
Jangan kira Adam sangat kaya untuk membesarkan beberapa nyonya dengan mudah. Sebenarnya, pemuda itu pun sempat menjadi penjudi gila untuk beberapa waktu ketika dirinya kuliah.
Hanya dengan berjualan banyak hal secara online, tidak mungkin Adam bisa membeli banyak lahan yang begitu luas dan beberapa tempat tinggal yang bisa dibilang cukup mewah.
Selain melewati bisnis perdagangan yang bertahap semakin besar sehingga dirinya memiliki beberapa toko buah dan sayur di beberapa kota, pemuda itu dulunya adalah penjudi. Ya … bukan judi di kasino atau semacamnya. Apa yang dimaksud dengan judi adalah investasi saham.
Pemuda itu cukup gila seperti penjudi. Membeli saham lalu menjualnya setelah beberapa waktu dengan tidak sabar. Meski mengerti ilmunya, tetap saja dia tidak bisa terus mendapat capital gain. Dia juga beberapa kali kekalahan yang hampir menghancurkannya, yaitu deslisting atau bangkrut.
Hanya saja, Adam yang cukup gila semasa itu, masa di mana dirinya berpikir hanya itu cara mendapatkan uang secara cepat. Jika biasanya investor lain akan menjual ketika keuntungan maksimal, pemuda itu benar-benar menjual ketika merasa itu cukup. Dia merasa jika menunggu naik terlalu tinggi, itu akan menjadi terlalu lama. Akhirnya dia tidak sabar.
Beli saham, sedikit naik lalu jual. Beli saham lain yang kemungkinan akan naik, setelah naik jual.
Adam mengulangi hal semacam itu bagai penjudi gila. Hanya saja, mungkin Dewi Keberuntungan sedang berpihak kepada dirinya. Pada masa itu, perekonomian meningkat. Ditambah keberuntungannya untuk menjual hampir tanpa kerugian, pemuda itu benar-benar mendapat panen besar.
Awalnya Adam ingin menghabiskan uangnya untuk berfoya-foya dan mulai terus melakukan perdagangan semacam itu. Namun dirinya tahu itu mustahil.
Seolah tercerahkan dan mendapatkan kewarasannya kembali, pemuda itu mulai membeli banyak tanah dan mengembangkan bisnisnya mulai saat itu. Dia juga memberi modal untuk membeli sebagian saham dari beberapa restoran di beberapa kota. Menghasilkan penghasilan yang lumayan.
Ya … jika Adam berkata itu LUMAYAN, orang lain pasti akan membunuhnya karena merasa pemuda itu tidak tahu diri dan tidak tahu bagaimana bersyukur.
Intinya, sekarang Adam menghasilkan uang hanya dengan diam di rumah. Alasan kenapa dirinya membuka cafe sebenarnya, selain membantu orang yang butuh pekerjaan … itu karena dia bosan.
Namun setelah mendapatkan System aneh yang menyuruhnya memburu makhluk-makhluk aneh, pemuda itu memutuskan untuk melepaskan semuanya. Toh dia tidak melakukan apa-apa pun, dia masih menerima pemasukan yang lebih dari cukup per bulan.
Tentu saja, pengecekan setiap beberapa waktu pasti perlu dilakukan. Namun, selain itu, semuanya bisa ditinggalkan. Ya, pencapaiannya saat ini mungkin lebih mirip apa yang diinginkan seorang iblis tertentu yang tidak ingin melakukan apa-apa tetapi di seret ke sana-sini oleh paksaan keluarga dan takdir.
Jika diperbolehkan dan saling mengenal, mungkin Adam yang mengejar petualangan dan kekuatan dalam hidupnya akan senang hati bertukar tubuh dengan iblis tertentu yang hanya ingin berbaring di rumah sambil menunggu kematian.
Namun itu jelas tidak mungkin. Jangankan bertukar tubuh, mereka bahkan tidak saling kenal dan tidak tahu di dunia atau dimensi mana mereka berada.
Lupakan soal iblis tertentu. Sekarang Adam benar-benar menganggap Bella sebagai pasangannya. Lebih tepatnya, nyonya kecil yang harus dirawat dengan baik.
“I-Ini terlalu banyak, Kak Adam.”
Melihat bagaimana Bella yang ingin menjadi ‘nyonya’ tetapi masih malu dan enggan, Adam merasa kalau gadis itu sebenarnya lebih cocok menjadi istri yang baik dan patuh.
“Bukankah kamu bilang ingin menjadi ‘nyonya’ milik Adam? Untuk menjadi ‘nyonya’ yang baik, kamu juga harus melakukan banyak hal.
Kamu harus pergi ke spa untuk merawat kulitmu. Pergi ke salon untuk menata rambut. Banyak berolahraga dan diet untuk menjaga tubuh. Ya … memastikan benar-benar menjadi ‘nyonya’ yang nyaris sempurna.”
__ADS_1
Adam langsung memegang pinggang Bella sebelum berbisik ke telinganya.
