Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Penuh Warna


__ADS_3

Anggota tim 1 dari Departemen Misteri cabang Kota D?


Mendengar itu, sudut bibir Adam berkedut. Dia tidak menyangka kalau sosok 'sopir' sebelumnya adalah anggota yang sama dengan dirinya.


"Berhenti membuat masalah, Amy!"


Suara wanita yang tampak tegas terdengar. Adam dan yang lainnya langsung menoleh ke sumber suara.


Di sana tampak seorang wanita cantik yang menggunakan pakaian profesional. Kemeja putih, blazer hitam, dan rok hitam sampai lutut. Mengenakan stocking hitam dan sepatu hak tinggi dengan warna yang sama.


Wanita itu memiliki paras cantik. Kulitnya begitu putih dan memiliki rambut hitam yang disanggul. Mengenakan kacamata menambah kecantikannya.


Belum lagi ...


Glup!


Suara menelan ludah terdengar jelas. Adam melirik ke arah James dan Glenn yang gugup. Bahkan Douglas tampak tidak begitu tenang. Dia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah ketiga rekannya itu memandang.


Mereka memandang ke arah blazer wanita itu. Lebih tepatnya kancing kemeja yang begitu ketat di balik blazer. Seolah begitu sempit dan bisa lepas kapan saja. Satu kata yang bisa menggambarkannya ...


Besar!


Hanya saja, Adam sama sekali tidak begitu tertarik dan langsung mengabaikannya. Dia malah mengalihkan pandangannya kembali ke sosok Amy. Wanita itu tampak cemberut, sebelum akhirnya mendengus dingin.


"Semua lelaki sama saja!"


"..."


Ucapan Amy langsung membuat tiga rekan Adam itu tersadar dari lamunan mereka. Sadar kalau apa yang mereka lakukan tidak sopan, mereka bertiga hanya bisa mengalihkan pandangan dengan ekspresi canggung.


Amy dan rekannya itu melihat ke arah Adam. Menatap mata di balik topeng merah yang masih begitu tenang, keduanya tampak terkejut. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau pemuda yang dijuluki Blood Owl itu ternyata begitu tenang menghadapi godaan.


Wanita cantik dengan pakaian kantor itu berjalan menuju ke arah Adam dan teman-temannya. Sampai di depan Adam, dia mengulurkan tangannya sambil berkata dengan nada lembut.


"Perkenalkan, nama saya Alexia Lesage ... Wakil Ketua dari Departemen Misteri cabang Kota D."


Melihat ke arah Alexia yang mengulurkan tangan, Adam merasa tidak sopan jika tidak membalasnya. Dia kemudian menjabat tangan tangan wanita itu dengan sopan. Pada saat itu, pemuda itu merasakan tatapan Alexia.


Ketika tatapan mereka bertemu, Adam merasa tubuhnya tiba-tiba kaku dan pikirannya melayang. Tiba-tiba ...


Bruk!


Wanita bernama Alexia itu mundur dua langkah lalu jatuh ke tanah. Mendongak ke arah Adam dengan ekspresi terkejut dan ketakutan.


Pada awalnya, Adam merasa seperti di hipnotis. Namun karena dia memiliki level yang jauh lebih tinggi dan memiliki samudera jiwa yang membuat mentalnya lebih kuat, hipnotis itu gagal.


Tanpa Adam sadari, secara refleks, niat membunuh kuat muncul dari dalam dirinya ketika memandang ke arah Alexia. Membuat gadis itu ketakutan sampai kakinya lemas.


Bukan hanya Alexia, bahkan rekan-rekan Adam dari cabang Kota B juga terkejut. Keringat dingin muncul di punggung mereka. Tidak menyangka kalau sosok yang biasanya tampak begitu santai dan cukup ramah itu ternyata memiliki sisi yang begitu ganas.

__ADS_1


"Maafkan ketidaksopanan teman saya, Mr Owl. Dia hanya tertarik dengan anda dan tidak memiliki niat buruk."


Amy datang dan membantu Alexia berdiri. Tersenyum ke arah Adam dengan ekspresi ramah.


Adam yang juga tersadar segera menarik niat membunuhnya. Dia mengangguk ringan sembari menjawab.


"Tidak apa-apa. Aku juga minta maaf."


"..."


Suasana menjadi sunyi. Amy kemudian pura-pura batuk sebelum kembali berbicara.


"Mari masuk. Aku akan mengajak kalian berkeliling."


