
Duduk dalam ruang rapat, lebih tepatnya ... ruang keluarga, Adam dan para anggota Dark Wings lainnya menatap ke arah James dengan tenang.
Meski Adam menjadi ketua karena kekuatannya, dia masih menyerahkan semua urusan yang bersangkutan dengan pemerintahan kepada James.
Selain memimpin dalam misi, Adam hanya ingin membantu dan mengurus masalah rekan-rekannya sendiri. Sama sekali tidak berniat untuk dimanfaatkan oleh pemerintahan.
"Jadi ... bisakah kita mulai rapatnya?"
Mendengar pertanyaan Adam, James akhirnya mengangguk. Dia kemudian membagikan beberapa selebaran. Setelah itu, pria itu berkata dengan nada santai.
"Baca terlebih dahulu. Lalu kita bisa membahasnya."
Mendengar itu, Adam dan anggota lainnya mengangguk. Mereka membaca selebaran dengan saksama. Setelah beberapa saat, ekspresi di wajah mereka menjadi lebih rumit.
Douglas tiba-tiba mengangkat tangannya.
"Bolehkah aku bertanya?"
"Ada apa, Douglas?" tanya James.
"Bukankah yang tercatat di sini ... seharusnya tugas polisi?"
"..."
Mendengar ucapan Douglas, Adam dan anggota lain juga mengangguk. Meski tidak berbicara, mereka semua setuju kalau tugas-tugas yang disebutkan dalam kertas itu seharusnya bukan tugas Departemen Misteri.
Lagipula, permintaan dari pihak atas menyuruh Departemen Misteri untuk menangkap pencuri, berurusan dengan kriminal, dan sebagainya. Tugas-tugas yang tidak bisa diselesaikan oleh pihak kepolisian.
"Aku juga tidak berdaya, Teman-teman."
James tersenyum pahit. Apa yang dia lakukan hanyalah menyampaikan tugas yang dipersiapkan oleh pihak atas. Sama sekali tidak meminta atau memaksa rekan-rekannya untuk melakukan hal tersebut.
Pada saat itu, semua anggota Dark Wings langsung menatap ke arah Adam.
Tuk! Tuk! Tuk!
Adam mengetuk meja dengan jarinya. Tampaknya sedang berpikir keras tentang apa yang perlu dilakukan oleh Departemen Misteri cabang Kota B.
"Mari kita tolak perintah tidak masuk akal tersebut."
Mendengar ucapan tak acuh Adam, anggota lainnya tampak terkejut dan bingung. James juga langsung membalas.
"Jika kita menolak, pasti pihak atas tidak akan senang. Bukankah mereka akan membuat masalah dengan kita?"
"Kamu salah, Mr James." Adam menggeleng ringan. "Bukankah mereka sudah mencoba membuat masalah dengan kita sekarang? Mereka tidak senang karena kita mendapatkan perlakuan khusus seperti gaji tinggi dan sebagainya, kan?"
Pemuda itu kemudian menatap ke arah rekan-rekannya. Mereka semua tidak menjawab, tapi masih sedikit mengangguk. Setuju dengan apa yang diucapkan oleh Adam.
__ADS_1
"Sebenarnya, jawabannya sederhana. Lalu kita buktikan kalau kita pantas!"
"Maksudmu???" tanya James dengan ekspresi bingung.
"Satu kilometer. Dengan alasan sedikit anggota dan masih departemen baru, mari kita bersihkan area satu kilometer dengan markas sebagai pusatnya.
Sarang pencuri, perjudian ilegal, dan geng kecil yang menjual obat-obatan terlarang. Membersihkan mereka adalah jadwal kita dalam bulan ini.
Lagipula, tidak terlalu baik jika kita tidak bekerja dan hanya menerima upah. Namun ...
Kita perlu memasukkan satu hal penting dalam agenda. Satu hal yang bisa menjadi tujuan jangka panjang kita, Departemen Misteri cabang Kota B."
"Apa itu, Mr Owl?" Kali ini Douglas yang bertanya dengan ekspresi penasaran.
"Pelatihan. Kalian sangat memerlukan pelatihan. Latihan lengkap dari membangun kebugaran jasmani, pelatihan tempur dengan senjata atau tanpa senjata.
Bukankah semenjak Departemen Misteri di setiap cabang berganti nama, kita telah mendapatkan hak dan kiriman senjata api dari pihak atas?
Meski kita memiliki kemampuan khusus, bukan berarti kita hanya mengandalkan kemampuan unik kita. Kemampuan kita itu memang hal utama yang perlu kita kembangkan, tetapi kita juga perlu banyak latihan dalam hal lain.
