
Jika orang-orang di dunia sebelumnya melihat gerakan Adam, mereka pasti mengutuknya karena mengklaim hal semacam itu sebagai teknik yang dia buat sendiri!
Sebenarnya, apa yang pemuda itu lakukan tidak asing dan mudah dikenali.
Fish-Man Karate!
Ya. Adam terinspirasi dengan salah satu gerakan dari serial yang dia suka dalam kehidupan sebelumnya.
Tentu saja, karena tidak tahu metode aslinya, dia hanya bisa mengira dan mencoba beberapa trik untuk menurunkan teknik tersebut.
Meski berhasil, efeknya masih terbatas, bahkan memiliki beberapa beban pada tubuhnya sendiri. Alasannya, pertama adalah kemampuannya yang kurang dan masih perlu banyak belajar. Yang terakhir adalah fisiknya sendiri.
Memang, dia lebih kuat, jauh lebih kuat daripada manusia biasa. Namun dibandingkan dengan orang-orang aneh di serial yang Adam tonton tersebut, dimana tingginya beberapa meter seperti raksasa, bahkan Fish-Man sendiri memiliki kekuatan sangat kuat layaknya monster ...
Adam masih sangat kurang!
Jadi dia tidak mengharapkan untuk meledakkan kapal atau gedung dengan gelombang kejut udara, atau pukulan yang lebih kuat dari meriam.
Pencapaian 'kecil' seperti ini ... Adam sudah sangat puas!
"Anda ..."
Alicia benar-benar tidak tahu harus berkomentar bagaimana. Dia tidak menyangka kalau lelaki yang tampak misterius itu lagi-lagi mengejutkan dirinya. Tangan rampingnya terkepal erat. Wanita itu menatap ke arah Adam dengan ekspresi penuh tekad.
"Apakah kamu ingin melanjutkan ini, Ms Phoenix?"
Mendengar pertanyaan Adam, Alicia menjadi lebih fokus. Ekspresinya menjadi lebih serius daripadanya sebelumnya.
"Tentu saja kami akan melanjutkannya, Mr Owl!"
Adam menatap Alicia dengan tatapan dingin, lalu berkata.
"Kalau begitu ... maju!"
Melihat kekuatan Adam membuat Alicia yang awalnya ingin menguji dan melihat kemampuan-kemampuan milik pemuda itu akhirnya menghilangkan gagasannya. Sekarang, apa yang dia inginkan hanyalah bertarung, menang, lalu mendapatkan inspirasi untuk menembus tingkat lebih tinggi!
"Saya tidak akan menahan diri ..."
Mengatakan itu, rambut Alicia bergoyang seperti sedang ditiup oleh angin. Ekspresinya menjadi lebih tenang. Api muncul melapisi kedua tangannya, ada juga yang muncul dari udara kosong, membentuk empat bola api yang melayang di belakang punggungnya.
Melihat bahwa teknik pyrokinesis wanita itu mencapai tingkat tinggi, Adam mengangguk.
Dalam volume, memang Alicia memiliki tingkat lebih baik daripada dirinya. Namun pemuda itu sadar. Dibandingkan dengan api Suzaku yang lebih panas, dan memiliki efek untuk menekan makhluk-makhluk dengan atribut jahat ...
Api Alicia bisa dibilang hangat.
Tentu saja, jika itu api dibandingkan api. Namun jika dirinya menantang api Alicia dengan tubuh kosong, pemuda itu masih bisa dibakar sampai matang.
'Sayang sekali, aku tidak berencana untuk bertarung menggunakan elemental kontrol. Identitas Kultivator saja sudah sangat merepotkan.'
__ADS_1
Adam merasa sedikit menyesal.
Melihat Alicia yang begitu 'menyala-nyala', pemuda itu tidak bisa tidak bergumam.
"Tampaknya masih sulit jika hanya menggunakan fisik saja ..."
Alicia langsung melesat ke depan, berusaha mendekati Adam. Ketika mendekat, salah satu dari bola api yang melayang di belakangnya langsung ditembakkan ke arah pemuda itu.
Bang!
Adam langsung menghancurkan bola api dengan kejam. Namun, saat itu bola api kembali datang.
Bang!
Menghancurkan bola api ke-2 ... Adam sedikit terkejut melihat dua bola api lain telah mendekatinya.
Mengangkat sudut bibirnya, Adam tiba-tiba melakukan beberapa lompatan mundur dengan cara zig-zag. Langsung membuat dua bola api menghantam lantai dengan percuma.
"Cukup bagus!" ucap Adam yang melihat Alicia terkejut.
Menginjak lantai paduan, sosok Adam tiba-tiba melesat menuju ke arah Alicia dengan kecepatan ekstrem. Dalam beberapa detik, dia muncul di depan Adam sambil mengayunkan tinjunya.
