Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Banyak Tanda Tanya


__ADS_3

Menatap ke arah cermin di depannya, Adam merasa agak heran.


Pada cermin, tampak pantulan bayangannya. Namun selain dirinya, dan gambar latar belakang loteng yang suram, tampak sosok gadis kecil bergaun merah darah dengan ornamen putih berdiri dengan tenang di samping Adam.


Pemuda itu melirik ke sampingnya, tapi sama sekali tidak ada apa-apa di sana. Melihat ke arah cermin dan gadis itu, Adam sama sekali tidak takut seperti gadis cengeng lalu melarikan diri. Lagipula, itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan gambar lorong merah yang sebelumnya dia lewati.


'Tunggu sebentar ... bukankah aku pingsan ketika diserang akar-akar menjijikkan itu? Bagaimana aku bisa selamat?'


Mengingat kejadian sebelumnya, Adam tampak agak bingung. Pemuda itu langsung memikirkan sosok gadis cantik yang polos, Melly.


'Mungkinkah ... gadis itu yang menyelamatkan aku? Mengorbankan dirinya sendiri?'


Ekspresi terkejut tampak di wajah Adam. Pemuda itu kemudian memejamkan matanya lalu mengucapkan terima kasih dari lubuk hati paling dalam.


"Apakah kamu bodoh?"


"..."


Suara gadis kecil yang tak acuh dan agak menjengkelkan membuat sudut bibir Adam berkedut. Membuka matanya, pemuda itu melihat gadis dalam cermin.


Gadis yang tampak seperti loli gothic itu menatapnya dengan ekspresi kosong.


"Anu ... meski kamu adalah roh, bukankah seharusnya kamu lebih sopan? Gadis kecil tidak pantas untuk mengatakan hal-hal buruk seperti itu, kan?"


"..."


"Kenapa kamu cemberut, gadis kecil? Apakah kamu tidak suka?"


"Mia."


"En???" Adam memiringkan kepalanya.


"Namaku Mia. Jadi berhenti memanggilku sebagai gadis kecil atau semacamnya!"


Adam tertegun sejenak. Ketika tersadar, dia mengangguk ringan.


"Baik. Mia, kan? Ada apa sampai kamu memanggilku ke tempat ini?"


"Pertama-tama, terima kasih karena telah menyelamatkan kakakku."


"Menyelamatkan kakakmu?"


"Melly ... roh yang terjebak di kamar tidur utama adalah kakakku."


"Aku sama sekali tidak menyelamatkannya." Adam menggelengkan kepalanya. "Sebaliknya. Kakakmu yang telah menyelamatkan aku dari ruang hitam itu."


"..."


Mia yang menatap ekspresi tulus di wajah Adam tampak bingung. Dia bingung apakah pemuda itu benar-benar jujur, atau begitu pintar dalam menipu. Karena menurutnya, ucapan Adam sama sekali tidak terdengar seperti kebohongan.


"Apakah ada yang ingin kamu bicarakan, Mia?"


Merasa kalau hantu dalam cermin sama sekali tidak mengancamnya, Adam duduk santai. Berpura-pura mengambil sesuatu dari kantongnya, dia mengeluarkan satu pil gizi dan pil penyembuhan.


Pemuda itu tanpa ragu langsung menelannya.


Entah kenapa, Adam merasa kalau seluruh tubuhnya rasanya begitu kosong. Seperti sawah kekeringan yang membutuhkan pengairan.


Sambil menggunakan pil gizi dan pil penyembuhan layaknya permen, pemuda itu menatap sosok Mia. Dia bahkan merasa agak lelah dan mengantuk.


"Apakah kamu ..."


"Adam. Panggil aku Adam."


"Apakah kamu adalah pemilik baru bangunan ini, Adam?"


Mendengar pertanyaan Mia membuat Adam mengangguk ringan.

__ADS_1


"Iya. Ada apa memangnya? Apakah kamu ada keperluan denganku?"


"Memang." Mia mengangguk.


"Ada apa?"


"Aku memiliki permintaan."


"Permintaan?"


"Ya."


"Katakan saja."


Melihat ke arah Adam yang santai, Mia diam sejenak. Setelah memilah kata-kata, gadis kecil itu kemudian berkata.


"Aku tahu, cepat atau lambat kamu akan membersihkan hal-hal kotor yang ada di rumah dan tanah ini.


Pertama, aku ingin tahu, apakah kamu bisa melepaskan segel yang menjeratku dengan tempat ini?"


Mendengar pertanyaan Mia, Adam menggelengkan kepalanya. Meski dia ahli dalam membuat jimat, pemuda itu sama sekali belum terlalu paham masalah segel atau hal-hal semacamnya.


"Lalu, aku ingin meminta tolong. Kamu abaikan pun juga tidak apa-apa."


"Ada apa?"


