Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Menjadi Egois


__ADS_3

Malam di hari berikutnya.


Di markas Dark Wings, tampak James dan anggota lainnya yang duduk dengan cemas.


Pada siang hari, banyak personel militer yang datang ke markas. Mereka mencari keberadaan Adam, tetapi nihil. Pemuda bertopeng merah itu sama sekali tidak bisa ditemukan.


Bruak!


James menampar meja dengan ekspresi kesal di wajahnya.


"Omong kosong! Apakah kami benar-benar tidak bisa dipercaya! Benar-benar pergi tanpa pamit!


Apa maksud dari semua ini, OWL!!!"


Dua hari sebelumnya, Adam datang ke markas untuk melakukan transaksi dengan Sekte Thunder Fang. Setelah itu, mereka melakukan pesta kecil-kecilan.


Adam memasak banyak makanan enak untuk mereka semua, sebelum akhirnya pergi bersama dengan Nam.


Pemuda itu berkata, telah menemukan lingkungan yang lebih cocok untuk pertumbuhan Nam. Jadi meski enggan, mereka setuju ketika anak itu pergi.


'Meski kalian sibuk dalam mengurus tugas, jangan lupa makan makanan kalian. Menjaga tubuh tetap vit adalah sebuah keharusan, kalian tahu?'


Pada saat itu, James dan anggota lainnya hanya berpikir kalau Adam menasihati dan memarahi mereka karena ceroboh, tidak bisa menjaga diri. Namun mereka tidak menyangka, ucapan santai yang terdengar lembut dan setengah bercanda itu adalah pesan lelaki bertopeng merah itu sebelum pergi.


"TERKUTUK! JIKA INGIN MELAWAN, KITA HARUS MELAWAN BERSAMA, KAN?! KENAPA DIA PERGI SENDIRIAN!"


James merasa tertekan. Selain karena Adam sering menjaga mereka, dia juga seperti saudara panutan bagi mereka. Sosok dengan penampilan seperti badai di musim dingin, tetapi hatinya seperti cahaya hangat di musim semi.


Kepergiannya yang begitu mendadak ... benar-benar sulit mereka terima!


"Bukankah Mr Owl melakukan itu karena khawatir dengan kita semua."


"..."


Semua orang langsung menatap ke sumber suara. Duduk di sudut, tampak sosok Carole yang juga tertekan, tetapi masih mencoba tersenyum lembut.


"Tidak seperti dia, identitas kita semua bukanlah rahasia. Mr Owl ... orang itu tidak ingin kita dan kerabat kita terluka.


Dia bukan orang kejam yang sengaja menggunakan seseorang dan dengan mudah membuangnya. Aku percaya, meski sulit ...


Tampaknya ini adalah jalan terbaik yang bisa dia pikirkan."


"Tapi ... Hah! Benar-benar omong kosong!"


James sekali lagi membanting telapak tangannya ke meja dengan keras. Benar-benar tampak frustrasi, tetapi juga tampak tak berdaya karena tidak bisa melakukan apa-apa.


Hal yang sama juga terjadi pada anggota lainnya.


***


Larut Malam.


Pada saat orang-orang dari organisasi pemerintahan berpikir kalau Mr Owl hanya menggertak dan tidak berani melakukan sesuatu yang ekstrem ...


Kota B tiba-tiba menjadi kacau karena suatu alasan!


Foto, video, dan beberapa bukti lain tentang kejahatan Darwin tiba-tiba tersebar di berbagai situs di internet. Bukan hanya dalam website, tetapi juga banyak media sosial.


Mengancam dan merusak banyak wanita, korupsi, penyuapan, serta banyak bukti tentang berbagai kejahatan tersebar.


Layaknya rumput yang tumbuh subur seusai hujan, bukti-bukti itu benar-benar langsung muncul dimana-mana, bahkan sulit untuk menghapusnya karena terus muncul!


Karena banyak orang yang membagikannya, warga Kota B dan beberapa kota lain juga segera mengetahui semuanya. Mengetahui betapa buruknya orang yang berada di atas dan memerintah mereka!

__ADS_1


Bukan hanya itu, banyak penerbit koran tiba-tiba mendapat paket berupa salinan bukti!


Dengan kata lain, setelah banyaknya bukti, jika Darwin tidak lengser dan mendapatkan hukuman setimpal ...


Pemerintahan akan langsung menjadi sasaran kritik publik! Bahkan pemberontakan bisa terjadi!


***


Sementara itu, di pangkalan militer Kota B.


"Orang itu benar-benar sudah gila."


"Ugh! Beban kerja kita pasti akan meningkat lebih banyak."


"Lupakanlah beban kerja! Kita pasti akan dihukum karena dianggap tidak becus."


"..."


Banyak tentara yang mengeluh dan merasa tertekan.


Ketika banyak yang mengeluh, rapat terjadi di dalam kantor.


"Bagaimanapun ini bisa terjadi! Kenapa kalian tidak menemukan keberadaannya!"


"IP address yang dia gunakan tidak bisa dilacak, Ketua. Kemungkinan besar dia telah mempersiapkan IP palsu. Orang itu telah mempersiapkan semuanya!"