Swoosh!
Tinju Adam langsung menyayat udara. Alicia yang terkejut dan tidak bisa menghindar hanya bisa menyilangkan tangannya yang dilapisi api.
Ketika kepalan tangan nyaris menyentuh Alicia, ekspresi Adam langsung berubah. Dia langsung mengubahnya menjadi gerakan telapak tangan (palm).
Api di tangan Alicia langsung hilang. Terkena dampak serangan Adam, wanita itu langsung terpental belasan meter dan menabrak dinding paduan dengan keras.
Kedua tangannya langsung menggantung lemas. Beberapa bagian pakaian luar sedikit robek, menunjukkan pakaian latihan ketat di dalamnya.
Melihat penampilan Alicia yang tampak menyedihkan, Adam menghela napas. Karena mulai bersemangat, pemuda itu benar-benar menganggap Ms Phoenix sebagai lawan yang sesungguhnya.
Untung saja dia tidak terlambat. Jika pukulannya mengenai gadis itu, kemungkinan besar tidak akan hanya luka, tetapi dua tangan Alicia yang halus dan lembut akan dipatahkan olehnya.
Lagipula, perbandingan level Silver dan Golden sangat tinggi.
"Ughhh ..."
Alicia menggigit bibirnya. Benar-benar menahan rasa sakit akibat serangan Adam sebelumnya.
"Aku rasa pertarungan ini sudah—"
"Ambil tombakku, Alexia!"
Alicia tiba-tiba berseru dan menyela Adam. Sama sekali tidak ada nada sombong, sebaliknya, wanita itu tampaknya memiliki tekad tak tergoyahkan.
"Ketua—"
__ADS_1
"Ambil saja!"
Berjalan sambil terhuyung-huyung. Alicia menatap ke arah Alexia dengan ekspresi minta tolong. Tubuhnya sedikit gemetar, tetapi dia merasakan kalau tubuhnya nyaris mencapai batas.
Beberapa saat kemudian, sosok Alexia yang terengah-engah masuk ke dalam ruang latihan pertarungan sambil membawa tombak besi berwarna hitam legam sepanjang dua meter.
Ketika Alicia mengambil tombak tersebut, dia berkata.
"Mundur."
Selesai mengatakan itu, tombak itu langsung diselimuti oleh api merah. Api yang menyelimuti tombak makin lama semakin besar.
Pada saat itu, Adam sama sekali tidak mengganggu. Alasannya sederhana ...
Alicia sedang menerobos.
Jika itu musuh, Adam pasti dengan kejam langsung menyerang dan menghancurkannya. Namun karena sesama rekan dari Departemen Misteri, dia malah berdiri dengan tenang.
Ketika Alexia telah keluar dari ruangan, Alicia langsung membuat gerakan melempar tombak.
Api besar yang menyelimuti seluruh tombak mulai berputar dari ujung tombak. Putaran api semakin lama menjadi semakin cepat, membentuk kerucut berputar layaknya bor api raksasa.
Melihat itu, aura tak terlihat melapisi tubuh Adam.
Melawan serangan dampak besar, pemuda itu tidak cukup bodoh untuk bersaing dengan tubuhnya sendiri.
Ketika Earth Aura menyelimuti tubuh Adam, tekanan mengerikan yang membuat orang gemetar ketakutan muncul dari tubuhnya.
Berdiri kokoh dengan ekspresi tak acuh, Adam berteriak dingin.
"MAJU!!!"
Alicia menggigit bibirnya sampai berdarah. Tubuhnya gemetar tak terkendali karena kehilangan banyak energinya. Memaksakan diri, dia melemparkan tombak itu sekuat tenaga sambil berteriak.
"Phoenix Killing Spear!"
Melihat tombak api raksasa bergegas ke arahnya, Adam mengepalkan tangannya kuat-kuat. Menggunakan kekuatan tubuh, Earth Aura, dan membuat tinjunya lebih berat lima kali lipat ...
Pemuda itu langsung memukul sekuat tenaga.
Swoosh! BLARRR!!!
Suara ledakan dahsyat terdengar. Api merah menyelimuti seluruh ruangan sampai penonton hanya bisa melihat warna merah dan merasakan panas ekstrem bahkan dari luar ruangan.
Seluruh lantai 49 gemetar, sedikit-banyak memengaruhi beberapa lantai di bawahnya.
Ketika api menghilang dan asap mereda, semua bisa melihat dengan jelas ...
Sosok Blood Owl berdiri tegak sambil menggendong Alicia yang tak sadarkan diri layaknya seorang Putri.
__ADS_1
>> Bersambung.