"Aku tahu kamu berniat untuk merenovasi bangunan ini. Namun, aku harap kamu tidak perlu merobohkan dan menghancurkan ruang-ruang dalam rumah ini."


"Apakah itu berhubungan dengan segelmu."


"Memang." Mia mengangguk.


"Pondasi bangunan dan keseluruhan gedung ini sebenarnya sama sekali tidak buruk. Bahkan sangat baik.


Aku hanya berniat untuk mengganti beberapa kayu yang lapuk, membersihkan seluruh jamur dan cat, menambal tembok-tembok yang rusak atau retak ... hanya membuatnya kembali dengan penampilan aslinya.


Paling-paling mengganti perabotan dan bagian yang sudah tidak layak digunakan."


"Tidak." Adam menggelengkan kepalanya. "Aku hanya membutuhkan rumah besar. Aku berniat untuk membangun ruang rahasia, tetapi tidak menyangka sudah ada. Jadi aku malah lebih menyukainya."


"Kamu ... memiliki hobi aneh seperti lelaki menjijikkan itu?"


Adam yang mendengar pertanyaan Mia langsung mengingat sosok gemuk di ruang rahasia. Mengedipkan matanya, dia langsung menatap Mia dan mengeluh.


"Aku berencana menggunakan ruang itu untuk membesarkan hewan peliharaan."


"Hewan peliharaan?"


"Makhluk tidak dikenal dan berbahaya."


"..."


Mendengar pernyataan Adam, Mia mengerjap.


"Sudah aku duga, kamu aneh, Adam."


"..."


Dianggap aneh oleh anak kecil, Adam benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Meski tahu bahwa roh tersebut lebih tua daripada neneknya yang entah masih hidup atau tidak, dampak visual membuat Adam berpikir kalau Mia hanyalah gadis kecil.


"Jadi ... hanya itu saja?"


"Ya." Mia mengangguk.


"Ngomong-ngomong, daripada dipindah oleh tukang atau tidak sengaja lecet ... aku berniat untuk menaruh cermin ini dalam ruang rahasia untuk sementara waktu.


Apakah tidak apa-apa?"

__ADS_1


"Ya. Kamu bahkan bisa segera merenovasi tempat ini, karena rumah ini sudah aman."


"Bagaimana dengan 'lelaki' yang berada di kebun belakang rumah? Aku takut dia akan menyakiti pekerja yang merenovasi rumah."


"Beri pembatas. Selama orang-orang itu tidak iseng untuk pergi ke kebun dan tempat penyimpanan alat ...


Seharusnya tidak akan ada masalah."


"Terima kasih atas sarannya, Mia. Jika aku menemukan cara ... aku akan segera membebaskan kamu dari cermin dan rumah ini."


Melihat ke arah Adam yang tersenyum ramah, Mia menggelengkan kepalanya.


"Ngomong-ngomong, apakah kamu benar-benar berniat melawan 'lelaki' yang ada di halaman belakang, Adam?"


"Iya." Adam mengangguk. "Berbeda denganmu yang bisa diajak berkomunikasi, aku merasa kalau 'lelaki' itu mirip dengan Melly yang telah kehilangan kewarasannya. Jadi ... Aku hanya bisa mengirimnya pergi secara paksa."


"..."


Adam dan Mia saling berbicara. Pemuda itu mendengar semua cerita gadis loli gothic. Lebih tepatnya, cerita dari anggota keluarganya. Dan ternyata ... 'lelaki' itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka.


Melihat kalau fajar telah tiba, Adam akhirnya memutuskan untuk kembali.


Pemuda itu kembali menutup cermin besar dengan kain sebelum pulang.


Berjalan keluar dari rumah sebelum hari mulai cerah, Adam dengan iseng membuka panel status miliknya. Namun ekspresinya berubah ketika melihat beberapa hal aneh yang muncul dalam panel tersebut.


***


[ Spirit Hunter System ]


Name : Adam Bladefield


Level : Silver Spirit (High)


Cultivation Technique : Golden Sun and Silver Moon


Battle Skill : Autumn Sword (proficient), Spring Sword (proficient), ???, ???.


Other Skill : Elemental Seal (competent), Basic Alchemy Art (competent), ???.


Spirit Beast :


- Black-gold Chicken (High-Silver)


- Shadow Beast (Low-Silver)


- Lesser White Sneak (High-Silver)


- Five Colored Blood Spider (Low-Bronze)


Beast Skill :


- Suzaku’s Cry (Silver), Suzaku’s Golden Talons (Silver)


- Shadow Stealth (Silver), Shadow Clone (Silver)


- Ice Control (Silver), Seiryuu’s Azure Scales (Silver)


- Blood Threads (Bronze)


Items Bag :


...


***


Melihat tiga item yang dipenuhi tanda tanya, Adam tertegun.

__ADS_1


'Eh? Apakah System mengalami bug atau semacamnya? Kenapa ada banyak tanda tanya di sana!'


>> Bersambung.


__ADS_2