
"Jangan membuang banyak tenaga secara sia-sia, Nona Phoenix."
Dengan ayunan ringan, bola api demi bola api dipotong dan dihancurkan begitu saja.
Melihat ke arah Adam yang begitu tenang, Alicia menggertakkan gigi. Dia berencana untuk melawan lelaki itu. Wanita itu juga telah banyak berlatih. Hanya saja, hasil latihannya tampaknya tidak terlalu berguna karena ...
Bukan hanya dia yang telah berkembang sejauh ini!
"Kenapa kamu melakukan ini, Mr Owl? Kenapa?!"
Alicia tampak semakin tertekan. Emosinya semakin tidak stabil. Hal itu juga tercermin dari setiap serangan yang telah dia luncurkan.
"Tampaknya kalian benar-benar menikmati suasana, Anak Muda?"
Mendengar ucapan itu, Adam dan Alicia menoleh ke sumber suara.
Di atas sebuah pohon, tampak sosok Old Dong yang berdiri sambil mengelus jenggotnya. Suara seperti ratusan tapal kuda terdengar bersamaan dari kejauhan. Tidak lama kemudian, sosok Abyssnian Giant Centipede muncul.
Hanya saja, makhluk itu tidak langsung menyerang Alicia atau Adam. Sebaliknya, dia malah diam dan mengamati mereka dengan tenang.
"Kalian boleh melanjutkannya," ucap Old Dong dengan ramah.
"Apa maksud dengan semua ini, Old Dong?!"
Alicia bertanya dengan nada aneh.
"Bukankah sebelumnya kamu sudah merasakannya, Nona Phoenix? Aku dan Abyssnian Giant Centipede bukanlah musuh. Sebaliknya, kami adalah rekan seperjuangan."
Old Dong berkata dengan senyum ramah. Lelaki tua itu tampaknya tidak merasa sedikit pun bersalah padahal telah membunuh banyak orang tak bersalah.
"Soal cucumu, Nam. Apakah semua itu juga—"
Mendengar perkataan Alicia, Adam akhirnya sadar.
"Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan agar bisa menipu mereka semua, Pak Tua. Namun, aku merasa kamu tidak tahu malu.
Kamu telah membunuh orang tua Nam. Selain itu, aku yakin kamu juga mengejar anak itu untuk mencari sesuatu. Biar kutebak.
Pertama, kamu ingin menyiksa sebelum membunuh Nam sebagai pelampiasan. Kedua, kamu tampaknya tertarik dengan teknik kultivasi dual atribut angin dan air ...
Azure Cloud Stream."
Mendengar ucapan Adam, ekspresi tenang di wajah pria tua itu berubah. Dia tersenyum muram ketika memegang bahu sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha! Jadi bocah itu mempercayaimu dibandingkan keluarganya sendiri, ya?
Aku sudah menebak kalau Azure Cloud Stream ada di tangan bocah itu. Namun, dia menyembunyikannya dengan baik.
Seandainya wanita itu menyerah dan memberikan teknik kultivasi, dia seharusnya tidak mati sekarang. Wanita itu terlalu keras kepala, jadi aku terpaksa harus membunuhnya dengan racun.
Itu adalah balasan atas ganti tanganku!"
Melihat ekspresi gila di wajah Old Dong, Adam berkata dengan tenang.
__ADS_1
"Kamu sudah gila, Pak Tua. Selain itu, aku rasa, hubunganmu dengan Abyssnian Giant Centipede tidak begitu baik. Tampaknya kalian kurang cocok."
Mendengar ejekan Adam, Old Dong tampak semakin muram.
"Tidak peduli seberapa jenius dirimu, kamu tidak akan bertahan, Owl.
Bakatmu terlalu mengerikan. Menjadi Spiritualist Grand Master di usia kurang dari tiga puluh tahun. Jika tidak melihatnya sendiri, aku tidak akan memercayai hal itu.
Hanya saja, kali ini kamu mendapatkan musuh yang salah. Ahli racun Spiritualist Grand Master bintang 2 dan Abyssnian Giant Centipede yang setara dengan Spiritualist Grand Master bintang 6.
Anggap saja Dewi keberuntungan telah berpaling darimu, Owl."
"Membuat kabut racun yang memengaruhi semua orang dalam area ini, kamu pintar, Pak Tua.
Seorang pengendali racun dan binatang yang menahan racun. Lawan di level yang sama pasti akan kesulitan untuk bertarung di medan seperti ini. Hanya saja ..."
Adam mengangkat sudut bibirnya.
"Tampaknya kamu memilih lawan yang salah?"
Mendengar ucapan Adam, Old Dong terkejut. Area di sekitar hutan mulai ditutupi oleh asap berwarna kehijauan. Namun, Adam masih tampak sehat seperti biasa.
"Kamu ... pemilik fisik khusus?"
Adam menyeringai, tetapi tidak memberi jawaban. Sama sekali tidak membalas apakah itu benar atau salah.
Adam mencengkeram erat gagang pedang di tangannya. Saat itu juga, bilah katana dilapisi cahaya merah. Cahaya itu tampak indah karena juga memancarkan kilau keemasan.
"Aku akan memberi perintah pada pasukan agar mereka bisa segera mundur."
