Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Sarang Laba-laba


__ADS_3

Apakah itu masih hal yang bisa dilakukan oleh manusia?


Pertanyaan itu langsung terlintas di benak semua orang yang ada di sana ketika melihat apa yang dilakukan oleh Adam.


Memindahkan batu dengan ketinggian lebih dari dua meter dan sangat tebal. Dua meter itu sendiri masih belum dihitung dengan bagian yang terkubur di tanah. Paling tidak, batu itu sendiri memiliki berat beberapa ton.


Menendangnya seolah bukan apa-apa, hantu bahkan tidak akan percaya kalau itu bisa dilakukan oleh manusia pada umumnya. Namun Adam benar-benar menendangnya dengan santai, bahkan napasnya masih begitu tenang. Sama sekali tidak terengah-engah!


"Ada yang ingin ikut masuk ke dalam?"


Mendengar pertanyaan Adam, para petugas polisi langsung melihat ke arah lubang dengan diameter satu meter di bawah batu yang telah dipindahkan. Mengendus aroma busuk dan amis dari sana, mereka tanpa sadar mundur beberapa langkah.


Sosok James, Carole, dan Jasmine bahkan tampak terkejut. Mereka kelihatannya enggan untuk masuk ke sana.


Mengabaikan orang-orang, Adam mendekati lubang itu lalu menyentuh tanah di sekitar lubang. Merasakan tanah lunak dan gembur, langsung menghentakkan kakinya. Tanah langsung runtuh. Lubang berukuran satu meter langsung melebar menjadi lebih dari dua meter.


Melihat ke dalam, Adam melihat terowongan gelap menuju ke arah bawah pohon-pohon raksasa. Tanpa ragu, dia langsung berjalan masuk. Dengan ketinggian terowongan itu sendiri, dia tidak perlu membungkuk atau bahkan merangkak. Meski masih sulit untuk bertarung karena gerakan akan dibatasi, dia masih bisa mundur dari sana dengan cukup mudah.


Baru beberapa langkah masuk ke dalam goa, Adam langsung melihat banyak jaring laba-laba. Tidak terlalu tebal, tetapi masih memenuhi dinding goa.


Laba-laba, kah?

__ADS_1


Pikir Adam ketika dia berjalan terus ke depan sambil mengeluarkan dua belati dari balik coat yang dia pakai. Melapisi kedua belati militer dengan energi Qi, pemuda itu sesekali memotong jaring laba-laba yang menghalangi jalannya.


Laba-laba humanoid? Lelaki dengan kepala laba-laba? Wanita cantik dengan bagian bawah tubuh laba-laba?


Karena musuhnya adalah laba-laba, Adam sudah mencoba memikirkan berbagai macam kemungkinan. Hanya saja ... pemuda itu terlalu banyak berpikir.


Sampai di ujung terowongan, Adam akhirnya melihat sebuah ruang luas. Di sana, tampak seekor laba-laba raksasa dengan panjang tubuh kira-kira dua meter dan tinggi satu setengah meter dengan kakinya.


Seluruh tubuh laba-laba itu berwarna merah darah dengan warna hitam bak obsidian di setiap ruasnya. Pola mawar berwarna putih terlihat di perutnya. Selama itu adalah pecinta serangga, makhluk itu tampak begitu indah. Bahkan Adam sendiri cukup terkejut.


Hanya saja, apa yang laba-laba lakukan itu sama sekali tidak elegan. Sama seperti sepupu lainnya, makhluk itu suka membuat cadangan makanan dengan melilit mangsanya. Dalam sekali pandang, di ruangan itu sendiri, Adam bisa melihat banyak kepompong ... lebih tepatnya mayat manusia yang dililit oleh jaring laba-laba.


Sedangkan laba-laba raksasa yang teramat cantik itu sendiri sekarang sedang makan malam. Kakinya menusuk tubuh seorang wanita cantik sementara mulutnya menggerogoti kepala dan menyesap cairan otak wanita itu. Ya ... pemandangan yang sama sekali tidak enak di pandang.


Satu laba-laba dan satu manusia saling memandang.


"Ya ... karena pelakunya sudah ditemukan, saatnya melakukan hukuman."


Setelah mengatakan itu, Adam tidak lagi bertindak sopan. Dia langsung melesat ke arah makhluk itu dan berniat memotongnya sampai mati.


Targetnya sudah sangat jelas. Hindari gigitan serta jaring ... lalu serang tepat di bagian ruas yang lebih lembut di antara exo-skeleton!

__ADS_1


Laba-laba itu berusaha menghindar, tetapi karena ruangannya tidak terlalu luas dan banyak 'kepompong' yang ada di sana, gerakannya tampak terbatas.


Adam dengan mudah menghindari gigitan dan memotong jaring laba-laba. Karena pemahamannya yang lebih mendalam tentang teknik pedang, pemuda itu benar-benar memotong delapan kaki laba-laba dengan mudah.


Hanya dalam beberapa saat, pertarungan benar-benar selesai. Adam benar-benar mengalahkan laba-laba merah secara sepihak. Lagipula, lawannya ternyata hanya berada di level Silver Spirit (low).


Meski kuat ... Adam sendiri sudah memiliki lebih banyak pengalaman dalam menghadapi musuh yang lebih kuat.


Untuk memastikan keamanan, Adam memutuskan untuk membunuh makhluk itu. Meski dirinya yakin bahwa makhluk itu bisa dijual mahal kepada pihak militer dalam keadaan hidup, dia memiliki kegunaannya sendiri.


Setelah melihat bangkai laba-laba raksasa yang berhenti bergerak, Adam kemudian mengamati sekitar. Ekspresinya berubah ketika melihat ke sebuah ruang kecil yang ada di sisi lain belakang makhluk itu. Bisa disebut inti dari sarangnya.


Melihat ke sana, Adam bergumam pelan.


"Mengumpulkan makanan untuk anak-anak yang akan lahir, kah?"


Benar saja. Di sana tampak banyak telur laba-laba. Jelas, para manusia yang ditangkap kali ini benar-benar akan menjadi stok makanan bagi mereka. Hanya saja, Adam merasa agak aneh.


Jika laba-laba sebesar ini tinggal di sini sejak lama, kenapa tidak ada kasus hilang sebelumnya?


Jika seseorang memang 'memelihara' laba-laba raksasa ... siapa yang melakukannya?

__ADS_1


Memikirkan itu, Adam merasakan ancaman samar karena hal-hal yang tidak diketahui. Hal-hal yang tersembunyi dalam kegelapan dan tidak diketahui olehnya.


>> Bersambung.


__ADS_2