
Satu minggu berlalu begitu saja.
Berita luar biasa mulai menyebar di antara para petugas polisi di daerah setempat. Kasus korupsi beberapa anggota kepolisian terungkap dan banyak oang yang terlibat di dalamnya dipecat dari jabatannnya lalu dipenjara.
Selain itu, ada berita lain yaitu pencapaian baik yang telah dilakukan oleh Petugas Jennifer. Wanita itu menangani kasus tentang orang-orang yang melarikan diri dari Rumah Sakit Jiwa dengan sangat baik.
Benar. Selain Bob dan wanita yang Adam tangkap sebelumnya, dalam satu minggu ini, dia telah membantu Jennifer untuk menangkap dua orang lain. Tentu saja, karena pemuda itu bukan anggota kepolisian, dirinya sama sekali tidak mendapat penghargaan.
Sebagai gantinya, namanya mulai menyebar. Banyak orang-orang dalam kepolisian mengenalnya dengan sebutan Owl, tetapi sebagian lebih suka memanggilnya Blood Owl atau Crimson Owl.
“Bukankah itu julukan yang bagus, Adam?”
Dalam ruang keluarga apartemen Adam, sosok Jennifer duduk di sofa dengan ekspresi santai di wajahnya.
Sementara itu, Adam yang sedang membaca artikel di sisi lainnya hanya melirik ke arah Jennifer sebentar sebelum akhirnya mengabaikannya begitu saja. Selain kekasih, mereka berdua sekarang adalah partner dalam menumpas kejahatan. Ya … paling tidak Jennifer berpikir demikian.
Sedangkan Bella, Adam langsung menjemputnya kembali setelah mengatahui bahwa Kota B masih aman untuk mereka tinggali. Sekarang dia masih belum pulang.
Jennifer sendiri bisa berada di sana ketika jam kerja tentu karena pencapaiannya terbilang sangat baik belum lama ini. Selain itu, kemungkinan pemimpin kepolisian setempat juga telah mengetahui latar belakang wanita itu, jadi mereka membiarkan Jennifer melakukan apa yang dia inginkan.
“Seharusnya kamu membelikan Bell mobil, Adam. Kamu pasti masih memiliki banyak uang, kan?”
Mendengar ucapan Jennifer, Adam menghela napas panjang sebelum menjelaskan.
“Bukannya aku tidak ingin membelikan gadis itu mobil. Dia tidak menginginkannya, jadi aku selalu mengantar dan menjemputnya.”
Jennifer mengusap dagu, tampak berpikir layaknya seorang detektif.
“Bella memiliki ide yang bagus. Selain hemat, dengan demikian kalian tetap akrab dan semakin akrab setiap harinya. Adam, antar dan jemput aku juga!”
“Apakah kamu bodoh? Bagaimana bisa aku mengantar dan menjemputmu seperti Bell?”
“Ini tidak adil!” Jennifer mengerucutkan bibirnya, tampak tidak puas.
“Sebagai gantinya aku akan menemanimu di hari libur.”
“Benarkah?”
“Tentu.” Adam mengangguk ringan.
“Bagus.”
Mendapat jawaban pasti dari Adam, Jennifer mengangguk puas.
__ADS_1
Malam harinya.
“Jujur saja, aku benar-benar iri denganmu, Adam.”
Jennifer menatap sosok Adam dengan ekspresi iri. Melihat pemuda yang sedang menimbang beberapa herbat dengan teliti.
“Apa yang membuatmu iri?”
“Bisakah aku juga berlatih kultivasi? Bukankah kamu seharusnya senang jika dua kekasihmu juga bisa membantu dan hidup lama bersamamu?”
“Sudah aku bilang. Bukannya aku tidak mau, tetapi tidak bisa.”
“Hmph! Pelit,” ucap Jennifer.
Meski berkata demikian, wanita itu juga tahu bahwa Adam mungkin terikat peraturan sekte atau semacamnya. Dia sebenarnya sudah sangat senang karena pemuda itu mau jujur dan tidak menyembunyikan identitas di depan mereka.
Mungkin Jennifer itu tipe yang bersemangat dan cukup banyak bicara, tetapi sama sekali tidak pernah suka mengumbar rahasia seseorang. Berbeda dengan tipe ibu-ibu komplek yang suka berkumpul dan membicarakan seseorang seenak jidat mereka, padahal belum mengetahui kebenarannya.