"Bukan hanya pembunuh dan pejuang hebat? Kamu ingin dia juga seorang hacker?! Jelaskan padaku sekarang!"


Lelaki tua memukul meja dengan ekspresi suram. Wajahnya merah karena marah.


"Seperti yang diharapkan dari Mr Owl ... dia benar-benar tidak bodoh. Cerdik, licik, mengagumkan!"


Suara wanita terdengar. Menoleh ke sumber suara, mereka melihat sosok wanita cantik dengan seragam lab.


"Bukankah itu karena kalian, para orang tua yang menjunjung keadilan terlalu lambat? Para pemuda seperti kami itu ..."


Clarissa membuat gerakan memotong leher sambil tersenyum.


"Suka melakukannya dengan cara ... Swoosh! Seperti itu!"


"..."


"Seharusnya dia juga mengajakku. Bukankah kita sama-sama generasi muda? Lagipula, aku juga masih penasaran ... apakah fisiknya lebih baik daripada sebelumnya?"


"..."


Lelaki tua itu duduk kembali ke kursinya. Melihat ke arah Clarissa yang menganggap kasus ini seperti permainan, dia hanya bisa tersenyum pahit. Orang itu kemudian melirik ke arah Diana yang duduk di samping Clarissa.


Merasa kalau dunia berputar semakin cepat, sebagai orang tua ...


Gerakan tiba-tiba seperti ini benar-benar tidak tertahankan!


Benar-benar terlalu kacau!


***


Empat hari sebelumnya, dalam kediaman Adam.


"Kenapa kamu tampak lelah, Sayang?"


Melihat ekspresi Adam, Jennifer duduk di sampingnya lalu bersandar kepada pemuda itu.


"..."

__ADS_1


Bella yang pendiam duduk di sisi lainnya sambil diam. Tidak banyak bicara, tetapi menunjukkan dengan sikapnya.


"Aku lelah ..."


Adam menghela napas panjang. Berbeda dengan ekspresinya yang tenang dan tak acuh, pemuda itu benar-benar tampak agak pucat.


"Apakah kamu ingin membicarakannya? Jika tidak, kami tidak akan memaksa."


Jennifer bertanya lembut. Setelah hidup bersama, dia sudah akrab dengan sikap Adam yang suka menanggung semuanya sendirian.


"Menurut kalian ... keadilan itu apa?"


Adam Berbicara dengan ekspresi tak acuh.


"Menghukum kejahatan secara langsung? Menghukum kejahatan sesuai dengan aturan? Mengorbankan sedikit orang untuk kepentingan lebih banyak orang? Kebenaran ...


Sebenarnya omong kosong macam apa kebenaran itu?"


"..."


Kedua wanita itu saling memandang dalam diam. Sama sekali tidak berniat menyela Adam. Lagipula, jarang sekali mereka melihat Adam begitu tertekan.


"Jennifer? Bella?"


"Iya, Sayang?" ucap Jennifer.


"Ada apa, Kak Adam?" balas Bella.


"Menurut kalian ... Apa yang harus aku lakukan?"


Adam mulai berbicara tentang rencananya. Pemuda itu tidak menyebutkan semuanya, tetapi jelas menunjukkan poin penting karena hal tersebut kemungkinan akan terjadi dan menimpa mereka.


Jennifer tampak terkejut karena tidak menyangka Adam memiliki keputusan yang begitu besar dengan melibatkan mereka berdua.


"Yah ... sesekali mengalah tampaknya tidak buruk juga. Lagipula, melawan arus sama sekali tidak mudah."


Adam bergumam pelan. Ekspresinya semakin lama menjadi semakin datar. Tampaknya dia sudah tidak peduli lagi. Pemuda itu hanya ingin menikmati waktunya.


Benar-benar hanya ingin menikmati sisa waktunya, tapi ...


PLAK!!!


Tamparan keras terdengar. Jennifer tercengang. Adam juga terkejut ketika Bella yang biasanya begitu tenang menamparnya begitu keras.


Gadis itu menunduk sambil berkata.


"Aku tidak pintar seperti kamu, Kak Adam. Aku juga tidak memiliki kenalan orang-orang penting seperti Saudari Jennifer. Jadi aku tidak mengetahui apa-apa, tetapi ...


Aku rasa tidak apa-apa untuk sesekali menjadi egois!


Seperti orang berkulit putih yang menganggap kulit hitam itu rendah buruk. Orang berkulit hitam menganggap kulit putih itu rapuh dan licik.


Sama seperti seorang vegetarian percaya kalau membunuh hewan itu buruk. Ada juga orang yang menganggap saling memakan adalah hukum alam.


Tidak perlu memikirkannya terlalu banyak. Kamu hanya perlu melakukan sesuatu yang kamu anggap benar. Tidak perlu banyak berpikir, karena ..."


Bella tersenyum lembut, tetapi juga menampilkan sosok wanita kuat dalam dirinya.


"Jalan apapun yang kamu tempuh, aku akan menemanimu ..."


Bella memegang kedua pipi Adam, menatap tepat di matanya lalu menambahkan.


"Bahkan jika harus jatuh dalam kegelapan dan berjalan melewati neraka, aku akan tetap menemanimu."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2