
Black Mamba tentu saja tahu bahwa pemuda tampan itu sedang menatap wanita di sisinya. Dengan suara yang dalam, dia mengingatkan.
“Memandang wanita orang lain dengan cara seperti itu … sepertinya kurang sopan, Tuan Adam.”
Mendengar suara Black Mamba, Adam tersadar dari lamunannya. Pemuda itu kemudian menatap ke arah pria botak dengan senyum santai.
“Maaf, saya teralihkan oleh liontin giok milik pasangan anda. Tampaknya berbeda dari biasanya. Saya pikir … pacar saya akan menyukainya.”
Memandang ke arah Adam, Black Mamba mengangguk ringan.
“Edisi terbatas dari Blue Mist Jewelry. Saya dengar ada 13 perhiasan yang menggunakan bahan sama. Tiga liontin giok, lima cincin untuk segala gender, dan lima anting.”
“Jadi begtiu …” Adam mengangguk. “Terima kasih atas informasinya.”
“Silahkan duduk, Tuan Adam.”
Mendengar ucapan Black Mamba, ekspresi Adam tampak santai. Dia dengan santai duduk di sisi yang berseberangan dengan pria botak itu.
“Apakah saya harus memanggil anda dengan sebutan Black Mamba, atau nama lain?”
“Panggil saja dengan sebutan Black Mamba seperti yang lainnya.” Black Mamba berkata dengan nada tak acuh.
“Baik.” Adam mengangguk. “Langsung saja, untuk alasan apa Kelompok Black Mamba ingin mengadakan pertemuan dengan Wings of Freedom.”
“...”
Mendengar ucapan Adam yang begitu langsung, suasana menjadi lebih tegang. Bahkan Shawn dan yang lainnya menjadi gugup. Sebagai kelompok baru, mereka belum pernah berurusan dengan kelompok besar seperti Kelompok Black Mamba.
Dalam Kota B yang terdiri dari 20 distrik, ada tiga kelompok besar. Masing-masing dari ketiga kelompok itu menguasai 4 distrik. Selain 12 distrik yang dikuasai tiga kelompok tersebut, 8 distrik lainnya diperebutkan oleh kelompok-kelompok lain.
Tentu saja, distrik yang lebih menguntungkan seperti pusat perbelanjaan telah diambil, jadi hanya tersisa beberapa distrik di bagian pinggiran kota.
Kelompok Black Mamba sendiri adalah sebuah kelompok yang bisa dibilang sebagai kelompok menengah atas, karena mereka menguasai 2 distrik. Tentu saja, ada alasan kenapa mereka bisa melakukannya.
Dua distrik tersebut tidak terlalu menguntungkan. Tidak banyak yang berusaha memperebutkannya. Jadi ketika Black Mamba membuat gerakan, ketiga kelompok besar hanya menutup mata.
Distrik yang Kelompok Black Mamba kuasai adalah distrik ke-14 dan ke-15. Namun Black Mamba yang memiliki ambisi besar tidak ingin berhenti sampai di sana. Dia berusaha memperluas daerah kekuasaannya.
“Saya dengar Wings of Freedom menguasai lebih dari setengah distrik ke-13.”
Mendengar ucapan Black Mamba, Adam masih tampak santai.
“Lalu?” tanya Adam.
“Untuk sebuah kelompok yang berdiri kurang dari satu tahun, tetapi memiliki kecepatan yang luar biasa … Wings of Freedom bisa dibilang menjanjikan.”
__ADS_1
“Tidak perlu berbelit-belit, Black mamba. Katakan saja apa yang kamu inginkan,” ucap Adam dengan ekspresi dingin.
“Kelompok Black Mamba sudah lama melirik distrik ke-13. Namun ketika kami bergerak, kami selangkah lebih lambat dari kalian. Jadi … aku ingin mengusulkan sesuatu.
Karena Wings of Freedom menjanjikan, aku tidak berniat mengusir kalian dari distrik ke-13. Kalian tetap boleh beroperasi di sana. Sebagai gantinya, aku ingin Wings of Freedom menjadi bagian dari Kelompok Black Mamba dan memberi separuh hasil dari tempat itu.
Tentu saja, kami akan membantu kalian untuk segera menaklukkan distrik ke-13 sesegera mungkin.”
“Separuh penghasilan, kah?” gumam Adam.
“Apakah itu terlalu banyak? Itu masih sebanding. Menjadi bagian dari Kelompok Black Mamba dan mendapat bantuan kami, tidak banyak kelompok yang akan mencoba main-main dengan kalian.”
“Bukan begitu …” Adam menggeleng ringan. “Bukannya terlalu banyak. Aku hanya terkejut.”
“Lalu, jawabanmu?” tanya Black Mamba.
“Tentu saja aku menolak. Wings of Freedom tidak berniat bergabung apalagi diserap oleh kelompok lain.”