“Setelah fisik Bella menjadi cukup baik dan setara dengan prajurit pada umumnya, aku akan mengajari kalian beberapa teknik bela diri dan kendo.”
“Itu yang normal kan? Bukan yang kamu dapat dari sekte atau semacamnya?”
“Tentu saja ilmu bela diri serta pedang yang umum. Kenapa? Apakah kamu tidak mau?”
Mendengar percakapan mereka, seekor ayam yang awalnya menikmati jagung di mangkuknya sambil bersantai tiba-tiba menoleh ke arah keduanya dengan ekspresi tidak puas. Mengingat bagaimana Bos Kejam melompat dan menghempaskan tubuhnya ke bumi saat latihan membuat si ayam merinding.
Jika Jennifer mempelajari teknik yang sama, Nix takut kalau dirinya akan menjadi korban latihan wanita itu.
‘Sudah aku duga, wanita itu adalah antek Raja Iblis! Dugaanku benar, hanya sosok Miko yang dikirim oleh leluhur yang baik kepada Tuan Ayam ini!’
“Apakah kamu tidak ingin protes kepada Adam, Bella?”
Melihat ke arah gadis yang hanya menonton dalam diam, Jennifer tampak agak curiga.
“Apa yang Kak Adam lakukan … saya yakin itu adalah yang terbaik untuk kita semua.”
Mendengar itu membuat sudut bibir Jennifer berkedut, bahkan si Ayam terpana.
“Kamu terlalu mempercayai Adam, Bella!” ucap Jennifer sambil menggelengkan kepalanya.
“Tidak apa-apa. Saya masih hidup hingga sekarang juga untuk Kak Adam.”
Melihat bagaimana Bella mengatakan hal semacam itu dengan ekspresi yang begitu tulus, Jennifer langsung berteriak ke arah Adam.
__ADS_1
“Apakah kamu menggunakan teknik jahat untuk mencuci otak Bella, Adam!”
“Kalau aku melakukannya, kenapa aku tidak memilih untuk membuat dirimu patuh saja? Kamu lebih sulit dikendalikan daripada Bella.”
Melihat bagaimana Adam masih memilah dan menimbang, Jennifer menggertakkan gigi. Dia ingin menghampiri pemuda itu lalu menggigitnya, tetapi tahu tidka bisa melakukannya karena Adam sedang melakukan hal yang penting.
“Setelah menyelesaikan itu, jangan lupa untuk segera berkemas dan bertemu di tempat biasa. Kita akan menangkap buronan yang terakhir. Kalau begitu aku akan bersiap-siap terlebih dahulu.”
Melihat sosok Jennifer yang meninggalkan ruangan, Adam menghela napas panjang.
“Baik.”
Beberapa jam kemudian.
Larut malam, Adam yang telah memakai setelan tempur miliknya sedang memandang ke arah tertentu dengan ekspresi aneh.
“Apakah benar-benar ada di sini?” tanya Adam.
“B-Benar, Tuan Owl! Menurut petunjuk dan informasi, yang terakhir benar-benar berada di saluran air bawah tanah.”
Melihat bagaimana sosok Renald yang ketakutan ketika menghadapi dirinya sebagai Owl, Adam merasa agak lucu.
“Apakah ada tim lain yang ditugaskan untuk turun dan mencari?”
“Tidak.”
Mendengar pertanyaan Adam, Renald langsung menjawab jujur.
“Saluran air bawah tanah Kota B terlalu luas. Tidak mungkin aku bisa menyelesaikan tugas seperti ini sendiri.”
“Sebenarnya, setelah mendapatkan berita tentang keberadaan buronan itu, saya langsung mencari peta saluran air bawah tanah.
Dari lokasi munculnya, kira-kira buronan ada di area yang saya lingkari dengan warna merah.”
Menerima peta saluran air bawah tanah dari Renald dan beberapa petunjuk jelas dari pemuda itu membuat Adam merasa terkejut sekaligus senang. Dia tiba-tiba melirik ke arah Jennifer yang tampak agak malas lalu kembali ke arah Renald.
Daripada senior semacam Jennifer, Renald lebih bisa diandalkan.
Melihat bagaimana Renald melakukan tugas-tugas dengan baik, Adam tiba-tiba menepuk pundak pemuda itu.
“Bagaimana jika berhenti jadi polisi lalu menjadi side-kick untuk aku? Mungkin aku bisa memanggilmu Crimson Sparrow?”
>> Bersambung.
__ADS_1