Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Pesona Uang


__ADS_3

"Soal pembayaran, tentu kalian mendapatkannya. Tentu saja Glenn dan Evan adalah pengecualian.


Karena mereka masih pelajar dan tidak bisa hadir di hari kerja, keduanya akan berada di sini setiap akhir pekan.


Dengan demikian, gaji yang mereka berbeda. Aku tidak akan membahas detailnya.


Tunggu sebentar."


James kemudian pergi. Ketika pria itu, ruangan menjadi sunyi. Setelah beberapa waktu menunggu, Evan yang tidak tahan lagi turun dair kursi lalu mendatangi Adam.


Dia kemudian bertanya, "Mr Owl ... kan? Apakah kamu mau menunjukkan kepada kami kekuatan Kultivator?"


"Setiap Kultivator memiliki kekuatan yang berbeda."


"Lalu di antara mereka ... apakah kamu berada di bagian atas atau bawah?" tanya Evan.


Adam mengelus dagu.


"Meski bukan puncak. Kelihatannya berada di bagian cukup atas."


"Tunjukkan kepada Lord Evan!" ucap Evan dengan penuh semangat.


"Lain kali meminta lebih sopan, Nak."


Adam menggeleng ringan. Pemuda itu mencubit bagian belakang kerah Evan lalu mengangkatnya tinggi sebelum menurunkan bocah itu kembali ke atas tempat duduknya.


"Tapi aku ingin melihatnya."


Melihat Evan yang keras kepala, Adam menghela napas panjang.


"Kamu bisa mengetahuinya lain kali."


"Hmph! Dasar penindas ... Lord Evan tidak menyukaimu."


Tidak memperdulikan Evan yang marah, Adam duduk di salah satu sofa. Menunggu beberapa saat, James kembali dengan beberapa kartu hitam di tangannya. Dia kemudian membagikannya kepada Adam dan lainnya.


"Itu adalah kartu ATM khusus, tanpa nama. Semua gaji akan dikirimkan ke sana, jadi jangan sampai hilang.


Untuk password, 888 ditambah nomor kode kalian. Ingat, karena ini sudah pertengahan bulan, hanya ada separuh gaji bulan ini yang telah ditransfer."


"Terima kasih banyak, Ketua!" ucap Carole.


"Terima kasih banyak." Douglas juga mengangguk lembut, tampak senang dan lega.


Melihat keduanya, yang lain sekilas tahu bahwa mereka sedang membutuhkan uang. Jasmine, Glenn, dan Evan juga masih agak bersemangat.

__ADS_1


Sedangkan Adam, pemuda itu mengamati kartu itu sejenak. Melihat tidak ada metode pelacakan atau semacamnya, dia langsung menyimpan kartu itu di balik coat miliknya tanpa terlalu memikirkannya.


Memang, itu masih cukup banyak uang. Namun bagi Adam yang sudah mulai berbisnis dengan Lei Fan, dia tidak kekurangan uang.


Menjual 120 pil gizi dengan harga 1,5 juta dollar aliansi. Setelah dipotong biaya obat 120.000 dan memberi Jennifer dan Bella masing-masing 65.000 untuk kebutuhan mereka ... Adam masih memiliki penghasilan bersih 1,25 juta.


Adam sendiri belum mulai menjual jimat. Jadi ... 75.000 dibagi dua, 37.500 dollar aliansi dalam kartu tersebut. Pemuda itu tidak terlalu memikirkannya. Bahkan merasa agak hambar.


Tentu saja, uang 1,25 juta dalam bentuk cash itu Adam tabung. Dia berencana mengumpulkan hasil dari pekerjaannya sebagai Kultivator di rekening yang berbeda.


Jadi, ketika menerima kartu tanpa nama itu, Adam memiliki ide khusus.


Pemuda itu berencana meminta James untuk membuatkan dirinya rekening khusus tanpa nama lain untuk menyimpan uang. Dia tidak ingin mencampur hasil kerja kerasnya dalam pembuatan obat dan jimat dengan hal lain.


Rekening tabungan untuk penghasilan bisnis, rekening tabungan untuk penghasilan dari saham yang dia miliki, rekening tabungan lain berisi dana untuk penggunaan bulanan dan membeli beberapa kebutuhan.


Rekening sebagai anggota Departemen Misteri, dan rekening tabungan untuk penjualan obat serta jimat.


Pemuda itu benar-benar membaginya dengan hati-hati.


"Karena masalah uang sudah diselesaikan, sekarang aku akan memberitahu kalian hadiah lain.


Menjadi anggota Departemen Misteri angkatan pertama, masing-masing dari kalian mendapatkan satu kamar di lantai dua.


Anggap saja sebagai mess. Tentu saja, soal makan dan kebutuhan pribadi lainnya kalian masih harus membelinya sendiri.


"Kami mengerti," jawab yang lainnya serempak.


"Kalau begitu ikuti aku."


Adam dan yang lainnya pun kemudian mengikuti James naik ke lantai dua. Di lantai dua juga seperti lantai pertama, tampak longgar dan tidak banyak perabot.


