
"Pemuda itu tampak luar biasa, apakah kalian mengenalnya?"
"Tidak. Namun, tampaknya dua orang yang mengikutinya tidak asing."
"En? Bukankah itu Tuan Muda Shawn dan Tuan Muda Matthew?"
"..."
Beberapa petugas yang menjaga hotel menatap rombongan Wings of Freedom dengan ekspresi terkejut.
Meski dibilang penjaga, sebenarnya, keberadaan mereka hanya untuk mencegah beberapa orang luar mencoba mengacaukan acara tersebut. Bukan untuk mengawal, apalagi menekan keberadaan para tamu. Lagipula ...
Beberapa kelompok besar ini tidak mudah untuk dipusingkan!
"Oya Oya ... Bukankah ini Wings of Freedom yang baru saja naik daun?"
Menyambut kedatangan Adam dan rekan-rekannya, tampak pria paruh baya gemuk dengan pakaian serba hitam. Setelan hitam mirip dengan apa yang mereka pakai. Namun, di sebelah kiri dada ... tampak sebuah tanda '8' yang disulam dengan angka emas.
Pria paruh baya gemuk itu memiliki penampilan ramah. Dia memiliki rambut hitam agak jarang, dan kumis yang cukup tebal. Pria itu juga memakai satu kacamata bundar di mata kirinya.
"Bukankah ini Mr Donaldson dari Golden Eight?"
Adam yang baru saja tiba hanya diam. Sebaliknya, Shawn yang berdiri di sebelahnya berbicara dengan ramah. Sebagai wakil ketua Wings of Freedom, tentu pria itu menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
Golden Eight, nama yang agak aneh. Sebuah kelompok besar, tetapi terbilang cukup terkenal. Bukan karena kekuatan mereka, Golden Eight terkenal karena bisnis mereka.
Tentu, bukan bisnis yang begitu terang. Mereka memiliki bar kelas atas di pusat Kota B dan beberapa bisnis redup lain. Yang paling terkenal di antara semuanya adalah ...
Perdagangan senjata ilegal!
__ADS_1
Meski terkenal, tetapi pria paruh baya itu sama sekali tidak diamankan. Bukankah itu jelas, ada permainan kotor di belakang. Namun, Shawn bukanlah orang yang munafik. Dia tahu bahwa dari seluruh kelompok yang diundang, termasuk Wings of Freedom ... tidak ada yang benar-benar baik!
"Hahaha! Ini Tuan Muda Shawn. Sudah lama sekali saya tidak melihat anda. Anda benar-benar tumbuh menjadi pria tampan."
Mr Donaldson tampak sangat ramah. Benar-benar membuat orang merasa nyaman di sekitarnya. Bahkan, bisa membuat orang-orang merasa agak lengah.
"Anda terlalu memuji saya, Mr Donaldson. Setelah sekian lama, anda masih tampak awet muda. Benar-benar luar biasa!" puji Shawn dengan senyum di wajahnya.
Mr Donaldson tersenyum. Menatap ke arah Adam, pria paruh baya itu berkata.
"Ini ..."
Adam menatap ke arah Mr Donaldson. Mengangguk ringan, pemuda itu berkata dengan tenang.
"Perkenalkan, saya Adam."
"Senang bertemu dengan anda Mr Adam."
"Saya juga, Mr Donaldson."
Adam mengangguk lembut. Menjawab santai, sama sekali tidak tampak takut, tetapi juga tidak meremehkan. Sikapnya sangat netral.
"Sepertinya Mr Adam adalah pria yang menghargai kata-kata lebih dari emas. Jadi, bisakah kita masuk ke dalam bersama? Mungkin ada beberapa bisnis yang bisa kita bicarakan."
"..."
Orang-orang di belakang Adam terdiam. Menggambarkan Adam sebagai pria yang menghargai kata-kata lebih dari emas sama sekali tidak cocok dengan penampilan ketua yang ganas, suka menghina, dan memaki mereka. Namun, melihat ke arah Adam yang tenang ... sudut bibir mereka berkedut.
'Akting ini agak keterlaluan, kan?'
__ADS_1
Pikir mereka semua ketika melihat penampilan Adam.
Adam sendiri sebenarnya sedikit terkejut. Tampaknya, Mr Donaldson cukup optimis dengan Wings of Freedom. Meski dibilang berbisnis, jelas, pria paruh baya itu ingin menjalin hubungan baik dengan mereka. Menjual senjata kepada Wings of Freedom, jelas berencana membantu mereka semua di tahap awal.
'Kita lihat, seberapa tulus pak tua ini.'
Adam tentu bukan orang yang naif. Dia tahu kalau Mr Donaldson membantu juga karena dirinya ingin memperoleh sesuatu. Jadi, pemuda itu ingin melihat, apakah pemimpin kelompok Golden Eight itu benar-benar tulus, atau sebaliknya ...
Mencoba memanfaatkan Wings of Freedom yang sedang tumbuh.
"Baik," jawab Adam santai.
Mereka kemudian masuk ke dalam hotel. Mereka naik ke lantai paling tinggi hotel tersebut, tempat perjamuan dilakukan. Meski sebenarnya kurang aman, mungkin karena selera orang-orang ini, mereka memilih lantai paling tinggi. Seolah menyatakan ...
Mereka adalah orang-orang yang berdiri di puncak, dan terbiasa melihat orang-orang lain ada di bawah mereka.
Sebuah pemikiran yang cukup sombong.
Sampai di sana, beberapa wanita yang mengenakan pakaian pelayan profesional segera menyambut kedatangan mereka. Pelayan-pelayan tersebut dipekerjakan untuk melayani para tamu, dari mengantar mereka sampai memenuhi beberapa kebutuhan lain.
Adam kemudian berpisah dengan anggota Wings of Freedom. Selain ketua dan dua perwakilan lain, sisa anggota akan tinggal di ruang lain yang lebih luas.
Adam kemudian masuk ke ruangan khusus bersama dengan Mr Donaldson. Keduanya diikuti oleh Shawn, Matt, dan dua bawahan Mr Donaldson.
Sampai di ruangan tersebut, Adam melihat sudah ada enam kelompok yang telah tiba terlebih dahulu. Namun, melihat ke arah kelompok bernam Phantom Blade, sudut bibir Adam tanpa sadar terangkat.
'Sungguh ... aku tidak menyangka akan bertemu dengan kenalan lama di sini.'
>> Bersambung.
__ADS_1