
“Terima kasih, Jennifer.”
Setelah Jennifer menjanjikan hal itu, Adam tidak bisa hanya diam saja untuk menerimanya. Dia sendiri juga tidak tahu, kebohongan tentang pacar sebelumnya benar-benar membuat wanita di depannya lengah, bahkan menjadi lebih lembut.
Padahal, Adam sendiri berpikir baik Yui atau Jennifer tidak akan memikirkannya ketika asal mengaku. Lagipula, mereka tidak terlalu akrab bahkan baru beberapa kali bertemu. Namun pemuda yang tidak memiliki banyak pengalaman tentang perempuan itu tidak tahu, kedua perempuan itu memiliki pendapat positif tentang dirinya.
“Tentu saja itu tidak gratis.” Jennifer mendengus dingin.
Mendengar itu, Adam malah menghela napas lega. Dia agak enggan menerima bantuan secara gratis lalu berhutang budi.
“Lain kali … lain kali kamu harus mengajakku makan malam bersama.”
Ekspresi lega Adam langsung stagnan. Pemuda tampan itu mengedipkan mata, hampir tidak percaya dengan apa yang telah dia dengar dari wanita di depannya. Melihat ekspresi malu di wajah Jennifer, dia tahu apa yang dirinya dengar sama sekali tidak salah.
“Jennifer, aku …”
“Aku tahu.” Jennifer memandang Adam dengan rona merah di pipinya. “Tidak perlu di restoran berbintang. Di Cafe ini pun tidak apa-apa. Namun, pastikan tidak ada yang mengganggu kita.”
“...”
Karena Jennifer telah mengatakan demikian, Adam menelan kembali apa yang ingin dia ucapkan. Untuk sekarang, dia tidak bisa menjelaskan. Jadi, pemuda itu hanya bisa menunda. Menjelaskannya ketika mereka selesai makan malam bersama.
“Sekali lagi, terima kasih, Jennifer.”
“Hmph! Kamu harusnya merasa beruntung.” Jennifer pura-pura cemberut sebelum berdiri. “Ngomong-ngomong, beri aku nomor teleponmu. Aku tidak bisa menghubungimu tanpa itu.”
Setelah menghela napas pendek, Adam berkata, “Nomor teleponku adalah …”
“Bagus. Kalau begitu aku pergi dahulu.”
“Biarkan aku mengantarmu sampai ke depan pintu.”
“Hmph! Aku pikir kamu hanya bisa melarikan diri.”
Adam tidak banyak berkomentar, hanya mengantar Jennifer sampai depan Cafe Starlight. Melihat mobil polisi yang pergi menghilang dari pandangan, pemuda itu menghela napas dengan senyum pahit di wajahnya.
Seorang polisi yang menggunakan kendaraan bertugas untuk pergi bermain. Benar-benar tidak bertanggung jawab!
Setelah agak puas mengeluh, Adam kembali ke dalam cafe. Di sana, dua sosok sedang menunggunya dengan ekspresi dingin di wajah mereka. Keduanya adalah Nick dan Nix.
Tidak seperti tamu atau pelanggan lain, Nicholas mengikuti Adam naik ke lantai dua. Duduk di sofa, orang itu mulai mengeluh.
“Bukankah kamu bilang kamu single? Kamu benar-benar membohongi sahabatmu sendiri. Dasar munafik!” ucap Nicholas dengan ekspresi tidak puas.
__ADS_1
“Bukankah kamu sendiri punya pacar?” tanya Adam dengan ekspresi tak acuh.
“Apanya yang pacar? Para wanita dengan riasan tebal itu hanya mengincar dompetku. Ugh! Dasar para penggali emas!” gumam Nicholas dengan ekspresi tidak puas.
“Kamu bahkan tidak terlihat serius mencari pasangan. Buaya darat plus penggali emas … buaya darat yang menggali emas? Bukankah itu cocok?
Kamu suka memainkan para gadis. Memangnya memainkan perasaan mereka gratis? Jangan naif. Anggap saja pertukaran setara, dan kamu tidak akan kecewa.”
Mendengar bagaimana Adam menasihati dirinya, Nicholas tercengang.
“Hey! Kita sedang membahas masalah cinta dan perasaan. Kamu … benar-benar mengaitkannya dengan bisnis dan pertukaran setara? Itu berbeda!”
“Kalau begitu lepas jas, jam bermerek, gadget, dan juga tinggalkan mobilmu di rumah! Pergi bekerja sebagai karyawan kecil atau pekerjaan biasa lainnya. Kamu akan merasakan sulitnya! Dan di saat seperti itu … perempuan yang mau menerima kekuranganmu kemungkinan yang sedang kamu cari!”
“Hahaha! Itu lucu kawan. Itu sebenarnya ide yang tidak buruk, tetapi tidak mungkin ayahku setuju. Lagipula-” Ekspresi Nicholas berubah. “Apa yang sedang kamu lakukan, Adam?”
