bilang kalau alasan dia melakukannya juga karena penampilan. Daripada ayam aduan, penampilan ular kecil yang bisa menjadi perhiasan lebih indah. Belum lagi si kura-kura.
Besar, keras, garang ...
Dibandingkan dengan si ayam, kemunculan Zircon benar-benar agak mengejutkannya. Tentu saja, dia akan lebih senang jika yang muncul kura-kura aldabra, jenis kura-kura besar yang lebih umum.
Ya, setidaknya kura-kura Galapagos benar-benar lebih baik. Jika yang muncul adalah Cylindraspis, jenis kura-kura yang telah punah. Dia pasti lebih kesulitan.
Tentu saja, Zircon sendiri unik karena warna, bentuk tubuh, dan cangkangnya.
Adam benar-benar tidak berniat untuk mengeluarkannya secara sembarangan.
Melihat makhluk itu mengusap tangannya dengan kepala botak dan tatapan polos, Adam terkekeh.
"Ayo, ikuti aku untuk berkenalan dengan para seniormu, Zircon."
Adam berjalan dengan ekspresi santai. Namun saat itu, ekspresinya tiba-tiba berubah.
"Apa yang kamu tunggu, Zircon? Kemari."
Mengikuti instruksi Adam, kura-kura besar itu mulai 'bergerak' ke arahnya. Namun, tidak hanya Adam, bahkan Spirit Beast lainnya tercengang.
Dalam satu menit, kura-kura hitam itu benar-benar hanya mengangkat satu kaki lalu meletakkannya. Satu menit ... satu langkah!
"..."
Adam benar-benar tidak bisa berkata-kata. Dia berharap kalau kura-kura itu bisa menjadi Spirit Beast tipe penjaga yang bisa melindungi dirinya. Namun ...
Kura-kura itu bahkan memiliki kecepatan lebih lambat daripada siput!
__ADS_1
Menghela napas panjang, Adam akhirnya menghampiri kura-kura yang memiliki ekspresi polos dan santai di wajahnya itu. Dia kemudian mencoba mengangkatnya, tapi ...
'Sangat berat!'
Adam mengutuk dalam hati. Sebagai Kultivator di alam Spiritual Grand Master, dia benar-benar nyaris tidak bisa mengangkat kura-kura itu!
Meletakkan Zircon kembali, Adam menarik napas dalam-dalam. Pada saat itu, dia akhirnya memiliki ide cemerlang.
Adam langsung menarik Zircon ke samudera jiwa miliknya. Setelah itu, dia pergi beberapa meter lalu kembali mengeluarkan makhluk itu.
Melihat ekspresi bodoh di wajah kura-kura itu, Adam terkekeh. Dia kemudian melihat panel status miliknya.
***
[ Spirit Hunter System ]
Name : Adam Bladefield
Level : Golden Spirit (Low)
Cultivation Technique : Golden Sun and Silver Moon
Battle Skill : Autumn Sword (proficient), Spring Sword (proficient), Summer Sword (-), Weapons Art of Bladefield (novice), Martial Art of Bladefield (novice)
Other Skill : Elemental Seal (proficient), Basic Alchemy Art (proficient), Basic Smithing Art (-), Limitless Bladefield (-)
Spirit Beast :
- Black-gold Chicken (Low-Golden)
- Lesser White Sneak (Low-Golden)
- Five Colored Blood Spider (High-Silver)
- Blackrock Tortoise (Low-Bronze)
Beast Skill :
- Suzaku’s Cry (Gold), Suzaku’s Golden Talons (Gold), Flame Control (Gold-Locked)
- Shadow Stealth (Silver), Shadow Clone (Silver)
- Ice Control (Gold), Seiryuu’s Azure Scales (Gold), Commanding Wind and Cloud (Gold-Locked)
- Blood Threads (Silver), Anti-VP (Silver)
- Earth Aura (Bronze)
Items Bag :
...
***
Melihat skill baru tersebut, Adam langsung mencoba menggunakannya.
"Earth Aura ..."
__ADS_1
Pemuda itu bergumam dengan nada tak acuh. Aura berwarna kuning keemasan menyelimuti seluruh tubuhnya. Pada saat itu, dia merasa bahwa pertahanannya benar-benar meningkat pesat. Belum lagi, aura tersebut tidak bisa dilihat oleh mata orang biasa.
Sekarang, Adam yakin dirinya tidak akan mudah mati bahkan jika ditabrak mobil dengan kecepatan tinggi.
Rasa tidak puasnya tadi tiba-tiba menghilang begitu saja.
Menghentikan skill tersebut, Adam kemudian memberi perintah.
"Zircon, gunakan skill Earth Aura!"
Mengikuti instruksi Adam, Zircon langsung memunculkan perisai kuning semi transparan dengan jarak kira-kira satu meter di sekelilingnya. Tampak mirip dengan skill Ketua Departemen Misteri cabang Kota F, bahkan lebih kuat karena sekarang masih berada di level bronze!
"Cukup, Zircon. Terima kasih atas kerja kerasmu."
Adam mengangguk puas. Dia segera mendekati kura-kura itu, menepuk kepalanya lalu memasukkannya ke dalam samudera jiwa miliknya.
Saat itu juga, Adam melihat ke arah kolam besar dan dipenuhi dengan bunga teratai yang indah. Ide lain muncul di benak pemuda itu.
'Mungkinkah, sebagai keturunan Genbu ... Zircon lebih handal bergerak dalam air?'
Memikirkan itu, Adam langsung melepaskan Zircon ke kolam. Pada saat itu juga, air dalam kolam langsung bergejolak.
Byurr!
Melihat ke arah kolam, ekspresi Adam tiba-tiba stagnan. Setelah beberapa saat, sama sekali tidak ada gerakan, bahkan sampai kolam menjadi begitu tenang.
Hanya ada gelembung kecil udara yang terus naik dari dalam kolam. Jadi pada saat itu, Adam langsung sadar.
Sebagai kura-kura darat, Zircon benar-benar tidak memiliki bakat untuk berenang! Bahkan jika dia keturunan Genbu yang hebat!
Merasa agak panik, Adam mencoba menarik Zircon kembali ke samudera jiwa miliknya. Namun, dia benar-benar tidak bisa memindahkan makhluk itu!
'Apakah karena berat dan jaraknya?'
Pikir Adam. Spirit Beast miliknya biasanya bisa dia masukkan ke dalam samudera jiwa dari jarak beberapa meter, tapi kura-kura itu ...
Terlalu berbeda!
Di depan tatapan tercengang para Spirit Beast lainnya, Adam tiba-tiba langsung terjun bebas ... masuk ke dalam kolam gelap dan dingin itu!
Beberapa saat kemudian, Adam keluar. Mengenakan pakaian santai yang basah kuyup, ekspresi pemuda itu benar-benar tampak buruk.
Ketika dia hendak mengatakan sesuatu, Kyoko tiba-tiba melompat masuk dalam bayangannya. Yuki kembali berubah menjadi kalungnya. Si laba-laba kecil langsung bersembunyi di atap rumah kayu ...
Sedangkan Nix, dia tiba-tiba menggaruk sambil mematuk tanah. Berpura-pura bodoh!
Pada saat Adam hendak berbicara, pintu di sisi lain kolam terbuka. Sosok Jennifer muncul dan menatapnya.
Melihat dirinya yang basah kuyup, wanita itu tiba-tiba berkata.
"Masih tertekan karena harus tidur sendirian, Sayang?"
Mendengar pertanyaan itu, ekspresi Adam menjadi semakin gelap.
Pemuda itu benar-benar kehilangan kata-katanya!
>> Bersambung.
__ADS_1