“Bukankah dengan itu aku akan lebih puas ketika melakukannya?”
“...”
Bella terpana. Wajah gadis itu langsung merah sampai ke lehernya. Dia menatap Adam yang memiliki senyum menggoda dengan tatapan tak berdaya. Bella tahu bahwa Adam hanya menggodanya, tetapi hatinya tidak bisa menahan hal itu.
Bella merasakan perasaan sayang sekaligus marah ketika mendengar ucapan Adam.
“Baiklah. Nyonya kecil ini sepertinya pemalu. Kalau begitu aku akan berhenti menggodamu.
Bersiaplah, Bella. Ayo pergi ke kampus untuk mengatur semuanya.”
Melihat Adam yang bangkit lalu tersenyum main-main membuat Bella menggembungkan pipinya. Tampaknya merasa marah karena dipermainkan, tetapi malah terlihat imut.
Sore harinya.
Bella keluar dari gedung asrama. Adam sendiri menunggu di luar karena tidak mungkin dengan sembrono masuk ke tempat semacam itu. Ya, kecuali dia masuk secara sembunyi-sembunyi.
Pemuda itu tampak begitu tenang, sementara gadis di sebelahnya tampak lega.
Kak Adam telah menyelamatkan hidupku dan memperlakukan aku dengan begitu baik. Aku … aku juga harus membalasnya dengan apa yang aku bisa.
Memikirkan tentang apa yang dia bisa, wajah Bella langsung merah.
Sementara itu, Adam yang sebelumnya sudah memikirkan semuanya malah menjadi bingung. Itu karena pesan yang diberikan kepada Nicholas kepada dirinya.
Adam : Jika menyukai lebih dari satu wanita, apa yang harus aku lakukan?
Nicholas : Serius? Biar aku pikirkan …
Nicholas : Karena poligami legal, nikahi mereka semua! (catatan : Pastikan mereka tahu dan menerima. Jika tidak, iblis yang marah mungkin akan mengambil pisau lalu memenggal sang naga. Menjadi seorang dragon slayer karena marah!)
Pesan dari sahabatnya itu sempat membuat Adam merasakan semilir angin dingin di antara kedua kakinya.
Setelah kembali ke gedung apartemen, penjaga keamanan berkata bahwa paket yang mereka pesan telah diantar. Adam kemudian membawa banyak paket itu sendiri. Sementara Bella, dia membawa beberapa barang dari asrama kembali ke apartemen.
Sampai di apartemen, Bella benar-benar tampak kelelahan sementara Adam masih bugar.
__ADS_1
“Kita menggunakan lift. Kenapa kamu terlihat seperti itu? Sepertinya kamu harus banyak berolahraga, Bella.”
“...”
Mendengar ucapan Adam, Bella merasa malu.
Setelah itu, Adam dan Bella yang seperti pasangan muda mulai merapikan dan membersihkan apartemen. Menaruh dan menata pakaian di lemari, lalu mempertimbangkan beberapa peralatan yang mereka butuhkan sehari-hari.
Selesai melakukan semuanya, Adam dan Bella duduk di sofa ruang keluarga. Mereka tampak agak lelah.
Pada saat itu, Adam melihat sebuah kotak kayu kecil di atas meja. Tampak agak bingung, dia menatap ke arah Bella.
“Apa yang ada di dalam kotak itu, Bella?”
Mendengar ucapan Adam, Bella mengambil kotak kayu kecil yang nampak antik itu. Dia kemudian duduk di samping Adam lalu membuka kotak tersebut.
“Sebenarnya nenek yang saya sebutkan sebelumnya ingin saya mewarisi toko dan mewariskan beberapa barang. Namun saya tidak menerima toko dan menerima kotak ini sebagai kenangan.”
Bella kemudian mengeluarkan dua benda dari kotak itu. Salah satunya adalah gelang yang terdiri dari banyak manik hitam yang kelihatannya terbuat dari kayu tertentu. Sementara item lainnya …
Sebuah bulu yang tidak terlalu besar, tetapi memiliki warna meras menyala.
Menelan saliva, tanpa sadar Adam mengulurkan tangannya untuk mengambil bulu itu.
[ Suzaku’s Soft Feather ]
…
Melihat benda di tangannya, tubuh Adam tanpa sadar menggigil.
Bagaimana bisa ada kebetulan seperti ini di dunia!
Adam kemudian menatap Bella dengan mata penuh rasa kagum. Merasa selain menemukan istri kecil yang baik, dia telah mendapat beberapa hal yang selama ini dia cari tetapi tidak dia temukan.
Melihat ke arah Bella yang malu-malu, Adam menghela napas sebelum berkata.
“Bella, kamu adalah bintang keberuntunganku.”
Ketika mendengar ucapan Adam, wajah Bella langsung merah sampai ke leher. Begitu merah seolah-olah uap akan muncul di atas kepalanya kapan saja.
__ADS_1
>> Bersambung.