Musik kita tidak hanya preman kecil yang membawa pisau dapur. Mungkin musuh kita akan membawa berbagai jenis senjata api yang berbahaya. Jadi kita harus siap untuk segala kemungkinan.
Jujur saja. Kalian lemah ... bahkan terlalu lemah.
Aku yakin, selain aku dan James, pasti anggota lain masih gemetar ketika memegang pistol. Jadi, aku ingin memasukkan pelatihan khusus dalam agenda."
Melihat mereka diam saja, Adam menambahkan.
"Aku akan membuat jadwal latihan fisik mingguan. Tentu saja, hari minggu libur.
Aku akan melatih kalian beberapa gerakan beladiri sederhana untuk menjatuhkan atau menghindari lawan. Selain itu, meski aku lebih suka menggunakan senjata dingin, aku masih bisa mengajari kalian membidik dan menarik pelatuk.
Jadi ... apakah ada pertanyaan?!"
"Tidak, Pak!!!"
Anggota Dark Wings langsung berdiri dan memberi hormat kepada Adam. Mereka semua merasa kalau sosok bertopeng merah itu layak sebagai pemimpin. Tampak seperti veteran yang telah mengalami berbagai jenis pertempuran!
"Aku juga akan menyiapkan latihan untuk Evan dan Glenn. Jadi ..."
Adam menyeringai di balik topengnya.
"Mari kita mulai latihannya!"
***
Dua minggu kemudian, di pagi hari.
__ADS_1
"Huh ... Huh ... Entah kenapa, aku merasa kalau latihan ini lebih buruk daripada pelatihan polisi, kan?"
Douglas yang berlari dengan tubuh bercucuran keringat mengeluh kepada James.
Sosok James yang berlari di sebelah Douglas melirik rekannya yang gempal itu. Mengatur napasnya, dia akhirnya berkata.
"Tidak terlalu memakan waktu, tetapi latihan lebih efektif daripada ketika aku ada di ketentaraan."
"Hah? Sebelumnya kamu seorang tentara, James?"
"Jika tidak, bagaimana aku bisa mengenal mereka? Ya ... itu sama sekali tidak terlalu penting.
Perasaan seperti sekolah ini, benar-benar membuat nostalgia. Aku merasa agak heran. Mungkinkah Mr Owl sebelumnya juga seorang tentara?"
"Aku tidak tahu. Namun dari suaranya, tampaknya dia masih muda, kan?"
"Terkadang suara bisa menipu. Namun kulitnya yang kencang itu tidak menipu. Mungkin dia baru berusia 25-30 tahun?"
"Kurang dari tiga puluh tahun, tetapi memiliki kekuatan seperti itu. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana dia belajar.
Oh! Kita akhirnya sampai di markas!"
Melihat ke arah Douglas yang tampak bahagia, James menggelengkan kepalanya. Mereka akhirnya sampai di markas setelah lari pagi.
Baru memasuki area markas, suara Adam tiba-tiba terdengar.
"Sudah kembali? Tampaknya kalian menjadi semakin cepat."
Menoleh ke sumber suara, para Anggota Dark Wings dan Nam yang menyelesaikan lari pagi langsung tersentak.
Mereka melihat sosok Adam yang sedang push up ... hanya menggunakan dua jari.
Ya. Adam melakukan push up layaknya Bruce Lee dengan dua jari jempol dan telunjuk di tangan kanannya. Tidak seperti para peniru di dunia sebelumnya yang ingin memecahkan rekor agar terkenal, Adam benar-benar juga menirukan sikap push up sempura Bruce Lee.
Dia melakukan 50x push up di setiap jari telunjuk, tengah, dan manis. Kombinasi antara jempol dan jari manis sudah cukup sulit bagi Adam, jadi dia tidak cukup bodoh untuk menggunakan jari jempol + kelingking.
Alasan kenapa Adam mulai merubah sikap push up karena pengetahuan dari Weapons Art of Bladefield. Dia semakin handal untuk menggunakan katana dan belati. Namun untuk menggunakan belati, serta menguasai keterampilan jarum ... pemuda itu memperkuat jari-jari di tangannya.
Latihan itu juga berguna untuk pengendalian Blood Threads!
Selesai melakukan push up sebagai penutup latihan pagi, Adam berdiri. Menoleh ke arah rekan-rekannya, pemuda itu berkata.
"Segera mandi, lalu sarapan. Kemudian ..."
Adam terkekeh.
"Mari kita mulai bahas rencana perburuannya!"
__ADS_1
>> Bersambung.