
Sore hari.
Pulang dari universitas, Bella yang baru saja tiba di apartemen melihat sosok Adam yang sedang berlatih. Wanita itu merasa agak aneh. Dibandingkan dengan latihan biasanya, dia merasa kalau Adam berlatih lebih keras ... bahkan sangat fokus.
Sosok Adam memegang dua belati sambil terus membuat gerakan menghindar, menangkis, dan menyerang. Gerakan itu tampak agak aneh, tetapi melihat ekspresi serius di wajah kekasihnya itu ... Bella tahu Adam tidak sedang bercanda.
Ya. Sekarang Adam memejamkan mata dan fokus, melawan musuh dalam imajinasinya. Dia sedang fokus untuk melawan wanita di lantai tiga bangunan tua.
Tidak hanya mencoba membuat berbagai rencana, pemuda itu benar-benar mencoba untuk menghafalkan setiap gerakan yang pernah dilancarkan oleh makhluk tersebut.
'Seandainya saja System ini memiliki fungsi analisis gerakan dan simulasi pertempuran.'
Memikirkan itu, Adam menghela napas panjang. Membuka matanya, pemuda itu terkejut ketika melihat Bella yang sedang menontonnya.
Dengan senyum di wajahnya, Adam bertanya.
"Pulang lebih awal?"
Mendengar pertanyaan Adam, Bella menggelengkan kepalanya.
"Ini sudah sore, Kak Adam. Kamu pasti sibuk berlatih, dan ... lupa makan siang?"
"..."
Bella melihat Adam tertegun lalu memberinya senyum canggung. Wanita itu tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya sebelum menghela napas pendek.
"Kamu benar-benar berlatih terlalu keras, Kak Adam. Bisakah kamu tidak terlalu memaksakan diri?"
"Tidak bisa. Musuh yang aku lawan—"
Adam tanpa sengaja menjawab, tetapi langsung menghentikan ucapannya.
Tentu saja Bella juga tidak bodoh. Wanita yang biasanya bersikap lembut itu memelototi Adam dengan ekspresi marah.
"Kamu pasti melakukan hal berbahaya kan, Kak Adam?"
"Tidak juga."
"Kamu ..." Bella menarik napas dalam-dalam. "Tidak bisakah kamu berhenti melakukan hal-hal berbahaya semacam itu, Kak Adam? Bukan hanya untukmu, tetapi untukku dan juga Saudari Jennifer."
"..."
__ADS_1
"Kenapa hanya diam? Apakah semuanya sesulit itu? Bahkan sekarang kamu juga memelihara makhluk mengerikan seperti laba-laba merah itu.
Entah kenapa ... aku merasa kamu semakin menjauh dari kami, Kak Adam? Aku tidak suka perasaan ini!"
"..."
Melihat ke arah Bella yang tampaknya akan menangis kapan saja, Adam merasa tak nyaman. Pemuda itu merasa bahwa dunia ini tidak setenang yang dia pikirkan. Untuk mengatasi bahaya, Adam harus menjadi lebih kuat untuk dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
Jadi berhenti adalah hal mustahil!
Sedangkan untuk waktu yang dihabiskan bersama kedua kekasihnya, Adam juga merasa semakin berkurang. Bukan hanya karena dirinya semakin sibuk, pemuda itu merasa bahwa dia tidak bisa membiarkan kedua kekasihnya itu tersakiti karena pekerjaannya.
Adam mendekati Bella lalu memeluk lembut tubuh wanita itu. Mengelus lembut pipinya, pemuda itu kemudian berkata.
"Maafkan aku, Bella. Meski agak berbahaya, aku pasti akan baik-baik saja. Kembali dengan selamat untuk menemui kamu dan Jennifer seperti biasa."
"Janji?"
"Ya." Adam mengangguk. "Aku berjanji."
Berpelukan cukup lama, Adam merasa agak aneh karena pakaiannya basah oleh keringat dan menempel di kulitnya. Melirik ke arah Bella yang wajahnya merona, pemuda itu berbisik.
"Karena kamu juga baru saja pulang, bagaimana kalau mandi bersama?"
"En."
Menerima konfirmasi dari Bella, Adam langsung menggendong wanita itu layaknya seorang putri lalu pergi ke kamar mandi.
***
Pagi di hari berikutnya.
Bangkit dari tempat tidurnya, Adam melirik ke arah Bella dan Jennifer yang masih tertidur pulas.
Mengingat kejadian di malam sebelumnya, Adam tidak bisa tidak menghela napas panjang. Pemuda itu merasa campur aduk. Namun lebih ke arah khawatir terhadap kedua wanitanya.
Adam kemudian pergi ke dapur. Melihat daging di atas meja yang dikeluarkan dari freezer semalam, pemuda itu mengambil belati miliknya lalu mulai memotongnya dadu. Dia kemudian memasukkannya ke dalam baskom lalu pergi menuju ke salah satu ruangan.