"Salah."
Adam berkata dengan ekspresi dingin.
"Lihat ke sana."
Adam menunjuk ke arah kepala Abyssnian Giant Centipede. Kepala kelabang raksasa dengan dua mulut besar itu terbuka. Beberapa saat kemudian, banyak pakaian dan tulang yang dia muntahkan.
"Percaya atau tidak, di area ini termasuk desa yang telah hancur, selain tumbuhan, tidak ada lagi makhluk lain.
Hanya ada tiga orang, yaitu aku, kamu, dan Pak itu. Sedangkan binatang, hanya ada satu kelabang raksasa itu. Untuk burung, binatang kecil, atau pasukan khusus yang kamu sebutkan ...
Aku sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaan mereka."
"Itu berarti ..."
Alicia yang tampak pucat karena keracunan menggertakkan gigi.
"Terima kasih atas makanannya! Dengan ini, Abyssnian Giant Centipede bisa bertarung dengan kekuatan penuh ketika melawan monster itu."
Old Dong tertawa bahagia. Sejak awal, tampaknya dia menganggap orang-orang yang datang sekaligus penduduk desa sebagai makanan Abyssnian Giant Centipede.
"Sayang sekali, gadis peneliti dan asistennya itu melarikan diri. Karena itu, maaf kalau aku tidak bisa membiarkan kamu melarikan diri, Nona Phoenix.
__ADS_1
Abyssnian Giant Centipede memerlukan banyak energi untuk naik ke bintang 7. Jadi, sebaiknya kalian mati di sini dengan tenang."
Mendengar ucapan gila Old Dong, Adam berjalan ke depan dengan ekspresi datar.
"Berlarilah sekuat tenaga, jangan lihat ke belakang sebelum kamu keluar dari kabut hijau. Percayalah padaku."
"Aku—"
"Aku tidak perlu rasa terima kasih. Aku hanya tidak ingin kamu dimakan dan mempersulit pertarungan melawan lipan raksasa itu."
Mendengar itu, Alicia sadar seberapa cerobohnya dia dan betapa lemahnya dirinya. Jika bukan karena Adam, jelas dia akan mati karena tipuan Old Dong. Mengepalkan tangannya dengan ekspresi enggan, Alicia berbalik dan berlari.
"Aku bilang, kamu akan menjadi makanan Abyssnian Giant Centipede, Nona Phoenix!"
Bersama dengan teriakan Old Dong, makhluk besar itu langsung bergegas mengejar Alicia. Namun, sebelum sempat berlari jauh. Adam langsung muncul dan mengadang makhluk besar tersebut.
Adam langsung memegang katana dalam posisi horizontal. Langsung menerima tubrukan makhluk yang bergegas ke arahnya seperti kereta.
KLANG!!!
Adam terkejut ketika katana dan kepala Abyssnian Giant Centipede bertabrakan, suara dentingan logam terdengar. Itu berarti, exo-skeleton hitam yang menutupi seluruh tubuhnya itu sekuat logam. Sangat mirip dengan kendaraan lapis baja!
Di depan ekspresi terkejut Old Dong, Adam menahan serangan Abyssnian Giant Centipede. Hanya saja, hal tersebut hanya bertahan selama tiga detik.
Kemudian, sosok Adam langsung ikut terdorong ke belakang oleh kekuatan lipan raksasa. Kakinya memaku di tanah, tetapi masih tidak bisa menahannya. Malah membuat dua gadis dalam dan sangat panjang.
Blarr!!
Abyssnian Giant Centipede menabrak pepohonan dengan ganas. Tampaknya merasa marah ketika melihat makhluk kecil memukul kepalanya dan bahkan berusaha menangkapnya.
Sosok Adam terlempar kuat. Pemuda itu langsung mematahkan banyak pohon sebelum akhirnya dia terhenti ketika jatuh ke tanah dengan kuat.
ROOAARR!!!
Makhluk itu meraung bangga. Tampaknya sangat puas karena telah menghancurkan makhluk kecil yang mengganggunya. Namun saat dia puas, dari tumpukan kayu, sosok pemuda tadi kembali berdiri sambil menepuk debu di tubuhnya.
Menatap ke arah Abyssnian Giant Centipede, Adam menunjukkan jari tengahnya.
Pemuda itu merasa cukup puas. Karena skill yang dia dapat dari kura-kura paling santai itu, tabrakan Abyssnian Giant Centipede benar-benar terasa agak empuk. Sama sekali tidak sekuat yang dia bayangkan.
ROARRR!!!
Melihat ke arah serangga kecil yang masih kembali berdiri. Tampak sangat ulet dan sulit mati membuat makhluk itu meraung marah. Sebagai makhluk yang dianggap sebagai salah satu serangga terkuat, raja para lipan ... Abyssnian Giant Centipede jelas sangat marah ketika dia ditentang.
"Ayolah, Bocah Besar. Apakah makan malammu kurang?"
Adam mengangkat satu lagi tangannya dan menunjukkan jari tengahnya.
Dengan dua jari tengah diarahkan ke Abyssnian Giant Centipede, pemuda itu berkata.
"Kamu tampak kurang bertenaga!"
>> Bersambung.
__ADS_1