Merasakan tatapan orang di sekitarnya, James menjelaskan.


"Rumah ini sebenarnya peninggalan Nenekku. Karena suatu alasan, akhirnya disita oleh pihak aliansi Blue Star. Sekarang dikembalikan lagi kepada aku sebagai pewaris yang sah.


Tentu juga karena tempat ini akan digunakan sebagai kantor Departemen Misteri cabang Kota B.


Tidak seperti kartu rekening, kalian tidak perlu mengurutkan nomor. Selain kamar tidur utama, pilih saja kamar yang kalian suka, lalu aku akan memberikan kuncinya."


"Baik," jawab yang lainnya serempak.


Setelah itu, mereka berkeliling untuk melihat kamar. Karena rumahnya juga luas, mereka memutuskan untuk melihat-lihat sekitar terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian, Adam dan lainnya akhirnya memilih kamar mereka.


Adam memilih kamar yang paling belakang. Berada di sudut dan tidak terlalu mencolok. Selain itu, kamarnya juga sedikit lebih kecil daripada kamar lainnya. Meski dibilang kecil, itu masih berukuran 4 x 4 meter.

__ADS_1


Bedanya, Adam bisa melihat taman belakang rumah dari jendela. Bahkan juga ada beranda kecil, tempat dia bisa menaruh beberapa tanaman hias atau kursi serta meja teh untuk menghabiskan waktu.


Di depan kamar Adam ada kamar Jasmine. Entah kenapa, gadis itu kelihatannya juga menyukai tempat yang kurang mencolok. Kelihatannya dia juga ingin melihat pemandangan taman belakang rumah.


Yang lainnya lebih suka memilih kamar luas. Khususnya ruang di dekat kamar tidur utama dan dekat dengan bagian depan rumah.


Pada akhirnya, Carole yang memenangkan tempat itu. Sedangkan Glenn dan Douglas sama sekali tidak terlalu peduli. Sepertinya tidak berniat tinggal di sana. Evan sendiri sebagai anak kecil hanya ikut bersenang-senang.


Setelah menerima kunci, semuanya kembali ke lantai pertama. Setelah beberapa percakapan, mereka sedikit lebih akrab satu sama lain.


"Tempat ini sebenarnya indah, sayang sekali tidak dirawat dengan baik." Carole menghela napas panjang.


"Saya juga setuju dengan itu." Douglas mengangguk ringan.


"Bagaimana jika kita patungan untuk menyewa jasa pembersihan rumah, mengganti cat, dan merawat kebun?"


Karena Adam juga merasa kalau rumah itu sebenarnya cukup bagus dan nyaman. Mungkin tidak berada di tengah kota, udaranya juga cukup bersih. Jadi akhirnya dia memberi saran.


Evan dan Glenn tampak tidak terlalu peduli. Sedangkan Douglas, Carole, Jasmine, dan James saling memandang. Mereka kemudian tersenyum pahit.


"Meski 10.000 dollar aliansi cukup banyak, kami memiliki kegunaannya sendiri, Mr Owl." James menggeleng ringan.


"Seribu lima ratus dollar aliansi per orang. Meski tidak cukup untuk menggantikan perabot dengan yang lebih baik. Aku rasa itu masih cukup untuk jasa membersihkan taman, serta membersihkan dan mengecat ulang rumah."


"Aku tidak keberatan." Glenn berkata santai.


"Aku juga." Evan mengangkat tangannya, tidak mau kalah.


Melihat yang lainnya tampak agak bingung, Adam tahu kelihatannya mereka memiliki masalah dengan uang.


Menghela napas panjang, Adam mengeluarkan dompetnya. Dollar aliansi terdiri dari 1, 5, 10, 20, 50, dan 100. Namun bukan hanya itu, masih ada 500 dan 1000 yang cukup jarang.


Adam menghitung lalu meletakkan 25 lembar uang 1000 dollar aliansi di atas meja.


"Uang 15.000 dollar, gunakan untuk membersihkan kamar sekaligus mengecat dan mengganti perabotan. Selain ranjang yang baik, aku ingin rak penyimpanan, rak buku, meja serta kursi belajar.


Pastikan memaksimalkan penggunaan 15.000 dollar aliansi itu. Jika ada sedikit sisa, belikan satu kursi dan meja teh dan taruh di beranda.


Sedangkan uang 10.000 dollar aliansi, gunakan untuk membersihkan taman dan rumah. Jika cukup, gunakan untuk mengecat rumah dengan warna putih polos seperti sebelumnya."


"..."


Melihat bagaimana Adam mengeluarkan uang 25.000 dollar aliansi dengan santai, semua orang terkejut. Khususnya James. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa sosok Owl, selain kuat ... juga tiran lokal!


Bahkan Glenn dan Evan yang berasal dari keluarga berada juga cukup terkejut. Uang 25.000 dollar memang tidak banyak bagi keluarga mereka. Namun, membawa itu di dompet untuk 'jajan' benar-benar membuat mereka takjub.

__ADS_1


Itu adalah pesona uang!


>> Bersambung.


__ADS_2