Adam dan yang lainnya saling memandang sebelum akhirnya mengangguk.


"Baik."


Mengikuti Amy, Adam membuka panel status miliknya sendiri.


...***...


[ Spirit Hunter System ]


Name : Adam Bladefield


Level : Silver Spirit (High)


Battle Skill : Autumn Sword (proficient), Spring Sword (proficient)


Other Skill : Elemental Seal (competent), Basic Alchemy Art (competent)


Spirit Beast :


- Black-gold Chicken (Mid-Silver)


- Shadow Beast (Low-Silver)


- Lesser White Sneak (High-Silver)


- Five Colored Blood Spider (Low-Bronze)


Beast Skill :


- Suzaku’s Cry (Silver), Suzaku’s Golden Talons (Silver)


- Shadow Stealth (Silver), Shadow Clone (Silver)


- Ice Control (Silver), Seiryuu’s Azure Scales (Silver)

__ADS_1


- Blood Threads (Bronze)


Items Bag :


...


...***...


Melihat bahwa kekuatannya berada di level Silver Spirit (High) yang setara dengan Spiritualist Master tingkat tinggi, Adam menghela napas panjang.


Sepertinya aku harus lebih berhati-hati lain kali.


Adam sendiri tidak menyangka kalau semakin kuat dirinya, ternyata juga membahayakan orang-orang di sekitarnya jika dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya.


Akan tetapi, Adam juga tahu, di dunia yang penuh dengan ketidakpastian ini ... kekuatan juga sangat penting. Bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang yang dia sayangi.


Mengikuti Amy, mereka masuk ke dalam gedung. Mereka kemudian masuk ke dalam elevator dan naik menuju ke lantai 48.


"Departemen Misteri cabang Kota D menempati lantai 46 sampai lantai 50. Dimana lantai 50 adalah kantor pribadi kami, lantai 49 adalah ruang gym, dan lantai 48 adalah tempat menerima tamu atau 'pengguna jasa' kami.


Sedangkan lantai 46 dan 47 untuk sementara tidak digunakan. Mungkin akan digunakan kelak ketika Departemen Misteri menjadi lebih besar atau semacamnya."


"..."


Mendengar penjelasan Amy, Adam dan teman-temannya tertegun. Mereka tidak menyangka bahwa Departemen Misteri cabang Kota D benar-benar begitu kaya. Mereka semua memandang ke arah Amy dengan perasaan cukup iri.


"Itu karena pemilik gedung ini adalah sebuah perusahaan milik Keluarga Lesage. Ya ... lebih tepatnya ayah Wakil Ketua."


Mendengar itu, James dan Glenn menatap ke arah Alexia. Tidak hanya cantik, memiliki suara indah, bahkan wanita itu benar-benar kaya!


Bahkan Adam juga tidak bisa tidak menghela napas dalam hati. Aset yang dia miliki belum cukup untuk membeli villa mewah, belum lagi sebuah gedung lima puluh lantai seperti ini. Lagipula ... dia juga masih dianggap sukses karena memulai semuanya dari nol sendiri.


Tentu saja, hal yang normal jika kekayaannya masih kalah dengan para Keluarga besar di Blue Star.


Mengingat sesuatu, Adam juga memutuskan.


Sepertinya aku harus membeli rumah besar di Kota B lalu segera pindah dengan Jennifer dan Bella. Lagipula ... aku juga harus menetaskan telur-telur dari Rose Pattern Blood Spider.


Benar. Adam berniat membesarkan Rose Pattern Blood Spider sendiri. Tentu saja dengan cara yang lebih alami dan juga aman. Dia tidak ingin menyia-nyiakan hal-hal yang begitu bermanfaat semacam itu.


Pada saat Adam, pintu elevator terbuka. Mereka akhirnya sampai di lantai 58. Mereka semua kemudian keluar dari elevator.


Penampilan Adam dan rekan-rekannya langsung menjadi pusat perhatian. Khususnya karena mereka dijemput secara pribadi oleh Wakil Ketua dari Departemen Misteri cabang Kota D.


Adam yang tersadar dari lamunannya langsung menyapu pandangannya sekilas. Dia langsung melihat tiga kelompok lain, tidak termasuk cabang Kota B atau Kota D. Yang berarti ... mereka datang cukup lambat.


Melihat ke arah sosok-sosok yang menatapnya dengan penasaran, tanpa sadar Adam mengangkat sudut bibirnya.


Tampaknya ... Departemen Misteri benar-benar penuh dengan warna.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2