“Halo, Paman! Iya, Nick bilang dia tidak ingin merepotkan anda. Orang itu ingin mencoba betapa kerasnya hidup, mencari pengalaman, dan tidak hanya hidup terlalu mudah.
Ah! Itu? Benar, Nick bilang dia kurang bersyukur karena jalan hidupnya terlalu mulus. Oh? Iya, Paman. Dia bilang ingin menjadi karyawan biasa.”
“Tunggu-”
“Sebenarnya aku punya banyak kenalan, Paman. Namun anda sendiri pasti tahu, di Kota B … sudah banyak yang mengenal anda atau Nick. Jadi … benarkah? Anda akan mengirimnya ke perusahaan teman anda di Kota D? Bukankah kehidupan di sana lebih keras?
Tut tut tut …
Suara telepon terputus akhirnya terdengar. Adam kemudian menatap Nick yang tertegun sambil mengacungkan jempol.
“Sudah diselesaikan dengan baik, Nick.”
Mendengar hidupnya akan berubah total, Nick tampak pucat. Dia meraung marah, menerkam sambil berteriak, “ADAM!”
BRUAK!
Sosok Nicholas yang dibanting ke lantai tersadar dari emosinya. Merasakan sakit di tubuhnya, ekspresinya menjadi lebih pucat. Pemuda itu tidak bisa tidak mengeluh.
“Aku lupa kamu juga Yudansha dalam Aikido.”
“Pulanglah. Aku sudah berbicara pada Ayahmu. Apa yang kamu lakukan tidak akan lama. Paling cepat satu bulan, paling lambat tiga bulan. Aku berjanji …
Setelah mengalami kehidupan, kamu akan sedikit mengerti dan lebih banyak bersyukur.”
Nicholas yang terbaring di lantai hanya bisa melihat Adam yang berdiri memunggungi dirinya. Namun dirinya juga tahu, sahabatnya itu melakukan ini juga untuk kebaikannya. Nicholas tidak marah karena itu dan malah bersyukur karena memiliki sahabat yang peduli. Hanya saja …
__ADS_1
Apakah kamu tidak bisa lebih santai, Bung? Apakah itu kekuatan penuh? Ini sangat menyakitkan!
Aku merasa beberapa otot dan tulang bergeser dari tempatnya!
...***...
Jam 02.30 AM, dua hari setelah upacara pembukaan cafe.
“Orang-orang bilang bahwa banyak hal-hal jahat bermunculan di waktu seperti ini. Ya … aku tidak terlalu peduli itu. Yang aku pedulikan adalah … air sungai di jam ini pasti sangat dingin!”
Duduk di tepi jembatan, sosok Adam menatap sungai lebar di bawahnya. Sehari setelah bertemu dengannya, Jennifer benar-benar langsung menutup daerah itu sehingga kebanyakan orang tidak berani mendekati area sungai.
“Apakah kamu memiliki komentar lain, Nix? Atau … kamu masih marah tentang kejadian sebelumnya?”
Nix yang duduk di sampingnya Adam menatap tuannya itu dengan tatapan menghina. Pandangannya yang begitu manusiawi benar-benar menyiratkan pemikirannya.
‘Dasar Bos munafik. Selalu berkata bahwa ayam betina mengganggu kultivasi, tetapi memiliki dua ayam betina untuk digoda. Cih! Kamu benar-benar lebih buruk dari Ayam!’
“Jangan pikir aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan, Nix! Aku juga kecewa padamu! Melatihmu dengan keras, tetapi sekarang sama sekali tidak berguna!
Kamu bahkan tidak bisa berenang? Apanya yang keturunan Suzaku? Lebih baik aku memelihara seekor itik kecil! Tampak imut, bahkan bisa berenang!”
Mendengar ucapan Adam, si ayam konyol langsung tercengang. Dia menunjuk tuannya dengan sayap kanan, terlihat sangat marah dan penuh dengan keluhan.
‘Beraninya kamu membandingkan Tuan Nix yang tampan ini dengan itik menyedihkan, Bos kikir! Berenang? Aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana cara Tuan Ayam ini berenang dengan elegan!’
Sadar telah mengatakan hal yang salah, Nix mengangkat kepalanya. Melihat Adam yang berdiri di tepi jembatan sambil menatapnya dengan senyum jahat.
‘Bos kejam ini … jangan bilang!’
Sebelum Nix menghindar, Adam sudah menendangnya meluncur ke sungai. Tepi sungai di kiri dan kanan terlalu jauh, membuatnya tidak bisa terbang ke sana. Lagipula … mereka ada di area tengah jembatan.
Melihat air yang semakin dekat, ayam itu mengutuk dalam hati.
‘Seharusnya aku menyadarinya. Bos kejam itu sejak awal berniat membuat Tuan Nix yang tampan sebagai umpan!’
Byurr!
Melihat Nix yang ‘berenang’ dengan gaya, Adam menatap ke arah sungai dengan senyum di wajahnya.
“Sekarang … mari kita tunggu.”
>> Bersambung.
__ADS_1