Ya ... ruangan tempat para Rose Pattern Blood Spider berada.
Adam sendiri tidak lupa melepaskan Five Colored Blood Spider dari lautan jiwa. Makhluk putih itu berada di bahu Adam, sesekali menggosokkan kepalanya ke pemuda itu dengan penuh rasa sayang.
__ADS_1
Meski mendapat beberapa kemampuan dari Five Colored Blood Spider, Adam sendiri tidak memiliki kemampuan bawaan untuk mengendalikan Rose Pattern Blood Spider. Jadi dia harus menggunakan Spirit Beast miliknya, sehingga dirinya tidak terlalu kesusahan mengurus anak-anak Rose Pattern Blood Spider.
Membuka pintu, Adam langsung disambut dengan sebuah ruangan yang dilapisi dengan sutra laba-laba tebal di mana-mana. Melihat ke arah puluhan Rose Pattern Blood Spider sebesar kepalan bayi yang menatapnya, pemuda itu tersenyum.
"Waktunya makan ..."
Menutup pintu, Adam langsung masuk ke dalam dan mencari tempat duduk. Karena bisa melihat dalam kegelapan, dia juga tidak perlu menyalakan lampu dan menakut-nakuti para anak Rose Pattern Blood Spider.
Duduk santai, Adam sesekali melempar potongan daging sapi ke makhluk-makhluk yang dia anggap imut itu.
Rose Pattern Blood Spider sendiri bisa memakan berbagai jenis daging. Namun, Adam fokus untuk memberi mereka daging kambing, sapi, dan lainnya yang memiliki ukuran cukup besar.
Pada dasarnya, makhluk-makhluk tersebut seharusnya makan makanan segar (makhluk hidup). Hanya saja, Adam tidak bisa melakukannya sekarang.
Pemuda itu berencana untuk mengembangkan mereka di rumah baru. Karena ada dua ruang bawah tanah di sana. Adam akan menggunakan ruang bawah tanah biasa untuk memelihara kelinci, sementara ruang bawah tanah tersembunyi untuk memelihara para Rose Pattern Blood Spider.
Setelah agak besar, Adam akan memberi makan makhluk-makhluk itu dengan kelinci hidup.
Jika mereka menjadi semakin besar, Adam pasti akan berusaha memindahkan mereka dari kota karena mereka pasti akan memakan kambing atau domba hidup.
Bukan karena Adam tidak mampu membeli makanan untuk mereka. Namun dia pasti akan dicurigai jika membeli puluhan kambing hidup setiap beberapa hari sekali, padahal tidak memiliki bisnis makanan atau semacamnya.
Sebenarnya Adam sendiri paham, seharusnya anak-anak Rose Pattern Blood Spider harus diberi makan makhluk hidup sejak kecil. Namun jika dirinya membeli ratusan tikus hidup, pemuda itu yakin kalau Jennifer dan Bella akan memilih untuk meninggalkan rumah. Jadi dia memikirkan solusi lain.
Adam sendiri juga berencana membuat Rose Pattern Blood Spider separuh jinak. Ya. Tidak jinak seutuhnya, tetapi hanya separuh. Karena jika terlalu jinak, makhluk itu akan kehilangan efektivitas tempurnya. Padahal, Adam sendiri tidak hanya memelihara mereka untuk diambil sutra dan racunnya, tetapi juga berniat untuk membuat pasukan kecilnya sendiri.
Tentu saja, Rose Pattern Blood Spider yang akan Adam kembangkan tidak akan terlalu kuat dibandingkan dengan indukan mereka. Lagipula, anak-anak hanya makan binatang biasa, sementara induk mereka sebelumnya dibudidayakan khusus ... bahkan menggunakan manusia sebagai makanan sekaligus suplemen.
Meski memiliki beberapa rencana baik, Adam paham semuanya tidak bisa dimulai jika dirinya tidak bisa membersihkan dan merenovasi rumah barunya.
Memikirkan itu, dia tidak bisa tidak menghela napas panjang.
Setelah beberapa waktu, Adam akhirnya selesai memberi makan anak-anak Rose Pattern Blood Spider. Dia kemudian keluar dari ruangan dan duduk di sofa ruang keluarga.
Bersandar sambil memejamkan mata, Adam memikirkan kedua kekasihnya.
Pemuda itu khawatir dengan mereka. Jadi, dia berniat untuk membuat keduanya menjadi Kultivator setelah fisik mereka terlatih lebih baik dan mencapai batasan manusia biasa. Hanya saja, dia tidak bisa mengajarkan Teknik Golden Sun and Silver Moon kepada mereka.
Jika metode kultivasi, untuk sekarang pemuda itu hanya memiliki Azure Cloud Stream yang dia dapat dari Nam. Masalahnya ...
Adam tidak yakin kalau mereka berdua cocok dengan teknik kultivasi tersebut dan merasa kalau teknik itu mungkin akan mendatangkan masalah!
__ADS_1
>> Bersambung.