Mendengar jawaban Adam yang begitu santai seolah tidak memikirkan ucapannya sendiri. Situasi menjadi lebih tegang. Para anggota dari kedua kelompok saling memandang, bersiap bertarung kapan saja.
“Jangan membuatku melakukannya dengan cara kasar, Adam. Kamu harus memikirkannya lagi.”
“Cara kasar? Mungkinkah kamu ingin memaksaku? Sebagai kelompok menengah yang memiliki ambisi besar, kemungkinan kalian telah melakukan perdagangan ilegal. Jangan bilang …
Kalian ingin memaksaku dengan senjata api?”
“Argh!”
Black Mamba melihat sebuah garpu menancap di punggung tangannya. Rasa sakita dan kaget sebelumnya membuat dia melepaskan pistol di tangannya. Sebelum pistol itu jatuh, sebuah tangan dengan cepat meraihnya.
Melihat moncong pistol di masukkan ke mulutnya, Black Mamba menatap sosok pemuda yang berdiri di depannya dengan ngeri. Belum sempat mengerti apa yang telah terjadi, moncong pistol benar-benar dimasukkan ke dalam mulutnya.
“Aku penasaran … apa yang terjadi jika aku menarik pelatuknya?"
“...”
Melihat ekspresi tak acuh di wajah Adam, Black Mamba tampak gugup.
“Hanya bercanda.”
Adam menarik pistol dari mulut Black Mamba. Mengambil tisu di atas meja, dia mengapus air liur lalu menyimpan pistol itu di balik coat miliknya.
Tentu saja, Black Mamba yang melihat Adam menyimpan senjatanya sama sekali tidak marah. Sebaliknya, dia terlihat lega.
“Black Mamba … aku dan Wings of Freedom hanya ingin berada di distrik ke-13 dengan tenang. Kami tidak berniat untuk merebut distrik lain, jadi …
__ADS_1
Tidak bisakah kedua kelompok berada di jalur masing-masing dan tidak bersinggungan?”
Jika itu orang lain, Black Mamba jelas tidak akan setuju. Bahkan jika musuh kuat, dia masih berani melawan dengan mengorbankan banyak hal untuk kemenangan. Hanya saja, bagi setiap manusia … yang paling menakutkan adalah menghadapi sesuatu yang tidak diketahui.
Apabila Black Mamba tahu seberapa kuat Adam, mungkin dia memikirkan cara untuk melawan. Namun, bahkan ketika dirinya sempat merespon, pertarungan telah selesai.
Pemuda itu terlalu cepat!
“T-Tentu! Kelompok Black Mamba setuju dengan saran anda, Tuan Adam!”
Black Mamba langsung menatap ke arah para bawahannya lalu berteriak marah.
“Apa yang sedang kalian lakukan! Turunkan senjata kalian!”
“T-Tapi, Bos!”
“Lakukan saja!”
Melihat ke arah lima bawahan yang menyimpan kembali pistol mereka, Black Mamba merasa agak lega. Dia kemudian menatap sosok Adam.
Normalnya, dengan lima senjata yang diarahkan kepadanya, orang itu akan takut atau gugup. Namun Adam masih terlihat tenang. Bahkan tersenyum ramah.
Black Mamba adalah orang yang sangat berhati-hati. Itu juga salah satu alasan dirinya bisa sampai sejauh ini. Belum lagi, pria itu memiliki firasat buruk jika harus melawan Adam. Meski agak aneh, dia masih sangat mempercayai firasatnya sendiri.
“Karena tidak ada yang bisa dibicarakan, maka kami akan kembali.”
Melihat Black Mamba bangkit, para anggota kelompok itu juga bangkit dan bersiap pergi. Namun suara tak acuh Adam kembali terdengar.
“Yang lain boleh keluar. Namun … anda tinggal di sini sebentar, Black Mamba.”
Beberapa orang hendak membantah, tapi Black mamba mengangkat tangan untuk menghentikan mereka. Pria itu melihat jelas tatapan serius di mata Adam.
Bukan hanya anggota dari Kelompok Black Mamba, tetapi anggota Wings of Freedom juga pergi.
Pada saat yang lainnya pergi, Adam tiba-tiba membuka mulutnya.
“Aku tidak tahu apakah wanita tadi istri, kekasih, atau nyonya kecil anda … Black Mamba. Yang pasti, aku akan mengingatkan. Awasi wanita itu dan berhati-hati ketika di dekatnya.”
Mendengar ucapan Adam, Black Mamba tampak bingung.
“Kenapa???”
“Kamu tidak akan percaya bahkan jika mendengar alasannya. Namun, kamu benar-benar harus mengingat apa yang aku ucapkan tadi. Itu juga untuk kebaikanmu sendiri.”
Setelah mengucapkan itu, Adam berbalik pergi meninggalkan Black Mamba yang menatapnya dengan ekspresi kebingungan.
__ADS_1
>> Bersambung.